Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Konflik Khofifah-Risma Adalah Contoh Sinetron yang Baik

Erwin Setia oleh Erwin Setia
2 Juni 2020
A A
khofifah indar parawansa gubernur jawa timur risma tri rismaharini wali kota surabaya sinetron konflik mobil tes pcr wabah corona mojok.co

khofifah indar parawansa gubernur jawa timur tri rismaharini wali kota surabaya sinetron konflik mobil tes pcr wabah corona mojok.co

Share on FacebookShare on Twitter

Kita sering mendengar ejekan dan keluhan terhadap sinetron di Indonesia. Banyak orang menyebut sinetron-sinetron Indonesia tidak berkualitas. Alasannya beragam: cerita yang absurd hingga judul yang kelewat bombastis. Salah satu sinetron menampilkan adegan Batman menikah dengan putri raja zaman dahulu. Ada pula momen orang bertangan buntung, tapi pada satu segmen tangan aslinya kelihatan. Belum lagi sinetron berjudul menggugah macam “Istriku Ternyata Bukan Istriku”. Terus, istrinya siapa, dong?

Para penulis skenario itu seharusnya lebih kreatif. Andai mereka mau lebih rajin mengumpulkan ide, sebenarnya banyak sekali bahan untuk meracik sinetron bagus di negeri ini. Salah satunya adalah dengan memperhatikan berbagai polemik antarpejabat.

Yang teranyar adalah kisah kesalahpahaman antara Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini. Risma mencak-mencak karena mobil tes PCR (polymerase chain reaction) untuk mendeteksi penderita corona yang semestinya beroperasi di Surabaya malah dialihkan ke Lamongan dan Tulungagung. Beliau kecewa betul terhadap Pemprov Jawa Timur. Sebagai pemimpin Jawa Timur, berbeda dengan Risma yang emosional, Khofifah santai saja menanggapi kekecewaan Risma. Toh, pada akhirnya, dua mobil PCR tersebut kembali beroperasi di Surabaya.

Kita dapat memetik sejumlah hikmah dari konflik Khofifah-Risma. Kita bisa melihat bahwa dua kepala daerah tersebut sangat pro terhadap rakyat. Memangnya kenapa Risma bisa marah-marah begitu? Tentu saja karena beliau ingin mengutamakan warganya. Bukan karena pencitraan supaya dianggap peduli terhadap warga. Enggak, lah.

Dan apa alasan Khofifah enteng saja menarik dua mobil PCR tersebut ke dua kota lain sebelum mengembalikannya ke Surabaya? Jawabannya juga sudah jelas, beliau kepengin mengutamakan kepentingan warga yang memerlukan, sebab Lamongan dan Tulungagung adalah dua kota dengan kasus positif corona cukup banyak. Soal Risma marah-marah sih itu belakangan. Kepentingan warga adalah nomor wahid.

Barangkali Anda akan mengerutkan kening atau mengemil batu bata ketika saya katakan ini: kisah Khofifah-Risma di atas adalah contoh cerita yang baik andai diangkat menjadi sinetron. Saya serius dan para sineas sebaiknya buru-buru menyiapkan naskahnya.

Seandainya kisah keduanya betul-betul diadaptasi menjadi sinetron—atau minimal FTV berdurasi satu jam, lah—hal itu akan menjadi angin segar bagi perfilman Indonesia. Sinetron-sinetron tidak lagi melulu didominasi kisah percintaan receh semisal “Tukang Cilok Cinlok dengan Pengusaha Garmen” atau sinetron yang judulnya bikin umat manusia kebingungan seperti “Anakku Menjadi Anak Mantan Istri Suamiku”.

Kisah Khofifah-Risma premisnya sederhana saja, yaitu tentang sepasang pejabat yang sama-sama punya niat baik, tapi kurang komunikasi. Di Indonesia, sinetron bertema politik sangat jarang. Kemunculannya tentu akan menjadi terobosan yang bakal dikenang dalam sejarah perfilman. Dan tak perlu khawatir soal apakah sinetron itu bakal laris atau tidak. Khofifah dan Risma adalah kepala daerah terkenal yang punya banyak fans maupun haters. Kalau berita “percekcokan” mereka saja ramai, apalagi kalau “percekcokan” itu hadir dalam bentuk sinetron. Saya rasa sinetron-sinetron lain akan langsung tergusur.

Baca Juga:

Nelangsanya Jadi Warga Jawa Timur, Belum Genap 6 Bulan, Sudah Banyak Pemimpinnya Tertangkap KPK

Pengalaman Saya 3 Tahun “Menantang Maut” di Pacitan Hanya demi Bisa Berangkat Sekolah

Jika konflik kesalahpahaman saja terasa kelewat sederhana, boleh juga disisipkan hal-hal lain agar ceritanya menjadi lebih menarik. Sisipkanlah bagian romantis, umpamanya tentang hubungan asmara pegawai Pemprov Jawa Timur dengan pegawai Pemkot Surabaya.

Bisa pula ditambahkan kilas balik (flashback) kehidupan Khofifah dan Risma sebagai karakter utama. Barangkali pada suatu masa bertahun-tahun lampau, Khofifah dan Risma pernah berjumpa di lapak tukang mainan untuk beli boneka atau bepe-bepean sebagai sepasang gadis kecil yang imut dan pemalu. Atau, siapa tahu, keduanya punya langganan pedagang agar-agar yang sama semasa kecil. Hal-hal remeh semacam itu dapat menjadi penguat cerita sekaligus upaya menjadikan cerita sinetron tersebut tidak lempang-lempang saja kayak Tol Cipali.

