Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Daftar Serial Manga Sepak Bola dari yang Paling Mistis Sampai Paling Realistis

Aliurridha oleh Aliurridha
8 Mei 2020
A A
Hal yang Dilakukan Tsubasa Ozora hingga Taro Misaki Saat Sepak Bola Libur terminal mojok.co
Share on FacebookShare on Twitter

Siapa sih pembaca manga yang tidak kenal Kapten Tsubasa? Serial manga favorit remaja dan anak-anak bertema sepak bola ini pernah mewarnai tumbuh kembangnya pembaca manga dari anak-anak hingga dewasa.

Mungkin di antara begitu banyaknya serial manga bertema sepak bola bahkan olahraga, Kapten Tsubasa adalah yang paling populer. Namun hal itu bukan berarti Kapten Tsubasa merupakan serial manga sepak bola terbaik. Ada begitu banyak sekali serial manga bertema sepak bola yang mungkin tidak dikenal kecuali kalian benar-benar pecinta manga sekaligus pecinta sepak bola.

Pecinta manga sekaligus pecinta sepak bola, hmm rasanya keduanya merupakan sesuatu yang bertentangan satu dan lainnya. Kebanyakan pecinta manga dikenal cupu alih-alih atletis. Setahu saya, Wibu tidak terlalu menyukai sepak bola apalagi memainkan olahraga itu. Mungkin saya salah, mungkin juga karena faktor lingkungan yang membatasi saya hanya mengenal Wibu cosplay ketimbang Wibu atlet.

Dari sekian banyak serial manga bertema sepak bola ada yang mistis, sangat mistis, tidak terlalu mistis, dan realistis. Mistis di sini bukan merujuk pada kata yang bersifat mistik apalagi menyangkut hal yang seram-seram, tidak sama sekali. Mistis yang saya maksud adalah ceritanya terlalu surealis atau fantasi berlebihan. Hal-hal yang tidak mungkin terjadi dalam pertandingan bola bisa terjadi dalam seri manga ini. Sedangkan realistis adalah ketika suatu manga ceritanya lebih mendekati kenyataan.

Saya akan membuat daftar serial manga bertema sepak bola dari yang paling mistis sampai yang paling realistis. Ketimbang berantem memperdebatkan mana yang lebih baik antara manga One Piece dan Naruto yang membuat para Wibu garis keras menggerutu, mending kita memperdebatkan mana serial manga sepak bola yang mistis dan mana yang lebih realistis. Kalau mau berantem, boleh saja tapi dengan argumen yang cerdas.

1# Kapten Tsubasa

Selain menjadi manga yang paling terkenal di kalangan para pecinta manga atau pembaca manga numpang lewat, Kapten Tsubasa adalah serial manga yang paling mistis. Tidak peduli Gusti Aditya memuja-muja ini serial sampai menghitung-hitung penghasilan Tsubasa Ozora di Barcelona atau juga Kojiro Hyuga di Juventus, manga kapten Tsubasa adalah serial manga yang paling tidak masuk akal.

Jika kalian tidak percaya berarti kalian tidak pernah melihat aksi si kembar Tachibana bersaudara, tokoh akrobatik yang lebih cocok bermain sirkus ketimbang sepak bola. Belum lagi dengan tendangan gabungan Tsubasa dengan Misaki yang secara bersebelahan menendang bola bersamaan.

Saya pernah ketika mencoba cara nendang gabungan Tsubasa dengan Misaki bersama teman saya, saat itu saya masih SD dan lugu. Setelah berlatih berkali-kali menendang seperti itu saya menemukan peluang keberhasilan jika dilakukan tanpa penjagaan adalah 30% dan ketika dilakukan dengan penjagaan turun menjadi 0%. Itu peluang berhasil mengenai bola dan bola meluncur ya bukan goal, lho. Kalau peluang goal, dijaga maupun tidak peluangnya konstan, 0%.

Baca Juga:

Manajemen Tolol Penyebab PSS Sleman Degradasi dan Sudah Sepatutnya Mereka Bertanggung Jawab!

Olahraga Lari Adalah Olahraga yang Lebih “Drama” ketimbang Sepak Bola

Ngomong-ngomong soal kemistisan jenis tendangan, tendangan Kojiro Hyuga yang dinamakan tendangan Raiju yang diambil dari hewan mistis Jepang yang berbentuk mirip Harimau. Tendangan Raiju milik Hyuga ini mampu membelah pohon seperti disambar petir, gila bukan? Rasanya Sholin Soccer seperti main anak kecil.

Teknis tendangan Raiju juga unik, menendang dengan menyeret kaki mengenai tanah hingga kaki tertahan di tanah yang akan memberikan efek seperti busur panah yang ditarik dan ketika mengenai bola, bola akan melaju dengan kekuatan seperti game playstation Super Shoot Soccer.

