Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kuliner

8 Kuliner Legendaris di Solo yang Sering Disebut dan Beneran Enak 

Alifia Putri Nur Rochmah oleh Alifia Putri Nur Rochmah
28 Juni 2026
A A
8 Kuliner Legendaris di Solo yang Sering Disebut dan Beneran Enak  Mojok.co

8 Kuliner Legendaris di Solo yang Sering Disebut dan Beneran Enak  (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Solo itu kota yang sering bikin orang lupa diet, lupa waktu, dan kadang lupa niat pulang cepat. Di balik citranya sebagai kota budaya, kota ini juga menyimpan satu warisan yang tak kalah penting. Salah satunya, kuliner legendaris yang bertahan melintasi zaman, cuaca, dan tren makanan yang silih berganti. 

Dari warung sederhana sampai restoran yang sudah puluhan tahun berdiri, Solo punya banyak tempat makan yang bukan cuma menjual rasa, tetapi juga nostalgia.

Yang menarik, kuliner legendaris di Solo tidak sekadar “tua” dalam arti umur. Ia justru bertahan karena berhasil menjaga rasa, tetap relevan di tengah perubahan kota, dan terus dicari lintas generasi. 

Sekarang, mungkin orang-orang bisa pesan makanan lewat aplikasi sambil rebahan. Namun, sebagian warga dan wisatawan tetap rela antre demi semangkuk soto atau sepiring nasi liwet yang rasanya seperti memanggil pulang memori masa kecil

#1 Nasi Liwet Wongso Lemu jadi rujukan banyak orang

Kalau ditanya makanan apa yang paling identik dengan malam di Solo, jawabannya nasi liwet, dan nama Wongso Lemu selalu jadi rujukan pertama. Warung ini sudah berjualan sejak 1950 dan sampai sekarang masih dikelola turun-temurun, kini oleh cucu dari pendirinya sendiri.

Yang membuat nasi liwet Solo berbeda dari nasi liwet daerah lain adalah arehnya, santan kental yang dituang di atas nasi gurih, dipadukan dengan suwiran ayam, telur pindang, dan labu siam. 

Semuanya disajikan di atas pincuk daun pisang, sederhana tapi entah kenapa rasanya selalu pas. Buka sore sampai malam, dan kalau kamu datang waktu jam ramai, siap-siap berdiri sambil menunggu meja kosong, karena warung ini tidak pernah benar-benar sepi sejak lebih dari tujuh dekade lalu.

Saya pribadi menganggap nasi liwet ini semacam tes kelulusan jadi warga Solo. Kalau sudah pernah makan di sini larut malam sambil duduk di trotoar, anggap saja KTP Solo kehormatan sudah di tangan.

Baca Juga:

4 kesalahan pembeli saat menyantap cuanki yang membuat rasanya kurang nikmat 

Dosa pengusaha kuliner, pakai foto makanan hasil AI hingga pembeli merasa tertipu

#2 Timlo Sastro kuliner di sekitar Pasar Gede yang banyak dicari

Timlo itu semacam soto versi sopan, kuahnya bening, ringan, tapi tetap berasa rempahnya. Isinya ada sosis Solo, suwiran ayam, ati ampela, dan telur pindang yang dipotong, semuanya berenang di kuah hangat yang nikmat disantap kapan saja, pagi sebagai sarapan atau siang sebagai penutup rasa lapar.

Timlo Sastro yang berlokasi di sekitar Pasar Gede sudah berjualan sejak 1952. Artinya, warung ini sudah menyaksikan Solo berganti wajah berkali-kali, dari kota kecil yang sepi sampai jadi destinasi wisata kuliner yang ramai turis dari luar kota, tapi resepnya tidak ikut berganti.

Buat saya sebagai anak rantau sudah biasa dengan soto yang lebih sederhana, timlo ini semacam pembuka mata bahwa kuah bening bisa punya banyak lapisan rasa kalau racikannya benar.

#3 Serabi Notosuman kuliner Solo sejak 1923

Ini jajanan yang umurnya hampir satu abad karena udah ada sejak 1923. Dibuat dari tepung beras dan santan, dimasak di atas tungku arang dengan cara tradisional, hasilnya serabi dengan tekstur lembut di tengah dan sedikit renyah di pinggir. 

Dua rasa yang ditawarkan sederhana saja, original dan cokelat, tapi justru kesederhanaan itu yang membuatnya tidak lekang oleh waktu.

