Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Kartun Barat Itu Bagus, tapi Kalah Kreatif Dibanding Anime

Raynal Payuk oleh Raynal Payuk
12 Februari 2021
A A
Kartun Barat Itu Bagus, tapi Kalah Kreatif Dibanding Anime terminal mojok.co

Kartun Barat Itu Bagus, tapi Kalah Kreatif Dibanding Anime terminal mojok.co

Share on FacebookShare on Twitter

Seminggu yang lalu, Mas Riyanto mengeluarkan tulisan terkait keberadaan kartun barat yang dianggapnya lebih asyik daripada kartun Jepang atau akrab disebut anime. Setelah menghabiskan dua paragraf untuk menyentil Mas Gusti Aditya biar dibalas tulisannya, kayaknya belum ada yang memberikan sanggahan untuk anime. Sepertinya Mas Adit lagi sibuk fall in love untuk memikirkan dunia perwibuan

Sebagai sesama wibu yang pakai foto karakter Jepang di akun media sosialnya, saya akan menggantikan posisi Mas Adit sebagai perwakilan para wibu. Walaupun saya harus akui, kadar kewibuan saya pasti jauh lebih tinggi. Maklum saya masih jomblo dan belum punya pacar 3D kayak Mas Adit.

Tentunya pertama saya harus menyatakan diri sebagai penonton kartun barat juga. Sejak kecil saya sudah nonton kartun barat seperti Fairly Oddparents. Sedangkan salah satu kartun favorit saya sepanjang masa adalah Danny Phantom dan Avatar: Last Airbender. Cuman masalah jadi muncul saat saya beranjak dewasa dan mulai mencari tontonan animasi yang lebih rumit dan out of the box. Sekeren-kerenya kartun barat untuk penonton anak-anak dan remaja, bisa dibilang pilihan kartun untuk orang dewasa dari industri animasi barat kurang variatif.

Mayoritas kartun barat yang dikategorikan untuk penonton dewasa, masuk genre komedi seperti Family Guy, American Dad, atau South Park. Walaupun saya ngefans dengan Brian, sang anjing liberal ciptaan Seth MacFarlane, hal ini cukup menahan laju kreativitas medium animasi. Sepertinya produser di Amerika Serikat sana, menganggap animasi untuk orang dewasa itu cuma bisa terkungkung dalam kategori satire politik atau komedi gelap.

Beberapa kartun barat bahkan lebih berlebihan dalam memasukkan konten seksual ke dalam leluconnya sebagai upaya menunjukkan “ini tontonan orang dewasa” daripada kebanyakan anime dewasa. Silahkan coba nonton adegan dari kartun viral Big Mouth lewat YouTube. Saya gak tanggung jawab kalau kalian malah jadi mual-mual habis nonton.

Menurut saya, ini terjadi karena ada anggapan di masyarakat Barat bahwa medium animasi atau kartun itu cuma untuk penonton anak-anak. Jadi kalau nggak ditujukan untuk anak-anak, pasti harus masuk genre komedi dewasa saja. Haram hukumnya animasi barat digunakan untuk menceritakan narasi serius dan rumit.

Kita lihat saja dengan bagaimana cara Hollywood mengadaptasi komik seperti Watchmen, V for Vendetta, atau Sin City. Walaupun mereka termasuk komik untuk pembaca dewasa, saat diadaptasi ke layar kaca, produser film tersebut lebih condong memilih medium live action daripada animasi. Hal sama terjadi pada komik pada tahun 80-an, saat penerbit membuat istilah baru yaitu “novel grafis” untuk cerita dewasa dalam medium komik biar pembaca dewasa tertarik.

Berbanding terbalik dengan di Jepang yang mayoritas komik remaja atau dewasa, pasti diadaptasi ke layar kaca dalam bentuk animasi. Komik seperti Monster karya Naoki Urasawa atau Showa Genroku Rakugo Shinju karya Haruko Kumota kalau diterbitkan di Barat, malah kemungkinan bakal diadaptasi ke live action. Tentunya karena dianggap penonton dewasa di Amerika Serikat nggak ada yang mau nonton kartun tema thriller pembunuhan atau drama historis.

