Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Kebumen: Banyak Pantainya, tapi Belum Jadi Primadona Wisata Layaknya Yogyakarta

Alifia Putri Nur Rochmah oleh Alifia Putri Nur Rochmah
21 April 2026
A A
10 Pantai yang Bikin Kebumen Nggak Pantas Menyandang Status Kabupaten Termiskin, Cocoknya Jadi Kabupaten Wisata Mojok.co

10 Pantai yang Bikin Kebumen Nggak Pantas Menyandang Status Kabupaten Termiskin, Cocoknya Jadi Kabupaten Wisata (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Coba tebak kabupaten mana di pesisir selatan Jawa Tengah yang memiliki garis pantai sekitar 57,5 ​​kilometer, bentang alam karst yang dramatis, dan pantai-pantai yang masih relatif belum terlalu sesak? Kalau jawabanmu Kebumen, selamat. Kamu termasuk orang yang tahu bahwa daerah ini bukan hanya lintasan menuju tempat lain.

Kebumen sebenarnya punya modal yang susah dibantah. Pantai Ayah misalnya, adalah salah satu destinasi unggulan yang oleh Pemerintah Kabupaten Kebumen juga dipromosikan sebagai wisata andalan. Lokasinya ada di Ayah, sekitar 53 kilometer dari Kota Kebumen, dan pemandangannya memang punya paket lengkap seperti laut selatan, muara, dan kawasan hutan di sekitarnya.

ADVERTISEMENT

Masalahnya, modal saja tidak otomatis membuat orang lain datang. Kebumen sering kalah pamor dari tetangga-tetangganya yang lebih dulu punya merek wisata kuat. Nama Gunungkidul sudah lama melekat di kepala wisatawan sebagai “kabupaten pantai”, ditambah Yogyakarta memiliki ekosistem promosi yang jauh lebih pesat. Sedangkan Kebumen, sering baru disebut setelah orang kehabisan tujuan utama. Bahkan kadang tak disebut, karena orang sudah keburu memikirkan destinasi lain.

Pertanyaannya, kenapa?

Jalan masih jadi ujian

Kalau mau jujur, persoalan utama Kebumen bukannya kurang indah, melainkan kurang nyaman. Wisata pantai di selatan Jawa memang membutuhkan akses yang meyakinkan, dan di titik ini Kebumen masih sering membuat orang mikir dua kali. Jalan menuju kawasan pesisir memang ada, tapi secara kondisi bikin kita memperbesar hati. Ya, kalian sudah tau lah maksudnya.

Bagaimanapun juga, kondisi jalan yang bagus itu penting, karena wisatawan modern tidak hanya membeli pemandangan. Mereka juga membeli rasa aman, nyaman, dan kemudahan. Begitu mobil harus melambat terus karena jalan bergelombang atau sempit, suasana hati bisa langsung turun sebelum kaki menyentuh pasir. Untuk destinasi yang mau naik kelas, detailnya bukan hal kecil.

BACA JUGA: Kebumen Perlahan “Naik Kelas” dari Kabupaten Termiskin Jadi Daerah Wisata, Warlok yang Tadinya Malu Berubah Bangga

Fasilitas belum ngegas

Di kawasan seperti Pantai Ayah, daya tarik alamnya memang sudah jadi nilai jual. Tapi, fasilitas pendukungnya masih perlu dikejar lebih serius agar pengalaman wisata tidak terasa setengah matang. Toilet, parkir, penginapan, papan informasi, dan penataan warung adalah hal sederhana yang justru sering menentukan orang mau balik lagi atau tidak.

Baca Juga:

Waktunya Kebumen berhenti jual diri sebagai “kota yang murah”, harus mulai berani punya harga diri!

Kebumen yang Dahulu Bukanlah yang Sekarang, Kini Diam-Diam “Naik Kelas” Jadi Makin Diperhitungkan

Begini. Kalau pengelolaan rapi, infrastruktur jelas, nah, orang-orang jelas balik. Kebumen ini pantainya masih belum terlalu padat, dan itu tak selalu buruk, malah bisa bikin orang makin tertarik. Kalau penunjangnya diperbaiki, pasti orang-orang akan balik.

Promosi masih kalah cepat

Di era TikTok dan Reels, destinasi wisata tidak cukup hanya cantik. Ia harus bisa diceritakan ulang, dipotret, disiarkan, lalu diulangi lagi oleh orang lain. Kebumen sejauh ini masih terlihat lebih sering mengandalkan keindahan alam daripada membangun narasi yang kuat. Padahal ini penting banget, tempat wisata mana pun yang terkenal melakukan ini. Ini pentingnya orang-orang kerja di media sosial loh.

Ini yang membuat banyak orang tahu pantai-pantai di Kebumen ada, tetapi tidak punya dorongan kuat untuk datang sekarang juga. Padahal, promosi yang cerdas tidak selalu membutuhkan biaya yang besar. sering kali yang dibutuhkan justru ide, konsistensi, dan keberanian membuat konten yang tidak umum. Kalau foto pantai diposting dengan caption seadanya, jangan kaget kalau responnya juga biasa-biasa saja.

Potensi Kebumen yang belum diolah

Yang menarik, Kebumen sebenarnya bukan daerah yang kekurangan bahan. Studi tentang pengembangan ekowisata pantai di Kebumen menyebut ada 22 pantai, terdiri dari 14 pantai landai dan 8 pantai berbukit. Artinya, jika dikelola serius, variasi produk wisatanya sangat mungkin dibuat lebih beragam, dari wisata keluarga hingga wisata alam yang lebih petualangan.

