Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kampus

Jurusan Sejarah Kerap Dipandang Sebelah Mata, padahal Berjasa Menyelamatkan Ingatan Banyak Orang

Cindy Gunawan oleh Cindy Gunawan
14 Mei 2024
A A
Jurusan Sejarah Kerap Dipandang Sebelah Mata, padahal Berjasa Menyelamatkan Ingatan Banyak Orang Mojok.co

Jurusan Sejarah Kerap Dipandang Sebelah Mata, padahal Berjasa Menyelamatkan Ingatan Banyak Orang (usnplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Kebanyakan orang masih memandang jurusan Sejarah sebelah mata. Mahasiswa sejarah kerap dipandang kutu buku, kuno, jadul, dan nggak punya masa depan. Bagi mahasiswa jurusan Sejarah seperti saya, stereotip itu sudah menjadi makanan sehari-hari. 

Saking seringnya mendengar hal-hal negatif terkait jurusan dan mahasiswa sejarah, saya jadi sangsi. Jangan-jangan banyak orang sebenarnya nggak benar-benar tahu apa yang dipelajari dan dikerjakan oleh mahasiswa jurusan Sejarah ya? Kok bisa-bisanya jurusan yang seru dan penting ini mendapat stereotip seperti itu. 

Padahal saya sebagai salah satu mahasiswa jurusan Sejarah merasa amat bersyukur bisa kuliah di jurusan ini. Bagaimana tidak, saya dapat belajar banyak hal, mulai dari bahasa, seni, politik, sosial, ekonomi bahkan mungkin belajar memahami kenapa percintaan selalu berakhir nice try, akh!

Akan tetapi, tidak saya pungkiri, berbagai hal positif tadi beringingan dengan banyaknya hal yang mesti saya korbankan. Nah, supaya lebih mengenal jurusan ini dan menghindari pemikiran yang tidak-tidak, saya sedikit cerita pengalaman saya selama 8 semester kuliah ya.

#1 Jurusan Sejarah perlu banyak uang untuk membeli buku

Sejak awal masuk ke program studi ini, saya menyadari jurusan ini tidak murah. UKT kami memang lebih ringan ketimbang jurusan lainnya. Namun, kantong kami lumayan jebol untuk membeli buku-buku lawas.

Selama 8 semester kuliah, entah sudah ratusan atau malah jutaan ribu mengucur demi membeli buku-buku. Rak di kamar saya pun mulai angkat tangan menopang buku-buku yang saya miliki. Meski begitu, sampai kini, ya saya tetap beli-beli buku lagi, hehe.

Akhirnya, pengeluaran semacam ini saya coba atasi melalui menjalin relasi dengan penjual buku-buku bekas di media sosial. Cara ini cukup jitu untuk menghemat beberapa ribu daripada membeli buku baru yang ada di toko buku. Walaupun bekas, yang penting kami punya, kira-kira begitulah moto hidup kami.

#2 Jarang ada waktu luang, bahkan waktu untuk pacaran pun nggak ada

Waktu bagi mahasiswa jurusan sejarah adalah hal yang wajib dikorbankan. Kami diharuskan mencari sumber, baik itu narasumber, buku, berita, memoar maupun tulisan yang sezaman. Mungkin terdengar mudah ya, mencari sumber, tapi sesungguhnya proses itu begitu rumit. 

Baca Juga:

Melawan serbuan semut di kamar, drama anak kos yang tampak sepele, tapi cukup bikin puyeng

Konflik batin dosen nggak enakan hadapi mahasiswa pemalas: diberi nilai jelek kasihan, diluluskan kok malah ngelunjak

Jadi, semisal kami sedang melakukan penelitian mengenai peristiwa tahun 1930-an, kami harus mencari sumber yang berangka tahun tersebut. Paling berat, kalau harus mencari narasumber, ampun deh!

Itu mengapa rumor jangan mau pacaran sama anak sejarah bisa muncul. Kalau pacaran dengan anak Sejarah, bisa-bisa pasangannya nggak diperhatikan. Saya rasa rumor itu ada benarnya, hingga saat ini banyak teman-teman satu jurusan yang jomlo. Termasuk saya juga sih, hehehe. 

#3 Dianggap sebagai tukang ghibah

Sudah mengorbankan banyak uang dan waktu, mahasiswa jurusan sejarah masih diberi label yang aneh-aneh. Sering saya mendapatkan guyonan bahwa pekerjaan mahasiswa sejarah ini adalah pekerjaan memanen dosa. Hal ini dikarenakan kami selalu membahas seseorang yang telah mendahului kami setiap harinya.

