Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Nasib Orang Surabaya di Gresik: Bertahan Hidup di Tengah Matinya PDAM dan Ganasnya Sistem Inden SD

Pratita Saraswati oleh Pratita Saraswati
19 Maret 2026
A A
Gresik Ternyata Bisa Bikin Arek Surabaya Kaget (Wikimedia Commons) sidoarjo

Gresik Ternyata Bisa Bikin Arek Surabaya Kaget (Wikimedia Commons)

Share on FacebookShare on Twitter

Sebagai arek Surabaya asli yang kena naturalisasi ke Gresik mengikuti garis tangan dan garis kerja suami, saya pikir pindah ke kota tetangga bakal biasa saja. Semata karena sudah sering mampir sejak dulu. Jaraknya juga tidak jauh dari perbatasan. 

Tapi ternyata, sekitar enam bulan menetap di sini membuat saya sadar bahwa Gresik adalah semesta yang penuh kejutan. Dari airnya yang punya rasa unik sampai gaya hidupnya yang tiba-tiba melompat ke masa depan.

Drama air asin masa lalu dan kapitalisme kubikan Gresik

Perkenalan pertama saya dengan sisi ekstrem Gresik adalah saat masih mahasiswa sekitar 10 tahun yang lalu. Saat itu, ketika ambil air wudu, begitu air kena bibir untuk kumur, saya terkejut, kok ada sensasi gurih asin.

Sempat muncul di pikiran, apa PDAM di sini kerja sama dengan pabrik garam? Atau ini efek samping zat-zat kimia dari deretan pabrik raksasa yang mengepung kota? Entahlah. Keyakinan saya sih, tanah di sini sudah jenuh dengan berbagai zat sisa industri.

Tapi kalau soal air, rasa asin 10 tahun lalu itu belum seberapa. Sebagai “pendatang” dari Surabaya, yang bikin kaget adalah hobi “bertapa”-nya air PDAM. 

Sekalinya ada informasi perbaikan pipa, matinya bisa sampai dua minggu. Kalau sudah begini, grup WhatsApp perumahan yang biasanya ramai jualan lauk bakal berubah jadi ring tinju emak-emak. Isinya debat eksistensial. Mana yang lebih prioritas antara nyuci baju, nyuci piring, atau mandi?

Di tengah penderitaan sebagai pendatang dari Surabaya, muncul the real businessman: pedagang air kubikan. Mereka ini pahlawan sekaligus “penjahat” musiman yang tega menaikkan harga dua sampai tiga kali lipat. 

Mumpung lagi banyak orderan ya, kan. Kapitalisme di tingkat paling akar rumput di Gresik memang ngeri-ngeri sedap. Di Gresik, saya belajar, air bersih itu lebih berharga daripada diskon skincare.

Baca Juga:

Saat Jakarta terasa lebih tenang dibanding mudik ke Jawa Timur gara-gara teror pawai sound horeg Agustusan

Bakso Malang minggir dulu, status makanan khas Malang mending kasihin ke tempe mendol yang endul itu

Yang bikin orang Surabaya heran: Tadarus di satu sisi, baby shark di sisi lain

Meski beberapa kali bikin pusing karena urusan air, Gresik tetap punya sisi lain yang bikin hati adem pendatang dari Surabaya. Melihat pemandangan santri berseliweran di beberapa tempat, bersarung, berkopiah, atau yang bercadar itu rasanya seperti mendapat siraman rohani gratis di tengah debu pabrik.

Apalagi kalau rute saya menuju ke Alun-Alun. Perpaduan antara melihat suasana religius dan bisingnya lagu Baby Shark dari odong-odong di Alun-Alun adalah definisi nyata dari akulturasi budaya lokal. Di satu sudut ada yang tadarus, di sudut lain ada anak kecil teriak-teriak minta naik mobil hias. Gresik itu kontras, tapi entah kenapa tetap terasa masuk akal.

Ekspansi “Shenzhen” dan Padelisasi

Belakangan ini Gresik mulai bersalin rupa. Kalau main ke mall, suasana “pribumi” yang dulu dominan kini mulai bergeser. Sekarang, jangan kaget kalau kamu merasa sedang tidak berada di Jawa Timur, tapi di pinggiran Shenzhen.

Cukup sering saya bertemu pekerja asing asal Cina yang hilir mudik di mall atau minimarket. Sudah bukan lagi pemandangan asing. Mereka biasanya adalah tenaga ahli atau pekerja di proyek-proyek pabrik raksasa seperti Smelter. 

Efek dominonya cukup terasa. FamilyMart dan Lawson yang dulu cuma bisa saya temui di Surabaya, sekarang juga ada di Gresik. Sepertinya, korporasi retail sadar kalau ada perputaran uang yang deras dari para pendatang ini.

Tak kalah membuat saya tepuk tangan adalah Gresik mau punya lapangan padel. Yakinlah, kalau sebuah kota sudah kemasukan lapangan padel, itu tandanya kota tersebut sudah naik kasta ke level “kekinian”. 

Kita tahu sendiri, padel itu olahraga yang formulanya 50:50. Dengan rincian: 50 persen olahraga beneran, 50 persen sisanya adalah demi konten Instagram sambil memeluk raket padel di dada dengan tatapan estetik. Rupanya Gresik tidak lagi cuma soal debu pabrik, sekarang ada percikan gaya hidup elit yang mulai menyelinap.

Horor sistem inden sekolah yang mencekik orang Surabaya dan Gresik

Ketebalan dompet warga Gresik juga terlihat dari urusan pendidikan. Jujur saja, saya hampir kena mental pas mau mendaftarkan anak sekolah SD. Di sini, sistem inden sekolah swasta sudah seperti pesan tiket kereta untuk mudik, harus gercep!

