Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kampus

Fisip UNNES Semarang Memperlakukan Prodi Sejarah, Prodi Tertua dan Sudah Teruji, Seperti Anak Tiri

Rahul Diva Laksana Putra oleh Rahul Diva Laksana Putra
13 April 2025
A A
UNNES Semarang, Jangan Melupakan Jasa Prodi Sejarah (Unsplash)

UNNES Semarang, Jangan Melupakan Jasa Prodi Sejarah (Unsplash)

Share on FacebookShare on Twitter

Gedung baru Fisip UNNES Semarang itu megahnya minta ampun. Catnya kinclong, jendelanya gede-gede kayak niat masa depan, lorongnya panjang seperti masa tunggu CPNS. 

Kalau mau melihatnya dari luar, aura intelektualnya terpancar kuat. Namun, di balik megahnya gedung baru itu, ada satu ironi kecil yang rasanya, kok, nyesek juga. 

Mengutip laman resmi UNNES Semarang, gedung baru itu berdiri di lahan seluas 3.065 m2. Luas bangunan mencapai 5.356 m2 dan masing-masing lantai seluas 1.022m2. Gedung itu terdiri dari 43 ruang pembelajaran dan 17 ruang pendukung.

Gedung yang sungguh megah di mata saya. Melihatnya sungguh bikin hati ini bangga. Namun, di balik euforia itu, UNNES seakan-akan “melupakan” sebuah prodi. Padahal, prodi ini menjadi yang tertua dan sudah teruji.

Prodi tertua yang nggak diajak pindahan

Ya, yang saya maksud adalah Prodi Sejarah. Sebuah jurusan yang katanya paling tua, duluan berdiri, dan berstatus legendaris di rumpun ilmu sosial kampus ini. Eh, kampus malah nggak mengajak prodi ini pindahan ke rumah baru.

Prodi Sejarang Fisip UNNES Semarang tetap bertahan di Gedung C2. Sebuah bangunan yang kalau dibilang layak, sih, ya masih bisa. Namun jelas, bukan tempat yang bikin orang betah duduk berjam-jam. 

Fasilitasnya itu terbatas. Misalnya, kipas angin muter tapi nggak ada anginnya, AC belum menyeluruh dan lebih sering mati suri, kursinya bahkan masih kayu. Duduk satu jam saja, punggung bisa berasa kayak habis disuruh gotong tandu perang zaman VOC.

Mahasiswa Sejarah sendiri bilang gini: “Di kelas itu kami belajar sejarah peradaban, tapi juga merasakan langsung zaman sebelum revolusi industri, secara literal.”

Baca Juga:

Surat Terbuka untuk Kampus yang Menambah Mahasiswa dan Gedung, tapi Lahan Parkirnya Tetap Sempit, Logikanya di Mana?

6 Hal yang Bikin Salatiga Jadi Kota yang Sebenarnya Red Flag untuk Slow Living

UNNES Semarang tolong jangan melupakan sejarah

Konon, gedung baru Fisip UNNES Semarang itu berdiri untuk “menyatukan FISIP dalam satu atap”. Ironisnya, gedung itu malah nggak menampung jurusan yang sejarahnya paling panjang. 

Bagi saya, Prodi Sejarah itu bukan sekadar nama. Ia adalah pondasi dan awal mula. Prodi ini adalah jurusan yang ikut meletakkan batu bata pertama Fisip UNNES saat fakultas ini belum punya nama. Tapi sekarang, setelah gedung megah berdiri, ia justru kayak mantan yang dilupakan. Pernah mencintai, tapi sekarang seperti tak berarti.

Apakah ini bentuk ironi sesungguhnya? Bisa jadi. Karena di kampus, seperti dalam politik, yang paling tua belum tentu paling diperhatikan.

Anak tertua yang ditinggal di rumah lama

Ibaratnya adalah sebuah keluarga membangun rumah baru. Keluarga itu membuatkan banyak kamar. Kamarnya mewah. Ada yang full AC. Kamar lain  ada yang udah ada meja belajar tempel dinding. Bahkan ada kamar yang mendapat view langsung ke taman. 

