Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Gaya Hidup

5 Alasan Orang Kaya Ingin Terlihat Miskin, Menghindari Pajak Bukan Satu-satunya!

Paula Gianita Primasari oleh Paula Gianita Primasari
9 Februari 2026
A A
5 Alasan Orang Kaya Ingin Terlihat Miskin (Unsplash)

5 Alasan Orang Kaya Ingin Terlihat Miskin (Unsplash)

Share on FacebookShare on Twitter

Pernah dengar legenda urban soal orang kaya, nasabah prioritas, datang ke sebuah kantor cabang bank swasta? Mereka, kalau datang, gayanya lebih mirip orang miskin ketimbang pemilik aset miliaran. 

Alih-alih pakai jas necis, mereka lebih pede pakai kaos oblong yang mungkin sobek di bagian ketiak berikut sandal jepit Swallow kucel. Bahkan, konon, orang kaya ini doyan bawa tumpukan uang tunai di dalam plastik kresek hitam yang biasanya cuma buat wadah sampah.

ADVERTISEMENT

Fenomena pura-pura susah ini sebenarnya bukan komoditas baru. Jauh di abad ke-19, dunia sudah mengenal tren Slumming. Di era Victorian, kaum elite di London hobi piknik ke kawasan kumuh. Mereka menyamar jadi rakyat kelas bawah dengan pakaian biasa. Bukan buat bagi-bagi bansos, tapi murni demi memuaskan rasa kepo akan sisi lain kehidupan di luar dinding kastil mereka.

Percayalah, motif orang kaya ingin terlihat miskin itu jauh lebih kompleks daripada sekadar kucing-kucingan dengan petugas pajak. Itu sih, alasan receh yang sering didengungkan netizen sok tahu macam kita di kolom komentar. 

Kenyataannya, ada motivasi yang jauh lebih absurd. Bahkan nggak bakal pernah nyambung di logika kita yang masih sering pusing mikir cicilan paylater.

#1 Orang kaya membeli narasi autentik karena kemewahan itu setelan pabrik

Bagi orang yang lahir di atas tumpukan uang, kemewahan itu bukanlah sebuah prestasi, melainkan default setting. Hidup yang terlalu mulus ternyata bikin bosan. Maka, nggak heran kalau hobi orang kaya sering terdengar ajaib. Dulu, Marie Antoinette sampai membangun desa tiruan cuma supaya bisa pura-pura hidup jadi rakyat jelata. 

Sekarang, trennya masih sama. Para sultan mencari keaslian hidup di tempat-tempat yang bagi kita adalah neraka dunia. Makan di pinggir jalan yang berdebu dianggap sebagai cara menikmati nilai sejati kehidupan. Mereka ingin mencicipi rasa sulit. Tapi bedanya, mereka selalu punya tombol exit.

#2 Quiet luxury adalah sombong dengan cara yang lebih rumit

Belakangan, logo barang-barang mahal yang terpampang besar dianggap norak. Saat ini, kasta tertinggi adalah berani pakai benda yang kelihatannya biasa saja, tapi label harganya bikin jantungan. Itulah quiet luxury yang sedang banyak diperbincangkan.

Baca Juga:

Jurusan Ekonomi Pembangunan Menyadarkan Saya kalau Kemiskinan Itu Bukan Sekadar Orang yang Tidak Punya Uang

6 Alasan Orang Kaya Bayar Pakai Kartu Kredit padahal Bergelimang Duit

Jujur saja, tren ini adalah bentuk flexing tingkat dewa. Orang kaya yang hidup dengan sendok perak merasa nggak perlu pamer pada rakyat jelata. Pasalnya, target mereka sesungguhnya adalah lingkaran elite yang sama-sama tahu kode kemewahan di balik penampilan ala kadarnya tersebut.

#3 Menghindari pajak sosial dari mereka yang tiba-tiba mengaku kawan

Orang kaya sering memakai dalih tampil gembel demi privasi dan keamanan. Tapi, mari buka kartu. 

Di balik jawaban diplomatis tersebut, ada alasan untuk mengelak dari serbuan proposal bantuan, sumbangan hajatan, dan permintaan pinjaman modal oleh kenalan yang entah kapan baliknya. Masuk akal. 

Terus terang, selain menghindari pajak negara, terlihat miskin adalah kamuflase paling ampuh buat menutup telinga dari rengekan donasi. Dengan tampil seperti golongan biasa, mereka bisa tidur tenang tanpa harus merasa bersalah setiap kali menolak meminjamkan uang.

#4 Kemerdekaan yang hakiki bagi orang kaya adalah kebebasan untuk nggak peduli

Mengikuti tren kemewahan itu menguras tenaga. Bayangannya seperti berlari di atas treadmill yang nggak pernah berhenti. Bukan cuma buang uang, tapi juga waktu. Misalnya saja, kudu memilih tas atau jam tangan agar terlihat impresif tiap hari. 