Untuk pesan moral—unsur yang kerap dicari-cari pemirsa di Indonesia—tak perlu dipikirkan lagi. Sinetron tersebut jelas akan mengandung banyak pesan moral. Di antaranya: 1) jadilah kepala daerah yang senantiasa memedulikan warga, tapi sebaiknya jangan gampang marah; 2) kalau terjadi konflik antarpejabat, usahakanlah untuk menyembunyikannya, bukan malah memamerkannya ke hadapan publik; 3) niat baik harus dibarengi dengan cara yang baik; dan masih banyak lagi—nanti Anda bisa temukan sendiri kalau sinetron itu sudah jadi.

Lalu, bagaimana dengan judul sinetron tersebut? Hmm, ini kayaknya cocok: Kisah Khofifah-Risma, Berkonflik demi Jawa Timur yang Berkah dan Prima. Eh, itu judul sinetron atau slogan pemilu, ya?

Sumber gambar: Tri Rismaharini dan Khofifah Indar Parawansa. Keduanya dari Wikimedia Commons.

BACA JUGA Alternatif Episode Terakhir Preman Pensiun 4 supaya Nggak Terasa Menggantung dan tulisan Erwin Setia lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 2 Juni 2020 oleh

Tags: jawa timurkhofifahPolitikrismaSinetronwabah corona
Erwin Setia

Erwin Setia

Mahasiswa UIN Sunan Gunung Djati Bandung.

ArtikelTerkait

Ngawi Serba Tanggung, Sering Dilewati Orang tapi Tidak untuk Disinggahi

Ngawi Serba Tanggung, Sering Dilewati Orang tapi Tidak untuk Disinggahi

28 Maret 2025
Bukit Jengkoang di Kota Batu Memang Indah, tapi Nggak Spesial-spesial Amat

Bukit Jengkoang di Kota Batu Memang Indah, tapi Nggak Spesial-spesial Amat

22 Juli 2023
Dear INews, Masih Niat Jadi The New Home of Badminton Nggak, sih?

Dear iNews, Masih Niat Jadi The New Home of Badminton Nggak, sih?

3 Juni 2023
Malang dan Batu Bertetangga, tapi Nyatanya Berlawanan (Unsplash)

Malang dan Batu: Dua Kota yang Bertetangga, tapi Nyatanya Saling Berlawanan karena Berbeda Karakter

3 Maret 2025
Hilangnya Estetika Kota Malang Makin Kelam dan Menyedihkan (Unsplash)

Di Balik Wajah Kota yang Modern: Kehidupan Kelam di Labirin Gang Sempit dan Hilangnya Estetika Kota Malang

29 Maret 2026
Jalan Mastrip Jombang, Jalur Utama Jombang-Mojokerto-Surabaya yang Bikin Anda Selangkah Lebih Dekat dengan Maut

Jalan Mastrip Jombang, Jalur Utama Jombang-Mojokerto-Surabaya yang Bikin Anda Selangkah Lebih Dekat dengan Maut

24 Januari 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Orang Jawa Timur Kaget dengan Soto Bening di Jogja, tapi Lama-Lama Bisa Menerima dan Doyan Mojok.co

Orang Jawa Timur Kaget dengan Soto Bening di Jogja, tapi Lama-Lama Bisa Menerima dan Doyan

25 April 2026
Klaten Tulang Punggung dan Masa Depan Dapur Indonesia

Klaten: Bukan Sekadar Kota untuk Mampir Menikmati Sop Ayam, tapi Tulang Punggung dan “Dapur” Masa Depan Indonesia

1 Mei 2026
Kotabaru Jogja, Kawasan Pemukiman Belanda yang Punya Fasilitas Lengkap, yang Sekarang Bersolek Jadi Tempat Wisata

Hidup di Kotabaru Jogja Itu Enak, Sampai Kamu Coba Menyeberang Jalan, Ruwet!

28 April 2026
Pemkab Bangkalan Madura Hanya Omong Kosong Mau Bikin Kabupaten Ini Layak Anak, Nggak Layak Sama Sekali! sumenep, pamekasan

Menerka Alasan Bangkalan akan Terus Berada di Bawah Sumenep dan Pamekasan, padahal Kawasannya Masuk Kota Metropolitan

28 April 2026
Hal-Hal Aneh Bagi Orang Lamongan Ketika Mengunjungi Jakarta (Unsplash)

Hal-Hal Aneh Bagi Orang Lamongan Ketika Mengunjungi Jakarta

30 April 2026
Stereotipe Mahasiswa Sumatera yang Kuliah di Jogja: Dikira Anak Sawit dan Selalu Punya Duit Bejibun, padahal Kami Juga Sering Bokek!

Stereotipe Mahasiswa Sumatera yang Kuliah di Jogja: Dikira Anak Sawit dan Selalu Punya Duit Bejibun, padahal Kami Juga Sering Bokek!

29 April 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

  • Pelatihan SKill Digital IndonesiaNEXT Ubah Mahasiswa Insecure Jadi Skillfull, Bisnis Digital pun Tak Kalah Saing
  • Sisi Lain Lagu “Kicau Mania” Ndarboy Genk: Berbahaya dan Bukan Perkara Remeh 
  • Solusi atas Jeritan Hati Para Pelaku UMKM yang Menderita karena Kenaikan Ekstrem Harga Plastik
  • Nikah di Desa Meresahkan, Perkara Undangan Cetak atau Digital Saja Jadi Masalah tapi Kemudian Sadar Nggak Semua Orang Melek Teknologi
  • Latihan Lawan Pria dan Mentalitas Tak Kenal Puas Jadi Resep Rahasia Tim Putri Ubaya Dominasi Campus League 2026 Regional Surabaya
  • Kos Dekat Kampus: Akal-akalan Mahasiswa “Malas” agar Tak Perlu Bangun Pagi dan Bisa Berangkat Mepet

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.