Masalahnya, potensi yang banyak itu belum otomatis menjadi pengalaman yang tertata. Dalam banyak kasus, wisata Kebumen masih terlihat seperti bahan mentah: indah, tapi belum matang. Padahal, wisatawan saat ini tidak hanya mencari tempat untuk berfoto, melainkan paket lengkap yang membuat mereka ingin tinggal lebih lama, berbelanja lebih banyak, dan pulang dengan cerita yang pantas dibagikan.

Kebumen masih punya jalan

Kebumen tidak kekurangan bahan untuk jadi primadona wisata. Pantainya ada, garis pantainya panjang, dan karakter alamnya berbeda dari banyak daerah lain di Jawa Tengah. Yang belum beres adalah cara merawat, menghubungkan, dan menjual semua potensi itu kepada publik.

Jadi, pertanyaannya bukan lagi “Kebumen punya apa?”, melainkan “Kapan Kebumen benar-benar serius mengelolanya?” Selama akses, fasilitas, dan promosi masih tertinggal, Kebumen akan tetap menjadi destinasi yang sering dipuji setelah orang pulang. Sayang sekali, karena daerah ini sebenarnya sudah punya hampir semua bahan untuk naik kelas.

Penulis: Alifia Putri Nur Rochmah
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Sisi Menyedihkan Kebumen yang Jarang Diceritakan Warga Lokal: dari Lapangan Kerja yang Itu Aja sampai Ruang Publik yang Stagnan

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 21 April 2026 oleh

Tags: Kebumenpantai ayahpantai di kebumenwisata di kebumen
Alifia Putri Nur Rochmah

Alifia Putri Nur Rochmah

Penulis kelahiran Kebumen. Anak Ekonomi Pembangunan UNS yang lebih tertarik pada cerita di balik data. Berpengalaman sebagai content writer dan content creator, gemar berkelana ke tempat-tempat baru, dan menulis tentang apa saja dari yang serius sampai yang receh.

ArtikelTerkait

Kebumen di Tahun 2025: Menuju Kabupaten Kaya Raya Atau Ilusi Belaka?

Kebumen di Tahun 2025: Menuju Kabupaten Kaya Raya Atau Ilusi Belaka?

7 Januari 2025
5 Fakta Menarik tentang Kebumen yang Tidak Diketahui (Unsplash)

5 Fakta Kebumen yang Jarang Diketahui Orang, Membuat Kabupaten Ini Terus Berada di Bawah Stigma Daerah Tertinggal

19 November 2025
Hal-hal Menarik yang Ada di Desa Pujotirto Kebumen, Salah Satunya Pohon Jenitri yang Bikin Warga Kaya Raya

Hal-hal Menarik yang Ada di Desa Pujotirto Kebumen, Salah Satunya Pohon Jenitri yang Bikin Warga Kaya Raya

10 September 2024
Kebumen Miskin Kuliner Adalah Bualan dan Tuduhan Sesat (Unsplash)

Kebumen Miskin Kuliner Adalah Anggapan Sesat. Berikut 5 Kuliner yang Saya Sarankan Saat Berkunjung ke Kota Beriman

27 Juni 2024
Gombong: Kecamatan Terbaik di Kebumen, Mandiri Tanpa Bantuan Wilayah Lain

Gombong: Kecamatan Terbaik di Kebumen, Mandiri Tanpa Bantuan Wilayah Lain

4 Mei 2024
Alun-Alun Kebumen, Makin Megah di Tengah Statusnya sebagai Kabupaten Termiskin di Jawa Tengah

Alun-Alun Kebumen, Makin Megah di Tengah Statusnya sebagai Kabupaten Termiskin di Jawa Tengah

5 November 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Saya pernah mengira orang miskin itu kurang berusaha, dan saya salah besar

Saya pernah mengira orang miskin itu kurang berusaha, dan saya salah besar

30 Juli 2026
Akulah pengunjung kafe yang terganggu itu gara-gara musik yang disetel keras-keras, bikin tenaga terkuras dan harus adu volume saat ngobrol

Akulah pengunjung kafe yang terganggu itu gara-gara musik yang disetel keras-keras, bikin tenaga terkuras dan harus adu volume saat ngobrol

1 Agustus 2026
Jambooland Tulungagung, tempat wisata yang perlahan kehilangan pesonanya Mojok.co

Jambooland Tulungagung, tempat wisata yang perlahan kehilangan pesonanya

31 Juli 2026
Penebang pohon keliling, profesi yang kerap dianggap sepele, dibayar murah, padahal taruhannya nyawa

Penebang pohon keliling, profesi yang kerap dianggap sepele, dibayar murah, padahal taruhannya nyawa

2 Agustus 2026
4 hal yang tidak saya sangka bisa dilakukan driver ojek online selain mengantar penumpang dan makanan Mojok.co

4 hal yang tidak saya sangka bisa dilakukan driver ojek online selain mengantar penumpang dan makanan

1 Agustus 2026
7 kata dalam bahasa Jawa yang terdengar aneh, bahkan oleh penutur aslinya Mojok.co

7 kata dalam bahasa Jawa yang terdengar aneh, bahkan oleh penutur aslinya

30 Juli 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=76Rp5owBnpc


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.