Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kuliner

5 Makanan Khas Semarang yang Nikmat tapi Tersembunyi, Wajib Kamu Coba Saat Berwisata Supaya Lebih Mengenal Sejarah Panjang Kuliner Nikmat Ini

Paula Gianita Primasari oleh Paula Gianita Primasari
21 April 2026
A A
5 Makanan Khas Semarang yang Nikmat tapi Tersembunyi (Wikimedia Commons)

5 Makanan Khas Semarang yang Nikmat tapi Tersembunyi (Wikimedia Commons)

Share on FacebookShare on Twitter

Setiap pelancong datang ke Semarang, nyaris semuanya berbondong-bondong mengantre demi lumpia. Seolah, identitas rasa Kota Atlas hanya mentok di situ-situ saja. Padahal, kalau mau repot sedikit, ada lapisan makanan khas Semarang yang lebih kaya.

Jauh dari sorot popularitas, tersembunyi resep-resep lama dirawat dan diturunkan antargenerasi. Menjelajahi sisi makanan khas Semarang yang underrated ibarat menemukan warisan gastronomi yang selama ini terpendam dan menjadi rahasia. 

Jadi, simpan dulu kehebohan berburu lumpia. Sebab, siapa tahu sederet kuliner yang kurang diapresiasi ini justru sukses memikat hati.

BACA JUGA: 5 Kuliner Bandungan Semarang yang Sayang kalau Dilewatkan Wisatawan

#1 Nasi glewo adalah harta karun makanan khas Semarang yang hampir terlupakan

Bagi pecinta jeroan dan tekstur kenyal, nasi glewo adalah nenek moyang dari segala kuliner sapi di Semarang. Namanya memang tak senyaring nasi ayam Semarang. Namun soal kelezatan, makanan khas Semarang yang langka ini tak takut kalah.

Hidangan nasi glewo berupa nasi dengan siraman kuah santan kental berbumbu rempah. Lauk utamanya adalah koyor atau urat sapi dan emping melinjo. Cita rasanya sangat kuat dan pekat. Konon, nasi glewo dulunya merupakan sajian ningrat versi rakyat jelata.

#2 Kesederhanaan es pankuk bisa menaklukan panasnya hawa Semarang

Lupakan sejenak gelato mahal yang cuma menang estetik. Es pankuk adalah bukti bahwa rasa kuliner lokal bisa sejajar dengan jajanan viral. Kudapan ini menyatukan es puter tradisional dengan potongan irisan tipis pancake atau panekuk yang lembut.

Anehnya, kolaborasi yang kontras itu malah memberikan sensasi yang menyenangkan. Ada rasa manis, dingin, sekaligus hangat. Biasanya, para penjual menjajakan panganan ini dengan gerobak di pinggir gang-gang kecil.

Baca Juga:

Warlok Semarang Muak dengan Mal Baru, Lebih Butuh Ruang Terbuka Hijau yang Terjangkau 

3 Hal yang Jarang Orang Katakan Soal Berkendara di Semarang, Tantangannya Tak Hanya Banjir Rob dan Banjir Dadakan

#3 Makanan khas Semarang bernama babat gongso, bikin nasi putih tak pernah terasa cukup

Babat gongso adalah alasan utama mengapa diet selalu gagal total di Semarang. Umumnya, kita hanya bisa menemukan lauk ini di sejumlah kuliner malam. Beberapa pedagang mencampur babat gongso dengan nasi goreng. Padahal, rasa yang lebih autentik bisa kamu nikmati saat memakan makanan khas Semarang ini bersama nasi putih saja.

Jadi, yang masak akan menyiram potongan babat yang sudah matang dan empuk dengan kuah bumbu kecap pedas nan pekat. Teknik ini menciptakan aroma smoky yang khas dan menggugah selera. 

Olahan babat gongso adalah makanan khas Semarang yang pantang jadi lauk biasa. Sebab, ia mampu membius tangan untuk terus menambah porsi nasi sampai perut tak sanggup lagi menampung.

#4 Lontong cap go meh, makanan khas Semarang yang lahir karena akulturasi budaya

Sebagai kota pelabuhan, tak heran Semarang punya mahakarya kuliner karena akulturasi budaya Tionghoa-Jawa yang sangat kompleks. Tapi, tenang, wisatawan tak perlu menunggu Hari Raya Imlek hanya untuk mencicip lontong cap go meh ini. 

Sebab, meski terkenal muncul saat momen tertentu, makanan khas Semarang ini juga bisa kamu temukan sebagai hidangan harian di beberapa warung legendaris. Artinya, kamu bisa menemukan kuliner di banyak tempat.

Lontong cap go meh versi Semarang adalah festival rasa yang harmonis. Segarnya sayur lodeh, pedasnya sambal goreng rebung, hingga gurihnya opor ayam bisa saling melengkapi tanpa mendominasi. Lontong cap go meh adalah sepiring bukti sejarah bahwa perbedaan budaya yang disatukan di atas meja makan akan menelurkan sajian istimewa.

BACA JUGA: 4 Camilan Semarang selain Lumpia yang Jarang Dilirik Wisatawan, Sekali Coba Bisa Ketagihan

#5 Jamu jun, kehangatan jamu tradisional

Jamu jun bukan makanan. Ia adalah minuman purba dari Semarang yang mulai punah. Meski bertajuk jamu, minuman ini justru hadir untuk menepis reputasi jamu yang lekat dengan rasa pahit. Sebab, nyatanya jamu jun adalah ramuan rempah-rempah kental yang terbuat dari 12 macam bumbu rempah.

