Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Tips Plesir Kala Malam di Jogja Naik GoRide Menikmati Kota Warisan Budaya Tanpa Menjadi Tua di Jalanan

Yamadipati Seno oleh Yamadipati Seno
6 Juli 2026
A A
Tips Plesir Kala Malam di Jogja Naik GoRide (Unsplash)

Tips Plesir Kala Malam di Jogja Naik GoRide (Unsplash)

Share on FacebookShare on Twitter

Menikmati Jogja saat malam hari membutuhkan strategi cerdas. Menolak tunduk pada kemacetan dengan pakai GoRide adalah keputusan terbaik.

Medio 2012 hingga 2013, intensitas saya untuk keluar malam cukup tinggi. Setiap hari, sekitar pukul 23 saya baru selesai menulis untuk sebuah proyek buku bertema budaya. Dulu, malam hari di Jogja menawarkan ketenangan yang syahdu. 

ADVERTISEMENT

Kadang saya hanya berkeliling saja di dalam kota. Dari Jalan Kaliurang, lurus ke selatan, lalu belok kanan menuju Rumah Sakit Sardjito. Jalanan sepi.

Kadang, saya mampir ke KFC Sudirman ketika waktu menunjukkan pukul 02:00. Saya memesan sup hangat, kentang goreng, dan es krim. Pukul 03:00 saya pulang dan tidur. Selama satu tahun, kegiatan tersebut bermanfaat untuk menenangkan pikiran dan menyegarkan diri setelah menulis sejak pagi.

Jogja hari ini

Sekarang? Begitu jarum jam menyentuh angka enam sore, jalanan kota langsung berubah menjadi lautan kendaraan. Mobil, motor, Trans Jogja, bus wisata, pesepeda, pelari kalcer, semua tumpah ruah memadati jalanan.

Kemacetan sering mengunci jalur-jalur utama yang menghubungkan pusat kota menuju Sleman dan Bantul. Jalan Kaliurang, Jalan Affandi, dan Jalan Parangtritis mendadak sesak oleh kendaraan.

Kadang saya membayangkan betapa susahnya bagi wisatawan yang ingin plesiran di dalam Kota Jogja. Sebetulnya, mau ke mana saja itu dekat. Semua lokasi wisata bisa kamu gapai hanya dengan naik motor. Namun, yang sebetulnya dekat, jadi terasa jauh karena kemacetan.

Sebagai pelaku “city ride kawakan”, saya punya satu solusi konkret. Lupakan kendaraan pribadi, buka aplikasi di hape dan pesan GoRide.

Baca Juga:

Cerita orang Muhammadiyah di tengah kultur NU Tegal yang kental: awalnya syok, lama-lama bisa ambil hikmahnya

3 kebiasan warga Tegal yang dahulu saya anggap aneh, tapi kini malah saya tiru

Keuntungan instan menjadi penumpang GoRide di Jogja

Beberapa hari yang lalu, saya ingin mengenang kembali. Semacam napak tilas riding di kala malam di Jogja. Namun, baru keluar rumah pukul 06:30 petang, saya mendadak malas membawa kendaraan sendiri. 

Kembali lagi, pikiran saya tertuju kepada wisatawan dan para pejuang rupiah di jalanan yang harus ekstra sabar menghadapi kemacetan karena membawa kendaraan pribadi. Jadi, “Kenapa tidak?” Ide itu muncul dengan cepat. Sepertinya bakal seru kalau saya plesiran di dalam kota tanpa membawa kendaraan pribadi. Saya memilih ojek online, GoRide.

Mengapa ojek online, khususnya GoRide, menjadi pahlawan penyelamat liburan malam di Jogja? Mantan petualang jalanan seperti saya bisa merangkumnya dalam tiga alasan logis:

Lincah menembus kemacetan

Sepeda motor memiliki kemampuan menyelip di antara deretan mobil yang mandek di Jalan Mataram atau Jalan Abu Bakar Ali. Terlebih lagi, driver Gojek biasanya menguasai ratusan “jalan tikus” yang tidak terdeteksi oleh Google Maps. Mereka tahu celah sempit untuk mengantar kamu sampai tujuan lebih cepat.

ADVERTISEMENT

Seperti yang saya bilang tadi. Jarak di beberapa titik di Jogja itu sebetulnya nggak terlalu jauh. Tapi, kamu hanya akan buang waktu kalau bawa mobil. Sudah macet, kamu akan sulit mencari parkir di titik-titik wisata kalcer khas Kota Jogja. Di bawah nanti saya kasih rekomendasi.

Bebas stres berburu parkir di jalanan Jogja 

Mencari tempat parkir mobil di sekitar Malioboro atau Tugu saat malam hari membutuhkan sebuah “mukjizat”. Dengan GoRide, kamu tinggal turun tepat di depan lokasi tujuan, membayar ongkos yang murah, dan langsung bisa menikmati suasana.

Terlebih di Tugu, kamu bakal susah untuk putar balik kalau membawa kendaraan pribadi seperti mobil. Pakai motor memang yang paling ideal. Supaya kamu nggak khawatir, saran saya, naik ojek online saja.

