Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

5 Kuliner Bandungan Semarang yang Sayang kalau Dilewatkan Wisatawan

Paula Gianita Primasari oleh Paula Gianita Primasari
20 April 2026
A A
5 Kuliner Bandungan Semarang yang Pantang kalau Dilewatkan Wisatawan Mojok.co

5 Kuliner Bandungan Semarang yang Pantang kalau Dilewatkan Wisatawan (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Bandungan Semarang adalah pelarian instan saat hawa Semarang bawah lagi tak karuan. Sedihnya, kecamatan di kaki Gunung Ungaran ini terjepit di antara dua stigma yang bertolak belakang. Kalau bukan soal wisata alam yang penuh pesona, ya tentang deretan hotel melati yang reputasinya sering bikin pikiran melantur ke mana-mana.

Padahal, bila mau sedikit menyingkirkan anggapan negatif tersebut, ada kekuatan tersembunyi yang jauh lebih menggoda buat dieksplorasi. Apalagi kalau bukan kulinernya yang sanggup membuat siapa pun terpikat. Sejumlah daftar buruan berikut adalah bukti bahwa harta karun sejati Bandungan ada di atas piring, bukan di balik pintu-pintu penginapan bercitra miring.

#1 Tahu Serasi, ikon legendaris Bandungan Semarang yang punya daya magis di setiap gigitan

Percayalah, ini bukan sekadar tahu biasa. Tahu Serasi adalah bukti bahwa kesederhanaan yang digarap serius bisa menjadi legenda. Berbeda dengan tahu pasar pada umumnya, Tahu Serasi punya tekstur padat sekaligus lembut dalam satu suapan.

Tanpa menggunakan pengawet kimia, tahu ini menawarkan rasa kedelai yang murni tanpa jejak asam. Cara makannya bukan dengan nasi. Namun, dicocol dengan sambal kecap yang bercita rasa pedas, manis, dan gurih. Menikmatinya langsung sesaat setelah mentas dari penggorengan adalah ritual wajib yang membuat status seseorang sah sebagai wisatawan di Bandungan.

#2 Minuman sari kedelai khas Bandungan Semarang jangan sampai dilewatkan

Di tengah kepungan olahan susu sapi segar, sari kedelai di Bandungan hadir sebagai alternatif bagi mereka yang tak bisa mengonsumsi susu sapi. Biasanya, minuman ini dijual dalam kemasan plastik bening secara literan berdampingan dengan penjualan Tahu Serasi. Kekentalan dan rasanya jujur, tanpa tambahan tepung atau gula.

Menyesapnya saat masih mengepulkan uap panas sambil mengunyah tahu serasi adalah jalan ninja untuk tetap bisa menikmati khasiat protein dengan asyik tanpa timbul rasa eneg. Meski terbuat dari kedelai, susu ini tetap terasa creamy. Apalagi, ada sedikit sensasi gurih kacang yang unik.

#3 Torakur, kudapan alami nan sehat dengan wujud nyeleneh

Torakur adalah bukti inovasi pangan yang murni lahir dari Bandungan Semarang. Namanya sendiri adalah akronim dari tomat dan kurma. Sebab, makanan ini memang berasal dari panen tomat lokal yang diolah sedemikian rupa hingga menyerupai kurma.

Wujud dan rasanya sangat mengecoh, sangat mirip dengan kurma. Rasanya manis dan legit, dengan tekstur kenyal. Namun, after taste yang dikeluarkan sedikit asam dan segar, khas buah tomat. Penemuan ini menegaskan bahwa camilan sehat dan kreatif tidak melulu dihasilkan di kota-kota besar saja.

Baca Juga:

Pengalaman mencoba roti subuh yang lagi viral di Semarang: cukup sekali coba saja, nggak mau lagi-lagi

Banjir di Semarang selama ini tak hanya perkara alam, tapi justru gara-gara ulah warganya sendiri,

#4 Bubur Opak, sajian gurih pagi hari yang pasti enak 

Lupakan sejenak debat antara bubur diaduk atau tidak. Sebab, Bubur Opak punya aturan mainnya sendiri. Di sini, bubur disajikan di atas opak atau sejenis kerupuk lebar yang dibuat dari singkong. Secara visual, opak tersebut berperan sebagai alas makan yang bisa ditelan.

Biasanya, kuliner ini dijajakan pagi hari. Lauknya berupa orek tempe, mi goreng, telur mata sapi, atau opor. Gongnya adalah siraman sambal kacang yang menyatukan semua elemen dalam bubur ini. Sajian pinggir jalan ini mengajarkan bahwa bahagia bisa ditemukan di tempat yang paling sederhana sekalipun.

