Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Pantai KIW Edge, Pantai Terbaik Semarang yang Sebenarnya Bekas Tambak di Kawasan Pabrik

M. Daviq Nuruzzuhal oleh M. Daviq Nuruzzuhal
27 April 2026
A A
Pantai KIW Edge, Pantai Terbaik Semarang yang Sebenarnya Bekas Tambak di Kawasan Pabrik

Pantai KIW Edge, Pantai Terbaik Semarang yang Sebenarnya Bekas Tambak di Kawasan Pabrik

Share on FacebookShare on Twitter

Semarang itu kota besar. Ibu kota Jawa Tengah. Pusat ekonomi, pendidikan, dan pemerintahan. Tapi kalau soal pantai, jujur saja Semarang agak memalukan. Marina pasirnya hitam, Tirang harus sewa gazebo, dan pilihan lainnya tidak jauh lebih baik. Lalu tiba-tiba viral satu pantai yang secara teknis bahkan bukan pantai dan ironisnya, justru tempat itulah yang paling enak buat nongkrong. Namanya Pantai KIW Edge, dan ini review jujur dari orang yang awalnya juga tidak percaya.

Saya pertama kali ke sana karena diajak teman. Katanya ada pantai baru di Semarang yang bagus. Saya jadi membayangkan pantai dengan pasir putih, ombak, dan mungkin pohon kelapa. Setelah sampai lokasi, yang saya temui justru batu-batu pembatas yang disusun rapi, bekas tambak dengan batang-batang bambu dan gubuk kecil yang masih berdiri, serta kontainer yang disulap jadi warung. Kesan pertama saya? Ini bukan pantai. Ini tempat nongkrong yang kebetulan berbatasan dengan laut.

Tapi justru di situlah enaknya.

Nongkrong di batu pembatas sambil diterpa angin laut

Kami datang sekitar jam setengah lima sore. Satu circle, cowok cewek, niatnya cuma ngobrol santai sambil lihat laut. Masalahnya, ternyata semua orang di Semarang punya niat yang sama. Tempat ini ramai sekali. Kursi dan meja yang tersedia sudah penuh semua. Tidak ada satu pun yang kosong.

Tapi di Pantai KIW Edge, kehabisan kursi bukan masalah. Kami duduk saja di batu-batu pembatas yang disusun memisahkan daratan dengan air laut. Ternyata justru lebih enak. Kami bisa duduk melingkar, kaki menjuntai santai, dan diterpa angin pantai yang sejuk tanpa harus rebutan meja. Setengah dari pengunjung yang datang memang berakhir di batu-batu ini, dan tidak ada yang protes. Semua terlihat menikmati.

Dari posisi duduk di batu pembatas itu, pemandangannya cukup memanjakan. Kapal-kapal hilir mudik di kejauhan, dan sesekali pesawat melintas rendah karena lokasinya memang dekat dengan Bandara Ahmad Yani. Ada sensasi unik yang sulit dijelaskan ketika kamu sedang ngobrol santai sama teman lalu tiba-tiba pesawat lewat di depan mata.

Sayangnya, jangan berharap bisa lihat sunset di sini. Pantainya menghadap ke utara, jadi matahari tenggelamnya tidak terlihat langsung. Tapi untuk sekadar menikmati sore sampai maghrib, suasananya sudah lebih dari cukup.

“Masih antre 23 pesanan lagi”

Satu hal yang harus kalian tahu sebelum ke Pantai KIW Edge: pas weekend, jangan datang dalam keadaan lapar kalau tidak mau frustasi.

Baca Juga:

6 Ciri Penjual Nasi Ayam Semarang yang Harus Dikunjungi Lebih dari Sekali karena Rasanya Tidak Mengecewakan

5 Makanan Khas Semarang yang Nikmat tapi Tersembunyi, Wajib Kamu Coba Saat Berwisata Supaya Lebih Mengenal Sejarah Panjang Kuliner Nikmat Ini

Di sana memang ada warung kontainer yang menjual makanan dan minuman. Tapi karena warungnya terbatas dan pengunjungnya membludak, antreannya bisa bikin kalian mempertanyakan keputusan hidup. Waktu saya mau pesan, ibu penjualnya dengan kalem menjawab, “Masih antre 23 pesanan lagi.” Dua puluh tiga. Saya bahkan tidak tahu harus menunggu berapa lama untuk angka sebesar itu.

