Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Pojok Tubir

Tidak Ada Kebanggaan dari Status Gresik Sebagai Kota Industri

Mohammad Maulana Iqbal oleh Mohammad Maulana Iqbal
14 April 2023
A A
Tidak Ada Kebanggaan dari Status Gresik Sebagai Kota Industri (Unsplash)

Tidak Ada Kebanggaan dari Status Gresik Sebagai Kota Industri (Unsplash)

Share on FacebookShare on Twitter

Saya nggak habis pikir. Kok ada ya orang yang bangga banget kalau daerahnya disebut sebagai kota Industri, ya? Kayak apa banget gitu, amazing, hebat, layaknya sebuah prestasi gemilang, bahwa tempat tinggalnya dipenuhi dengan pabrik, perusahaan, dan industri yang berjejer layak gerbong kereta. Salah satunya yakni Gresik yang disebut-sebut sebagai kota industri.

Sebelumnya saya sempat menulis mengenai tidak relevannya julukan kota santri pada Gresik. Dan, alhamdulillah, tesis saya tersebut menuai perdebatan di media sosialnya Mojok.

ADVERTISEMENT

Sebenarnya, saya nggak mempersoalkan pro dan kontra tulisan saya sebelumnya. Dan, untuk tulisan ini, saya nggak menyangkal kalau Gresik memang disebut sebagai kota industri. Tapi, dari sekian debat virtual yang ada, saya menemukan beberapa, bahkan tidak sedikit komentar, yang seolah-olah membangga-banggakan bahwa Gresik itu kota industri. Mereka bahkan sampai repot-repot membuat akronim “santri” dengan kepanjangan “kota industri”.

Kenikmatan sebatas ilusi semata 

Banyak orang di lingkungan saya yang bersyukur bahwa Gresik menyandang status sebagai kota industri. Pasalnya, dari eksisnya industri tersebut, memberi dampak pada terbukanya lowongan kerja. Angka kemiskinan juga dikatakan menurun. Bahkan, UMK Gresik itu tertinggi kedua di Jawa Timur setelah Surabaya, dengan nilai Rp4.522.030,5.

Namun, kalau boleh jujur, kenikmatan atas status Gresik sebagai kota industri itu hanyalah ilusi semata. Nggak sebanding dengan dampak dari terbangunnya industri di suatu daerah. Sebagaimana petuah dari seorang sosiolog asal Jerman, Ulrich Beck, bahwa perkembangan modernisasi, seperti industrialisasi pada akhirnya melahirkan risiko, konsekuensi-konsekuensi berbahaya, bahkan mematikan bagi masyarakat.

Dampak negatif yang mengancam warga Gresik

Di balik megahnya pabrik, ada rentetan kerugian yang menghantui masyarakat Gresik itu sendiri. Khususnya mereka yang tinggal di sekitaran kawasan industri. Misalnya terkait Indeks Kualitas Udara (IKU). Melalui temuan Badan Lingkungan Hidup Pemprov Jawa Timur pada 2019, Gresik menjadi daerah dengan kualitas udara terburuk dengan angka 65,81.

Saya sering menyaksikan sendiri fakta ini. Suatu kali ketika menuju tempat ngopi, saya menyaksikan perusahaan pupuk terbesar di Gresik, bahkan mungkin di Indonesia, waktu tengah malam, membuangkan asap hitam pekat dari cerobong asapnya. Bahkan saking banyaknya, asap tersebut sudah seperti gumpalan awan mendung. Ngeri nggak, sih? Sudah kayak asap Krakatau saja.

Polusi semacam ini tentu saja berdampak pada kesehatan masyarakat, khususnya yang tinggal di lingkungan kawasan industri. Umumnya, penyakit yang sering menghantui kebanyakan masyarakat yakni ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Akut).

Baca Juga:

Stop denial, sound horeg adalah diskotik yang dipaksa masuk desa hanya demi memuaskan ego merusak milik segelintir orang

Saat Jakarta terasa lebih tenang dibanding mudik ke Jawa Timur gara-gara teror pawai sound horeg Agustusan

Masyarakat yang seperti terlena

Iya, memang bener bahwa gaji kerja di pabrik itu besar, bahkan ada yang hampir menyentuh Rp5 jutaan. Sudah hampir seperti gaji pokok PNS. Tapi, kalau risikonya adalah kesehatan seperti itu, ya sama saja buntung. Gaji kalian habis untuk pengobatan. Itu kalau sembuh, kalau nggak?

Nggak hanya itu, polusi bau juga sangat mengganggu. Saya sendiri setiap melewati kawasan industri di Kecamatan Manyar, pasti mencium bau yang tidak sedap hasil dari polusi pabrik cokelat. Bahkan pabrik ini sempat didemo masyarakat setempat gara-gara bau yang nggak sedap itu. Saya yang lewat saja nggak betah, apalagi masyarakat setempat yang tinggal di situ.

ADVERTISEMENT

Demo sendiri adalah sesuatu yang sudah sering banget saya dengar. Bahkan guru sekolah saya, yang tinggal di sekitaran kawasan industri itu, juga ikut demo, gara-gara dampak buruk yang ditimbulkan oleh pabrik-pabrik di sana.

Mirisnya, industri-industri di kabupaten Gresik itu nggak kehilangan seribu cara untuk membujuk dan mengambil hati masyarakat. Kalau mengambil hati pemerintahnya sih gampang banget, di mana-mana soal pemerintah dan perusahaan itu kongkalikong. Pemerintah tidak akan jaya tanpa industri. Begitu juga sebaliknya, industri tidak akan berdiri tanpa pemerintah.

