Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

5 Tempat yang Sebaiknya Tidak Dikunjungi di Surabaya

Tiara Uci oleh Tiara Uci
1 Desember 2021
A A
5 Tempat yang Sebaiknya Tidak Dikunjungi di Surabaya terminal mojok (1)
Share on FacebookShare on Twitter

Surabaya dikenal sebagai kota terbesar kedua di Indonesia. Meski dikategorikan sebagai kota metropolitan, tata ruang kotanya tidaklah semrawut. Kota Surabaya bahkan memiliki ruang terbuka hijau seperti hutan mangrove dan taman kota yang jumlahnya banyak sekali. Yang terbaru, Surabaya juga memperoleh penghargaan sebagai kota besar dengan udara terbersih se-Asia Tenggara. Piye? Keren kan, Rek?

Meskipun memiliki banyak tempat bagus, ada beberapa tempat di Surabaya yang sebaiknya nggak perlu kamu kunjungi. Berikut daftarnya:

ADVERTISEMENT

#1 Gang Dolly

Gang Dolly adalah tempat lokalisasi yang terletak di Pasar Kembang. Di sini, perempuan penghiburnya duduk di sebuah ruangan mirip etalase yang berjajar rapi di sepanjang jalan. Kok saya tahu? Dulu saya sering lewat sini kalau mau ke Kampus Wijaya Kusuma. Sambil motoran, biasanya saya melirik ke etalase yang menurut saya mirip akuarium, tapi isinya orang. Apakah saya berdosa? Emboh, lah penasaran terus e setiap kali lewat.

Kawasan Dolly juga diklaim sebagai red district terbesar se-Asia Tenggara, mengalahkan Geylang di Singapura dan Patpong di Bangkok. Dinamakan Dolly karena awal berdirinya dikelola oleh perempuan Belanda bernama Dolly Van Der Mart.

Meskipun sangat populer dan jadi primadona hiburan malam di Surabaya, sebaiknya kalian nggak berkunjung ke Dolly. Bukannya saya takut kalian berbuat dosa, masalahnya cuma satu, tempat tersebut sekarang telah tiada. Deretan etalase yang dulunya berjejeran berdampingan dengan rumah warga, kini telah lenyap berganti toko kelontong, lapangan futsal, dan warung makan.

Pada tahun 2014, Wali Kota Surabaya resmi menutup Dolly secara permanen. Nggak hanya Dolly, lokalisasi lain yang terletak di Surabaya Barat yang dikenal dengan nama Sememi, Moro Seneng juga ditutup oleh pemerintah Kota Surabaya.

#2 Museum House of Sampoerna

House of Sampoerna adalah museum tembakau yang berada di Krembangan, Surabaya Selatan. Arsitektur museum ini menyerupai gedung zaman kolonial dengan pilar-pilar rokok raksasa berwarna abu-abu. Bangunan utama museum ini memiliki dua lantai.

Di lantai pertama museum ini ada replika warung, sepeda ontel, dan peralatan yang dulunya digunakan oleh Liem Seeng Tee (pendiri Sampoerna) untuk berjualan tembakau dan rokok. Nggak hanya itu, ada juga deretan cengkeh dan tembakau pilihan dari berbagai daerah yang dipajang rapi di dalam museum, tentu saja lengkap dengan cerita dan sejarahnya. Tak ketinggalan, ada peralatan marching band Sampoerna yang dulu pernah digunakan untuk mengikuti Tournament of Roses di California.

Baca Juga:

Magelang daerahnya nyaman, tapi nggak cocok untuk mahasiswa

Setahun merantau di Medan membuat saya bersyukur akhirnya bisa pulang ke Surabaya

Naik ke lantai dua museum, ada toko suvenir. Jika berkunjung pada jam kerja, kita bisa melihat aktivitas pekerja yang sedang memproduksi rokok secara tradisional. Serunya lagi, museum ini menawarkan city tour gratis menggunakan bus dengan rute bangunan bersejarah di Kota Surabaya. Jika lelah, pengunjung bisa menyantap makanan di kafe yang terletak tak jauh dari bangunan utama museum.

Meskipun sangat menarik, sebaiknya kalian jangan datang ke House of Sampoerna. Alasannya satu, museum ini tutup sejak pendemi dan sampai tulisan ini dibuat belum dibuka kembali.

ADVERTISEMENT

#3 Taman Bungkul

Surabaya juga dikenal sebagai Kota Seribu Taman, ada Taman Lansia, Taman Prestasi, Taman Pelangi, dan masih banyak lagi. Menurut Pemkot Surabaya, jumlah taman di Kota Pahlawan mencapai 1.900 dan di antara ribuan taman itu, Taman Bungkul adalah ikonnya. Pada tahun 2013, Taman Bungkul yang terletak di pusat Kota Surabaya ini meraih penghargaan sebagai taman terbaik se-Asia dari PBB.

Taman Bungkul dinilai istimewa lantaran memiliki amfiteater, gelanggang terbuka yang digunakan untuk hiburan dan pertunjukan. Saat nggak ada kegiatan, amfiteater ini dimanfaatkan sebagai wahana bermain anak-anak. Di taman ini juga ada fasilitas skate dan BMX track, lho. Kran air siap minum juga tersedia di area taman. Tak ketinggalan ada deretan PKL yang menawarkan banyak makanan enak seperti pecel semanggi.

Saat ada car free day, banyak orang memenuhi jalan di sepanjang Taman Bungkul. Ada yang olahraga, ada yang hanya melihat-lihat orang berjualan, tapi yang pasti, banyak sekali orang jajan makanan. Sayangnya, dengan berat hati, harus saya sampaikan jangan datang dulu ke Taman Bungkul untuk saat ini, sebab masih ditutup karena pandemi.

