Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kampus

Gagal Paham dengan Warlok Solo yang Ngebet Kuliah ke Luar Kota Demi Kejar Gengsi

Diyah Ayu Sekar Jagad oleh Diyah Ayu Sekar Jagad
27 Juni 2026
A A
Gagal Paham dengan Warlok Solo yang Ngebet Kuliah di Luar Kota Demi Kejar Gengsi Mojok.co

Gagal Paham dengan Warlok Solo yang Ngebet Kuliah di Luar Kota Demi Kejar Gengsi (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Ada satu ironi yang mungkin hanya bisa dipahami kalau kita tinggal di Solo. Ketika ribuan siswa dari berbagai pelosok Indonesia mati-matian mengejar kursi di kampus-kampus Solo, justru tidak sedikit anak Solo yang sejak awal sudah memasang target: pokoknya harus kuliah di luar kota.

Seolah-olah, kuliah di kota sendiri itu kurang bergengsi. Padahal, orang dari luar memandang Solo sebagai kota yang nyaman untuk belajar.

 Biaya hidup relatif murah, ritme kehidupan tidak terlalu melelahkan, makanan masih ramah kantong, dan pilihan kampusnya juga tidak sedikit. Mulai dari UNS, UMS, ISI Surakarta, hingga berbagai kampus swasta lainnya, semuanya menjadi tujuan ribuan mahasiswa baru setiap tahun.

Lucunya, anak Solo sering kali justru melihat semua itu sebagai sesuatu yang biasa saja. Barangkali karena terlalu dekat. Seperti pepatah, rumput tetangga memang selalu tampak lebih hijau.

Ingin hidup di luar Solo

Banyak yang ingin merasakan hidup di Yogyakarta, Bandung, Surabaya, atau Jakarta. Alasannya beragam. Ada yang ingin mandiri, mencari pengalaman baru, memperluas relasi, atau sekadar ingin merasakan atmosfer kota lain. Tidak ada yang salah dengan keinginan itu. Justru itu bagian dari proses bertumbuh.

Akan tetapi, kadang ada alasan yang terdengar lebih sederhana, “Masa kuliah masih di Solo terus?”

Kalimat itu seolah menunjukkan bahwa merantau adalah pencapaian tersendiri. Seakan-akan kualitas seseorang naik hanya karena kuliahnya jauh dari rumah.

Padahal, kalau dipikir-pikir, anak-anak dari luar kota justru rela meninggalkan keluarganya demi bisa kuliah di Solo. Mereka harus beradaptasi dengan lingkungan baru, menghitung uang makan setiap hari, mencari kos, bahkan pulang kampung mungkin hanya beberapa kali dalam setahun.

Baca Juga:

Meski terancam DO karena modal nekat, kuliah akan selalu menjadi keputusan paling bijak yang pernah saya ambil

Nasib apes mahasiswa tanggung, susah dapat beasiswa karena kebanyakan untuk mahasiswa kurang mampu

Sementara anak Solo justru punya kemewahan yang sering tidak disadari: bisa kuliah di kampus bagus tanpa harus memikirkan ongkos pulang, tanpa biaya kos, dan masih bisa menikmati masakan rumah setiap hari.

Pilih kuliah bukan karena gengsi

Tentu, bukan berarti semua orang Solo harus kuliah di Solo. Dunia memang terlalu luas jika kita hanya berputar di kota sendiri. Merantau bisa menjadi sekolah kehidupan yang tidak diajarkan di ruang kelas.

Akan tetapi, yang perlu diubah adalah cara pandangnya. Jangan sampai memilih kuliah di luar kota hanya karena takut dianggap kurang keren kalau tetap tinggal di Solo. Sebab, kualitas pendidikan tidak ditentukan oleh seberapa jauh kita meninggalkan rumah.

Yang membuat seseorang berkembang bukan nama kotanya, melainkan bagaimana dia memanfaatkan kesempatan selama kuliah. Ada yang merantau tetapi waktunya habis untuk rebahan di kos. Ada pula yang tetap kuliah di Solo, tetapi aktif berorganisasi, magang, membangun usaha, hingga mengikuti berbagai kompetisi.

Pada akhirnya, Solo memang kota yang unik. Ia cukup nyaman hingga membuat banyak orang ingin datang, tetapi justru terlalu akrab bagi sebagian warganya sendiri.