Saya sempat miscommunication. Saya pikir, setelah masuk dalam daftar inden dan menerima info harga, itu baru sekadar sosialisasi awal. Ternyata itu adalah gong untuk segera transfer. 

Telat bayar sedikit, nama anakmu langsung dicoret. Gugur tanpa ampun dan tanpa pemberitahuan. Di sisi lain juga ada SD Islam favorit yang antrinya harus dari empat tahun sebelumnya. Si anak bahkan belum masuk playgroup, tapi kursi SD sudah dipesan.

Ini membuktikan bahwa populasi pasangan muda di Gresik itu padat. Kami pun akhirnya harus rela “hunting” sekolah lain dan dapat yang jaraknya 9 kilometer dari rumah. Jauh tapi demi anak, alhasil anak saya jadi sering melihat berbagai realita kehidupan setiap pagi saat perjalanan ke sekolah.

Apakah Gresik masih “sumpek”?

Lalu, apakah semua perubahan ini menjawab label legendaris “Gresik Sumpek”?

Mungkin, bagi sebagian orang, hadirnya toko modern dan lapangan padel itu adalah obat penawar sumpek. Rasanya tentu seperti ada kemajuan peradaban. 

Tapi, bagi sebagian yang lain, misalnya saya yang berasal dari Surabaya, kesumpekan itu cuma berganti wajah. Kalau dulu warga Gresik terpaksa sumpek oleh jelaga industri tanpa hiburan yang memadai, sekarang ada sedikit peningkatan derajat. Kesumpekan itu masih ada, hanya saja kini dibungkus dengan estetikanya tempat nongkrong dan hiburan.

Gresik sedang bertransformasi. Dari kota yang identik dengan nasi krawu dan sarung, menjadi kota yang pelan-pelan mulai akrab dengan kafe kekinian dan raket padel. 

Perubahan ini lumrah. Memang begitulah Gresik, kota yang sanggup menyatukan doa para santri dengan ambisi para pekerja industri dalam satu kepulan polusi yang sama. Tetap cintai Gresik, meski airnya pernah asin dan PDAM-nya sering pamit cuti.

Penulis: Pratita Saraswati

Editor: Yamadipati Seno

BACA JUGA ‎Lupakan Gaji 5 Juta, Pertimbangkan Hal Ini sebelum Menetap di Gresik!

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 19 Maret 2026 oleh

Tags: alun-alun gresikGresikgresik kota santrijawa timurSurabaya
Pratita Saraswati

Pratita Saraswati

Mantan pekerja corporate yang mundur demi membersamai tumbuh kembang buah hati sambil jadi Virtual Assistant (VA). Kini lebih banyak bahas tentang kerja remote dan dunia VA. Percaya bahwa kopi adalah bahan bakar yang menjaga kewarasannya setiap hari.

ArtikelTerkait

8 Oleh-oleh Khas Gresik yang Wajib Dicoba

8 Oleh-oleh Khas Gresik yang Wajib Dicoba

30 Desember 2021
Tuban Bikin Iri Warga Lamongan: Perkembangannya Pesat!

Tuban Bikin Iri Warga Lamongan: Perkembangannya Lebih Pesat!

14 Juni 2024
Bundaran Dolog Surabaya, Mimpi Buruk Pengguna Jalan Setiap Berangkat Kerja

Bundaran Dolog Surabaya, Mimpi Buruk Pengguna Jalan Setiap Berangkat Kerja

2 September 2025
5 Daerah Penghasil Pecel Enak di Jawa Timur terminal mojok.co

5 Daerah Penghasil Pecel Enak di Jawa Timur

18 November 2021
3 Pengalaman yang Bikin Saya Kapok Mengunjungi Taman Harmoni Surabaya Mojok.co

3 Pengalaman yang Bikin Saya Kapok Mengunjungi Taman Harmoni Surabaya

3 Oktober 2025
Lucunya Harga Tiket Pesawat Domestik: Bagaimana Bisa Jakarta ke Singapura Lebih Murah ketimbang ke Surabaya? Nggak Masuk Akal!

Lucunya Harga Tiket Pesawat di Indonesia: Bagaimana Bisa Jakarta ke Singapura Lebih Murah ketimbang ke Surabaya? Nggak Masuk Akal!

20 Maret 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Pengalaman mencoba roti subuh yang lagi viral di Semarang: cukup sekali coba saja, nggak mau lagi-lagi

Pengalaman mencoba roti subuh yang lagi viral di Semarang: cukup sekali coba saja, nggak mau lagi-lagi

3 Agustus 2026
4 jasa yang nggak pernah kepikiran bakal ada, tapi saya temukan di Threads Mojok.co

4 jasa yang nggak pernah kepikiran bakal ada, tapi saya temukan di Threads

3 Agustus 2026
Punya tetangga yang suka nyetel musik keras-keras itu adalah ujian hidup paling berat

Punya tetangga yang suka nyetel musik keras-keras itu adalah ujian hidup paling berat

4 Agustus 2026
Anak pertama perempuan, peran yang paling melelahkan di dunia setelah jadi ibu Mojok.co

Anak pertama perempuan, peran yang paling melelahkan di dunia setelah jadi ibu

2 Agustus 2026
Warung Tacibay adalah jawaban ketika mahasiswa Malang memasuki tanggal tua Mojok.co

Warung Tacibay adalah jawaban ketika mahasiswa Malang memasuki tanggal tua

7 Agustus 2026
Tinggal dekat Ringroad Barat itu nggak nyaman, tiap malam diteror suara blayer motor yang meresahkan Mojok.co

Tinggal dekat Ringroad Barat itu nggak nyaman, tiap malam diteror suara blayer motor yang meresahkan

3 Agustus 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=76Rp5owBnpc


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.