Tapi si anak sulung? Keluarga itu seperti bilang: “Kamu tetap di rumah lama yang reyot itu. Biar anak-anak lain yang dapat kamar bagus. Ngalah.” Keluarga itu menganggap si sulung sudah terbiasa di tempat yang seadanya. Malah jatuhnya kayak anak tiri.

Gedung C2 tempat Prodi Sejarah sekarang bukan berarti nggak bisa dipakai. Tapi untuk sebuah jurusan yang sudah berdiri sejak negara ini baru bisa jalan sendiri, rasanya kurang pantas kalau masih harus kuliah dengan kipas angin yang cuma muter tanpa menghasilkan angin. 

Mahasiswa Sejarah UNNES Semarang: Belajar dari ruang, bukan di dalam ruang

Mungkin karena terbiasa belajar tentang masa lalu, mahasiswa Sejarah UNNES Semarang jadi punya kemampuan adaptasi luar biasa. Mau kelas siang, pagi, sore, atau tengah malam pun, mereka jalan terus. 

Pernah pindah ruang kelas ke ruang yang lampunya redup kayak warung kopi indie? Pernah. Rebutan kipas angin kayak rebutan makanan bukber? Sering.

Justru dari keterbatasan itu mereka belajar. Bahwa sejarah itu bukan cuma soal masa lalu, tapi juga tentang bagaimana manusia bertahan di tengah keadaan yang tidak ideal. Dan dalam hal itu, mahasiswa Sejarah UNNES Semarang adalah contoh hidup.

Tapi tetap saja, bukan berarti mereka harus terus bertahan dalam keterbatasan. Karena, sekali lagi, yang paling tua juga berhak duduk nyaman.

Gedung baru, harapan lama

Tentu kita patut merayakan gedung baru Fisip. Ini langkah maju dan investasi besar. Tapi semoga euforia megahnya tidak membuat kita lupa. Ada yang sudah lama ikut membangun Fisip dari nol, dan mereka pantas ikut menikmati hasilnya.

Kalau Fisip ini kapal besar, Prodi Sejarah adalah awak kapal yang sejak awal ikut mendayung. Tapi sekarang, ketika pemilik kapal memoles ulang dengan layar mewah, awak yang dulu itu malah cuma naik sekoci di belakang. Nggak tenggelam sih, tapi juga nggak ikut berdiri di dek utama.

Mungkin suatu hari nanti, Prodi Sejarah akan pindah ke gedung utama. Mungkin. Tapi semoga bukan karena ada desakan mahasiswa, karena tulisan ini, atau karena viral. Semoga semata-mata karena kesadaran. Bahwa semua bagian dari sejarah pantas mendapat tempat yang layak di masa kini.

Karena kalau sejarah saja tak dihargai, bagaimana kita bisa belajar dari masa lalu?

Dan kalau Prodi Sejarah UNNES Semarang saja mendapat ruang yang layak, apakah kita benar-benar paham makna kata “fakultas”?

Penulis: Rahul Diva Laksana Putra

Editor: Yamadipati Seno

BACA JUGA UNNES Bukan Lagi Tempat yang Ramah buat Mahasiswa Pas-pasan

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 13 April 2025 oleh

Tags: Fisip UNNES Semaranggedung baru fisip UNNESkampus di semarangkampus UNNESProdi Sejarah UNNES SemarangSemarangUNNESUNNES Semarang
Rahul Diva Laksana Putra

Rahul Diva Laksana Putra

Penulis jalanan sekaligus mahasiswa di Universitas Negeri Semarang. Peduli dengan berbagai keluh kesah publik ataupun isu sosial-politik.

