Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Gaya Hidup

Cerita Mereka yang Masih Tetap Membeli Pertamax: Jualan Pertamax Eceran Makin Nggak Laku hingga Seorang Kurir yang Terpaksa Menekan Pengeluaran

Iqbal AR oleh Iqbal AR
21 Juni 2026
A A
Pertamax di Pertashop Memang Lebih Murah, tapi Tetap Saja Orang pada Beli Pertalite, Harga Pertamax Nggak Ngotak! pertamina pertamax oplosan

Pertamax di Pertashop Memang Lebih Murah, tapi Tetap Saja Orang pada Beli Pertalite, Harga Pertamax Nggak Ngotak! (Shutterstock)

Share on FacebookShare on Twitter

Secara tiba-tiba, seakan tanpa adanya aba-aba (meski tanda-tandanya sudah mulai sedikit kelihatan), di sebuah Rabu, pekan kedua bulan Juni, pemerintah secara resmi menaikkan harga BBM nonsubsidi Pertamax. Kenaikan harganya nggak main-main. Dari yang semula seharga Rp12.300 per liter, naik menjadi Rp16.250 per liter. Naiknya hampir Rp4.000, lebih dari 30%. Gila banget.

Naiknya harga BBM Pertamax pada 10 Juni lalu ini sontak bikin warga geram. Kemarahan muncul di berbagai medium. Di sosmed, di tongkrongan komplek, hingga di kampung, semua mangkel dengan naiknya harga Pertamax. Bahkan sempat terjadi demonstrasi di beberapa tempat, memprotes kebijakan ini. Memang nggak banyak diliput media, sih. You know, lah, mengapa.

Saya pribadi memang nggak terdampak secara langsung dengan naiknya harga Pertamax. Saya masih pakai BBM bersubsidi Pertalite, harganya masih tetap Rp10.000. Tapi, bukan berarti saya nggak marah. Saya marah banget.

Selain karena naiknya Pertamax ini bikin Pertalite terancam naik, kenaikan harga Pertamax yang ugal-ugalan ini juga berdampak langsung terhadap perekonomian orang-orang di sekitar saya.

Penjual Pertamax eceran makin nggak laku

Saya memanggilnya dengan panggilan Mbak Lik. Rumah Mbak Lik hanya berjarak satu rumah dari rumah saya. Rumah Mbak Lik berada di ujung paling depan, dan punya toko di depan rumahnya. Seperti toko pada umumnya, toko milik Mbak Lik menjual banyak hal. Mulai dari snack hingga mie instan, juga rokok dan bensin eceran.

Nah, soal bensin eceran, Mbak Lik punya pengalaman menarik. Sebagai toko biasa, bukan toko Madura, Mbak Lik tentunya nggak bisa jualan bensin Pertalite eceran. Mbak Lik hanya bisa menjual bensin nonsubsidi yaitu Pertamax untuk dijual secara eceran. Dan semenjak harga BBM naik, Pertamax eceran di warung Mbak Lik makin nggak laku dalam seminggu terakhir.

“Seminggu ini baru laku 4 botol (liter), Mas,” ujar Mbak Lik kepada saya. “Susah sekarang lakunya. Dulu pas harga Pertamax di pom masih 12 ribuan, masih enak jualannya. Tak jual 14 ribu masih bisa laku. Sekarang, harga di pom sudah 16 ribu, ya mau nggak mau harga ecerannya 18 ribu per botol. Siapa mau beli nek harganya segitu?” lanjut Mbak Lik.

Gara-gara Pertamax naik, Mbak Lik kalau kulakan bensin juga nggak sebanyak dulu. Kalau dulu biasanya kulakan 15-20 liter Pertamax, sekarang paling mentok ya 10-12 liter saja. “Lakunya susah, lapo kulakan akeh-akeh?” kata Mbak Lik.

Baca Juga:

6 Motor yang Dikira Harus Pakai Pertamax tapi Ternyata Masih Aman dan Memang Bisa Pakai Pertalite  

Kota Minyak, Julukan yang Tidak Bisa Lagi Dibanggakan Warga Balikpapan

Pedagang bensin eceran seperti Mbak Lik memang jarang sekali disinggung ketika membahas soal imbas kenaikan BBM. Padahal, orang-orang seperti Mbak Lik ini nggak kalah terdampak. Bahkan nyata banget dampaknya.

