Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Gereja Adalah Tempat Nongkrong Wanita Sosialita pada Masa VOC

Ariz Rahman Hasraf oleh Ariz Rahman Hasraf
2 November 2020
A A
Gereja Adalah Tempat Nongkrong Wanita Sosialita pada Masa VOC terminal mojok.co

Gereja Adalah Tempat Nongkrong Wanita Sosialita pada Masa VOC terminal mojok.co

Share on FacebookShare on Twitter

Belakangan, sosialita sering dikaitkan dengan para wanita kelas atas yang membeli barang bukan atas dasar “kebutuhan”, melainkan ingin mengikuti sebuah “tren”. Tidak jarang mereka juga membuat arisan dengan iuran fantastis yang membuat orang lain terkejut mendengarnya, seperti para artis Indonesia. Sebenarnya, kemunculan sosialita ini hanya untuk mendapat pengakuan bahwa dirinya mempunyai status sosial tinggi, gitu. Teorinya, semakin mereka bertindak konsumtif dan hedon, maka akan semakin diakui kemapanan yang dimilikinya.

Mereka yang sering bepergian ke Mal, biasanya pasti ada keinginan untuk terlihat good looking atau fashionable, walaupun tidak semua orang begitu. Jika mereka hidup pada masa VOC, bisa diibaratkan seperti keadaan wanita sosialita yang pergi ke gereja hanya sekadar pamer kemewahan dan status sosial, wah.

Dahulu, gereja merupakan tempat yang selalu ramai di akhir pekan. Semua datang dari tingkatan sosial yang berbeda-beda, mulai dari budak hingga kaum elite. Pergi ke gereja merupakan hal wajib bagi mereka yang beragama Kristen, namun hal itu berbeda ketika para wanita sosialita pergi ke gereja. Di Batavia, kebanyakan gereja disebut gereja wanita karena tiga perempat anggotanya adalah wanita.

Wanita sosialita saat pergi ke gereja pokoknya rempong banget deh, biasanya mereka mengenakan busana bagus ditemani para budak perempuan yang juga berpakaian rapi. Jemaat serta kebaktian di gereja menjadi sesuatu yang patut ditonton. Sebelum, selama, dan sesudah kebaktian para budak sibuk membantu majikannya.

Tidak semua budak dianggap pantas memasuki gereja sehingga banyak budak menunggu di luar gereja sampai kebaktian selesai. Para budak banyak memainkan peran sebagai pembawa payung, buku puji-pujian, kotak siri, dan tempolong porselen untuk meludah. Aduh wanita sosialita zaman VOC terkesan males banget ya. Di sini terlihat sekali adanya perbedaan kelas. Jika seseorang memakai busana mewah serta membawa banyak budak, dapat dikatakan bahwa ia adalah seorang bangsawan.

Sebelum ada kafe, pergi ke gereja merupakan satu-satunya kesempatan bagi wanita sosialita untuk nongkrong sekalian pamer kemewahan. Sebab saat itu gereja adalah tempat di kota yang frekuensinya cukup banyak. Gereja yang seharusnya menjadi tempat peribadatan beralih fungsi sebagai tempat pamer kemewahan dan kesombongan para wanita sosialita di Batavia.

Pada masa itu, wanita sosialita sangatlah manja karena kebiasaan mereka menyuruh para budak untuk melakukan apa pun. Mulai dari hal sepele seperti membawakan kursi lipat hingga buku puji-pujian pun dibawakan oleh budak mereka. Konon, kebanyakan dari mereka tidak bisa membaca lagu-lagu gereja. Ketika kebaktian pun, mereka sering menimbulkan kegaduhan dengan sikap buruk, tawa canda, dan tepuk tangan keras.

Para pengurus gereja kurang senang dengan keriuhan dan kemewahan yang dipertontonkan dalam kebaktian gereja. Ketika masuk dan keluar gereja, orang-orang juga saling mendorong dan tidak jarang kursi-kursi dipakai untuk mendorong orang di depan.

Baca Juga:

5 Alasan Orang Kaya Ingin Terlihat Miskin, Menghindari Pajak Bukan Satu-satunya!

4 Salah Kaprah Jurusan Sejarah yang Terlanjur Melekat dan Dipercaya Banyak Orang

Semenjak itu, Dewan Gereja tidak lagi ingin terlalu banyak budak laki-laki dan perempuan yang turut masuk ke dalam gereja membawa buku puji-pujian dan kursi lipat untuk para nona dan nyonya. Keadaan yang sangat kacau dan keriuhan utamanya terjadi ketika diadakan perjamuan suci.

Gereja bukan lagi tempat peribadatan, melainkan sebuah tempat penting di mana orang-orang bisa memamerkan kemewahan dan kesombongan. Kumpulan orang-orang berpakaian mewah memperlihatkan budaya barat dengan gaya borjuisnya. Secara tidak sengaja, gereja di Batavia menjadi tempat ajang pamer.