ArtikelTerkait

4 Aturan Tidak Tertulis supaya Nyaman Tinggal di Semarang

4 Aturan Tidak Tertulis supaya Nyaman Tinggal di Semarang

6 Desember 2024
Jalan Nangka Timur di Semarang, Jalan Kecil Mulus yang Justru Bikin Kisruh

Jalan Nangka Timur di Semarang, Jalan Kecil Mulus yang Justru Bikin Kisruh

1 November 2023
Pengalaman Meresahkan Nonton di Bioskop Cinepolis Java Supermall Semarang

Pengalaman Meresahkan Nonton di Bioskop Cinepolis Java Supermall Semarang

3 Juli 2024
Berkendara dari Ngaliyan ke Mranggen di Siang Hari Bisa Bikin Kepala Menguap

Berkendara dari Ngaliyan ke Mranggen di Siang Hari Bisa Bikin Kepala Menguap

27 Agustus 2023
Bandeng Presto Makanan Khas Milik Pati, Bukan Semarang

Bandeng Presto Makanan Khas Milik Pati, Bukan Semarang

18 Oktober 2025
Jangan Ngaku Mahasiswa UNNES Semarang kalau Masih Asing dengan 3 Gang Ini Mojok.co

Jangan Ngaku Mahasiswa UNNES Semarang kalau Asing dengan Gang-gang Ini

1 Oktober 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Jogja Langganan Banjir: Saatnya Berhenti Berakting Kaget dan Mulai Benahi Tata Kota yang Serampangan

Jogja Langganan Banjir: Saatnya Berhenti Pura-pura Kaget dan Mulai Benahi Tata Kota yang Serampangan!

11 April 2026
Jangan Kuliah S2 Tanpa Rencana Matang, Bisa-bisa Ijazah Kalian Overqualified dan Akhirnya Menyesal mojok.co

Sebagai Warga Kelas Menengah, Saya Percaya kalau Kuliah S2 Bisa Mengubah Hidup Saya, tapi Tolong Ini Jalannya Lewat Mana ya?

15 April 2026
Gaji ke-13 PNS: Tradisi Musiman yang Dirayakan dengan Sepatu Baru dan Kecemasan Baru

Tidak Semua Anak PNS Hidup Sejahtera Bergelimang Harta, Banyak yang Justru Hidup Sengsara

14 April 2026
Dilema Warga Brebes Perbatasan: Ngaku Sunda Muka Tak Mendukung, Ngaku Jawa Susah karena Nggak Bisa Bahasa Jawa

Brebes Punya Tol, tapi Tetap Jadi Kabupaten Termiskin di Jawa Tengah

10 April 2026
5 Varian Es Teh Paling Aneh, Baunya Aneh dan Bikin Sakit Perut (Unsplash)

5 Varian Es Teh Paling Aneh, Eksperimen Rasa yang Mending Tak Pernah Ada karena Baunya Jadi Aneh dan Bikin Sakit Perut

12 April 2026
Terbiasa Naik Kereta di Stasiun Tugu Jogja Bikin Saya Kaget dengan Stasiun Lempuyangan yang Chaos Mojok.co

Terbiasa Naik Kereta di Stasiun Tugu Jogja Bikin Saya Kaget dengan Stasiun Lempuyangan yang Chaos

12 April 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

  • Mahasiswa S2 UGM Nggak Menjamin Mutu, Kuliahnya Malas Mikir dan Ketergantungan AI
  • Cuci Baju di Laundry Konvensional Lama-lama bikin Kapok, Bikin “Boncos” karena Baju Rusak dan Hilang Satu Persatu
  • Topik Grup WA Laki-laki “Sampah”, Isinya Info Link Menjijikan dan Validasi Si Paling Jantan
  • Nasib Perempuan di Tongkrongan dan Grup WA yang Isinya Laki-laki Mesum: Jelek Dihina, Cantik Dilecehkan
  • Repotnya Punya Mobil di Desa: Bisa Jadi “Musuh Masyarakat” Perkara Parkir dan Garasi, Masih Rawan Jadi Korban Kenakalan Bocil-bocil
  • Kabur dari Desa dan Memilih Tinggal di Kos Eksklusif Jakarta demi Ketenangan Batin, Malah Makin Kena Mental karena “Bahagia” di Kota Cuma Ilusi

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.