Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Gaya Hidup

Jika Kepepet, Mending Beli Bensin di Pom Mini Atau Bensin Eceran dalam Botol?

Dyan Arfiana Ayu Puspita oleh Dyan Arfiana Ayu Puspita
25 September 2024
A A
Jika Kepepet, Mending Beli Bensin di Pom Mini Atau Bensin Eceran dalam Botol?

Jika Kepepet, Mending Beli Bensin di Pom Mini Atau Bensin Eceran dalam Botol? (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Kalau kalian lebih suka isi bensin di penjual eceran yang pakai wadah botol atau pom mini, Lur?

Punya kendaraan itu paling males kalau harus isi bensin. Eh, ralat. Bukan isi bensinnya yang bikin males, tapi antreannya. Saya pun kalau lihat antrean panjang di SPBU, mending mundur. Nanti saja lah cari SPBU lain yang antrinya agak mendingan. Selain cari SPBU lain, cara untuk menghindari antrean di SPBU adalah dengan membeli bensin selain di SPBU. Bisa di Shell ataupun di tukang bensin eceran.

ADVERTISEMENT

Nah, berbicara soal tukang bensin eceran, ada dua tipe penjual yang bisa kita temukan di pinggir jalan. Pertama, penjual yang menggunakan wadah botol. Kedua, yang penjual yang menggunakan selang, ala-ala SPBU gitu cuma versi mini. Itu sebabnya, jenis yang kedua ini disebut dengan pom mini.

Di antara keduanya, mana yang lebih baik? Beli bensin eceran versi botolan atau beli bensin di pom mini?

Bensin botolan vs pom mini

Beberapa orang mungkin merasa lebih puas beli bensin di pom mini. Secara tampilan luar, pom mini memang terlihat lebih menjanjikan. Ada selangnya, ada angka indikatornya, persis lah pokoknya dengan alat yang ada di SPBU.

Bandingkan dengan bensin yang dijual dalam botol. Sudahlah botolnya kadang terisi nggak penuh, botolnya cuma ditata di rak kayu seadanya pula. Nggak menarik blas. Itu sebabnya, beberapa orang lebih memilih untuk beli di pom mini dibanding beli bensin botolan. Katanya sih lebih puas.

Apa iya?

Saya jadi ingat dengan cerita salah satu warganet yang membagikan pengalaman saat dia beli bensin di pom mini. Jadi, kala itu dia membawa botol berukuran 600 ml ke pom mini. Kepada petugasnya, dia minta supaya botol tersebut diisi bensin hingga penuh. Kalian tahu apa yang selanjutnya terjadi? Ketika botol terisi penuh, angka di pom mini menunjukkan angka 0,96 liter. Nah, loh! Bedanya nyaris 400 liter, guys! Ngeri.

Baca Juga:

Cerita Mereka yang Masih Tetap Membeli Pertamax: Jualan Pertamax Eceran Makin Nggak Laku hingga Seorang Kurir yang Terpaksa Menekan Pengeluaran

5 Alasan Saya Menyesal Tidak “Hijrah” Jadi Pelanggan SPBU Shell sejak Dahulu

Ya memang sih cari untung, tapi kok marginnya gede banget. Curiga keuntungan yang didapat mau dipake buat ngeramik alun-alun.

Aturan kalibrasi pom bensin

Pom mini, kalau dipikir-pikir, memang punya potensi untuk merugikan pelanggan. Caranya dengan ngakal-ngakalin mesin yang digunakan. Mesin diotak-atik sedemikian rupa sehingga angka yang muncul di mesin lebih besar daripada bensin dikeluarkan.

Apakah bisa? Ya bisa-bisa saja. Perkara gampil itu untuk orang-orang dengan kreativitas tinggi. Celah kecurangan tersebut seolah diamini dengan tidak adanya tera ulang secara berkala pada pom mini.

Jadi, pada SPBU resmi, ada tera ulang yang dilakukan secara berkala, minimal satu kali dalam setahun untuk setiap nozzle di SPBU. Pengukuran tersebut dilakukan minimal tiga kali untuk setiap nozzle dengan toleransi 100 mililiter per 20 liter.

Nantinya, nozzle yang sudah ditera dan memenuhi standar takaran akan diberi segel dan stiker yang berlaku selama satu tahun. Nah, jika ditemukan nozzle yang tidak sesuai dengan toleransi, maka akan dilakukan kalibrasi. Kalibrasi ya, Sob. Bukan kaligrafi apalagi asmalibrasi.

FYI, kalibrasi adalah proses pengecekan dan pengaturan akurasi dari alat ukur dengan cara membandingkannya dengan standar atau tolak ukur. Keakuratan alat ukur di SPBU ini sangat penting untuk memastikan transaksi dilakukan secara tepat dan adil bagi konsumen. Nah, proses tera ulang hingga kalibrasi inilah yang tidak ada pada pom mini.

Akibatnya? Bensin yang keluar cuma 600 ml, ehhh, angka di meterannya nyaris seliter.

Akad bensin ecer botolan lebih jelas

Lantas, apakah itu berarti transaksi bensin botolan lebih baik dibanding beli di pom mini?