Obrolan yang bermanfaat

Driver Gojek itu sumber informasi terbaik kalau kamu mau city ride atau wisata di dalam Kota Jogja. Mereka nggak hanya tahu jalan terbaik dan tercepat menuju lokasi. Kamu akan kaget mereka sampai tahu perbedaan harga antara satu resto dengan lainnya. Bahkan ada yang bisa menjelaskan soal rasa makanan, minuman, dan perkopian.

Selain itu, yang menarik dari Gojek sekarang adalah munculnya fitur Jalan Jalan.

Fitur Jalan Jajan dari Gojek adalah kurasi destinasi wisata dan kuliner lokal yang terintegrasi langsung dengan transportasi (GoRide/GoCar) dan pesan-antar makanan (GoFood). 

Fitur ini memudahkan bakal memudahkan kamu merencanakan liburan “satset” dengan rekomendasi tempat terbaik di sekitar Jogja.

Menurut saya, ini sangat menarik karena rekomendasinya terkurasi dengan baik. Kamu akan menemukan daftar tempat wisata dan kuliner lokal autentik yang sudah disusun khusus agar liburan lebih praktis.

Sudah begitu, fitur ini juga terintegrasi dengan pemesanan. Kamu bisa pesan kendaraan (GoRide atau GoCar) secara langsung dari halaman rekomendasi lokasi, termasuk penggunaan promo potongan harga.

Terakhir, bebas ribet. Kamu nggak perlu bingung mencari rute atau rekomendasi kuliner di Jogja karena semuanya sudah tersedia dalam satu aplikasi. 

Rute nostalgia kuliner malam di Kota Jogja 

Untuk membuktikan keampuhan trik ini, saya menyusun satu rute perjalanan malam (satu niche kuliner dan tempat nongkrong) di pusat kota. Tiga destinasi ini sangat berdekatan, namun memiliki tingkat kemacetan yang cukup bikin kamu merengut kalau bawa roda empat.

#1 Angkringan di kawasan Stasiun Tugu

Rumah saya di Baciro, dekat sekali dengan Stadion Mandala Krida. Kalau naik motor, dari Baciro ke sekitaran Stasiun Tugu, paling cuma 10 menit.

Sekitaran Stasiun Tugu menjadi titik awal yang sempurna untuk memulai perjamuan malam saat hari masih sore. Kawasan sekitar Stasiun Tugu selalu memanen kemacetan parah karena pertemuan arus kendaraan dari arah Jalan Pasar Kembang. Pengendara mobil bisa menghabiskan waktu 30 menit hanya untuk bergerak sejauh 200 meter di sini.

Kalau naik GoRide, kamu bisa melompati antrean mobil tersebut. Driver akan menurunkan kamu tepat di depan deretan tikar angkringan. 

Saran saya, pesan kopi joss sebagai salah satu ikon kuliner yang tak lekang oleh waktu. Sembari mencicipi nasi kucing dan sate-satean bakar, menikmati riuhnya suasana stasiun dan klakson mobil-mobil yang terjebak macet di seberang jalan. 

Nah, kan, kamu menang satu langkah!

#2 Pasar Kranggan lantai 2

Setelah puas di angkringan, menjelang pukul 08:00, bukalah aplikasi dan panggillah GoRide untuk menuju Pasar Kranggan. Jaraknya hanya beberapa ratus meter ke arah utara dari Tugu Jogja. 

Buat wisatawan yang membawa mobil, saran saya, mending tinggal saja di hotel. Kemacetan di sekitar Tugu-Kranggan-Sudirman-Pingit, khususnya di akhir pekan, ampuh bikin kesal. Nah, driver GoRide bisa mengantar kamu membelah kemacetan ini dengan cepat. 

Begitu sampai di Pasar Kranggan, langsung naik menuju lantai dua. Tempat ini menyajikan pemandangan yang unik. 

Jika lantai satu pasar sudah sepi dan gelap, lantai dua justru hidup oleh obrolan anak muda. Kreativitas lokal mengubah area pasar tradisional ini menjadi pusat kuliner malam kekinian. 

Kamu bisa menemukan kedai kopi artisan, toko kue premium, hingga makanan Jepang dengan harga yang sangat ramah. Pusat kuliner di sini buka sampai pukul 22:00.

#3 Kawasan Heritage Kotabaru

Untuk menutup “plesir kala malam” di Kota Jogja, mintalah driver GoRide mengarahkan motor menuju kawasan Kotabaru melalui Jembatan Teknik Kleringan atau Jembatan Kewek. 

Di kala akhir pekan dan jam prime time malam hari, jalur ini selalu padat. Kamu akan merasakan nikmatnya menembus kemacetan naik motor. Mobil-mobil bergerak merayap seperti siput, tetapi motor bisa melaju santai menyelip di sisi kiri jalan.