Padahal, kekayaan sejati sering datang dari efisiensi berpikir. Bagi kalangan tajir melintir, kemewahan bukan tentang memiliki banyak pilihan baju. Namun, tentang memiliki kebebasan untuk nggak peduli atas penilaian orang. Terlihat miskin atau monoton adalah cara orang kaya menghemat energi, menyelamatkan mental, dan menghasilkan cuan.

#5 Dugaan romantisasi penderitaan demi validasi moral orang kaya

Ada mitos aneh di antara warganet bahwa semakin sederhana penampilan seseorang, semakin bijaksana jiwanya. Sialnya, mungkin saja orang kaya memanfaatkan celah ini lantaran mau memonopoli moralitas. Bukan nggak mungkin, di balik tampilan wong cilik yang disuguhkan, mereka berupaya mencuri simpati agar dipandang rendah hati.

Faktanya, kesederhanaan mereka adalah sebuah privilese. Kita bersahaja karena terpaksa. Mereka sederhana karena ingin dipuji. Ini bukan perkara sikap membumi, melainkan soal strategi branding agar tetap terlihat manusiawi di tengah ketimpangan ekonomi yang kian menjadi-jadi.

Memang, gaya hidup low profile adalah hak prerogatif. Namun, akan jadi ironi menyakitkan ketika bagi rakyat jelata, kemiskinan adalah garis takdir yang harus dijalani setiap hari. Sementara, bagi orang kaya dan kaum borjuis, itu hanyalah sebuah kostum game untuk terlihat berbeda.

Penulis: Paula Gianita

Editor: Yamadipati Seno

BACA JUGA Nasihat Orang Kaya Memang Banyak yang Menyesatkan: Niatnya Terinspirasi, Malah Jadi Pusing Sendiri

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 9 Februari 2026 oleh

Tags: gaya hidup orang kayakaum borjuismarie antoinetteMiskinorang kayarakyat jelataslumming
Paula Gianita Primasari

Paula Gianita Primasari

ArtikelTerkait

Hierarki Penyebutan Orang Meninggal dalam Bahasa Jawa

Kematian Orang Kaya yang Dikomentari ‘Harta Tidak Dibawa Mati’ Itu Ngeselin

4 November 2020
pepatah lama, Orang Paling Kaya di Desa Saya Adalah yang Paling Tidak Banyak Gaya

Orang Paling Kaya di Desa Saya Adalah yang Paling Tidak Banyak Gaya

25 Maret 2020
First Class Sebagai Citra Diri Orang Kaya

First Class Sebagai Citra Diri Orang Kaya

13 Februari 2020
Nasihat Orang Kaya Memang Banyak yang Menyesatkan: Niatnya Terinspirasi, Malah Jadi Pusing Sendiri

Nasihat Orang Kaya Memang Banyak yang Menyesatkan: Niatnya Terinspirasi, Malah Jadi Pusing Sendiri

27 Juli 2023
Butuh HP Android Murah? Lirik Ponsel Zaman Old untuk Alternatif di Tengah Pandemi! Memangnya Ada Stiker Miskin Kalau Pakai HP Xiaomi dan Sepeda Motor Beat?

Memangnya Ada Stiker Miskin Kalau Pakai HP Xiaomi dan Sepeda Motor Beat?

12 November 2019
Gereja Adalah Tempat Nongkrong Wanita Sosialita pada Masa VOC terminal mojok.co

Gereja Adalah Tempat Nongkrong Wanita Sosialita pada Masa VOC

2 November 2020
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Perpustakaan Kota Batu salah satu tempat terbaik di kota ini, sayang belum banyak orang yang tahu dan mengunjunginya Mojok.co

Perpustakaan Kota Batu salah satu tempat terbaik di kota ini, sayang belum banyak orang yang tahu dan mengunjunginya

19 Juli 2026
Seminggu buka jastip sudah cukup membuat saya paham kenapa jastiper sering pasang fee mahal

Seminggu buka jastip sudah cukup membuat saya paham kenapa jastiper sering pasang fee mahal

18 Juli 2026
Pengalaman mencicipi nasi goreng kuah Bang Tommy: kuliner Kediri yang aneh, tapi enak Mojok.co

Pengalaman mencicipi nasi goreng kuah Bang Tommy: kuliner Kediri yang aneh, tapi enak

17 Juli 2026
Pengalaman buruk menggunakan layanan BPJS di RS UNAIR: antre lama, sistem tidak jelas, beda dengan pelayanan swasta

Pengalaman buruk menggunakan layanan BPJS di RS UNAIR: antre lama, sistem tidak jelas, beda dengan pelayanan swasta

20 Juli 2026
4 alasan Alun-alun Tegal jadi tempat jogging favorit warga Mojok.co

4 alasan Alun-alun Tegal jadi tempat jogging favorit warga

21 Juli 2026
13 Tabiat Mahasiswa KKN yang Dibenci Warga Desa, Jangan Dilakukan atau Kalian Jadi Musuh Bersama Mojok.co

Apa salahnya mahasiswa kkn di kota? Mereka sedang belajar, bukan cuma nyari enak

20 Juli 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=6Xo_K0G3FRg


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.