Mungkin memang begitu sifat manusia. Kita sering menganggap biasa sesuatu yang setiap hari kita lihat, sementara orang lain rela menempuh ratusan kilometer untuk mendapatkannya.

Jadi, kalau kamu orang Solo yang ingin kuliah di luar kota, silakan. Dan. kalau kamu memilih tetap kuliah di Solo, tidak perlu merasa tertinggal. Karena pada akhirnya, kampus hanyalah tempat belajar. Yang menentukan masa depan bukan koordinat kotanya, melainkan bagaimana kita mengisi tahun-tahun selama menjadi mahasiswa.

Penulis: Diyah Ayu Sekar Jagad
Editor: Kenia Intan 

BACA JUGA 6 Kebiasaan Warga Solo yang Awalnya Saya Kira Aneh, tapi Lama-lama Saya Ikuti Juga.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 27 Juni 2026 oleh

Tags: Kuliahkuliah soloMahasiswasolosurakarta
Diyah Ayu Sekar Jagad

Diyah Ayu Sekar Jagad

ArtikelTerkait

4 Cara untuk Menolak Ajakan Gabung ke Organisasi Mahasiswa terminal UKM mojok.co

Ikut UKM Nggak Apa-apa, tapi Tugasnya Dikerjain dong, Bos!

13 Oktober 2020
Mengenal Pokwe, Sebutan untuk Warung Makan Prasmanan di Solo terminal mojok UNS

Mengenal Pokwe, Sebutan untuk Warung Makan Prasmanan di Solo

21 November 2021
Jalan Pandega Marta Jogja Pembelah Labirin “Kasultanan Pogung”. Kawasan Mewah, Sayang Jalannya Memprihatinkan Mojok.co

Jalan Pandega Marta Jogja Pembelah Labirin “Kasultanan Pogung”. Kawasan Mewah, Sayang Jalannya Memprihatinkan

9 Mei 2024
mantan pacar

Pacarku Dapat Pacar Baru di Lokasi KKN

10 Juni 2019
Menerawang Prasangka Dosen Ketika Melihat Mahasiswanya Off Camera Saat Kuliah terminal mojok

Menerawang Prasangka Dosen ketika Melihat Mahasiswanya Off Camera Saat Kuliah

17 Juli 2021
Jogja di Mata Orang Solo: Saya Tak Punya Cukup Alasan Membenci Jogja

Jogja di Mata Orang Solo: Saya Tak Punya Cukup Alasan Membenci Jogja

1 Agustus 2022
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Seni bertahan hidup di desa, wajib ikut mengantar jenazah ke kuburan dan takziah kalau nggak mau jadi musuh bersama Mojok.co

Seni bertahan hidup di desa, wajib ikut mengantar jenazah ke kuburan dan takziah kalau nggak mau jadi musuh bersama

6 Agustus 2026
Anak pertama perempuan, peran yang paling melelahkan di dunia setelah jadi ibu Mojok.co

Anak pertama perempuan, peran yang paling melelahkan di dunia setelah jadi ibu

2 Agustus 2026
Pengalaman cabut gigi gratis dengan dokter koas: memang nggak keluar biaya, tapi dibayar dengan cuti dan jadwal yang tak tentu

Pengalaman cabut gigi gratis oleh dokter koas: memang nggak keluar biaya, tapi dibayar dengan cuti dan jadwal yang tak tentu

4 Agustus 2026
Jombang memang nggak punya pantai, tapi senja pinggir Sungai Brantas sukses bikin iri warga kabupaten tetangga

Jombang memang nggak punya pantai, tapi senja pinggir Sungai Brantas sukses bikin iri warga kabupaten tetangga

5 Agustus 2026
Cipatat, kecamatan di Bandung Barat yang kontribusinya sering luput dari perhatian orang-orang Mojok.co

Kasihan Kecamatan Cipatat lebih sering diingat buruknya, padahal punya banyak kontribusi lain bagi Bandung Barat

31 Juli 2026
4 hal yang tidak saya sangka bisa dilakukan driver ojek online selain mengantar penumpang dan makanan Mojok.co

4 hal yang tidak saya sangka bisa dilakukan driver ojek online selain mengantar penumpang dan makanan

1 Agustus 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=76Rp5owBnpc


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.