Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Kota Minyak, Julukan yang Tidak Bisa Lagi Dibanggakan Warga Balikpapan

Nurhadi Mubarok oleh Nurhadi Mubarok
14 Juni 2026
A A
Kota Minyak, Julukan yang Kini Jadi Derita Warga Balikpapan (Unsplash)

Kota Minyak, Julukan yang Kini Jadi Derita Warga Balikpapan (Unsplash)

Share on FacebookShare on Twitter

Balikpapan terkenal dengan sebutan Kota Minyak. Namun kini, julukan itu malah jadi sumber derita.

Kenaikan harga Pertamax membuat banyak masyarakat berpikir ulang saat mengisi bahan bakar. Bagi sebagian orang, selisih beberapa ribu rupiah per liter mungkin tidak terlalu terasa. Namun bagi pekerja, guru, ojek online, pedagang kecil, dan masyarakat dengan mobilitas tinggi, kenaikan harga tersebut tentu berpengaruh terhadap pengeluaran bulanan.

Akibatnya, pilihan yang paling masuk akal adalah beralih ke Pertalite yang harganya lebih terjangkau. Masalahnya, mendapatkan Pertalite di Balikpapan justru bukan perkara mudah.

Di beberapa SPBU yang masih menjual Pertalite, antrean kendaraan pasti mengular. Pengendara harus rela menghabiskan waktu cukup lama hanya untuk mendapatkan bahan bakar yang sebenarnya merupakan kebutuhan dasar mobilitas sehari-hari. 

Tidak sedikit pula masyarakat yang akhirnya mengurungkan niat untuk mengantre. Ya gimana, waktu yang terbuang lebih mahal ketimbang selisih harga antara Pertalite dan Pertamax.

BACA JUGA: Kerja di Balikpapan Memang Gajinya Besar, tapi Persaingannya Gila-gilaan dan Biaya Hidupnya Amat Tinggi

Kota Minyak yang sulit mendapatkan minyak

Balikpapan selama ini dikenal sebagai “Kota Minyak“. Julukan tersebut bukan tanpa alasan. Sejarah perkembangan kota ini sangat erat kaitannya dengan industri perminyakan. Kilang besar berdiri di kota ini, aktivitas migas menjadi salah satu penggerak ekonomi daerah, bahkan identitas kota pun lekat dengan minyak.

Namun, di tengah identitas tersebut, masyarakat justru menghadapi kenyataan yang terasa janggal. Mencari Pertalite di Balikpapan bisa menjadi perjuangan tersendiri.

Baca Juga:

6 Motor yang Dikira Harus Pakai Pertamax tapi Ternyata Masih Aman dan Memang Bisa Pakai Pertalite  

Cerita Mereka yang Masih Tetap Membeli Pertamax: Jualan Pertamax Eceran Makin Nggak Laku hingga Seorang Kurir yang Terpaksa Menekan Pengeluaran

Sebagai warga yang tinggal di wilayah Balikpapan Timur, saya merasakan langsung kondisi ini. Di kawasan yang cukup luas tersebut hanya terdapat dua SPBU utama, dan keduanya tidak menjual Pertalite. Jika ingin mendapatkan Pertalite, masyarakat harus menempuh perjalanan ke wilayah lain dengan konsekuensi tambahan waktu, biaya, dan tenaga.

Ironisnya, untuk mendapatkan bahan bakar yang lebih murah, masyarakat justru harus mengeluarkan biaya tambahan untuk mencarinya.

Menjamurnya penjual bensin eceran di Balikpapan

Di sisi lain, pemandangan yang sangat mudah ditemukan di Balikpapan adalah penjual bensin eceran.

Mereka ada di jalan utama, dekat permukiman, di gang-gang kecil, bahkan di ruas jalan yang relatif sepi. Dalam jarak beberapa kilometer saja, kita bisa menemukan banyak sekali lapak bensin eceran yang menjual Pertalite dalam botol atau jeriken.