Teksturnya mirip bubur sumsum cair. Tapi, jamu ini penuh dengan sensasi pedas nan hangat dari jahe, merica, dan kedaung. Lucunya lagi, di atasnya turut ada taburan parutan kelapa sangrai yang menorehkan kesan gurih. Proses pembuatannya rumit. Penjualnya pun biasanya hanya mangkal di titik tertentu seperti area Kota Lama atau pasar tradisional saat pagi buta.

Memahami Kota Semarang memang tidak bisa kamu lakukan dengan sekali kunjung. Apalagi kalau eksplorasi kuliner dan makanan khas Semarang. Memilih mencicipi sisi tersamar adalah cara paling tulus untuk menghargai sejarah panjang di balik setiap suapan.

Penulis: Paula Gianita Primasari

Editor: Yamadipati Seno

BACA JUGA Kuliner Semarang Timur yang Wajib Dikunjungi agar Makin Mengenal Semarang secara Lengkap

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 21 April 2026 oleh

Tags: babat gongso semaranges pankuk semarangjamu jun semarangkuliner semaranglontong cap go mehlumpiamakanan khas semarangmakanan semarang\nasi glewo semarangrekomendasi makanan khas semarangSemarang
Paula Gianita Primasari

Paula Gianita Primasari

Mahasiswa doktoral UNDIP jurusan Manajemen Pemasaran asal Semarang.

ArtikelTerkait

Simpang Lima Semarang, Saksi Bisu Lika-liku Prostitusi di Kota Lumpia

Simpang Lima Semarang, Saksi Bisu Lika-liku Prostitusi di Kota Lumpia

20 Juli 2023
Semarang Nggak Cocok Jadi Tempat Pensiun, Kota Ini Semakin Sibuk dan Sesak Menyerupai Jakarta Mojok.co

4 Hal Unik di Semarang yang Bikin Pendatang Bakal Keheranan, seperti Togel yang Masih Ada dan Berlipat Ganda

8 Maret 2024
UIN Walisongo Semarang Universitas Terbaik di Jawa Tengah (Unsplash)

UIN Walisongo Semarang: Universitas Terbaik di Jawa Tengah Dilihat dari Letak dan Cabang Kampusnya

24 Oktober 2023
Plat K, Plat Nomor dengan Pengendara Paling Menyebalkan (Unsplash)

Pengendara Plat K Memang Jago Membahayakan Pengendara Lain Lantaran Hobi Banget Mendahului dari Sisi Kiri Jalan

30 April 2024
Jalur Boja-Sumowono, Jalan Tembusan ke Semarang yang Cocok untuk Uji Nyali dan Ketahanan Motor

Jalur Boja-Sumowono, Jalan Tembusan ke Semarang yang Cocok untuk Uji Nyali dan Ketahanan Motor

15 September 2024
Review Bus PO Narendra Rute Ponorogo-Semarang: Berasa Melaju di atas Awan

Review Bus PO Narendra Rute Ponorogo-Semarang: Berasa Melaju di atas Awan

26 Februari 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Upin Ipin Serial TV yang Merusak Anak-Anak kalau Ditonton Tanpa Dampingan Orang Dewasa Mojok.co

Upin Ipin Serial TV yang Tampak Aman untuk Anak-Anak, tapi Aslinya Bisa Merusak kalau Ditonton Tanpa Dampingan Orang Dewasa

19 Juni 2026
Saya Lulusan Ilmu Perpustakaan, tapi Saya Nggak Mau Jadi Pustakawan Sekolah, Isinya Cuma Makan Hati! perpusnas

Anggaran Perpustakaan Itu Mahal, tapi Kita Tak Pernah Peduli karena Maunya Terima Jadi

22 Juni 2026
TransJatim Dibenci, tapi Ia Penyelamat Mahasiswa Surabaya (Wikimedia Commons)

Ugal-ugalan Sopir TransJatim Menyelamatkan Masa Depan Mahasiswa Mojokerto yang Kuliah di Surabaya

22 Juni 2026
Di Lidah Orang Jawa, Kuliner Madura Enak Kecuali yang dari Sumenep MOjok.co sumatera

Sebagai Anak Madura, Saya Cemburu dengan Anak Sumatera yang Tak Perlu Susah Payah Menyembunyikan Identitas

20 Juni 2026
6 Alasan Saya Nggak Puas Kuliah di Fakultas Ekonomi UIN Saizu Purwokerto yang Dijuluki Fakultas Mahal Mojok.co

6 Alasan Saya Nggak Puas Kuliah di Fakultas Ekonomi UIN Saizu Purwokerto yang Dijuluki Fakultas Mahal

18 Juni 2026
Masuk UIN Saizu Purwokerto yang Saya Benci setelah Ditolak Kampus Impian Bukanlah Akhir dari Segalanya Mojok.co

Masuk UIN Saizu Purwokerto yang Saya Benci setelah Ditolak Kampus Impian Bukanlah Akhir dari Segalanya

22 Juni 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=6Xo_K0G3FRg


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.