Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Gaya Hidup

Di Balik Cap Manja, Anak Bungsu Sebenarnya Dilema antara Kejar Cita-cita atau Jaga Ortu karena Kakak-kakak Sudah Berumah Tangga 

Abdur Rohman oleh Abdur Rohman
17 April 2026
A A
Share on FacebookShare on Twitter

Ada yang bilang anak bungsu itu selalu dimanja, sehingga hidupnya tak seberat kakak-kakak mereka. Usia mereka pun paling muda jadi mereka paling disayang oleh orang tuanya. Mau sebesar apapun fisik anak bungsu, orang tua akan tetap menganggap mereka anak paling kecil. Jadinya, saudara yang lain selalu diminta untuk mengalah pada mereka. 

Terdengar istimewa, tapi sebetulnya di dalam hatinya penuh perasaan dilema.

Sebagai anak bungsu dari 5 bersaudara, saya mengamini narasi di atas. Saya kerap merasa dianggap anak kecil oleh orang tua saya. Tapi, hal itu bukan berarti hidup kami, para anak bungsu ini, penuh bahagia tanpa depresi. Kami selalu dihantui oleh perasaan ketakutan tak bisa membalas jasa orang tua kita. Apalagi di usia kami yang menyentuh 25, orang tua kami pun sudah masuk usia senja.

Ditinggal saudara dan dituntut membahagiakan orang tua

Saat anak bungsu masuk usia 25 tahun hal yang paling mungkin terjadi yakni saudara mereka telah berkeluarga. Bukan hanya punya pasangan, tapi masing-masing dari mereka sudah punya anak yang membutuhkan kasih sayangnya. Maka, hal demikian sudah maklum kalau perhatian mereka akan terpecah. Hidup tak bisa lagi sepenuhnya untuk orang tua, apalagi adiknya. Tentu, kasih sayang yang paling utama adalah untuk anaknya sendiri.

Kita tak perlu memungkiri hal ini, setiap orang pasti punya prioritas masing-masing.

Nah, dari kondisi tersebut siapa lagi yang bisa diharapkan harus selalu ada untuk orang tua selain anak bungsu. Anak bungsu adalah komposisi paling ideal untuk menemani orang tua. Katanya, masih muda, jalannya masih panjang, hanya buang-buang waktu kalau cuma buat senang-senang di luar. Lebih baik menemani orang tua saja di rumah!

Ya, hal tersebut memang betul. Tapi, ketika kakak-kakak kita sudah pindah, pastilah rumah terasa sangat berubah. Terasa sepi dan sunyi!

Ingin berkontribusi, tapi belum jadi apa-apa

Anak bungsu bukan tidak mau membantu dan membahagiakan orang tua, tapi apa yang bisa diharapkan dari manusia berusia 25 tahun. Di usia itu, anak bungsu baru saja meniti karir. Gajinya nggak seberapa, bahkan  banyak yang masih jauh dari UMR. Berbeda kalau sudah menyentuh usia 30an, mungkin finansial mereka sudah agak stabil dan mapan.

Baca Juga:

KUA jangan cuma mengejar Gen Z untuk menikah, tolong kasih paham juga tetangga dan ortu yang hobi menghitung mahar

GTM pada anak, drama paling menguji kesabaran dan kreativitas orang tua

Saya sebut mungkin ya karena sebetulnya sulit juga untuk mencapainya!

Oke, katanya, orang tua hanya butuh tinggal bersama anaknya, bukan duitnya. Tapi, kami sebagai anaknya juga membatin, “apakah kita cuma jadi beban saja di keluarga?” Di sisi lain, memang hanya anak bungsu yang jadi harapan terakhir orang tua. Sebab sekali lagi, kakak-kakak mereka sudah berkeluarga semua.

Anak bungsu harus menggeser dulu cita-cita

Konon katanya, manusia itu akan terus hidup jika punya harapan dan cita-cita. Dengan cita-cita, kita akan memiliki rencana yang harus dilakukan, mana yang perlu dikejar, dan jalan mana yang akan kita lewatkan. Intinya, akan lebih tersusun. Tapi, bagi anak bungsu, harapan dan cita-cita itu kadang harus digeser dulu. Ya, nanti-nanti dulu aja kali ya.

