Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Dear Para Pelanggan Ojol: Jika Belum Siap Dijemput, Jangan Order Dulu, Dong!

Seto Wicaksono oleh Seto Wicaksono
21 Desember 2019
A A
Dear Para Pelanggan Ojol: Jika Belum Siap Dijemput, Jangan Order Dulu, Dong!
Share on FacebookShare on Twitter

Saat pergi ke kantor, menggunakan jasa transportasi massal merupakan suatu rutinitas bagi saya. Mulai dari KRL yang keberangkatannya dari stasiun Bogor, sampai dengan stasiun Cawang. Setelahnya, saya terbiasa menggunakan transjakarta untuk menuju kantor di kawasan Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan. Namun, jika sudah kesiangan dan jalanan terlihat merah pekat menurut Google Maps, saya tidak akan ragu memesan ojol agar bisa sat-set, bat-bet—dan tidak telat tiba di kantor.

Ketika pesan ojol—khususnya di stasiun—pada dasarnya kita sebagai pelanggan harus memahami posisi driver sedang berada di mana, karena di beberapa titik sering ada polisi yang berjaga untuk menertibkan lalu lintas atau ojek pangkalan yang sering kali melarang ojol menjemput penumpang di kawasan mereka. Jadi, baiknya saling memahami saja soal titik penjemputan, agar sama-sama nyaman. Toh, pada dasarnya antara driver ojol dan penumpang saling membutuhkan satu sama lain.

Saya sendiri biasa menanyakan terlebih dulu ke driver ojol perihal titik penjemputan, agar saya yang menghampiri ke lokasi tersebut. Setelah bertemu dengan driver, saya membuka obrolan dengan menunjukan arah jalan ke kantor yang biasanya lebih nyaman dan lancar.

Pagi ini, ketika saya menggunakan jasa ojol dan sedang dalam perjalanan menuju kantor, Abang driver membuka suatu obrolan yang bagi saya terdengar seperti sambat. Saya sih selalu terbuka untuk segala obrolan—termasuk sambat dan misuh—apalagi driver tersebut kelihatannya sedang mangkel atas apa yang terjadi sebelum mengantar saya.

Diceritakan olehnya, dia merasa mangkel atas kelakuan penumpang yang memesan jasanya. Dalam aplikasi, titik penjemputan penumpang adalah di rumahnya yang berada di kawasan Jakarta Selatan. Pada poin itu tidak ada masalah sama sekali, di mana pun itu, toh sudah menjadi kewajiban para driver ojol menjemput calon penumpangnya di titik penjemputan sesuai aplikasi.

Kemudian, yang menjadi masalah adalah ketika driver ojol sudah sampai di depan rumahnya, namun ketika di-chat via aplikasi tidak ada respons sama sekali. Ditambah driver tersebut sedang tidak ada pulsa reguler untuk menghubungi via telepon. Sampai akhirnya sang driver memutuskan membeli pulsa terlebih dahulu. Momen tersebut semakin membuat mangkel, karena setelah coba ditelepon pun, penumpang tidak merespons. Padahal sudah ditunggu selama 30 menit! Abang ojol merasa serba salah, mau di-cancel nanti performa akan turun dan khawatir sulit mendapatkan orderan. Tapi, jikalau ditunggu, harus berapa lama lagi?!

Akhirnya, menurut Abang ojol, sekira pada menit ke-35 setelah lamanya menunggu, penumpang tersebut keluar dari rumahnya dan meminta maaf. Penumpang tersebut mengaku baru bersiap mandi ketika memesan ojol. Setelah mendengar alasannya, saya pun ikut-ikutan mangkel. Maksud saya, kenapa sih harus memesan ojol ketika belum siap? Masalahnya, keluhan seperti ini bukan hanya sekali dua kali saya dengar dari beberapa driver ojol.

Pada lain kesempatan, diceritakan pula ada penumpang yang bahkan masih di dalam kereta, tepatnya stasiun Pasar Minggu, tapi sudah memesan ojol dan titik penjemputannya di stasiun Cawang. Lha gimana, sebelum tiba di titik penjemputan, penumpang harus melewati dua stasiun lebih dulu. Kenapa harus pesan dari jauh? Padahal, di setiap stasiun hampir selalu banyak armada ojol. Jadi, nggak perlu khawatir susah dapat ojol.

Baca Juga:

4 Keistimewaan Jadi Driver Ojol yang Saya Yakin Nggak Dirasakan Pekerja Lain

8 Istilah Bahasa Jawa yang Masih Bikin Sesama Orang Jawa Salah Paham

Ada apa dan kenapa sih dengan para pelanggan yang seperti itu? Apa mereka tidak tahu, durasi menunggu itu bagi para driver ojol itu sangat berarti? Atau malah tidak mau tahu? Begini, dengan waktu 30 menit—atau bahkan lebih—ada hal lain yang bisa dilakukan oleh driver ojol dibanding hanya menunggu tanpa jawaban juga kepastian. Sebab, dari penuturan driver yang saya tumpangi, dia sih nggak masalah nunggu selama 30 menitan, terpenting diberi kabar lebih dulu. Bukan tidak ada kabar sama sekali. Malah, bisa jadi dengan waktu sekian menit, sang driver bisa menuntaskan satu orderan.

Biar pun ada pepatah bahwa rezeki nggak ke mana, tapi, sambat sekaligus misuh pun menjadi hak siapa saja, kan, apalagi jika memang ada kekecewaan yang disebabkan oleh kelalaian orang lain. Dalam hal ini, para pengguna ojol.