#4 Danau Unesa

Unesa adalah salah satu kampus negeri di Surabaya yang dulunya dikenal juga dengan nama IKIP. Di kampus Unesa yang berlokasi di Lidah Wetan ada sebuah danau. Biasanya, orang-orang menggunakan danau tersebut untuk memancing. Selain karena terbukti ada ikannya, danau Unesa ini rindang dikelilingi pepohonan. Mancing di sini memang syahdu, sih.

Tapi, saya sarankan jangan mengunjungi danau Unesa saat musim hujan seperti sekarang ini kecuali kalian ingin kecek sambil berenang, karena luberan air danau kerap kali membuat jalan di sekitarnya banjir.

#5 Hotel Majapahit

Sebelum bernama Majapahit, dulunya hotel ini bernama Hotel Orange. Sebuah peristiwa penting pernah terjadi di sini, yaitu saat arek-arek Suroboyo menaiki bangunan hotel dan merobek kain warna biru pada bendera Belanda. Tanpa warna biru, bendera tersebut menjadi merah putih, warna bendera Indonesia.

Hotel Majapahit sudah berdiri sejak tahun 1910 dan sebagian besar bangunannya masih terawat baik hingga sekarang. Hotel Majapahit memang sengaja mempertahankan bangunan aslinya, hotel ini menawarkan nuansa kemewahan zaman kolonial. Saat memasuki lobi hotel, kita langsung disambut pajangan mobil tua. Sementara di dalam kamar mandinya, kloset duduk dengan lapisan kayu tampak elegan dengan tuas tarik di atasnya. Pokoknya tipe hotel mewah dengan arsitektur zaman penjajah gitu lah.

Namun, saya nggak merekomendasikan hotel ini dikunjungi apalagi saat pandemi begini. Bukan karena hotelnya tutup, sih, masalahnya hanya satu, harga sewanya mahal, Rek. Bukankah kita harus berhemat di saat pandemi gini? Yah, kecuali kalau duitmu banyak sampai turah-turah, sih.

ADVERTISEMENT

Itulah 5 tempat yang sebaiknya nggak dikunjungi di Surabaya. Tapi, jika kamu tetap pengin datang ya nggak apa-apa juga, sih. Kan saya nggak punya hak ngelarang juga.

Sumber Gambar: Unsplash

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 2 Desember 2021 oleh

Tags: jawa timurpilihan redaksiSurabaya
Tiara Uci

Tiara Uci

Alumnus Teknik Mesin Universitas Negeri Surabaya. Project Manager perusahaan konstruksi di Surabaya. Suka membaca dan minum kopi.

ArtikelTerkait

Trenggalek Tidak Lebih Baik Dibandingkan Ponorogo, tapi Cukup Nyaman Ditinggali kok Mojok.co

Ponorogo Lebih Nyaman Ditinggali daripada Trenggalek, Fasilitasnya Lebih Lengkap dan Mumpuni

8 Januari 2024
Orang Surabaya dan Obsesinya terhadap Sambal Petis (Unsplash)

Orang Surabaya dan Obsesinya terhadap Sambal Petis

4 Juni 2024
6 Kuliner Madura yang Cocok untuk Dijadikan Oleh-oleh Terminal Mojok

6 Kuliner Madura yang Cocok Dijadikan Oleh-oleh

7 September 2022
Skandal Kim Seon Ho dan Kenyataan Cancel Culture dalam Budaya Populer Korea Selatan terminal mojok

Skandal Kim Seon Ho dan Sadisnya Cancel Culture di Korea Selatan

21 Oktober 2021
Juwana Pati Bukan Tempat yang Tepat untuk Mencari Ketenangan, Jangan Pensiun di Sini

Juwana Pati Bukan Tempat yang Tepat untuk Mencari Ketenangan, Jangan Pensiun di Sini!

3 Mei 2024
Elkan Baggott Harusnya Menyesal Menolak Main untuk Timnas Indonesia

Elkan Baggott Harusnya Menyesal Menolak Main untuk Timnas Indonesia

26 Oktober 2021
Muat Lebih Banyak


Terpopuler Sepekan

5 kesalahan penjual es dawet yang sulit dimaafkan, bikin rasanya kurang enak Mojok.co

5 kesalahan penjual es dawet yang sulit dimaafkan, bikin rasanya kurang enak

27 Agustus 2026
Hal-hal yang bisa dilakukan di Kopdes Merah Putih selain belanja Mojok.co

Hal-hal yang bisa dilakukan di Kopdes Merah Putih selain belanja

23 Agustus 2026
Cengkareng, tempat kumpul banjir, macet, lawan arah, dan kekacauan

Cengkareng, tempat kumpul banjir, macet, lawan arah, dan kekacauan

22 Agustus 2026
7 hal yang sebaiknya diajarkan saat PKKMB, bikin atribut aneh dan tradisi nggak bermanfaat lain mending dihapuskan Mojok.co

7 hal yang sebaiknya diajarkan saat PKKMB, bikin atribut aneh dan tradisi nggak bermanfaat lain mending dihapuskan

21 Agustus 2026
Kebiasaan aneh orang Jogja yang dahulu saya nyinyirin, tapi kini malah saya tiru Mojok.co

Kebiasaan aneh orang Jogja yang dahulu saya nyinyirin, tapi kini malah saya tiru

22 Agustus 2026
Selain rumah makan Padang, usaha fotokopi juga identik dengan orang Minang Mojok.co

Selain rumah makan Padang, usaha fotokopi juga identik dengan orang Minang

23 Agustus 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=vCYB_q60eug


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.