#5 Sambal Jahat adalah definisi uji nyali kuliner di Bandungan Semarang

Namanya mungkin terdengar mengerikan. Tapi, bagi pecinta makanan pedas, sambal jahat adalah dosa yang paling dirindukan. Embel-embel jahat ini bukan lantaran efek buruk yang dihasilkan sehabis mencicipinya. Namun, julukan hiperbola ini tercetus karena rasa pedasnya yang ugal-ugalan.

Sambal Jahat memang bukan hidangan utama. Sayangnya, tanpa kehadiran cocolan ini, lauk goreng atau bakar yang disuguhkan akan terasa hambar. Umumnya, sambal jahat jadi pelengkap kuliner malam di Bandungan. Meski tampak brutal, sekali coba dan jatuh cinta, wisatawan bakal susah berpaling ke sambal botolan.

Sungguh, kuliner Bandungan tak butuh validasi. Di balik lapisan kabut prasangka selama ini, Bandungan Semarang tetap konsisten merawat harta karunnya lewat piring-piring sederhana di pinggir jalan. Sebab, bagaimanapun juga, urusan perut selalu menang dalam mengukir kenangan.

Penulis: Paula Gianita Primasari
Editor: Kenia Intan

BACA JUGA 5 Oleh-Oleh Khas Salatiga yang Sebaiknya Dipikir Dua Kali sebelum Dibeli.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 20 April 2026 oleh

Tags: bandunganBandungan Semarangkuliner bandunganmakanan bandunganSemarangwisaya bandungan
Paula Gianita Primasari

Paula Gianita Primasari

ArtikelTerkait

Berharap Terminal Bawen Semarang Segera Berbenah agar Tidak Membingunkan Pengunjung Mojok.co

Berharap Terminal Bawen Semarang Segera Berbenah agar Tidak Membingungkan Pengunjung

20 Februari 2026
Rembang Punya Wisata Alam yang Menawan, Sayang Kotanya Tidak Berkembang Mojok.co

Dari Budaya Sampai Hiburan, Ini Alasan Kenapa Kabupaten Rembang Sebaiknya Ikut Jawa Timur

15 September 2025
Simpang Lima Semarang, Saksi Bisu Lika-liku Prostitusi di Kota Lumpia

Simpang Lima Semarang, Saksi Bisu Lika-liku Prostitusi di Kota Lumpia

20 Juli 2023
7 Culture Shock Orang Sulawesi ketika Merantau ke Semarang Mojok.co

7 Culture Shock Orang Sulawesi ketika Merantau ke Semarang

29 Oktober 2024
5 Self Photo Studio di Semarang, Bebas Pose Nggak Malu-malu Lagi Terminal Mojok

5 Self Photo Studio di Semarang, Bebas Pose Nggak Malu-malu Lagi

7 Desember 2022
Sebelum Jakarta Tenggelam, Inilah 5 Tanda Semarang Bakal Kelelep Duluan di Laut Jawa

Sebelum Jakarta Tenggelam, Inilah 5 Tanda Semarang Bakal Kelelep Duluan di Laut Jawa

24 Juli 2024
Muat Lebih Banyak


Terpopuler Sepekan

KUA jangan cuma mengejar Gen Z untuk menikah, tolong kasih paham juga tetangga dan ortu yang hobi menghitung mahar Mojok.co

KUA jangan cuma mengejar Gen Z untuk menikah, tolong kasih paham juga tetangga dan ortu yang hobi menghitung mahar

20 Agustus 2026
Bali bisa kehabisan air, tapi tenang, kolam vila masih penuh (Unsplash)

Bali bisa kehabisan air, tapi tenang, kolam vila masih penuh

16 Agustus 2026
Pak Ogah pekerjaan yang sia-sia dan nggak menjanjikan di Sumenep Madura Mojok.co

Pak Ogah pekerjaan yang sia-sia dan nggak menjanjikan di Sumenep Madura

20 Agustus 2026
7 hal yang sebaiknya diajarkan saat PKKMB, bikin atribut aneh dan tradisi nggak bermanfaat lain mending dihapuskan Mojok.co

7 hal yang sebaiknya diajarkan saat PKKMB, bikin atribut aneh dan tradisi nggak bermanfaat lain mending dihapuskan

21 Agustus 2026
Nasib Sidoarjo: Ketika Ibu Kotanya Kalah Tenar Dibanding Kecamatan Krian, Pusat Pemerintahan Kalah Telak Sama Pasar Tradisional

Nasib Sidoarjo: ketika ibu kotanya kalah tenar dibanding Kecamatan Krian, pusat pemerintahan kalah telak sama pasar tradisional

15 Agustus 2026
Gen Z lanjut S2 bukan karena ambisi, tapi patah hati (Unsplash)

Banyak Gen Z lanjut S2 bukan karena gelar dan ambisi, tapi karena patah hati dan bingung mau ngapain lagi

20 Agustus 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=vCYB_q60eug


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.