Dan yang bikin tambah dilema, Pantai KIW Edge tidak memperbolehkan pengunjung membawa makanan dari luar. Jadi pilihannya cuma dua: antre dan bersabar, atau diam-diam menyelundupkan makanan di dalam tas seperti yang kami lakukan. Hari itu, satu circle kami bertahan hidup dengan satu botol Le Mineral dan sebungkus wafer Nabati yang dibagi-bagi seperti sedang bertahan di pulau terpencil. Tidak glamor, tapi justru momen itulah yang bikin kami tertawa sampai sekarang.

Pantai Marina dan Tirang kalah sama Pantai KIW Edge bekas tambak

Semarang sebenarnya punya beberapa pilihan pantai. Ada Pantai Marina, ada Pantai Tirang. Keduanya punya pasir yang langsung berbatasan dengan laut. Tapi soal pengalaman nongkrong, KIW Edge menang telak.

Pantai Tirang dan Marina memang punya garis pantai langsung, tapi pasirnya berwarna hitam. Untuk duduk-duduk santai, di Pantai Tirang kalian harus menyewa gazebo yang tentu saja berbayar. Itu langsung menghilangkan kesan santai karena ada tekanan “sudah bayar, harus puas.” Sementara di Marina, suasananya kurang cocok untuk nongkrong lama-lama. Keduanya lebih terasa seperti tempat wisata yang dikunjungi sebentar, foto, lalu pulang.

Pantai KIW Edge berbeda. Meskipun bukan pantai alami dan tidak bisa berenang di sana, tempat ini justru didesain untuk satu hal yang sederhana: duduk, ngobrol, dan menikmati angin laut. Tidak ada tekanan apa pun. Mau duduk di kursi, silakan. Kehabisan kursi, duduk di batu juga enak. Mau diam sejam atau tiga jam, tidak ada yang mengusir.

BACA JUGA: Pantai Tirang Semarang, Pantai Overrated yang di dalamnya Serba Bayar, padahal Fasilitasnya Medioker!

Pantai KW Edge bukan pantai sempurna, tapi tempat yang tepat

Pantai KIW Edge memang bukan pantai yang sempurna. Tidak ada pasir, tidak bisa berenang, tidak ada sunset, tidak ada musala, jadi kalau maghrib tiba ya harus cari tempat salat sendiri. Makanan dan minumannya lama, dan secara teknis ini bahkan bukan pantai, melainkan bekas tambak yang terendam karena kenaikan air laut.

Tapi kalau yang kalian cari adalah tempat untuk duduk bareng teman, ngobrol tanpa batas waktu, diterpa angin laut yang sejuk, sambil sesekali melihat pesawat dan kapal melintas, Pantai KIW Edge adalah jawaban paling jujur yang bisa Semarang tawarkan. Tidak perlu mahal, tidak perlu cantik. Cukup bawa teman yang asik, dan kalau perlu, semunyikan sebotol Le Minerale dan wafer Nabati di dalam tas, untuk berjaga-jaga.

Penulis: Muhammad Daviq Nuruzzzuhal
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Pantai Marina Semarang: Tempat “Ospek” Mahasiswa Baru di Semarang, Tempat Healing Menghindari Dunia yang Sinting

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 27 April 2026 oleh

Tags: pantai di semarangpantai kiw edgepantai marina semarangpantai tirang semarangSemarang
M. Daviq Nuruzzuhal

M. Daviq Nuruzzuhal

Mahasiswa UIN yang lagi skripsian di rumah, suka menulis isu-isu random yang bikin resah orang banyak.

ArtikelTerkait

Ungaran Bisa Dibanggakan Mengalahkan Kota Semarang. Orang Ungaran Nggak Perlu Malu!

Ungaran Bisa Dibanggakan Mengalahkan Kota Semarang. Orang Ungaran Nggak Perlu Malu!