Zaman memang sudah bergulir, tapi kehadiran wanita sosialita abadi sepanjang masa. Dulu gereja jadi tempat bergaya, kini tergantikan oleh mal, kafe, dan venue-venue pernikahan di mana orang merayakan pesta. Beda, pada masa lalu, gereja yang seharusnya menjadi tempat peribadatan seolah beralih fungsi untuk memperlihatkan kefanaan duniawi. Ini menjadi hal yang kontradiktif saat seharusnya orang-orang beriman justru semakin melupakan urusan dunia yang membutakan, justru semakin menuruti nafsu untuk tampil mewah. Jika sampai sekarang ini masih terjadi, tidak menyukai kehadiran wanita sosialita tentu sebuah kewajaran.

BACA JUGA Rivalitas The Beatles dan The Rolling Stones yang Mirip Settingan dan tulisan Ariz Rahman Hasraf lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 2 November 2020 oleh

Tags: orang kayasejarah
Ariz Rahman Hasraf

Ariz Rahman Hasraf

Penulis biasa aja.

ArtikelTerkait

orang kaya tax amnesty salah kaprah definisi pajak penghasilan terminal mojok

Kenaikan Tarif Pajak Penghasilan bagi Orang Kaya, Solusi Jitu Menyelamatkan Keuangan Negara

20 Oktober 2021
First Class Sebagai Citra Diri Orang Kaya

First Class Sebagai Citra Diri Orang Kaya

13 Februari 2020
Kendal, Kabupaten di Jawa Tengah dengan Kekayaan Harta Sejarah Zaman Belanda (Unsplash.com)

Kendal, Kabupaten di Jawa Tengah dengan Kekayaan Harta Sejarah Zaman Belanda

23 September 2022
5 Alasan Orang Kaya Ingin Terlihat Miskin (Unsplash)

5 Alasan Orang Kaya Ingin Terlihat Miskin, Menghindari Pajak Bukan Satu-satunya!

9 Februari 2026
Sejarah Heroin: Berawal dari Obat Batuk, Berakhir Menjadi Barang Terkutuk

Sejarah Heroin: Berawal dari Obat Batuk, Berakhir Menjadi Barang Terkutuk

25 Agustus 2022
Misteri Belut Putih Raksasa dan Cikurubuk di Waduk Darma Kuningan

Misteri Belut Putih Raksasa dan Cikurubuk di Waduk Darma Kuningan

31 Oktober 2022
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Vario 125, Motor Honda yang Bikin Sesal, tapi Nggak Tergantikan (Wikimedia Commons)

Saya Menyesal Nggak Pakai Vario 125 dari Dulu karena Motor Honda Ini Nggak Bikin Bangga tapi Nyatanya Nggak tergantikan

1 Mei 2026
Sukabumi Belum Pantas Jadi Peringkat 6 Kota Paling Toleran, Soal Salat Id Aja Masih Dipersulit Mojok.co

Sukabumi Belum Pantas Jadi Peringkat 6 Kota Paling Toleran, Soal Salat Id Aja Masih Dipersulit

27 April 2026
Surabaya Belum Setara Jakarta: Cukup 2 Alasan Kenapa Kota Terbesar Kedua Ini Belum Siap Jadi Venue Konser Kpop

Surabaya Belum Setara Jakarta: Cukup 2 Alasan Kenapa Kota Terbesar Kedua Ini Belum Siap Jadi Venue Konser Kpop

29 April 2026
Aquascape Hobi Mahal yang Bikin Saya Semangat Cari Uang Mojok.co

Aquascape Hobi Mahal yang Bikin Saya Semangat Cari Uang

28 April 2026
Jalan Monginsidi, Jalan Braganya Salatiga: Ikonik dan Nggak Kalah Cantik kabupaten semarang

Bohong kalau Ada yang Bilang Wisata Alam Salatiga itu Beragam, wong Destinasi Wisata Ini Aja Numpang di Kabupaten Semarang

1 Mei 2026
Gaji ke-13 PNS: Tradisi Musiman yang Dirayakan dengan Sepatu Baru dan Kecemasan Baru

4 Tempat Ngutang Favorit PNS untuk Kebutuhan Hidup dan Membuat Diri Mereka Terlihat Kaya

25 April 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

  • Pelatihan SKill Digital IndonesiaNEXT Ubah Mahasiswa Insecure Jadi Skillfull, Bisnis Digital pun Tak Kalah Saing
  • Sisi Lain Lagu “Kicau Mania” Ndarboy Genk: Berbahaya dan Bukan Perkara Remeh 
  • Solusi atas Jeritan Hati Para Pelaku UMKM yang Menderita karena Kenaikan Ekstrem Harga Plastik
  • Nikah di Desa Meresahkan, Perkara Undangan Cetak atau Digital Saja Jadi Masalah tapi Kemudian Sadar Nggak Semua Orang Melek Teknologi
  • Latihan Lawan Pria dan Mentalitas Tak Kenal Puas Jadi Resep Rahasia Tim Putri Ubaya Dominasi Campus League 2026 Regional Surabaya
  • Kos Dekat Kampus: Akal-akalan Mahasiswa “Malas” agar Tak Perlu Bangun Pagi dan Bisa Berangkat Mepet

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.