Lokasinya di Jalan Mohammad Yamin yang dulunya bernama Jalan Notosuman, makanya nama jajanan ini tetap memakai nama jalan lama walau nama jalannya sendiri sudah berubah. Semacam bentuk kesetiaan ganda, pada resep dan pada sejarah.

Kalau kamu perantau seperti saya yang sering kangen jajanan kampung tapi terdampar di kota orang, serabi ini lumayan jadi pengganti rasa nostalgia, walau tentu beda kampung beda jajanan legendarisnya.

#4 Tengkleng Bu Edi

Dulu tengkleng dianggap makanan kelas bawah, isinya cuma tulang kambing dengan sedikit sisa daging, makanan rakyat yang dipandang sebelah mata. Namun, Tengkleng Bu Edi, yang sudah berjualan sejak 1971 di sekitar Pasar Klewer Solo berhasil mengangkat derajat makanan ini jadi buruan banyak orang, termasuk wisatawan dari luar kota yang sengaja datang jauh-jauh.

Kuahnya mirip gulai, kaya rempah, dengan daging kambing yang empuk. Yang menarik, warung ini cuma buka mulai jam satu siang, dan biasanya sudah ludes dalam dua sampai tiga jam saja. Jadi kalau mau coba, jangan datang santai karena bisa-bisa kehabisan sebelum sempat duduk.

Cerita tengkleng ini menurut saya cocok jadi bahan renungan, bahwa makanan yang dulunya dianggap remeh bisa jadi ikon kalau konsisten dijaga rasanya. Mirip-mirip filosofi hidup orang rantau sebenarnya, awalnya dipandang sebelah mata, lama-lama dipercaya juga.

#5 Soto Gading

Soto Gading adalah bukti makanan sederhana bisa menempati ruang besar di ingatan orang, bahkan ingatan Pak Jokowi. Warung ini disebut-sebut langganan Jokowi, dan kabarnya beberapa presiden lain juga pernah mampir. Jadi kalau kamu ragu mau makan di sini, anggap saja sudah direkomendasikan langsung oleh negara.

Kuahnya bening, segar, isinya suwiran ayam kampung, soun, kentang goreng, seledri, bawang goreng, kombinasi yang sederhana tapi entah kenapa bikin nagih. Soto Gading sudah ada sejak 1974. Sejak saat itu hingga sekarang, sotonya tetap setia jadi kuah bening, tetap hangat, tetap akrab, tidak tergoda ikut tren bikin soto rasa matcha atau apa pun yang sedang viral di aplikasi belanja makanan. 

Mungkin itu sebabnya orang rela antre, karena yang paling dicari dari semangkuk soto bukan kejutan, tapi kepastian.

#6 Warung Selat Mbak Lies

Selat Solo ini hidangan yang lucu kalau dipikir-pikir karena hasil persilangan masakan Eropa dengan lidah Jawa, lalu jadilah sesuatu yang nggak ada di negara asalnya tapi malah jadi kebanggaan lokal. Warung Selat Mbak Lies sudah beroperasi sejak 1987. Tempat ini menyajikan daging semur, kentang, wortel, buncis, telur pindang, disiram kuah manis yang bikin kamu lupa kalau tadinya cuma niat ngemil siang.

Lokasi warung ini di Serengan. Warung ini jadi bukti bahwa identitas kuliner Solo bukan cuma soal tradisi murni yang kaku. Kuliner Solo juga soal kemampuan menyerap pengaruh luar lalu mengolahnya jadi sesuatu yang malah lebih otentik dari aslinya. Mirip-mirip nasib perantau sebenarnya, datang dari luar, lama-lama malah jadi bagian yang susah dipisahkan dari kota ini.

#7 Bakso Kadipolo

Bakso Kadipolo ini contoh sempurna bahwa nama boleh sederhana asal isinya nggak kaleng-kaleng. Sudah berdiri sejak 1967 dan meski namanya bakso tapi menu yang ditawarkan jauh lebih lengkap dari ekspektasi. Ada tengkleng kambing, asem-asem daging, hingga sambel tumpang. Kamu mungkin akan bingung sebenarnya ini warung bakso atau warung serba ada masakan Jawa.

Lokasinya ada di Timuran. Strategi sederhananya efektif bikin orang balik lagi karena rasa bukan karena spot foto yang Instagramable. Di tengah kota yang makin dipenuhi kafe dengan dekorasi niat banget tapi rasanya pas-pasan, Kadipolo tetap menang dengan cara kuno yang ternyata nggak pernah basi.

