Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Ironi Puncak Pulek Cilacap: ramai dikunjungi karena viral, padahal area privat

Crisfanny Ariyadhana oleh Crisfanny Ariyadhana
15 Juli 2026
A A
Ironi Puncak Pulek Cilacap: Ramai Dikunjungi karena Viral, padahal Area Privat

Ironi Puncak Pulek Cilacap: Ramai Dikunjungi karena Viral, padahal Area Privat (Dokumentasi pribadi)

Share on FacebookShare on Twitter

Warga Kabupaten Cilacap dan sekitarnya sedang dihebohkan oleh satu tempat dengan panorama yang indah, yakni Puncak Pulek. Secara spesifik, Puncak Pulek berada di area Perbukitan Pulek, Desa Karangreja, Kecamatan Cipari, Kabupaten Cilacap.

Puncak ini cukup tinggi dan memiliki area terbuka yang cukup luas. Karena itu, Puncak Pulek menyajikan pemandangan alam yang memukau dengan sangat jelas: Gunung Slamet, hamparan perbukitan, matahari terbit, dan matahari terbenam.

ADVERTISEMENT

Hal itulah yang kemudian membuat Puncak Pulek menjadi viral dan jadi destinasi utama bagi warga Kabupaten Cilacap dan sekitarnya. Pengunjung umumnya terbagi ke dalam dua kategori: 1) pengunjung yang datang pada pagi buta untuk melihat matahari terbit, dan 2) pengunjung yang datang pada sore hari untuk melihat matahari terbenam.

Akan tetapi, ada ironi yang sangat melekat dengan objek yang ramai dibicarakan sejak beberapa minggu terakhir ini. Area Perbukitan Pulek bukan area publik, melainkan area privat yang tanahnya dimiliki oleh sebuah perusahaan agribisnis swasta. Hal ini tercantum jelas di papan reklame yang dipasang oleh pihak perusahaan di dekat Puncak Pulek Cilacap.

Puncak Pulek bukan tempat umum!

Papan reklame tersebut dengan jelas memperingatkan bahwa area Perbukitan Pulek bukanlah area wisata umum. Selain itu, papan tersebut juga memuat beberapa larangan yang berorientasi pada keselamatan tanaman dan lahan perkebunan. Meskipun demikian, para pengunjung seakan-akan tidak menganggap keberadaan papan peringatan tersebut. Hal ini terlihat dari jumlah pengunjung yang terus bertambah dari hari ke hari.

Kondisi tersebut dimanfaatkan dengan baik oleh warga maupun dinas setempat. Para warga memanfaatkan keadaan dengan berjualan di sekitar akses atau jalan masuk ke perbukitan. Para warga juga mengenakan biaya masuk sebesar dua ribu rupiah per orang. Di sisi lain, dinas setempat pun ikut unjuk muka dengan mengadakan bazar UMKM.

Saya sendiri sempat mengunjungi Puncak Pulek Cilacap pada sore hari untuk mencari tahu bagaimana keadaan sesungguhnya dari tempat yang jadi perbincangan hangat itu–saking seringnya dibicarakan oleh orang, saya sampai muak tiap mendengar kata “pulek”. Ternyata, tempat tersebut sesuai dengan ekspektasi saya: dijadikan tempat untuk praktik pungutan liar (pungli), banyak sampah berserakan, dan banyak pengunjung yang menginjak lahan perkebunan. Adapun praktik pungli dalam hal ini berkaitan dengan tarif bagi pengunjung yang dipatok oleh warga sekitar.

Saya harus mengatakan bahwa mayoritas pengunjung sama sekali tidak memedulikan papan peringatan yang ada. Banyak dari pengunjung yang sengaja mengambil jalan pintas melewati lahan perkebunan yang notabene digunakan oleh para petani setempat. Bahkan, kondisi lingkungan yang penuh sampah juga mengindikasikan bahwa banyak pengunjung yang dengan sengaja membuang sampah sembarangan.

Baca Juga:

Dulu Malu Bilang Orang Kebumen, Sekarang Malah Bangga: Transformasi Kota yang Bikin Kaget

Benteng Pendem Cilacap: Tempat Wisata Penjajahan Kolonial yang Aura Mengerikannya Masih Amat Terjaga

Kenapa bisa terjadi?

Kondisi ini dapat terjadi karena warga dan dinas setempat, secara tidak langsung, ikut mendukung dan mempromosikan Puncak Pulek Cilacap. Kondisi ini pun diperparah dengan masifnya penyebaran informasi tentang Puncak Pulek sehingga area tersebut menjadi viral dan dikunjungi oleh banyak orang.

