Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

4 kuliner Bandung yang bikin orang Semarang gagal paham. Nama dan tampilan mirip, tapi rasanya berbeda

Paula Gianita Primasari oleh Paula Gianita Primasari
16 Juli 2026
A A
4 jajanan tradisional Bandung yang bikin orang Semarang gagal paham. Nama dan tampilan mirip, tapi rasanya jauh berbeda Mojok.co

4 jajanan tradisional Bandung yang bikin orang Semarang gagal paham. Nama dan tampilan mirip, tapi rasanya jauh berbeda (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Ada yang pernah cicipi kuliner Bandung ini?

Sebagai orang Semarang yang belasan tahun menumpang hidup di Jogja, urusan kuliner Jawa Tengah dan sekitarnya saya sudah khatam. 

ADVERTISEMENT

Berbekal jam terbang itu, saya datang ke Bandung dengan rasa percaya diri tinggi. Saya merasa sudah punya modal kuat untuk membandingkan camilan Bandung dengan camilan yang ada di Jawa Tengah dan sekitarnya. 

Awalnya, saya sempat sok tahu. Melihat kuliner pinggir jalan di Bandung, saya sering bergumam bahwa camilan di sana hanyalah hasil copy-paste dari apa yang biasa saya temukan. Secara tampilan memang mirip dan nama-namanya terasa akrab di telinga. 

Akan tetapi, kepongahan saya ambyar begitu saja setelah mencicipi kuliner tradisional Bandung. Sederet kuliner kaki lima di sana ternyata punya karakter rasa yang jauh berbeda dengan bayangan saya. 

#1 Bandros dan gandos, nama dan bahan-bahannya mirip, tapi rasanya berbeda

Secara esensi, keduanya memang waffle lokal yang lahir dari adonan tepung beras dan parutan kelapa. Namun, begitu bicara soal resep rahasia, bandros dan gandos punya prinsip yang berbeda. 

Bandros menggunakan tambahan tepung tapioka sehingga sensasi gurih dan asinnya jauh lebih dominan. Sebaliknya, gandos khas Semarang punya kartu as berupa telur ayam. Alhasil, perpaduan rasanya lebih kompleks, ada gurih, asin, dan  sentuhan manis yang samar di lidah.

#2 Jajanan Bandung kue balok bukan sekadar pukis yang salah adonan

Keduanya memang sering tertukar karena sama-sama berbentuk setengah lingkaran. Padahal, kue balok asal Bandung punya tekstur yang jauh lebih berat dan sering disajikan setengah matang. Sementara, pukis jauh lebih ringan, fluffy, dan berongga. Penggunaan ragi dan santan dalam adonannya membuat pukis terasa lebih enteng saat dikunyah. 

Baca Juga:

Saya gagal kerja di Bandung dan Jakarta karena terhalang restu orang tua, kadang sedih, tapi sudah bisa menerima takdir

Selain mie dan bakso, ini 4 menu kuliner lokal yang cocok pakai label Gacoan

Selain itu, pukis biasanya dimasak sampai matang total hingga mengembang sempurna ke atas. Jelas sangat berbeda dengan karakter kue balok yang lebih padat dan agak susah ditelan tanpa air minum.

#3 Surabi khas Bandung bukan saudara kandung serabi dari Jawa Tengah

Sekilas, surabi Bandung dan Jawa Tengah mungkin tampak sama. Tapi, begitu dicicipi, surabi dan serabi itu seperti dua orang yang punya kepribadian jauh berbeda. Mulai dari bahan baku sampai cara memasaknya.

ADVERTISEMENT

Surabi Bandung punya ciri khas yang unik. Kudapan ini dimasak pakai tungku tanah liat yang meninggalkan aroma smoky. Teksturnya tebal dan berisi. Adonannya adalah perpaduan tepung terigu dan tepung beras. Soal topping, surabi bukan cuma bermain aman dengan yang manis-manis. Tapi, juga varian asin seperti oncom, telur, sampai ayam.

Bandingkan dengan serabi Solo yang bertekstur tipis, renyah di pinggiran, tapi lembut di tengah. Menggunakan bahan dasar tepung beras, santan, dan gula, serabi ini sering disajikan dengan cara digulung dalam balutan daun pisang yang bikin aromanya wangi. Rasanya pun dominan manis. Basanya bertabur meses atau nangka.

Nah, kalau mau ditarik lagi perbandingannya, ada pula serabi Ambarawa. Ukurannya jauh lebih mungil dibanding teman-temannya dari Bandung maupun Solo. Uniknya, serabi dari kota kecil di Jawa Tengah ini selalu disajikan berenang dalam limpahan kuah santan dan gula jawa yang pekat.

#4 Wajit, saudara dekat wajik yang sembunyi di balik klobot

Meskipun namanya hanya beda satu huruf, tekstur dan bahan pelengkap keduanya ternyata cukup berbeda. Wajit khas Sunda diracik dari campuran beras ketan, gula merah, dan kelapa yang dimasak sampai super lunak dan lengket. 