Saran saya bagi para pelanggan, pesan lah ojol ketika memang sudah siap. Jangan buat para driver menunggu terlalu lama. Kalaupun harus menunggu, beri kabar kepada para driver. Entah melalui chat atau telepon. Agar mereka bisa membuat estimasi dan tidak merasa diabaikan. Kalau sudah tahu menunggu itu membosankan dan tidak mengenakan, jangan buat orang lain merasakan hal tersebut, Mz, Mb.

BACA JUGA Hey Customer Ojol, Driver Grab dan Gojek Itu Bukan Babu! atau tulisan Seto Wicaksono lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 21 Desember 2019 oleh

Tags: gojekojol
Seto Wicaksono

Seto Wicaksono

Kelahiran 20 Juli. Fans Liverpool FC. Lulusan Psikologi Universitas Gunadarma. Seorang Suami, Ayah, dan Recruiter di suatu perusahaan.

ArtikelTerkait

11 Potret Menyedihkan Menjadi Driver Ojol Perempuan (Unsplash)

11 Potret Menyedihkan Menjadi Driver Ojol Perempuan

22 Oktober 2025
Ibu Rumah Tangga dan Ojol juga Berhak untuk Kuliah, Universitas Terbuka Menerima Tanpa Batasan Apa pun! Mojok.co

Ibu Rumah Tangga dan Ojol juga Berhak untuk Kuliah, Universitas Terbuka Menerima Tanpa Batasan Apa pun!

29 Desember 2025
ojol dan angkot

Pilih Kasih sama Ojol dan Angkot yang Sebetulnya Sama-sama Susah

21 Desember 2021
kenaikan tarif ojol

Menanggapi Kenaikan Tarif Ojol: Demi Pendapatan Driver yang Lebih Baik dan Para Pelanggan yang Setia Menggunakan Jasanya

10 Agustus 2019
Taksi Bandara Laku karena Penumpang Tak Punya Opsi Lain, Beda Cerita kalau Punya, Dilirik Saja Tidak

Taksi Bandara Laku karena Penumpang Tak Punya Opsi Lain, Beda Cerita kalau Punya, Dilirik Saja Tidak

10 Januari 2024
Penerapan Sistem One Way Ponorogo Cenderung Maksa dan Bikin Ruwet

Penerapan Sistem One Way Ponorogo Cenderung Maksa dan Bikin Ruwet

28 Februari 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Inspektor Mobil Bekas, Orang yang Menentukan Nasib Mobilmu, Berakhir Masuk Neraka Bernama Bengkel, atau Hidup Bahagia Tanpa Onderdil Rusak

Inspektor Mobil Bekas, Orang yang Menentukan Nasib Mobilmu, Berakhir Masuk Neraka Bernama Bengkel, atau Hidup Bahagia Tanpa Onderdil Rusak

12 Maret 2026
Yamaha Vega Force: Takhta Tertinggi Motor Entry Level yang Tak Boleh Dilewatkan

Yamaha Vega Force: Takhta Tertinggi Motor Entry Level yang Tak Boleh Dilewatkan

9 Maret 2026
Lulus S2 dan Masih Dituntut Merantau ke Jakarta oleh Keluarga, padahal Peluang Jadi Akademisi di Surabaya Nggak Kalah Menarik Mojok.co

Lulusan S2 Masih Dituntut Merantau ke Jakarta oleh Keluarga, Seolah-olah Nggak Ada Harapan Jadi Akademisi di Surabaya

10 Maret 2026
Dosen Muda Memang Asyik, tapi (Maaf) Saya Lebih Percaya Diajar Dosen Tua Mojok.co

Dosen Muda Memang Asyik, tapi (Maaf) Saya Lebih Percaya Diajar Dosen Tua

8 Maret 2026
Honda Stylo Motornya Orang Kaya Waras yang Ogah Beli Vespa Matic Overprice, tapi Nggak Level kalau Cuma Naik BeAT dan Scoopy Mojok.co

Honda Stylo Motornya Orang Kaya yang Ogah Beli Vespa Matic Overprice, tapi Nggak Level kalau Cuma Naik BeAT atau Scoopy

13 Maret 2026
Lebaran Membosankan Adalah Fase Pendewasaan yang Pahit (Unsplash)

Lebaran Membosankan Adalah Fase Pendewasaan yang Lebih Pahit dari Obat Puyer

12 Maret 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=1k7EQFkTWIM

Liputan dan Esai

  • ICW: Usut Tuntas Kekerasan “Brutal” terhadap Andrie Yunus, Indikator Bahaya untuk Pemberantasan Korupsi
  • User iPhone 11 Dicap Kuno dan Aneh karena Tak Mau Upgrade, Pilih Dihina Miskin daripada Pusing Dikejar Pinjol
  • Nasib Selalu Kalah kalau Adu Pencapaian: Malu Gini-gini Aja, Sialnya Punya Keluarga Bajingan yang Tak Bakal Apresiasi Usaha
  • Gara-gara Tuntutan, Nekat Jadi Orang Kaya Palsu: “Hambur-hamburkan” Uang demi Cap Sukses padahal Dompet Menjerit
  • Makanan Khas Jawa Timur di Jogja yang Paling Bikin Perantau Surabaya Menderita: Kalau Nggak Niat Mending Nggak Usah Jualan, Bikin Kecewa
  • Blok M dan Jakarta Selatan Aslinya Banyak Jamet tapi Dianggap Keren, Kalau Orang Kabupaten dan Jawa Eh Dihina-hina

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.