Lho, terus kudu piye? Masalahnya, pekerjaan kami memang melakukan rekonstruksi masa lalu melalui sumber-sumber yang masih ada. Ya, kalau nggak membahas masa lalu, kami harus membahas apa? Kalau membahas masa depan malah kita jadi buka jasa tarot reading, dong?

#4 Jurusan Sejarah ada demi menyelamatkan ingatan

Satu hal yang saya rasa perlu disadari banyak orang, jurusan sejarah hadir untuk menyelamatkan ingatan. Banyak orang nggak sadar, sumber-sumber yang berharga bagi mahasiswa sejarah itu tersebar di dalam barang rosokan yang nggak dipahami nilainya. Makanya, jangan dicibir kalau kita sering ke tempat barang bekas atau pasar antik hanya untuk cari buku, koran, foto, atau benda-benda lain.

Jadi, semoga tulisan ini bisa memberikan perspektif bagi orang-orang di luar sana yang mungkin belum begitu mengenal jurusan Sejarah. Jurusan ini seru dan asyik walau memang banyak hal yang perlu dikorbankan. 

Penulis: Cindy Gunawan
Editor: Kenia Intan

BACA JUGA Unair Kampus B Bikin Iri Mahasiswa Unesa Ketintang: Fasilitasnya Lengkap dan Nyaman, Jadi Ingin Pindah Kampus

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 14 Mei 2024 oleh

Tags: jurusan sejarahKuliahMahasiswasejarah
Cindy Gunawan

Cindy Gunawan

Mbak-mbak medioker Bantul. Gemar menulis keresahan personal, ketimpangan unik dan hal serba nyentrik yang hadir di Jogja Selatan.

ArtikelTerkait

Cara Bertahan di Universitas Terbuka buat Kamu yang Nggak Mandiri-mandiri Amat terminal mojok.co

Cara Bertahan di Universitas Terbuka buat Kamu yang Nggak Mandiri-mandiri Amat

13 Oktober 2021
Soe Hok Gie dan Mohammad Roem saja Setuju dengan Perpeloncoan Ospek terminal mojok.co

Serba Serbi Mahasiswa Baru Beserta Sambatannya

2 Juli 2019
Kampus Bukan Tempat untuk Main Tentara-tentaraan

Kampus Bukan Tempat untuk Main Tentara-tentaraan

14 Mei 2023
Menjadi Sarjana dari Desa dengan Tuntutan Sukses Versi Tetangga terminal mojok.co

Dilema Lulusan Psikologi yang Sering Diarahkan Jadi HRD

4 September 2020
10 Istilah Unik yang Cuma Diketahui Mahasiswa UNS, Apa Saja Terminal Mojok

10 Istilah Unik yang Cuma Diketahui Mahasiswa UNS, Apa Saja?

19 November 2022
Dari Sekian Banyak Jurusan Pendidikan, Pendidikan Sejarah Adalah Jurusan yang Tidak Terlalu Berguna ppg

Dari Sekian Banyak Jurusan Pendidikan, Pendidikan Sejarah Adalah Jurusan yang Tidak Terlalu Berguna

30 Oktober 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Malang pernah terkenal dengan solidaritas masyarakatnya yang tinggi. sayang, solidaritas itu kini bisa dengan mudah dibeli

Malang pernah terkenal dengan solidaritas masyarakatnya yang tinggi. sayang, solidaritas itu kini bisa dengan mudah dibeli

12 Juli 2026
Trotoar Jalan Veteran Malang yang tak suantai sayang: trotoar tidak rata, penuh pkl, macetnya minta ampun!

Trotoar Jalan Veteran Malang yang tak suantai sayang: trotoar tidak rata, penuh pkl, macetnya minta ampun!

11 Juli 2026
Pelajaran mahal bisnis rumahan di Surabaya biar cepet balik modal (Unsplash)

Pelajaran mahal buat kamu yang ingin buka usaha rumahan berupa warung makan di Surabaya supaya cepat balik modal

13 Juli 2026
Pengalaman mencicipi nasi goreng kuah Bang Tommy: kuliner Kediri yang aneh, tapi enak Mojok.co

Pengalaman mencicipi nasi goreng kuah Bang Tommy: kuliner Kediri yang aneh, tapi enak

17 Juli 2026
Menikmati hari Minggu di Sewon Alternatif wisata underrated Jogja (Unsplash)

Menikmati hari Minggu di Sewon: Alternatif wisata underrated Jogja

12 Juli 2026
Kecewa pada teman yang tidak mengucapkan selamat ulang tahun, saya jadi belajar tidak berekspektasi pada manusia Mojok.co

Kecewa pada teman yang tidak mengucapkan selamat ulang tahun, saya jadi belajar tidak berekspektasi pada manusia 

16 Juli 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=6Xo_K0G3FRg


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.