Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kampus

4 Salah Kaprah Jurusan Sejarah yang Terlanjur Melekat dan Dipercaya Banyak Orang

Nasrulloh Alif Suherman oleh Nasrulloh Alif Suherman
18 November 2025
A A
4 Salah Kaprah Jurusan Sejarah yang Terlanjur Melekat dan Dipercaya Banyak Orang Mojok.co

4 Salah Kaprah Jurusan Sejarah yang Terlanjur Melekat dan Dipercaya Banyak Orang (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Saya lulusan Jurusan Sejarah dan kerap dipandang sebelah mata. Sebenarnya anggapan ini sudah melekat sejak awal saya masuk jurusan ini. Orang-orang langsung meragukan jurusan dan bertanya, “Nanti kerjanya apa?” atau “Palingan jadi penjaga museum atau guru, ya?”

Awalnya saya menanggapinya dengan guyonan saja. Tapi, lama-lama kesal juga mendengarnya. Selalu diulang-ulang setiap bertemu dengan orang baru. Bayangkan saja, orang yang saya jumpai berbeda-beda, tapi pertanyaannya template. 

Saya sadar, hal ini terjadi karena orang-orang banyak yang belum mengerti soal jurusan ini. Sejak di masa sekolah, disiplin ini pun dianggap paling membosankan karena berkutat  hanya pada hafalan dan cerita.

Sebagai orang yang sudah lulus dari jurusan ini, saya akan jelaskan beberapa salah kaprah soal Jurusan Sejarah yang terlanjur dipercaya banyak orang. Niat saya sederhana, supaya kami tidak lagi dianggap sebagai sekumpulan orang-orang yang tidak bisa move on.

#1 Jurusan sejarah dianggap hanya menghafal peristiwa bersejarah

Banyak orang-orang berpandangan, Jurusan Sejarah hanya berisi hafalan saja. Kalau tidak menghafal nama tokoh, lokasi, atau tanggal terjadinya peristiwa. Seakan-akan kami hanya belajar untuk mengingat saja. Anggapan ini tentu ngawur sekali. Jurusan Sejarah bukan hanya soal menghafal.

Di Jurusan Sejarah, kami bukan hanya belajar menghafal, melainkan analisis mendalam terhadap satu peristiwa. Kami juga mempelajari cara mengenali sumber yang valid dan kredibel, lalu membaca konteks dari berbagai perspektif. Mulai dari budaya, sosial, politik, dan lain sebagainya. Setelah itu, barulah belajar menginterpretasikan peristiwa tersebut.

Kalau hanya menghafal, akan banyak lahir peristiwa bersejarah dari berbagai versi yang tidak bisa dipertanggungjawabkan. Analisis adalah kunci penting dalam belajar sejarah, bukan hafalan. Hafalan hanya potongan kecil dalam Jurusan Sejarah.

#2 Dianggap hanya mengingat masa lalu dan alergi pada masa depan

Ini adalah salah kaprah paling menyebalkan yang pernah saya dengar. Saya pernah dibilang sebagai pengingat masa lalu dan alergi dengan masa depan. Saya dianggap tidak bisa dewasa karena mempelajari masa lampau, bukannya fokus pada masa depan.

Baca Juga:

Jurusan Ekonomi Menyelamatkan Saya dari Jurusan Kedokteran yang seperti Robot

8 Alasan Jurusan Psikologi Pantas Disebut Jurusan Paling Green Flag

Tolonglah, klaim itu sungguh tidak adil. Masak saya langsung dihakimi sebagai orang yang nggak dewasa dan fokus ke masa depan? Belajar sejarah justru mencegah kejadian buruk di masa lampau tidak terulang lagi di masa depan. Sejarah justru jadi alat penting untuk memahami masa kini.

Kita bisa pelajari polanya di masa lampau. Mulai dari akar konflik, perkembangan ekonomi, dinamika politik, sampai perubahan budaya. Dengan belajar sejarah, kita bisa mencegah kebijakan publik yang merugikan masyarakat karena pernah terjadi di masa lampau, misalnya.