#8 Dawet Telasih Bu Dermi, kuliner sejak 1930-an yang masih eksis

Penutup yang pas untuk daftar ini adalah minuman, bukan makanan berat. Dawet Telasih Bu Dermi di Pasar Gede sudah berjualan sejak tahun 1930-an, bahkan sebelum Indonesia merdeka. Isinya lengkap, ada bubur sumsum, ketan hitam, cendol hijau, biji telasih, disiram santan dan gula aren cair. Segar, mengenyangkan, dan harganya pun masih sangat terjangkau untuk ukuran kuliner legendaris yang sudah berusia hampir satu abad.

Saking legendarisnya, kedai ini disebut pernah didatangi banyak tokoh penting negara. Tidak sedikit juga creator yang rela mengantre demi semangkuk dawet ini. Kalau tokoh penting negara saja mau antre, rasanya alasan apa lagi yang bisa membuat kita menolak mencoba?

Penulis: Alifia Putri Nur Rochmah
Editor: Kenia Intan

BACA JUGA Gagal Paham dengan Warlok Solo yang Ngebet Kuliah ke Luar Kota Demi Kejar Gengsi.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 27 Juni 2026 oleh

Tags: Kulinerkuliner solomakanan solosolosurakarta
Alifia Putri Nur Rochmah

Alifia Putri Nur Rochmah

Penulis kelahiran Kebumen. Anak Ekonomi Pembangunan UNS yang lebih tertarik pada cerita di balik data. Berpengalaman sebagai content writer dan content creator, gemar berkelana ke tempat-tempat baru, dan menulis tentang apa saja dari yang serius sampai yang receh.

ArtikelTerkait

4 Alasan Kuliah di UNS Itu Menyenangkan

4 Alasan Kuliah di UNS Itu Menyenangkan

24 Juli 2022
Aturan Tidak Tertulis Ketika Naik Batik Solo Trans agar Selamat dari Semprotan Supir

Aturan Tidak Tertulis Ketika Naik Batik Solo Trans agar Selamat dari Semprotan Supir

8 September 2024
Menemukan The Spirit of Java, Semangat Solo untuk Indonesia (Unsplash)

Menemukan The Spirit of Java, Semangat Solo untuk Indonesia

13 Juni 2023
Grogol Sukoharjo, Tempat Tinggal Terbaik bagi Warga Surakarta dan Sekitarnya Solo

Grogol Sukoharjo, Kecamatan dengan Infrastruktur Paling Lengkap di Surakarta, Sukoharjo Aja Ngiri Lihat Grogol

20 Februari 2024
Rekomendasi 5 Ruang Publik di Solo yang Cocok buat Nongkrong dan Pacaran. Dijamin Lebih Irit Ngumpul di Sini

Rekomendasi 5 Ruang Publik di Solo yang Cocok buat Nongkrong dan Pacaran. Dijamin Lebih Irit Ngumpul di Sini

29 Agustus 2023
Sukoharjo, Kabupaten Indah yang Terasa Nanggung

Sukoharjo, Kabupaten Indah yang Terasa Nanggung

30 Mei 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

5 hal yang paling dirindukan orang Kebumen seperti saya saat merantau ke kota Mojok.co

5 hal yang paling dirindukan orang Kebumen saat merantau ke kota

7 Agustus 2026
Perumahan baru di Jogja terus bermunculan, tapi melihat harganya, sebenarnya perumahan ini dibangun untuk siapa?

Perumahan baru di Jogja terus bermunculan, tapi melihat harganya, sebenarnya perumahan ini dibangun untuk siapa?

7 Agustus 2026
Ketika Buku Menebang Pohon

Ketika buku menebang pohon

4 Agustus 2026
Punya tetangga yang suka nyetel musik keras-keras itu adalah ujian hidup paling berat

Punya tetangga yang suka nyetel musik keras-keras itu adalah ujian hidup paling berat

4 Agustus 2026
Wuling Aira EV, mobil yang bikin pabrikan merinding karena saking murahnya, LCGC kudu waspada dan wajib ketar-ketir

Wuling Aira EV, mobil yang bikin pabrikan merinding karena saking murahnya, LCGC kudu waspada dan wajib ketar-ketir

1 Agustus 2026
Nonton timnas Indonesia di Youtube Reza Arap memang aneh (Wikimedia Commons)

Nonton timnas Indonesia di Youtube Reza Arap memang aneh, komentator nggak jelas, tapi jangan menghujat dulu

1 Agustus 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=76Rp5owBnpc


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.