Begini. Bahwa mesin di pom mini bisa diakali, itu benar. Tapi, tentu kita tidak bisa menggeneralisir bahwa semua pelaku usaha pom mini itu curang. Pengusaha yang takut dosa juga banyak, kok. Mereka yang ikhlas dapat untung nggak seberapa, yang penting rupiahnya halal, juga masih ada.

Terus, cara tahu pom mini yang curang bagaimana? Ya, dengan dicoba. Ketika kamu isi bensin di sana tapi garis strip pada indikator bensin di sepeda motor tidak bergerak banyak dan bensin terasa cepat habis padahal pemakaian normal, berarti besok-besok mending nggak usah beli di sana. Beli bensin botolan aja kalau males antri di SPBU.

Berdasarkan penuturan salah seorang yang pernah jualan bensin ecer, rata-rata, isi botol kaca wadah bensin hanya 0.8 liter. Tapi, bukan berarti penjualnya curang. Justru, jual beli bensin kemasan botol ini lebih jelas karena isi dan takarannya kelihatan. Akad jual belinya pun jelas: per botol bukan per liter.

Sekarang, tinggal keyakinan kamu saja, nih. Kalau merasa yakin dengan pom mini, ya, silakan. Tapi, kalau pom mininya sudah terindikasi red flag, mending pilih versi botolan saja.

Penulis: Dyan Arfiana Ayu Puspita
Editor: Intan Ekapratiwi

BACA JUGA Dosa Pelanggan Pom Mini Nggak Jauh Beda Kayak Pertashop.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 25 September 2024 oleh

Tags: bensinbensin eceranpom bensinpom mini
Dyan Arfiana Ayu Puspita

Dyan Arfiana Ayu Puspita

Alumnus Universitas Terbuka yang bekerja sebagai guru SMK di Tegal. Menulis, teater, dan public speaking adalah dunianya.

ArtikelTerkait

Menguji Kesabaran dengan Mengisi Bensin di Belakang Motor Suzuki Thunder

Menguji Kesabaran dengan Mengisi Bensin di Belakang Motor Suzuki Thunder

3 Mei 2024
Pertashop nggak musuhan sama Pertamini (Unsplash)

Pertashop dan Pertamini Itu Nggak Musuhan, Asal Nggak Jual Pertalite dan Ada Ketegasan dari Pertamina

23 Juli 2023
3 Pekerjaan Gaji Tinggi yang Nggak Butuh Skill Dewa dan Nggak Butuh Pengalaman 25 Tahun Kerja

3 Pekerjaan Gaji Tinggi yang Nggak Butuh Skill Dewa dan Nggak Butuh Pengalaman 25 Tahun Kerja

26 November 2023
3 Dosa Operator SPBU Pertamina yang Bikin Jengkel Pelanggan (Unsplash)

3 Dosa Operator SPBU Pertamina yang Bikin Jengkel Pelanggan. Apakah Kamu Pernah Merasakan Salah Satunya?

28 Februari 2023
Aturan Tidak Tertulis yang Perlu Diperhatikan di Pom Bensin Mojok.co

Aturan Tidak Tertulis di Pom Bensin, Perlu Diperhatikan oleh Pengendara yang Nggak Peka

19 September 2024
Pertamax di Pertashop Memang Lebih Murah, tapi Tetap Saja Orang pada Beli Pertalite, Harga Pertamax Nggak Ngotak! pertamina pertamax oplosan

Cerita Mereka yang Masih Tetap Membeli Pertamax: Jualan Pertamax Eceran Makin Nggak Laku hingga Seorang Kurir yang Terpaksa Menekan Pengeluaran

21 Juni 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

3 Cara Kecamatan Cibiru Membunuh Romantisme Bandung (Unsplash)

Sebagai Pengendara Motor di Bandung, Saya Capek Ikut Menyumbang Macet Setiap Hari

27 Juni 2026
Dosa Indomie Ayam Bawang: Nggak Ada Bawang Goreng sebagai Pelengkap

Orang yang Bilang Indomie Warkop Lebih Enak Itu Aneh, Beneran

22 Juni 2026
Menelusuri Dosa-Dosa Orde Baru pada Alam Indonesia Lewat Buku “32 Tahun Menjarah Alam” Mojok.co

Menelusuri Dosa-Dosa Orde Baru pada Alam Indonesia Lewat Buku 32 Tahun Menjarah Alam

25 Juni 2026
Warlok Semarang Muak dengan Mal Baru, Lebih Butuh Ruang Terbuka Hijau yang Terjangkau Mojok.co

Warlok Semarang Muak dengan Mal Baru, Lebih Butuh Ruang Terbuka Hijau yang Terjangkau 

24 Juni 2026
4 Alasan Ayam Goreng Dkriuk Jadi yang Terbaik di Kelasnya, Brand Lain Minggir Dulu! Mojok.co

4 Alasan Ayam Goreng Dkriuk Jadi yang Terbaik di Kelasnya, Brand Lain Minggir Dulu!

24 Juni 2026
Yamaha Gear Ultima 125 Terlahir untuk Pejuang Rupiah

Yamaha Gear Ultima 125 Terlahir untuk Memahami Perjuangan Pejuang Rupiah di Atas Aspal

25 Juni 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=6Xo_K0G3FRg


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.