Harganya tentu jauh lebih tinggi. Tidak jarang penjual eceran menetapkan harga Rp20 ribu untuk 1,5 liter Pertalite. Jika menghitungnya per liter, harga tersebut jauh di atas harga resmi.

Fenomena ini menimbulkan pertanyaan yang wajar di benak masyarakat Balikpapan. Dari mana pasokan bensin eceran tersebut berasal?

Tentu tidak bijak jika langsung menuduh tanpa bukti. Namun, masyarakat juga sulit mengabaikan kenyataan bahwa di satu sisi Pertalite makin langka di SPBU. Di sisi lain, bensin eceran tersedia dalam jumlah yang tampaknya tidak sedikit.

Kondisi seperti ini pada akhirnya melahirkan berbagai spekulasi di tengah masyarakat. Ada yang menduga sebagian bahan bakar dibeli dari SPBU untuk dijual kembali. Ada pula yang beranggapan distribusi belum berjalan optimal. 

Apa pun penyebabnya, yang paling dirugikan tetap masyarakat Balikpapan yang membutuhkan bahan bakar untuk aktivitas sehari-hari.

Ketika kendaraan pribadi harus bersaing dengan pedagang

Pemandangan lain yang sering memancing tanda tanya adalah dominasi kendaraan roda empat dalam antrean Pertalite.

Tidak semua kendaraan tersebut tentu melakukan pelanggaran. Banyak pemilik mobil yang memang berhak membeli Pertalite sesuai ketentuan. Namun, ketika antrean semakin panjang sementara pasokan terbatas, masyarakat Balikpapan mulai bertanya-tanya. 

Apakah ada mekanisme pengawasan yang benar-benar efektif untuk mencegah pembelian berulang yang berpotensi disalahgunakan?

Pada akhirnya, pengendara motor yang menggunakan bahan bakar untuk bekerja, mengantar anak sekolah, atau menjalankan aktivitas harian harus ikut merasakan dampaknya. Waktu habis di jalan, antrean semakin panjang, dan kepastian memperoleh Pertalite semakin sulit.

Yang dibutuhkan bukan sekadar penjelasan

Masyarakat Balikpapan sebenarnya tidak hanya membutuhkan penjelasan mengenai alasan kelangkaan atau keterbatasan distribusi. Kami lebih membutuhkan solusi nyata.

Jika memang permintaan meningkat akibat kenaikan harga Pertamax, maka distribusi Pertalite perlu disesuaikan dengan kondisi di lapangan. Kalau terdapat potensi penyalahgunaan distribusi, pengawasan perlu diperkuat. 

Jika suatu wilayah seperti Balikpapan Timur mengalami keterbatasan akses, maka perlu ada langkah konkret agar masyarakat tidak harus menempuh jarak jauh hanya untuk membeli bahan bakar.

Mobilitas masyarakat bergantung pada ketersediaan energi. Ketika akses terhadap bahan bakar menjadi semakin sulit, maka yang terdampak bukan hanya pengendara, tetapi juga aktivitas ekonomi sehari-hari.

BACA JUGA: Harga Pertamax Naik Lagi, dan Seperti Biasa, Kelas Menengah Jadi Korban, Lagi dan Lagi

Sebuah ironi di Balikpapan yang perlu diakhiri

Balikpapan adalah kota yang tumbuh bersama industri minyak. Karena itu terasa ironis ketika warga justru kesulitan mendapatkan bahan bakar yang terjangkau.

Kelangkaan Pertalite mungkin bisa dijelaskan dengan berbagai alasan teknis. Namun bagi masyarakat yang setiap hari harus bekerja, mengajar, berdagang, atau mencari nafkah, yang mereka rasakan bukanlah data statistik atau laporan distribusi. 

Yang mereka rasakan adalah antrean panjang, perjalanan tambahan, dan biaya hidup yang semakin berat.

Kota minyak seharusnya tidak membuat warganya merasa kesulitan mendapatkan bahan bakar. Sebab pada akhirnya, keberadaan sumber daya yang melimpah akan kehilangan makna jika masyarakat di sekitarnya justru tidak dapat merasakan kemudahan akses terhadap kebutuhan yang paling mendasar.