Baca Juga:

Tokyo Revengers Itu Jauh Lebih Kompleks dari Crows, Lebih Bercita Rasa dari Naruto

Mari Bersepakat ‘Tom and Jerry Classic’ Adalah Kartun Terbaik Sepanjang Masa

Padahal animasi di Jepang mengandalkan adaptasi komik atau novel untuk menyajikan cerita buat penonton dewasa. Sutradara dan penulis skenario dikasih kebebasan untuk membuat serial animasi dengan jalan cerita original dari genre apa pun. Mulai dari serial laga ala Cowboy Bebop, sains fiksi seperti Psycho Pass, psikologis kaya Death Parade, hingga eksperimental seperti Paranoia Agent. Saya jamin nggak bakal ditemukan perbandingannya dengan kartun barat.

Selain itu yang menurut saya kurang dari banyak kartun barat adalah kurang kreatif dalam membuat world building dan pesan tematik. Mayoritas kartun barat untuk remaja, lebih berfokus ke aspek komedi dan petualangan saja daripada memikirkan lore dari dunia serial tersebut. Padahal ini salah satu kekuatan utama dari anime.

Contohnya Mobile Suit Gundam menyusupkan opini antimiliterisme sutradaranya, Yoshiyuki Tomino ke dalam serial untuk remaja laki-laki. Lalu ada Sutradara Ikuhara Kunihiko memasukkan pesan melawan konstruksi gender kaku masyarakat pada anime Revolutionary Girl Utena yang dipasarkan untuk remaja perempuan. Tentunya tidak lupa pula anime fenomenal Evangelion yang terinspirasi dari periode depresi sutradaranya, Hideaki Anno.

Malahan kartun barat paling banyak dipuji kayak franchise Avatar, terinspirasi dari gaya penceritaan anime yang bisa memasukkan pesan tematik dan punya world building kuat. Sutradara Michael DiMartino & Bryan Konietzko, bahkan awalnya merencanakan studio Jepang yang menganimasikan serial Avatar: Last Airbender karena mereka berdua juga wibu.

Sebab tidak mendapat respons, akhirnya mereka memilih studio JM Animation dari Korea Selatan. Tentunya mayoritas studio di Korea Selatan juga bekerja dalam produksi anime Jepang lewat sistem outsourcing. Jadi jangan salah kaprah kalau Avatar selalu dibilang lebih mirip anime daripada kartun barat lainnya.

Kalau alasannya anime kurang bagus dibanding kartun barat karena nggak ada karakter perempuan yang dibuat lebay untuk bikin nafsu, ya menurut saya itu cuma karena beda persepsi budaya aja. Di Jepang, karakter model fanservice kaya begitu mayoritas ditemukan di serial buat remaja dan jarang pada anime untuk orang dewasa. Di Barat malah kebalikannya, kartun buat orang dewasa harus dijejali sebanyak mungkin sama lelucon cabul dan adegan seksual atas nama komedi gelap.

Hanya saja kalau perbandingannya pakai hentai sebagai bukti anime lebih cabul daripada kartun barat, itu baru salah. Mayoritas hentai itu parodi dari serial anime terkenal oleh seniman amatir yang nggak ada sangkut pautnya sama tim produksi animasinya. Mau itu kartun barat atau Jepang, buat orang dewasa atau anak-anak, karakternya bikin nafsu buat mas Riyanto atau tidak, soal versi porno dari konten pop culture pasti selalu ada di internet.

Namanya aturan 34, “Kalau itu nyata, berarti ada versi pornonya”. Jadi kalau mas nannya apakah ada orang yang nafsu sama Princess Bubblegum, jawabannya tinggal ketik “Princess Bubblegum Porn” pakai DuckDuckGo. Namun, saya nggak tanggung jawab kalau Mas Riyanto malah jadi mual-mual habis liat itu.

BACA JUGA Dibanding Kartun Jepang, Kartun Barat Jauh Lebih Mengasyikkan! dan tulisan Raynal Arrung Bua lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 10 Februari 2021 oleh

Tags: kartun baratreview anime
Raynal Payuk

Raynal Payuk

Mantan Pers Kampus Dalam Pencarian Jati Diri dan Pekerjaan. Saat ini menjadi seorang pemikir yang sedang berusaha memecahkan paradoks tertua umat manusia

ArtikelTerkait

Dibanding Kartun Jepang, Kartun Barat Jauh Lebih Mengasyikkan! terminal mojok.co

Dibanding Kartun Jepang, Kartun Barat Jauh Lebih Mengasyikkan!

