Arsip Artikel: Rahul Diva Laksana Putra
15 ArtikelPenulis jalanan sekaligus mahasiswa di Universitas Negeri Semarang. Peduli dengan berbagai keluh kesah publik ataupun isu sosial-politik.
Ironi UNNES Semarang: Kampus Konservasi, tapi Kena Banjir Akibat Pembangunan yang Nggak Masuk Akal
Di sekitar kampus UNNES, kos-kosan menjamur, warung makan bermunculan, kafe berdiri, dan lahan kosong pelan-pelan berubah fungsi.
Wajar Banget kalau Mahasiswa Sekarang Mikir 2 Kali Sebelum Masuk Organisasi Mahasiswa
Alih-alih terus menyalahkan mahasiswa, mungkin sudah waktunya organisasi mahasiswa bercermin. Apakah benar-benar berguna, atau sebaliknya?
Trotoar Jalan Slamet Riyadi: Surga bagi Kopi, Neraka bagi Pejalan Kaki
Saya rindu masa ketika Jalan Slamet Riyadi benar-benar bisa dinikmati sambil berjalan santai. Rindu melihat trotoar tanpa kursi, tanpa gelas kopi, tanpa rasa takut diserempet motor.
Banyudono, Kecamatan Pinggiran Boyolali yang Paling Sempurna untuk Menikmati Hidup
Banyudono Boyolali kecamatan paling sempurna untuk menikmati hidup: startegis, masih asri, dan banyak tempat healing.
Microsoft Word Adalah Mimpi Buruk Pegawai Kelurahan: Digitalisasi Nyatanya Masih Sebatas Imajinasi
Pegawai kantor kelurahan dan Microsoft Word hingga kini masih jadi seteru abadi. Padahal, logikanya, nggak mungkin hal tersebut terjadi.
Umbul Pengging, Wisata Boyolali yang Nggak Sok Asyik
Siapa sangka di Boyolali ada Umbul Pengging yang kehadirannya menghibur warga. Tempat ini tak kalah indah dari Ponggok yang terkenal itu.