Nah, yang saya masalahkan itu, dari segi masyarakatnya mungkin yang agak perlu seribu taktik dalam membujuk masyarakat. Pasanya, membujuk masyarakat itu susah-susah gampang.

Teknik memikat dari pabrik

Saya sering banget mendengar, CSR perusahaan itu suka bantu-bantu masyarakat, ngasih sembako, pakaian, bantu bangun pasar atau pelayanan publik lainnya, bantu cek kesehatan gratis, dan lain sebagainya. Khususnya, perusahaan-perusahaan baru dan yang besar-besar, seperti industri nikel itu kelihatannya baik banget sama masyarakat, sampai bagi-bagi sarung, sembako.

Tapi, sebenarnya, percayalah, itu semua hanya hegemoni industri pada masyarakat di lingkungan sekitarnya. Itu cuma akal bulus saja, biar masyarakat itu nggak demo aneh-aneh, nggak menentang pembangunan, penggusuran lahan, dan lain sebagainya. Kita itu ibarat ayam potong. Dirawat, dikasih makan, dan kalau ada kesempatan, kita akan disembelih juga.

Lantas, atas segala perbuatan industri kepada masyarakat, apakah kalian tetap bangga menyebut Gresik sebagai kota industri? Pernahkah kalian berpikir atas segala kerugian yang kalian terima? Atau hanya ngitung enaknya doang? Sudahlah, Gresik itu kota pudak saja dah cukup, enak, dan mengenyangkan.

Penulis: Mohammad Maulana Iqbal

Editor: Yamadipati Seno

ADVERTISEMENT

BACA JUGA Dosa Kabupaten Gresik: Banjir Kali Lamong yang Tidak Tertangani

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 14 April 2023 oleh

Tags: Gresikjawa timurkota industripabrik gresikumr gresik
Mohammad Maulana Iqbal

Mohammad Maulana Iqbal

Lulusan Magister Sosiologi yang doyan ngulik isu konflik, identitas dan dinamika sosial. Selain menjadi kapitalis toko fotocopy, sehari-hari juga disibukkan dengan kegiatan membaca, menulis dan riset. Sedang berkeringat melahirkan komunitas riset.

ArtikelTerkait

4 Alasan Munjungan Wajib Dikunjungi Warga Trenggalek dan Sekitarnya terminal mojok

4 Alasan Munjungan Wajib Dikunjungi Warga Trenggalek dan Sekitarnya

11 Desember 2021
Karawang Kota Pendatang Butuh Transportasi Publik yang Mumpuni Mojok.co

Karawang, Kota Pendatang yang Butuh Transportasi Publik Mumpuni

17 Januari 2024
Rumah Kaca, Hotel Melati Legendaris di Tengah Pusaran Prostitusi Kota Malang Terminal Mojok

Rumah Kaca, Hotel Melati Legendaris di Tengah Pusaran Prostitusi Kota Malang

6 September 2022
6 Rekomendasi Street Food Surabaya yang Laris Diserbu Pembeli Terminal Mojok

6 Rekomendasi Street Food Surabaya yang Laris Diserbu Pembeli

19 Agustus 2022
Pacet Mojokerto, Tempat Terbaik untuk Menikmati Masa Tua (Unsplash) trawas, cangar

Pacet Mojokerto, Tempat Terbaik untuk Menikmati Masa Tua

4 September 2024
Jalan Klakah Lumajang, Jalur Perenggut Masa Muda Pengendara di Kawasan Tapal Kuda

Jalan Klakah Lumajang, Jalur Perenggut Masa Muda Pengendara di Kawasan Tapal Kuda

1 Desember 2023
Muat Lebih Banyak


Terpopuler Sepekan

Pengalaman pertama kali menginap di hotel kapsul dekat Stasiun Tugu Jogja. Nyaman sih, tapi nggak cocok untuk berlama-lama Mojok.co

Pengalaman pertama kali menginap di hotel kapsul dekat Stasiun Tugu Jogja. Nyaman sih, tapi nggak cocok untuk berlama-lama

22 Agustus 2026
Pengalaman ikut trail run, olahraga yang dahulu saya anggap aneh, tapi akhirnya ketagihan juga Mojok.co

Pengalaman ikut trail run, olahraga yang dahulu saya anggap aneh, tapi akhirnya ketagihan juga

20 Agustus 2026
Tegalrejo, kecamatan uderrated di pinggiran Kota Jogja yang ternyata punya banyak cerita Mojok.co

Tegalrejo, kecamatan underrated di pinggiran Kota Jogja yang ternyata punya banyak cerita

20 Agustus 2026
30 menit ngopi di angkringan, puluhan info bawah tanah saya dapat (Shutterstock)

30 menit ngopi di angkringan, saya bisa mengakses puluhan informasi bawah tanah

23 Agustus 2026
Kaza Mal Surabaya memang nggak keren, tapi bukan berarti layak dilupakan dan nggak dikunjungi Mojok.co

Kaza Mall Surabaya memang nggak keren, tapi bukan berarti layak dilupakan dan nggak dikunjungi

19 Agustus 2026
Gen Z lanjut S2 bukan karena ambisi, tapi patah hati (Unsplash)

Banyak Gen Z lanjut S2 bukan karena gelar dan ambisi, tapi karena patah hati dan bingung mau ngapain lagi

20 Agustus 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=vCYB_q60eug


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.