Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Dilema Jadi Orang Kota Batu yang Dikira Masih Bagian dari Malang

Iqbal AR oleh Iqbal AR
6 April 2020
A A
Share on FacebookShare on Twitter

Sebagai orang yang berasal dari Kota Batu, kota yang pernah jadi bagian dari kabupaten Malang dan sekarang sudah lepas, ada satu hal yang paling membuat saya jengkel. Dalam percakapan ketika ada orang atau teman baru yang menanyakan asal saya, lalu saya jawab, “Dari Batu, Mas.” sering kali dibalas dengan, “Oh, Batu yang di Malang, kan, Mas.” Mendengar jawaban seperti itu saya rasanya ingin menjelaskan, tapi pasti panjang dan buang-buang waktu.

Lantaran saya pernah dapat pertanyaan seperti ini persis, dengan respons yang sama, dan ketika saya jelaskan posisi kota asal saya, jawaban teman saya adalah, “Iya, Batu bagian dari Malang, kan?” Ingin sekali teman saya ini tak siram pakai kopi, jengkel saya.

ADVERTISEMENT

Perlu diketahui, Kota Batu sendiri sudah lepas dari Kabupaten Malang sejak Oktober 2001. Itu artinya sudah delapan belas tahun, kota ini istilahnya sudah berdaulat sendiri. Bukan lagi bagian dari Kabupaten Malang. Meski secara geografis, Kota Batu masih bagian dari daerah Malang Raya, bersama Kota Malang dan Kabupaten Malang.

Berbeda dari sikap orang Batang yang terpaksa ngaku dari Pekalongan, saya malah sebaliknya. Saya berusaha pede dengan identitas sebagai orang Batu, bukan sebagai orang Malang. Meski beberapa kali saya mengaku dari Malang, tapi itu di kondisi tertentu, dan tidak sering juga.

Informasi ini harusnya sudah diketahui secara luas sejak lama. Namun, kok ya masih ada yang ngotot kalau Batu itu masih bagian dari Malang. Delapan belas tahun loh, Batu sudah jadi kota sendiri, kok ya nggak ada yang tahu gitu.

Bahkan, jika ditelusuri sejarahnya, nama Batu sendiri sudah ada sejak zaman penjajahan, bahkan jauh sebelum penjajah datang. Menurut cerita yang banyak dipercaya orang Batu, nama Batu sendiri diambil dari seorang ulama pengikut Pangeran Diponegoro yang bernama Abu Ghonaim atau disebut sebagai Kyai Gubug Angin yang selanjutnya masyarakat setempat akrab menyebutnya dengan panggilan Mbah Wastu. Lantaran kebiasaan orang Jawa yang tidak mau ribet, akhirnya lambat laun sebutan Mbah Wastu dipanggil Mbah Tu menjadi Mbatu atau Batu sebagai sebutan yang digunakan untuk sebuah kota dingin di Jawa Timur.

Meskipun jika dilihat secara usia, Batu kalah jauh dibandingkan Malang, Batu nyatanya lebih tersohor pada masanya karena sering dijadikan tempat peristirahatan bagi keluarga kerajaan, para pejabat Belanda, bahkan Presiden Soekarno pernah mengunjungi dan menginap di Batu, tepatnya di Selecta. Namun ya tetap saja, Batu menjadi bagian dari Kabupaten Malang untuk waktu yang lama, sebelum delapan belas tahun lalu memisahkan diri dan menjadi kota yang berdaulat. Tapi ya gitu, orang-orang juga belum paham juga masalah ini.

Kejadian-kejadian seperti di atas juga sering terjadi pada teman-teman saya yang sama-sama dari Batu, ketika ketemu orang lain. Pertanyaan yang diterima hampir sama, “Kamu dari mana, Mas?” jawabannya pun sama, “Saya dari Batu.” dan pasti dibalas dengan, “Batu yang di Malang kan, Mas?” Ini titik terbosan kami. Mau menjelaskan takut panjang, mau tidak dijelaskan nanti tidak ngerti-ngerti.

Baca Juga:

Deklarasi Wonogiri sebagai ibu kota mi ayam bakso harusnya menyadarkan Malang bahwa reputasi saja tidak selalu cukup

Perpustakaan Kota Batu salah satu tempat terbaik di kota ini, sayang belum banyak orang yang tahu dan mengunjunginya

Bahkan, salah satu teman saya, yang asalnya dari kabupaten Malang, juga belum tahu kalau Batu sudah menjadi kota sendiri. Dia malah ngotot, “Loh, bukannya Batu itu masih bagian dari kabupaten Malang ya? Mosok sudah jadi kota?” Sampai saya balas dengan nada agak tinggi, “Ya sudah jadi kota lah. Kamu ini orang Malang, loh. Mosok yang kayak gini nggak tahu? Sudah delapan belas tahun ini!”

Sebenarnya bukan mau jadi kacang lupa kulitnya, tapi kami juga ingin setidaknya lepas dari identitas yang dulu. Batu ya Batu, Malang ya Malang. Kami juga ingin dilabeli sebagai orang Batu, bukan orang Malang lagi. Untung saja kami masih agak sabar, coba bilang sama orang Timor Leste dan labeli mereka sebagai orang Timor Timur, ya disikat habis Anda.