#3 Kuliah Jurusan Sejarah itu cenderung santai dan mudah

Saya pernah dengar kalau kuliah Jurusan Sejarah itu santai dan mudah. Mudah dari mana coba? Setiap hari harus mencari sumber yang valid dan dapat dipercaya kredibilitasnya. Mencari arsip dan naskah kuno itu perlu waktu yang lama karena sulit ditemukan. Belum lagi kalau bahasanya asing, harus diterjemahkan terlebih dahulu.

Menulis analisisnya juga nggak cukup 5 menit. Perlu konsistensi waktu dan ketelitian untuk membuktikan bahwa setiap sumber dan argumen berbasis bukti yang benar. Kalau tidak, dianggap mengada-ada dan kisah dongeng.

Jangan dipikir mudah karena di permukaan taunya hanya menghafal saja. Kenyataannya tidak semudah itu. Andai saja bisa semudah itu, saya juga mau. Sayangnya, nggak mudah sama sekali, Bang.

#4 Bukan ilmu praktis dan tidak menguntungkan

Terakhir, barangkali ini adalah stigma yang paling sering didengar saat masuk Jurusan Sejarah. Mempelajari sejarah seakan-akan dianggap sebagai hobi, jadi tidak semestinya dipelajari sebagai sebuah disiplin di perkuliahan. Hanya karena tidak menghasilkan benda, teknologi baru, atau barang yang bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari.

Akan tetapi, belajar di Jurusan Sejarah justru memberikan cara berpikir yang terstruktur, kemampuan membaca pola, sebab dan akibat, konflik sosial yang terjadi di tengah masyarakat. Termasuk, menganalisis perubahan jangka panjang. Hal-hal yang diperlukan di zaman semuanya serba kacau. Data melimpah, tapi informasinya simpang siur dan seringkali keputusan mengelola data tersebut sembrono.

Sejarah jadi ilmu yang praktis dan sangat berguna apabila dikaitkan dengan analisis, riset, data, literasi, dan membaca manusia. Hal inilah yang membuat manusia tetap menjadi humanis. Tapi, dengan segala kelebihan tersebut, ilmu sejarah tetap dianggap kurang berguna, mungkin karena beberapa pihak yang merasa terganggu dengan keberadaannya ya. Pihak yang ingin masa kelamnya dihapus, dianggap tidak ada, dan menyangkal pernah melakukannya. Bahkan, dengan lantangnya menganggap sejarah sebagai rumor tanpa bukti. Mungkin itu mengapa, pihak yang zalim begitu takut dengan orang yang paham akan sejarah.

Penulis: Nasrulloh Alif Suherman
Editor: Kenia Intan

BACA JUGA 4 Salah Kaprah tentang Jurusan Ilmu Politik yang Sudah Terlanjur Dipercaya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

 

Terakhir diperbarui pada 18 November 2025 oleh

Tags: ilmu sejarahjurusanjurusan sejarahsejarah
Nasrulloh Alif Suherman

Nasrulloh Alif Suherman

Alumni S1 Sejarah Peradaban Islam UIN Jakarta. Penulis partikelir di selang waktu. Sangat menyukai sejarah, dan anime. Kadang-kadang membuat konten di TikTok @waktuselang.

ArtikelTerkait

Jatuh Cinta Berkali-kali pada Lasem Rembang, Kecamatan dengan Sejarah Jaringan Perdagangan Candu

Jatuh Cinta Berkali-kali pada Lasem Rembang, Kecamatan dengan Sejarah Jaringan Perdagangan Candu

13 Januari 2024
Stasiun Kendal: Pernah Berjaya di Masa Kolonial, Redup Ditelan Pembangunan Massal

Stasiun Kendal: Pernah Berjaya di Masa Kolonial, Redup Ditelan Pembangunan Massal