Warga dan dinas terkait seharusnya lebih memperhatikan status dari area Puncak Pulek yang notabene merupakan area privat perusahaan. Jika area tersebut memang diperbolehkan untuk dijadikan tempat wisata umum, warga dan dinas terkait semestinya mengelola tempat tersebut secara sungguh-sungguh dengan memperhatikan berbagai aspek.

Akan tetapi, realitas yang ada justru berbanding terbalik dengan yang seharusnya terjadi. Warga dan dinas setempat, menurut saya, hanya memanfaatkan “keviralan” dari Puncak Pulek Cilacap tanpa memperhatikan dan memedulikan aspek penting lainnya. Akhirnya, area tersebut pun dipenuhi sampah dan banyak tanaman serta lahan perkebunan yang rusak akibat diinjak-injak oleh pengunjung.

Penulis: Crisfanny Ariyadhana
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Kabupaten Cilacap: Kabupaten yang Membingungkan, tapi Tetap Jadi Kabupaten Terbaik untuk Ditinggali

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 15 Juli 2026 oleh

Tags: cilacappuncak pulek cilacaptempat viral cilacap
Crisfanny Ariyadhana

Crisfanny Ariyadhana

Seseorang yang mencoba untuk hidup, menjadi normal, dan berkontribusi kepada negeri.

ArtikelTerkait

Stasiun Gumilir Cilacap, Stasiun Kecil yang Bikin Saya Bisa Hemat Setengah Juta Lebih Saat Mudik ke Cilacap dari Solo Balapan

Stasiun Gumilir Cilacap, Stasiun Kecil yang Bikin Saya Bisa Hemat Setengah Juta Lebih Saat Mudik ke Cilacap dari Solo Balapan

6 Februari 2025
Wajah Baru Terminal Karangpucung Cilacap: Lebih Modern, Jauh dari Kata Usang dan Mengenaskan

Wajah Baru Terminal Karangpucung Cilacap: Lebih Modern, Jauh dari Kata Usang dan Mengenaskan

10 April 2024
Saya Bangga Setengah Mati Lahir dan Besar di Kebumen (Unsplash)

Dulu Malu Bilang Orang Kebumen, Sekarang Malah Bangga: Transformasi Kota yang Bikin Kaget

10 Desember 2025
Kroya Kerap Diremehkan padahal Jadi Pondasi Penting Cilacap Timur

Kroya Kerap Diremehkan padahal Jadi Pondasi Penting Cilacap Timur

21 Mei 2024
Kereta Api Sancaka Utara, Kereta Penolong Warga Pantura untuk Menjangkau Daerah Selatan

Kereta Api Sancaka Utara, Kereta Penolong Warga Pantura untuk Menjangkau Daerah Selatan

5 Februari 2025
Jalur Alas Kubangkangkung Cilacap, Jalan Menuju Dimensi Lain yang Cocok untuk Uji Nyali

Jalur Alas Kubangkangkung Cilacap, Jalan Menuju Dimensi Lain yang Cocok untuk Uji Nyali

24 September 2023
Muat Lebih Banyak


Terpopuler Sepekan

Tegalrejo, kecamatan uderrated di pinggiran Kota Jogja yang ternyata punya banyak cerita Mojok.co

Tegalrejo, kecamatan underrated di pinggiran Kota Jogja yang ternyata punya banyak cerita

20 Agustus 2026
Setahun merantau di Medan membuat saya bersyukur akhirnya bisa pulang ke Surabaya Mojok.co

Setahun merantau di Medan membuat saya bersyukur akhirnya bisa pulang ke Surabaya

21 Agustus 2026
KUA jangan cuma mengejar Gen Z untuk menikah, tolong kasih paham juga tetangga dan ortu yang hobi menghitung mahar Mojok.co

KUA jangan cuma mengejar Gen Z untuk menikah, tolong kasih paham juga tetangga dan ortu yang hobi menghitung mahar

20 Agustus 2026
Gubernur Jabar Dedi Mulyadi menyepelekan mahasiswa Administrasi Pemerintahan bukti dia keliru memahami jurusan ini Mojok.co

Gubernur Jabar Dedi Mulyadi menyepelekan mahasiswa Administrasi Pemerintahan bukti dia keliru memahami jurusan ini 

22 Agustus 2026
In this economy punya rumah warisan itu repot, dipertahankan butuh duit, dijual susah laku Mojok.co

In this economy punya rumah warisan itu repot, dipertahankan butuh duit, dijual susah laku

26 Agustus 2026
Saya gagal kerja di Bandung dan Jakarta karena terhalang restu orang tua, kadang sedih, tapi sudah bisa menerima takdir

Saya gagal kerja di Bandung dan Jakarta karena terhalang restu orang tua, kadang sedih, tapi sudah bisa menerima takdir

26 Agustus 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=vCYB_q60eug


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.