Penulis: Nurhadi Mubarok

Editor: Yamadipati Seno

BACA JUGA Jangan Menua di Balikpapan, Daerahnya Nggak Cocok Jadi Tempat Pensiun

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 14 Juni 2026 oleh

Tags: balikpapanbalikpapan timurbbmharga BBMharga pertamaxkota minyakpertalitepertamax
Nurhadi Mubarok

Nurhadi Mubarok

melepaskan diri dari belenggu overthinking

ArtikelTerkait

Pertamax di Pertashop Memang Lebih Murah, tapi Tetap Saja Orang pada Beli Pertalite, Harga Pertamax Nggak Ngotak! pertamina pertamax oplosan

Cerita Mereka yang Masih Tetap Membeli Pertamax: Jualan Pertamax Eceran Makin Nggak Laku hingga Seorang Kurir yang Terpaksa Menekan Pengeluaran

21 Juni 2026
Derita Tinggal di Pertashop- Sebuah Warisan yang Meresahkan (Foto milik penulis)

Derita Tinggal di Pertashop: Bisnis Warisan yang Meresahkan

24 Januari 2023
4 Kesalahan Layout SPBU yang Bikin Pelanggan Nggak Nyaman

4 Kesalahan Layout SPBU yang Bikin Pelanggan Nggak Nyaman

22 Maret 2023
Saya Menyesal Memilih Jokowi

Saya Menyesal Memilih Jokowi

5 September 2022
Pertamax di Pertashop Memang Lebih Murah, tapi Tetap Saja Orang pada Beli Pertalite, Harga Pertamax Nggak Ngotak! pertamina pertamax oplosan

Pertamax di Pertashop Memang Lebih Murah, tapi Tetap Saja Orang pada Beli Pertalite, Harga Pertamax Nggak Ngotak!

12 Oktober 2023
Tiket Pesawat Kelas Bisnis, Wujud Nyata Nikmatnya Orang Kaya

Beruntung Dapat Tiket Pesawat Kelas Bisnis Bikin Saya Bisa Merasakan Pengalaman Menjadi Orang Kaya Selama 60 Menit

1 Januari 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Leuwigajah, Kelurahan Paling Mentereng Se-Kota Cimahi

Cimahi Selatan, Sebuah Anomali di “Kota Tentara”: Menjaga Kedaulatan Ekonomi dan Keberlangsungan Hidup Warga Cimahi

7 Juli 2026
Sensus Ekonomi 2026 Hasilkan Sampah, Petugas BPS Dianggap Intel (Unsplash)

Sensus Ekonomi 2026 Cuma Hasilkan Sampah, Petugas BPS Dianggap “Intel Pajak” oleh Warga

5 Juli 2026
Di Madura, Biaya Oleh-oleh Haji Hampir Sama Besarnya dengan Biaya Keberangkatannya, Bikin Orang Jadi Enggan Berangkat  

Banyak Orang Madura Mampu Berangkat Haji tapi Nggak Berani karena Harus Beli Oleh-oleh buat Tetangga, Bisa Habis Puluhan Juta!

10 Juli 2026
Saya Lulusan Ilmu Perpustakaan, tapi Saya Nggak Mau Jadi Pustakawan Sekolah, Isinya Cuma Makan Hati! perpusnas

Larangan Bawa Tumbler di Perpustakaan Daerah Itu Aneh, Minum Saja Dipersulit, Gimana Orang Mau ke Perpustakaan?

4 Juli 2026
Ini Dia Alasan Orang Jakarta Timur Malas Diajak Main ke Jakarta Selatan

Jakarta Timur Layak Dimekarkan jadi Jaktim Utara dan Jaktim Selatan, Terlalu Banyak Perbedaan!

8 Juli 2026
Tips Plesir Kala Malam di Jogja Naik GoRide (Unsplash)

Tips Plesir Kala Malam di Jogja Naik GoRide Menikmati Kota Warisan Budaya Tanpa Menjadi Tua di Jalanan

6 Juli 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=6Xo_K0G3FRg


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.