Meski merupakan manga sepak bola paling mistis, saya tidak akan memungkiri bahwa serial Kapten Tsubasa adalah serial manga sepak bola paling populer di dunia.

2# Fantasista

Kalah populer jauh dibanding Kapten Tsubasa tapi hanya kalah mistis sedikit dari kapten Tsubasa, manga Fantasista. Sebagai serial manga yang sama-sama bertujuan meningkatkan harga diri warga Jepang untuk berlaga di dunia, baik Fantasista maupun Kapten Tsubasa menunjukkan kepada warga dunia meski Jepang tidak bisa juara dunia dalam dunia nyata setidaknya dalam serial manga mereka bisa.

Fantasista menceritakan tentang seorang bocah bernama Teppei Sakamoto, seorang anak yang dikaruniai berkah menjadi Fantasista, julukan dari negeri Italia untuk seorang pemain dengan sentuhannya mampu menyihir satu stadion dengan kekaguman. Jenis pemain yang sangat laku pada era sepak bola pra-modern, sepak bola sebelum sepak bola taktis ala mesin merajai. Pemain-pemain bola yang pernah mendapatkan julukan Fantasista adalah Roberto Baggio, Alexandro Del Piera, dan Francesco Totti.

Serial manga Fantasista menceritakan perjalanan Teppei Sakamoto dari negerinya Jepang sampai menjadi pemain kelas dunia yang berlaga di Serie A, AC Milan. Ketika SMP Teppei dilihat oleh seorang perekrut bakat asal Italia saat bermain di kompetisi antar sekolah se-Jepang. Perekrut ini seketika terpukau oleh bakat Teppei yang hanya ia lihat dimiliki oleh segelintir pria Italia. Tidak ingin bakatnya terpendam begitu saja perekrut ini membawanya ke Italia.

Perjalan Teppei sebagai Fantasista bukannya tanpa masalah. Era itu merupakan era-era dimulainya sepak bola modern di mana visi dan imajinasi yang menjadi kunci bermain Fantasista tidak lagi diperlukan. Para pelatih lebih menyukai permainan pasti ketimbang imajinasi Fantasista. Namun dengan segala perjuangannya Teppei seperti halnya Tsubasa mampu membawa harga diri Jepang melambung tinggi karena menjadi juara dunia, meskipun hanya di manga.

3# Whistle

Whistle adalah serial manga yang tidak muluk-muluk seperti Kapten Tsubasa dan Fantasista yang menceritakan bahwa Jepang bisa menjadi juara dunia. Bercerita tentang anak SMP yang berjuang menjadi pemain sepak bola dengan keterbatasan fisiknya, alias pendek. Seorang remaja bernama Sho Kazamatsuri merupakan remaja yang tidak kenal menyerah. Karena tubuhnya yang pendek dan skill-nya yang pas-pasan, dia selalu menjadi cadangan yang bahkan tidak pernah diizinkan menyentuh lapangan di sekolahnya yang langganan juara kompetisi sepak bola antar SMP se-Jepang.

Tidak menyerah, Kazamatsuri memilih hijrah dengan pindah sekolah seperti anjuran Nabi Muhammad dan memulai mimpinya menjadi pemain sepak bola profesional pada zaman-zaman sepak bola belum menjadi profesi yang dilirik orang. Whistle sebaiknya menjadi bacaan bagi para penggemar sepak bola yang kurang suka dengan cerita yang kelebihan mistis macam Kapten Tsubasa maupun Fantasista.

4# Giant Killing

Giant Killing merupakan serial manga yang paling realistis di antara serial manga yang pernah ada. Berbeda sekali dengan ketiga manga di atas yang hanya fokus menceritakan tentang mimpi-mimpi seorang anak menjadi pemain bola profesional, Giant Killing menceritakan sepak bola sebagai kebudayaan dalam gelut kerasnya persaingain liga Jepang.

Tidak terbatas hanya melirik pemain bola saja, semua hal tentang sepak bola ada dalam serial manga Giant Killing. Mulai dari mengisahkan fotografer, jurnalis, manajemen, perekrut, dan pihak-pihak di balik layar yang membuat sepak bola menjadi olahraga yang mendunia.

Membaca Giant Killing adalah membaca sepak bola dalam tulisan Yamadipati Seno di rubrik balbalan atau tulisan-tulisan sepak bola yang terbit di Pandit Footbal dan Fandom.id. Ketiganya tidak hanya membatasi pembahasan sepak bola melulu statistik dan analisis, hingga sering kali melihat pemain sepak bola tidak lebih dari mesin untuk memenangkan kompetisi.