9 Maret 2024
Pengalaman Tinggal di Semarang Menyadarkan Saya kalau Cikarang Ternyata Nggak Buruk-Buruk Amat Mojok.co

Pengalaman Tinggal di Semarang Menyadarkan Saya kalau Cikarang Ternyata Nggak Buruk-Buruk Amat

23 Februari 2024

4 Camilan Semarang selain Lumpia yang Jarang Dilirik Wisatawan, Sekali Coba Bisa Ketagihan

28 Juli 2025
Rekomendasi 5 Mi Ayam Dekat Undip Semarang Terminal Mojok

Rekomendasi 5 Mi Ayam Dekat Undip Semarang yang Pas buat Mahasiswa

20 Juni 2022
Jalan Sompok, Jalan yang Bikin Warga Semarang Tetap Sehat karena Banyak Dokter Praktik di Sini

Jalan Sompok, Jalan yang Bikin Warga Semarang Tetap Sehat karena Banyak Dokter Praktik di Sini

21 Oktober 2025
Pengalaman Pertama Berkunjung ke Dusun Semilir Semarang, Destinasi Wisata yang Tidak Ramah untuk Kaum Mendang-Mending

Pengalaman Pertama Berkunjung ke Dusun Semilir Semarang, Destinasi Wisata yang Tidak Ramah untuk Kaum Mendang-Mending

24 September 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Sukabumi Belum Pantas Jadi Peringkat 6 Kota Paling Toleran, Soal Salat Id Aja Masih Dipersulit Mojok.co

Sukabumi Belum Pantas Jadi Peringkat 6 Kota Paling Toleran, Soal Salat Id Aja Masih Dipersulit

27 April 2026
Mengenal Nasi Bu’uk, Menu Tradisional Bondowoso yang Penuh Kisah, tapi Kini Dilupakan

Mengenal Nasi Bu’uk, Menu Tradisional Bondowoso yang Penuh Kisah, tapi Kini Dilupakan

25 April 2026
Suzuki Jimny Jangkrik hingga Toyota Yaris Bakpao, 6 Julukan Mobil Paling Unik karena Desainnya yang Aneh Mojok.co

Suzuki Jimny Jangkrik hingga Toyota Yaris Bakpao, 6 Julukan Mobil Paling Aneh Terinspirasi dari Bodi yang Unik

20 April 2026
Untuk Warga Surabaya, Stop Menormalisasi Bayar Parkir kepada Juru Parkir di Toko Atau Minimarket yang Bertuliskan 'Parkir Gratis'!

Jalan-jalan di Surabaya Itu Mudah dan Murah, tapi Jadi Mahal karena Kebanyakan Tukang Parkir Liar

21 April 2026
Siapa sih yang Memulai Kebiasaan Cetak Buku Yasin buat Tahlilan? Ujungnya Cuma Menumpuk di Rumah, yang Tahlilan pun Bawa Sendiri Juga kan?

Siapa sih yang Memulai Kebiasaan Cetak Buku Yasin buat Tahlilan? Ujungnya Cuma Menumpuk di Rumah, yang Tahlilan pun Bawa Sendiri Juga kan?

21 April 2026
Orang Jawa Timur Kaget dengan Soto Bening di Jogja, tapi Lama-Lama Bisa Menerima dan Doyan Mojok.co

Orang Jawa Timur Kaget dengan Soto Bening di Jogja, tapi Lama-Lama Bisa Menerima dan Doyan

25 April 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

  • Bagi Pelari Kalcer, Kesehatan Tak Penting: Gengsi dan Diterima Sirkel Elite Jadi Prioritas Mereka
  • 4 Jurusan Kuliah yang Kerap Disepelekan tapi Jangan Dihapus, Masih Relevan dan Dibutuhkan di Bisnis Rezim Manapun
  • UU PPRT Menyelamatkan Manusia dari Perbudakan Modern: Harus Kita Rayakan, Meski Jalan Kemenangan Masih Panjang
  • Anak Usia 30-an Tak Ingin FOMO Pakai FreshCare, Setia Pakai Minyak Angin Cap Lang meski Diejek “Bau Lansia”
  • Sweeping Daycare di Kota Yogyakarta, Langkah Emergency yang Harus Dilakukan agar Kasus Serupa Little Aresha Tak Terulang
  • Keresahan Ibu-Ibu Usai Terbongkarnya Kasus Daycare Little Aresha: Gaji Ortu Semungil itu Harus Berhadapan dengan Absennya Negara dan Sesama WNI Jahat

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.