Tutorial Bikin Nama Anak yang Simpel tapi Tetap Menarik

Artikel

Avatar

Halo sobat Mojok yang siap beranak. Kali ini saya bakal membahas tutorial bikin nama anak. Iya, bikin nama anaknya, ya! Bukan bikin anaknya. Catet!

Menurut pengamatan kecil-kecilan saya, sebetulnya orang tua ini terbagi dalam dua sekte. Sekte pertama adalah penganut nama adalah doa dan harapan. Sementara sekte kedua penganut nama adalah identitas dan simbol peringatan. Menurut saya, sekte pertama lebih banyak daripada sekte kedua. Mereka percaya bahwa nama anak yang harus mengandung harapan dan doa, meski terkadang hal ini juga terinspirasi dari tokoh-tokoh terkenal. Mereka memberi nama mirip dengan seorang tokoh supaya kelak anaknya dapat meneladani keheroikan tokoh tersebut.

Sedangkan sekte kedua, mereka percaya bahwa baik buruknya anak tergantung hasil didikan orang tua. Biasanya, orang tua sekte ini menciptakan nama sang anak sesuai peringatan atau peristiwa saat anak itu lahir. Misalnya, karena situasi pandemi corona seperti saat ini, mereka terinspirasi memberi nama anak mereka dengan memasukkan unsur-unsur yang ada corona-nya.

Nah, berikut tutorial buat bikin nama anak yang menarik dan efisien menurut saya.

Satu: Sebaiknya nama anak nggak usah panjang-panjang

Buat kalian yang lagi bingung buat ngasih nama anak, lebih baik nama si calon anak itu nggak perlu panjang-panjang. Pasalnya, nama yang kepanjangan malah berakibat ia jadi ribet pas ujian sekolah atau tes tertulis lainnya nanti. Percaya, deh! Toh, nama si anak yang kepanjangan juga bakal susah dihafal sama orang lain. Jadi, buat apaaa? Eh.

Dua: Nggak perlu pakai huruf dan simbol yang anti-mainstream

Daripada ribet-ribet pakai huruf atau simbol yang aneh-aneh, mending pakai huruf yang mudah ditulis saja. Nggak perlu pakai simbol-simbol yang anti-mainstream semacam ini, Ä, ċ, Ē, Ģ, ŋ, Ɓ. Pasalnya, pakai simbol yang terlalu aneh juga nggak semua orang tahu, apalagi risiko penulisan nama bakal lebih besar. Ini jelas ber-ba-ha-ya, apalagi kalau sudah menyangkut dengan surat-surat penting seperti sertifikat, ijazah, akta kelahiran, dan lainnya.

Baca Juga:  Patenkan Aja Nama Anak Kamu, Biar Malu Sendiri

Tiga: Jangan asal ambil nama tokoh terkenal dengan dalih jejaknya bisa diteladani

Mengidolakan seseorang sebetulnya nggak masalah. Namun, ya kalau bisa ngasih nama buat anaknya jangan terlalu sama banget alias nge-plek dengan nama tokoh yang diidolakan tersebut. Bagaimanapun juga, sebagai orang tua inilah saatnya menunjukkan kekreatifanmu dengan menciptakan nama sendiri. Oke?

Empat: Perlu untuk memasukkan unsur lokal pada nama anak

Anak sejatinya adalah penerus kultur keluarga dan kultur budaya lokal di masyarakat. Seorang anak yang lahir di suatu daerah pasti akan memiliki identitas dan gaya hidup sesuai dengan kebudayaan masyarakat tempat ia tinggal dan tumbuh. Oleh sebab itu, alangkah baiknya kalau nama anak diberi identitas lokal yang mencirikan bahwa anak tersebut merupakan penerus budaya suatu daerah. Toh, Indonesia ini punya banyak sekali kebudayaan yang memiliki identitasnya sendiri-sendiri. Wahai orang tua masa kini, jangan sampai kita melupakan identitas masing-masing, ya.

Oke, semoga tutorial ini bisa membantu para orang tua atau calon orang tua masa kini dalam memecahkan masalah nggak sederhana perkara nama anak. Terlepas dari kedua sekte yang dianut oleh masing-masing orang tua masa kini, percayalah tutorial ini patut dicoba!

BACA JUGA Patenkan Aja Nama Anak Kamu, Biar Malu Sendiri dan tulisan Iqbal Rahadian lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

---
10


Komentar

Comments are closed.