18 Agustus 2023
5 Jurusan Kuliah yang Sepi Peminat padahal Karier dan Gajinya Menggiurkan

5 Jurusan Kuliah yang Sepi Peminat padahal Karier dan Gaji Menggiurkan Capai Dua Digit per Bulan

2 Mei 2025
lulusan jurusan sejarah kerja di mana mojok

Jangankan Mendapat Pekerjaan, Lulus dari Jurusan Sejarah Saja Susah

26 Agustus 2021
Daerah Sukamiskin Bandung Bukan Berarti Rakyatnya Senang Kemiskinan terminal mojok

Daerah Sukamiskin Bandung Bukan Berarti Warganya Senang Kemiskinan

9 November 2021
Sejarah dan Misteri Jeritan Minta Tolong di Jembatan Merah Surabaya

Sejarah dan Misteri Jeritan Minta Tolong di Jembatan Merah Surabaya

10 Oktober 2022
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

5 Alasan Freelance Lebih Menguntungkan untuk Mencari Uang di Tahun 2025

Dear Penipu Lowongan Freelance, yang Kami Butuhkan Itu Bayaran Nyata, Bukan Iming-iming Honor Besar dari Top-Up Biaya Deposit!

2 April 2026
Kata Siapa Tinggal di Gang Buntu Itu Aman dan Nyaman? Rasakan Sensasinya Ketika Gang Buntu itu Ditumbuhi Kos-kosan

Kata Siapa Tinggal di Gang Buntu Itu Aman dan Nyaman? Rasakan Sensasinya Ketika Gang Buntu itu Ditumbuhi Kos-kosan

1 April 2026
Aturan Tidak Tertulis Punya Motor di Sidoarjo, Hindari Warna Putih kalau Tidak Mau Repot Mojok.co

Aturan Tidak Tertulis Punya Motor di Sidoarjo, Hindari Warna Putih kalau Tidak Mau Repot 

6 April 2026
Warung Makan Padang di Jawa Banyak yang Ngawur. Namanya Saja yang “Padang”, tapi Jualannya Lebih Mirip Warteg Mojok.co

Warung Makan Padang di Jawa Banyak yang Ngawur. Namanya Saja yang “Padang”, tapi Jualannya Lebih Mirip Warteg

5 April 2026
Warga Pasar Minggu Jaksel Adabnya Nol Besar di Jalanan, Pantas Menyandang Gelar Paling Nggak Taat Aturan Lalu Lintas Mojok.co

Warga Pasar Minggu Jaksel Adabnya Nol Besar di Jalanan, Pantas Menyandang Gelar Paling Nggak Taat Aturan Lalu Lintas

6 April 2026
TPU Jakarta Timur yang Lebih Mirip Tempat Piknik daripada Makam Bikin Resah, Ziarah Jadi Nggak Khusyuk Mojok.co

TPU Jakarta Timur yang Lebih Mirip Tempat Piknik daripada Makam Bikin Resah, Ziarah Jadi Nggak Khusyuk 

6 April 2026

Youtube Terbaru

https://youtu.be/AXgoxBx-eb8?si=Oj6cw-dcHSgky7Ur

Liputan dan Esai

  • Warga Desa Sebenarnya Muak dengan Orang Kota yang Datang Buat Sok Slow Living: Arogan, Tak Membaur, Anggap Warga Asli Cuma “Figuran”
  • Saya Setuju Orang Jakarta Tak Akan Sanggup Slow Living di Desa Selama Masih Anti-Srawung, Modal Financial Freedom pun Tak Cukup
  • Kelas Menengah ke Bawah Harus Mawas Diri, Pemasukan Pas-pasan Gaya Hidup Jangan Pakai Standar dan Tren Media Sosial
  • WFH 1 Hari dalam Seminggu Cuma Bikin Pekerja Boncos dan Nggak Produktif, Lalu Di Mana Efisiensi Pemakaian Energinya?
  • Pekerja Jogja Pindah Kerja ke Purwokerto Nyari Slow Living, Tapi Dibuat Kaget sama Karakter Orang Banyumas karena di Luar Ekspektasi
  • Tinggalkan Mimpi Jadi Dokter karena Merasa Bodoh dan Miskin, Lulus dari Jurusan Kebidanan Unair Malah Bikin Hidup Lebih Bermakna

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.