Ciri paling kentara dari wajit adalah bungkusnya yang menggunakan daun jagung kering alias klobot dengan tekstur yang cenderung basah dan menempel di mulut.

Di sisi lain, wajik lebih mengandalkan beras ketan yang dimasak bersama santan dan gula merah sampai padat berisi. Teksturnya lebih solid dan disajikan dengan potongan berbentuk belah ketupat. Wajik juga tak memakai daun jagung. Tapi, cuma dibiarkan terbuka di nampan anyaman atau tampah. Versi modern wajik Jawa Tengah malah hanya sekadar dibungkus plastik bening saja.

Itulah beberapa kuliner Bandung yang sempat membuat saya terkecoh. Pengalaman ini menyadarkan saya bahwa meski nama dan wujud sering kali menipu, selalu ada cerita dan karakter rasa unik yang tersimpan di balik setiap santapan.

Penulis: Paula Gianita Primasari
Editor: Kenia Intan

ADVERTISEMENT

BACA JUGA Pengakuan orang Semarang yang kalah mental menghadapi garangnya kuliner kambing Tegal.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 16 Juli 2026 oleh

Tags: Bandungjajanan bandungjajanan tradisionaljajanan tradisional BandungKulinerkuliner bandungSemarangwarlok semarang
Paula Gianita Primasari

Paula Gianita Primasari

ArtikelTerkait

Gudeg Kaleng: Oleh-oleh Jogja yang Enak, tapi Punya Banyak Kekurangan  Mojok.co

Gudeg Kaleng: Oleh-oleh Jogja yang Enak, tapi Punya Banyak Kekurangan 

3 Agustus 2024
Semarang Nggak Cocok Jadi Tempat Pensiun, Kota Ini Semakin Sibuk dan Sesak Menyerupai Jakarta Mojok.co

Semarang Nggak Cocok Jadi Tempat Pensiun, Kota Ini Semakin Sibuk dan Sesak Menyerupai Jakarta

13 Februari 2024
Mempertanyakan Selera Orang-orang yang Bilang Kuliner Jogja Mantap Mojok.co

Mempertanyakan Selera Orang-orang yang Bilang Kuliner Jogja Mantap

28 April 2024
4 Makanan di Solo yang Bikin Kaget Orang Jawa Timur

4 Makanan di Solo yang Bikin Kaget Orang Jawa Timur

27 Juni 2023
Membandingkan Jalan di Jogja, Surabaya, dan Wakatobi. Mana yang Lebih Mulus? terminal mojok.co

Pengemudi Jalan Raya Solo-Semarang Adalah Orang yang Paling Dekat dengan Tuhan

24 November 2020
3 Kuliner di Tegal yang Tak Biasa dan Wajib Dicoba Bagian 2 terminal mojok.co

3 Kuliner di Tegal yang Tak Biasa dan Wajib Dicoba Bagian 2

5 Januari 2022
Muat Lebih Banyak


Terpopuler Sepekan

Saya pernah mengira orang miskin itu kurang berusaha, dan saya salah besar

Saya pernah miskin, saya begitu benci dengan keadaan itu, dan tak pernah ingin jadi miskin lagi

23 Agustus 2026
Klaten yang dahulu bukanlah yang sekarang, kini semakin hidup dan berkembang Mojok.co

Klaten yang dahulu bukanlah yang sekarang, kini semakin hidup dan berkembang

24 Agustus 2026
iPhone HP bapak-bapak? Bapak-bapak nggak mampu beli iPhone! (Unsplash)

Kok bisa iPhone disebut hp bapak-bapak? Padahal banyak bapak-bapak yang nggak mampu beli iPhone

21 Agustus 2026
KUA jangan cuma mengejar Gen Z untuk menikah, tolong kasih paham juga tetangga dan ortu yang hobi menghitung mahar Mojok.co

KUA jangan cuma mengejar Gen Z untuk menikah, tolong kasih paham juga tetangga dan ortu yang hobi menghitung mahar

20 Agustus 2026
Gubernur Jabar Dedi Mulyadi menyepelekan mahasiswa Administrasi Pemerintahan bukti dia keliru memahami jurusan ini Mojok.co

Gubernur Jabar Dedi Mulyadi menyepelekan mahasiswa Administrasi Pemerintahan bukti dia keliru memahami jurusan ini 

22 Agustus 2026
4 tips menghindari tempat kursus red flag di Kampung Inggris Pare, saya bagikan tipsnya agar kunjungan kalian tidak berakhir kecewa Mojok.co

4 tips menghindari tempat kursus red flag di Kampung Inggris Pare, saya bagikan tipsnya agar kunjungan kalian tidak berakhir kecewa

26 Agustus 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=vCYB_q60eug


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.