Tak hanya percakapan langsung seperti itu, pemberitaan di media juga kadang sama. Beberapa kali saya lihat jika ada features atau berita tentang kota Batu, pasti ditulisnya “Batu, Malang.” Padahal kan bisa langsung “Batu, Jawa Timur” gitu, sama kalau nulis “Surabaya, Jawa Timur”, “Malang, Jawa Timur”, atau yang lainnya. Seakan-akan, Batu masih bagian dari Malang, dan tidak bisa lepas.

Bayangkan, tak hanya orang-orang biasa, sekelas pemberitaan di media saja masih ada yang tidak paham masalah ini. Saya sebenarnya juga sudah capek menjelaskan tentang Batu. Padahal, dulu orang-orang memperjuangkan Batu supaya keluar dari kabupaten Malang itu dengan susah payah. Kalau masih dianggap Batu itu di Malang sih, ya kebangetan.

Sebenarnya, memang susah memisahkan nama Batu dari Malang, karena sudah melekat sejak lama. Tapi ya tetap aja, nama Batu harus lepas dari Malang suatu saat nanti. Jadi, nanti kalau misalkan ada orang tanya ke saya, “Dari mana, Mas?”, saya bisa jawab, “Dari Batu, Mas”, dan orang yang tanya langsung ngerti, tanpa ada balasan lagi seperti, “Batu yang di Malang, kan, Mas?”

Mungkin sudah nasib bagi saya dan bagi orang-orang Batu lainnya. Sudah orang lain tahunya Batu itu di Malang, eh giliran tahu Batu, malah lebih tahu soal Songgoriti dan urban legend esek-eseknya. Halah, kacau.

BACA JUGA Selamat Datang di Malang, Kota Sejuta Kedai Kopi atau tulisan Iqbal AR lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 6 April 2020 oleh

Tags: jawa timurKota BatuMalang
Iqbal AR

Iqbal AR

Penulis lepas lulusan Sastra Indonesia UM. Menulis apa saja, dan masih tinggal di Kota Batu.

ArtikelTerkait

Magetan Sering Dilupakan padahal Menyimpan Banyak Potensi Wisata yang Luar Biasa

Magetan Sering Dilupakan padahal Menyimpan Banyak Potensi Wisata yang Luar Biasa

6 November 2024
Jember dan Banyuwangi Patah Hati 21 Tahun karena Pemerintah (Unsplash)

Jalur Selatan Jember: Mega Proyek JLS Mangkrak 21 Tahun yang Memupus Impian Indah Bersama Banyuwangi

18 September 2023
Kebijakan Pembayaran Kantin UM Wajib Cashless Tidak Ramah Mahasiswa Kabupaten dan Penyandang Cashless Literal

Kebijakan Pembayaran Kantin UM Wajib Cashless Tidak Ramah Mahasiswa Kabupaten dan Penyandang Cashless Literal

1 Februari 2024
Rekomendasi Wisata Nol Rupiah di Kota Malang terminal mojok.co

Rekomendasi Wisata Nol Rupiah di Kota Malang

2 Desember 2020
Toko Basmalah, Toko Kelontong Penguasa Daerah Tapal Kuda, Pesaing Utama Indomaret dan Alfamart

Toko Basmalah, Toko Kelontong Penguasa Daerah Tapal Kuda, Pesaing Utama Indomaret dan Alfamart

21 November 2024
Menghabiskan Senja di Kali Metro Malang, Tempat Healing Murah Penuh Sejarah

Menghabiskan Senja di Kali Metro Malang, Tempat Healing Murah Penuh Sejarah

16 Juni 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Nanas madu Pemalang sering diremehkan karena ukurannya, padahal inilah oleh-oleh yang paling layak dibawa pulang

Nanas madu Pemalang sering diremehkan karena ukurannya, padahal inilah oleh-oleh yang paling layak dibawa pulang

18 Juli 2026
Rezeki memang tak melulu soal uang, tapi senang juga rasanya kalau dapat duit bertubi-tubi Mojok.co

Rezeki memang tak melulu soal uang, tapi senang juga rasanya kalau dapat duit bertubi-tubi

18 Juli 2026
Untuk Warga Surabaya, Stop Menormalisasi Bayar Parkir kepada Juru Parkir di Toko Atau Minimarket yang Bertuliskan 'Parkir Gratis'!

Jangan cintai Surabaya secara berlebihan, ia juga punya kekurangan yang patut dibicarakan

21 Juli 2026
Ironi Puncak Pulek Cilacap: Ramai Dikunjungi karena Viral, padahal Area Privat

Ironi Puncak Pulek Cilacap: ramai dikunjungi karena viral, padahal area privat

15 Juli 2026
Mohon maaf, tidak semua orang suka tahu campur Lamongan, bahkan saya sebagai warlok juga kurang cocok

Mohon maaf, tidak semua orang suka tahu campur Lamongan, bahkan saya sebagai warlok juga kurang cocok

19 Juli 2026
Terminal Bungurasih Momok bagi Pengguna Jalan Raya Waru Sidoarjo, Macet Ora Umum! Mojok terminal bungurasih surabaya

Waru Sidoarjo, kecamatan penuh keistimewaan dan kemudahan, paling top di Sidoarjo!

17 Juli 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=6Xo_K0G3FRg


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.