BACA JUGA: Bisnis Pertashop Jelas Karam: Hidup Segan, Mati Tinggal Menunggu Hari

Seorang kurir paket yang mau nggak mau harus biaya hariannya

Andai saja Arya bisa menukar motornya dengan motor lain yang bisa diisi Pertalite, mungkin Arya sudah melakukannya. Setahun lalu, Arya ambil motor baru (Vario 125 CBS tahun 2024) untuk menggantikan motornya yang lama (Vario 110). Motor lamanya sudah nggak kuat lagi dipakai untuk kerja. Oh iya, Arya kerjanya sebagai kurir paket. Dia ini juga tetangga saya. Rumahnya agak jauh, sih, tapi masih satu RW, kok.

Arya tahu bahwa motor barunya harus diisi Pertamax. Nggak bisa dan nggak boleh diisi Pertalite. Terlalu besar risikonya. Arya sudah menghitung semuanya. Dengan gajinya yang sekian, bensin sehari sekian, makan dan rokok sekian, sisanya sekian. Hitungan Arya sudah pas. Tapi semua itu buyar ketika harga Pertamax naik cukup signifikan.

“Gara-gara Pertamax naik, hitunganku jadi ambyar kabeh,” sambat Arya. “Pas Pertalite masih 12 ribuan, aku biasa beli 30 ribu, dan bisa tak pakai keliling nganter puluhan paket di Batu Utara minimal dua hari. Tiga hari bisa, tapi sebelum sore ya harus ngisi lagi. Sekarang, kalau beli 30 ribu, nggak genap 2 hari paling ya sudah harus ngisi bensin lagi.” ujar Arya.

Akhirnya, mau nggak mau Arya harus menambah biaya bensinnya. Arya menggenapkannya jadi 50 ribu per sekali beli, yang mana bisa ia pakai untuk sekitar tiga hari atau tiga setengah hari. Jadinya, dalam seminggu Arya minimal keluar biaya 100 ribu untuk bensin. Dengan naiknya biaya bensin, ada biaya yang harus ditekan.

“Paling ya motong uang makan. Maksudnya, biasanya kan makan sehari 15-20 ribu. Ini tetap, tapi nggak tiap hari beli makan. Aku ngakalinnya ya mbontot. Paling dalam seminggu, tiga hari aku bawa bekal sendiri dari rumah. Agak repot, sih, tapi kate yokpo maneh, Mas?” ujar Arya.

Lalu ketika saya tanya soal opsi pakai motor lain atau ganti motor lain, Arya menjawabnya dengan jawaban yang nggak bisa saya bantah. “Di rumah motor cuma satu, cuma ini tok. Terus mau ganti motor juga nggak bisa. Jual motor ini? Motor ini cicilannya belum beres, Mas. Masih 18 bulan lagi. Nggak ada pilihan.” jawab Arya. Saya hanya mengangguk.

Masih banyak yang terdampak Pertamax di luar sana

Namun Arya beruntung sebab ia nggak punya tanggungan lain selain dirinya dan ibunya di rumah. Arya juga beruntung bahwa adiknya juga sudah kerja di sebuah pabrik skala menengah di Surabaya. Jadinya, Arya dan adiknya bisa sama-sama membiayai ibunya dan memenuhi kebutuhan rumah. Arya masih bisa menabung dari penghasilan bulanannya, walau nggak banyak.

“Disyukuri ae, Mas. Kahanan e koyo ngene. Pancen pemerintahan e koyok taek.” ujar Arya. Kami lalu sama-sama tertawa.

Mbak Lik dan Arya tetap membeli Pertamax meski harganya naik bukan karena mereka sangat mampu, melainkan karena nggak ada pilihan lagi. Mbak Lik harus tetap jualan bensin eceran, dan Arya harus tetap mengirim paket ke rumah-rumah.