Kotabaru menawarkan atmosfer yang sangat berbeda dengan Malioboro. Kawasan ini mempertahankan tata ruang kuno dengan arsitektur rumah Indische peninggalan zaman Belanda. Lampu-lampu jalan yang temaram menerangi jalanan yang bersih.

Minta driver berhenti di sekitar Jalan Serayu atau Jalan Nyoman Oke. Di sepanjang trotoar ini, para penjual wedang ronde tradisional dan susu segar menggelar lapak mereka. 

Menyeruput wedang ronde yang hangat di bawah rindangnya pohon-pohon besar Kotabaru akan mengunci petualangan malam Anda dengan perasaan tenang.

Kenapa harus naik ojek online

Menikmati Jogja saat jam prime time malam hari membutuhkan strategi cerdas. Menolak tunduk pada kemacetan dengan cara bermigrasi dari kabin mobil ke jok belakang GoRide adalah keputusan terbaik yang bisa wisatawan lakukan.

Selain menghemat waktu dan biaya, city ride bersama ojek online memberi kamu kesempatan untuk merasakan angin malam, melihat lampu kota tanpa sekat kaca, dan menjelajahi surga kuliner jantung kota secara efisien. 

Jadi, simpan kunci mobil, dan mari kita jelajahi Kota Jogja dengan cara yang lebih bebas!

Penulis: Yamadipati Seno

Editor: Yamadipati Seno

BACA JUGA 20 Rekomendasi Wisata Jogja yang Harus Segera Kamu Kunjungi Kapan Saja karena Semuanya Bikin Betah dan Kangen

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 6 Juli 2026 oleh

Tags: gocargojekGoRidejalan jalan gojekjembatan kewekJogjakotabarukuliner jogjaMalioboropasar krangganwisata jogja
Yamadipati Seno

Yamadipati Seno

ArtikelTerkait

10 Kuliner Khas Solo yang Bikin Kaget Warga Jogja (Unsplash)

10 Kuliner Khas Solo yang Paling Bisa Bikin Kaget Warga Jogja

20 Desember 2024
Review Bus Bumel Jogja-Solo Sebagai Solusi Jika Kehabisan Tiket Prameks

Review Bus Bumel Jogja-Solo Sebagai Solusi Jika Kehabisan Tiket Prameks

14 Februari 2020
Membandingkan Perjalanan Jogja-Banyuwangi: Naik Kereta Api Sri Tanjung Lebih Aman, Naik Bus Sama dengan Setor Nyawa

Membandingkan Perjalanan Jogja-Banyuwangi: Naik Kereta Api Sri Tanjung Lebih Aman, Naik Bus Sama dengan Setor Nyawa

26 Oktober 2023
Delanggu Klaten, Kecamatan Subur yang Semakin Terlupakan (Foto dari ANTARA)

Delanggu Klaten, Kecamatan Subur dan Potensial yang Seperti Tersisihkan dari Perlintasan Jogja dan Solo

21 November 2025
Sudah Saatnya Magelang Mengganti Istilah Klitih dengan Kejahatan Jalanan untidar

Sudah Saatnya Magelang Mengganti Istilah Klitih dengan Kejahatan Jalanan

28 Juli 2022
Udah, Santai Aja Menyikapi SPP yang Bisa Dibayar Pakai GoPay!

Udah, Santai Aja Menyikapi SPP yang Bisa Dibayar Pakai GoPay!

18 Februari 2020
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

4 stereotip tentang orang Bumijawa Tegal yang sering saya dengar dari orang luar Terminal

4 stereotip tentang orang Bumijawa Tegal yang sering saya dengar dari orang luar

14 Agustus 2026
Orang Kampung yang Sekolah Tinggi Malah Paling Jarang Srawung Mojok.co

Ra srawung rabimu suwung adalah jokes tongkrongan yang sudah tidak relevan dan sebaiknya tidak usah disampaikan

16 Agustus 2026
Kegelisahan peneliti BRIN tentang keripik, sepatu, dan genteng (Unsplash)

Catatan seorang peneliti BRIN yang hatinya remuk redam melihat koleganya dihina cuma bisa bikin keripik, sepatu, genteng, dan ngabisin anggaran negara

15 Agustus 2026
Es Teh Jumbo, Minuman Orang Miskin yang Kuat Bertahan (Wikimedia Commons) sempol ayam

Sempol ayam memang lebih menarik ketimbang es teh jumbo, tapi secara hitungan bisnis, es teh jumbo pasti lebih untung

14 Agustus 2026
Saya masuk desil 10, saya dianggap elite oleh negara, padahal hidup saya benar-benar mengenaskan

Saya masuk desil 10, saya dianggap elite oleh negara, padahal hidup saya benar-benar mengenaskan

13 Agustus 2026
Nelangsa Penderita Buta Warna di Dunia Kerja : Nggak Dilirik HRD sampai Dapat Persepsi Buruk Kolega buta warna parsial

Gara-gara buta warna parsial, saya tidak bisa jadi apa-apa karena syarat administrasi yang mendiskriminasi

9 Agustus 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=76Rp5owBnpc


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.