Giant Killing membahas sisi humanis dari sepak bola yang tidak melulu tentang pemain, terlebih pemain bintang. Bahkan yang menjadi fokus cerita dalam serial ini justru Takeshi Tatsumi manajernya yang unik. Membaca Giant Killing seperti membaca Simulakra Sepakbola karya Zen RS yang melihat sepak bola dari sudut pandang lain, sepak bola sebagai kisah, dan sepak bola sebagai kebudayaan.

BACA JUGA No Debat! One Piece Lebih Baik daripada Naruto dan tulisan Aliurridha lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 8 Mei 2020 oleh

Tags: kapten tsubasaSepak Bolaserial manga
Aliurridha

Aliurridha

Pekerja teks komersial yang sedang berusaha menjadi buruh kebudayaan

ArtikelTerkait

Manajemen Tolol Penyebab PSS Sleman Degradasi dan Sudah Sepatutnya Mereka Bertanggung Jawab!

Manajemen Tolol Penyebab PSS Sleman Degradasi dan Sudah Sepatutnya Mereka Bertanggung Jawab!

26 Mei 2025
italia vs turki euro 2020 mojok

Italia Bermain Begitu Matang ketika Turki Kehilangan ‘Will to Fight’, Euro 2020 Dibuka dengan ‘la Festa’

12 Juni 2021
bahasa di wakatobi pelestarian lingkungan sepak bola bajo club wakatobi poasa-asa pohamba-hamba mojok

Lapangan Sepak Bola Tomia yang Buruk Adalah Berkah

18 Desember 2020
buyback clause loan preemption rugi klub sepakbola transfer mojok

Buyback Clause, Versi Upgrade dari Loan yang Sebenarnya Merugikan

21 September 2020
frank lampard

Frank Lampard dan PR Lawas yang Belum Tuntas

15 Oktober 2019
Arsenal Memang ‘Harus’ Melepas Ainsley Maitland-Niles, Fans Jangan Sepotong Menilai mojok.co

Arsenal Memang ‘Harus’ Melepas Ainsley Maitland-Niles, Fans Jangan Sepotong Menilai

25 Agustus 2020
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Duka Menikah di KUA, Dikira Hamil Duluan padahal Cuma Pengin Hemat Mojok.co

Duka Menikah di KUA, Dikira Hamil Duluan padahal Cuma Pengin Hemat

5 Februari 2026
Rangka Ringkih Honda Vario 160 “Membunuh” Performa Mesin yang Ampuh Mojok.co

Rangka Ringkih Honda Vario 160 “Membunuh” Performa Mesin yang Ampuh

4 Februari 2026
Julukan “Blok M-nya Purwokerto” bagi Kebondalem Cuma Bikin Purwokerto Terlihat Minder dan Tunduk pada Jakarta

Purwokerto Memang Kota Wisata, tapi Wisatawan Tak Diberi Petunjuk dan Dibiarkan Bingung Mau ke Mana

5 Februari 2026
Banting Setir dari Jurusan Manajemen Jadi Guru PAUD, Dianggap Aneh dan Nggak Punya Masa Depan Mojok.co jurusan pgpaud

Jurusan PGPAUD, Jurusan yang Sering Dikira Tidak Punya Masa Depan

5 Februari 2026
Video Tukang Parkir Geledah Dasbor Motor di Parkiran Matos Malang Adalah Contoh Terbaik Betapa Problematik Profesi Ini parkir kampus tukang parkir resmi mawar preman pensiun tukang parkir kafe di malang surabaya, tukang parkir liar lahan parkir pak ogah

3 Perilaku Tukang Parkir dan Pak Ogah yang Bikin Saya Ikhlas Ngasih Duit 2000-an Saya yang Berharga

5 Februari 2026
Jakarta Selatan Isinya Nggak Cuma Blok M, Ada Pasar Minggu yang Asyik Nggak Kalah Asyik Dikulik Mojok.co

Pasar Minggu Harus Ikuti Langkah Pasar Santa dan Blok M Square kalau Tidak Mau Mati!

4 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=e8VJPpjKf2Q

Liputan dan Esai

  • Ironi TKI di Rembang dan Pati: Bangun Rumah Besar di Desa tapi Tak Dihuni, Karena Harus Terus Kerja di Luar Negeri demi Gengsi
  • Self Reward Bikin Dompet Anak Muda Tipis, Tapi Sering Dianggap sebagai Keharusan
  • Gen Z Pilih Merantau dan Tinggalkan Ortu karena Rumah Cuma Menguras Mental dan Finansial
  • Lasem Lebih Terkenal daripada Rembang tapi Hanya Cocok untuk Wisata, Tidak sebagai Tempat Tinggal
  • Mahasiswa KIP Kuliah Pertama Kali Makan di AYCE: Mabuk Daging tapi Nelangsa, Kenyang Sesaat untuk Lapar Seterusnya
  • Ormas Islam Sepakat Soal Board of Peace: Hilangnya Suara Milenial dan Gen Z oleh Baby Boomers

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.