Mereka berdua, Mbak Lik dan Arya tentunya hanya sedikit orang yang terdampak langsung dari naiknya Pertamax. Di luar sana tentunya ada banyak lagi orang yang lebih terdampak dari kebijakan ini. Dan bagi mereka yang lebih terdampak, perekonomian mereka jelas makin remuk.

Penulis: Iqbal AR
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Harga Pertamax Naik Lagi, dan Seperti Biasa, Kelas Menengah Jadi Korban, Lagi dan Lagi

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 21 Juni 2026 oleh

Tags: bensin eceranharga pertamax hari inipertamax
Iqbal AR

Iqbal AR

Penulis lepas lulusan Sastra Indonesia UM. Menulis apa saja, dan masih tinggal di Kota Batu.

ArtikelTerkait

Sambatan Pelanggan Shell, SPBU Pelarian yang Ternyata Punya Masalah Juga Mojok.co

Sambatan Pelanggan Shell, SPBU Pelarian yang Ternyata Punya Masalah Juga

20 Mei 2025
5 Dosa Operator Pertashop yang Membuat Lapak Mereka Sepi (Unsplash)

5 Dosa Operator Pertashop yang Membuat Lapak Mereka Sepi

1 Februari 2023
Pertashop nggak musuhan sama Pertamini (Unsplash)

Pertashop dan Pertamini Itu Nggak Musuhan, Asal Nggak Jual Pertalite dan Ada Ketegasan dari Pertamina

23 Juli 2023
Pertamax di Pertashop Memang Lebih Murah, tapi Tetap Saja Orang pada Beli Pertalite, Harga Pertamax Nggak Ngotak! pertamina pertamax oplosan

Bisnis Pertashop Beneran Karam: Hidup Segan, Mati Sudah Jelas

10 Januari 2025
Anomali BBM Bersubsidi di Pesisir Selatan Sumatera Barat: Hanya Bisa Ditemukan di Pedagang Bensin Eceran, Bukan SPBU pertalite pertamax

Saya Tak Mau Beli Pertamax, Lebih Milih Beli Pertalite dan Merusak Motor Saya Sendiri ketimbang Dirusak Pertamina

26 Februari 2025
Jika Kepepet, Mending Beli Bensin di Pom Mini Atau Bensin Eceran dalam Botol?

Jika Kepepet, Mending Beli Bensin di Pom Mini Atau Bensin Eceran dalam Botol?

25 September 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Nasib apes mahasiswa tanggung, susah dapat beasiswa karena kebanyakan untuk mahasiswa kurang mampu Mojok.co

Nasib apes mahasiswa tanggung, susah dapat beasiswa karena kebanyakan untuk mahasiswa kurang mampu

26 Juli 2026
Menguak cara kerja dan cuan jasa war tiket konser yang mencapai jutaan rupiah Mojok.co

Menguak cara kerja dan cuan jasa war tiket konser yang bisa mencapai jutaan rupiah

30 Juli 2026
Saya kapok pakai tumbler mahal yang tahan panas dingin, mendingan tetap setia pakai botol Tupperware jadul kesayangan Ibu

Saya kapok pakai tumbler mahal yang tahan panas dingin, mendingan tetap setia pakai botol Tupperware jadul kesayangan Ibu

29 Juli 2026
Trauma menginap di hotel murah Cikarang yang lebih cocok jadi tempat uji nyali daripada tempat bermalam Mojok.co

Trauma menginap di hotel murah Cikarang yang lebih cocok jadi tempat uji nyali daripada tempat bermalam

30 Juli 2026
Sleman Tanpa UGM dan UNY Cuma Jadi Kabupaten Sunyi dan Mati

Sleman jadi besar dan hebat justru karena tidak punya “pusat kota”, kemajuan tersebar merata di segala penjurunya

26 Juli 2026
Kebodohan pembeli soto ayam yang bikin saya muak dan jijik (Wikimedia Commons)

Akulah pelanggan soto ayam yang marah itu gara-gara konsumen nggak punya hati yang bikin muak, mual, dan jijik

26 Juli 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=76Rp5owBnpc


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.