Hal ini bukan karena anak bungsu itu santai, malas, atau manja, tetapi karena cita-cita mereka berada pada orang tuanya. Yang paling utama adalah bagaimana orang tua mereka bahagia. Sebab, melihat usia orang tua yang semakin senja seperti tidak ada waktu lain untuk mengejar cita-cita. Demikianlah nasib anak bungsu yang penuh dilema. Luarnya saja terlihat seperti anak kecil, padahal di dalamnya mereka juga pusing!

Nah maka dari itu, mewakili para anak bungsu di dunia, saya ingin berpesan kepada kakak-kakak sekalian sebelum tulisan ini ditutup. Tengoklah sejenak adik dan orang tua kalian. Pasti mereka merasa sepi. Terkadang kasih sayang bukan cuma tentang uang kok, tapi juga kehadiran yang tulus dari orang-orang tersayang!

Penulis: Abdur Rohman
Editor: Kenia Intan

BACA JUGA Jadi PNS di Desa Tidak Bisa Hidup Tenang, Tuntutan Sosialnya Tinggi karena Dikira Mapan dan Serba Bisa.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 17 April 2026 oleh

Tags: anak bungsuBungsuOrang Tuaortusaudara
Abdur Rohman

Abdur Rohman

Seorang warga sipil Bangkalan dengan selera yang kontradiktif: mencintai segala jenis olahan mie, namun memiliki alergi akut terhadap mie-literisme.

ArtikelTerkait

Jenis-jenis Orang Tua Saat Menghadapi Kenakalan Anaknya terminal mojok

Jenis Orang Tua Saat Menghadapi Kenakalan Anaknya

26 Mei 2021
Curhatan Seorang Caregiver: Ikhlas Merawat Agar Pasien Tetap Sehat

Curhatan Seorang Caregiver: Ikhlas Merawat Agar Pasien Tetap Sehat

4 Mei 2023
Memakaikan Perhiasan Emas pada Anak Tak Lebih dari Kebodohan Orang Tua terminal mojok

Memakaikan Perhiasan Emas pada Anak Tak Lebih dari Sekadar Kebodohan Orang Tua

7 Agustus 2022
Lulus Magister Jalur Tirakat, Kepercayaan Bapak yang Tidak Bisa Diganggu Gugat

Lulus Magister Jalur Tirakat, Kepercayaan Bapak yang Tidak Bisa Diganggu Gugat

3 September 2022
nama paraban profesor snape kebapakan bapak-bapak indonesia mojok

Polemik Nama Paraban Orang Tua yang Diturunkan ke Anaknya

5 Maret 2021
Mengenal Fase Falik pada Anak dan Tips Menghadapinya Terminal Mojok

Apa Itu Fase Falik pada Anak dan Cara Menghadapinya

8 November 2022
Muat Lebih Banyak


Terpopuler Sepekan

Bali bisa kehabisan air, tapi tenang, kolam vila masih penuh (Unsplash)

Bali bisa kehabisan air, tapi tenang, kolam vila masih penuh

16 Agustus 2026
Klaten sejatinya bukan kota, tapi obat stres untuk wargi Jogja

Klaten sejatinya bukan kota, tapi obat mujarab buat wargi Jogja yang stres karena padatnya jalanan

19 Agustus 2026
Kegelisahan peneliti BRIN tentang keripik, sepatu, dan genteng (Unsplash)

Catatan seorang peneliti BRIN yang hatinya remuk redam melihat koleganya dihina cuma bisa bikin keripik, sepatu, genteng, dan ngabisin anggaran negara

15 Agustus 2026
iPhone HP bapak-bapak? Bapak-bapak nggak mampu beli iPhone! (Unsplash)

Kok bisa iPhone disebut hp bapak-bapak? Padahal banyak bapak-bapak yang nggak mampu beli iPhone

21 Agustus 2026
Jelajah kuliner Pasar Gedhe Klaten: pengalaman menikmati segarnya dawet uyup, nikmatnya soto bening, hingga western food kaki lima Mojok.co

Jelajah kuliner Pasar Gedhe Klaten: pengalaman menikmati segarnya dawet uyup, nikmatnya soto bening, hingga western food kaki lima

18 Agustus 2026
Stop denial, sound horeg adalah diskotik yang dipaksa masuk desa (Unsplash)

Stop denial, sound horeg adalah diskotik yang dipaksa masuk desa hanya demi memuaskan ego merusak milik segelintir orang

17 Agustus 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=vCYB_q60eug


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.