25 Januari 2021
Makna di Balik Warna Rambut Anime yang Berbeda di Setiap Karakternya terminal mojok.co

Makna di Balik Warna Rambut Anime yang Berbeda di Setiap Karakternya

1 Februari 2021
4 Detail Penting yang Jadi Misteri di Balik Kehamilan Historia Reiss, 'Attack on Titan' terminal mojok.co

4 Detail Penting yang Jadi Misteri di Balik Kehamilan Historia Reiss, ‘Attack on Titan’

15 Februari 2021
Yelena dan Floch Forster, Pimpinan Buzzer Pemberontak yang Fanatik di 'Attack on Titan' terminal mojok.co

Yelena dan Floch Forster, Pimpinan Buzzer Pemberontak yang Fanatik di ‘Attack on Titan’

23 Februari 2021
Memahami Penyebab Jerawat biar Muka Tetap Glowing Kayak Levi Ackerman terminal mojok.co

4 Alasan Karakter Levi Ackerman Lebih Mashok Dibanding Eren Yeager di ‘Attack on Titan’

2 Januari 2021
Bantahan soal Armin Arlert yang Dianggap Nggak Penting Lagi di AoT. Jangan Ngadi-ngadi lah mojok.co/terminal

Armin Arlert Sekarang Jadi Karakter Tidak Penting di ‘Attack on Titan’ Final Season

2 Maret 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Kasta Nescafe Kaleng di Indomaret dari yang Berkelas sampai yang Mending Nggak Usah Ada

Kasta Nescafe Kaleng di Indomaret dari yang Berkelas sampai yang Mending Nggak Usah Ada

19 Januari 2026
3 Alasan Mitsubishi Outlander Sport Tidak Pantas Disuntik Mati dan Harus Diproduksi Kembali Mojok.co

3 Alasan Mitsubishi Outlander Sport Tidak Pantas Disuntik Mati dan Harus Diproduksi Kembali

19 Januari 2026
5 Hal yang Menjebak Pengendara di Jalan Parangtritis Jogja, Perhatikan demi Keselamatan dan Kenyamanan Bersama

5 Hal yang Menjebak Pengendara di Jalan Parangtritis Jogja, Perhatikan demi Keselamatan dan Kenyamanan Bersama

17 Januari 2026
4 Momen Beloon Jarjit di Serial TV Upin Ipin yang Malah Menghidupkan Cerita Mojok.co

4 Momen Beloon Jarjit di Serial TV Upin Ipin yang Malah Menghidupkan Cerita

18 Januari 2026
Saya Berpaling dari Drakor Sejak Kenal Dracin yang Ceritanya Lebih Seru Mojok.co

Saya Meninggalkan Drakor Sejak Kenal Dracin yang Ceritanya Lebih Seru

18 Januari 2026
Kebohongan Pengguna iPhone Bikin Android Jadi Murahan (Pixabay)

Kebohongan Pengguna iPhone yang Membuat Android Dianggap Murahan

18 Januari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=ne8V7SUIn1U

Liputan dan Esai

  • Sebaiknya Memang Jangan Beli Rumah Subsidi, sebab Kamu Akan Rugi Berkali-kali
  • Warga Madiun Dipaksa Elus Dada: Kotanya Makin Cantik, tapi Integritas Pejabatnya Ternyata Bejat
  • Indonesia Masters 2026: Cerita Penonton Layar Kaca Rela Menembus 3 Jam Macet Jakarta demi Merasakan Atmosfer Tribun Istora
  • Sumbangan Pernikahan di Desa Tak Meringankan tapi Mencekik: Dituntut Mengembalikan karena Tradisi, Sampai Nangis-nangis Utang Tetangga demi Tak Dihina
  • Menurut Keyakinan Saya, Sate Taichan di Senayan adalah Makanan Paling Nanggung: Tidak Begitu Buruk, tapi Juga Jauh dari Kesan Enak
  • Saat Warga Muria Raya Harus Kembali Akrab dengan Lumpur dan Janji Manis Awal Tahun 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.