4 Detail Penting yang Jadi Misteri di Balik Kehamilan Historia Reiss, 'Attack on Titan' – Terminal Mojok

4 Detail Penting yang Jadi Misteri di Balik Kehamilan Historia Reiss, ‘Attack on Titan’

ArtikelFeatured

Episode 10 Attack on Titan musim terakhir ini menampilkan banyak kontradiksi. Kita melihat Eren yang tidak mau menggunakan “rumbling” atau “gemuruh” karena bisa membunuh banyak orang, nyatanya berakhir justru mengakibatkan banyak kematian. Eren mengklaim teman-temannya sangat berarti, pada akhirnya justru mengajak mereka terjun ke pertarungan dan membuat Sasha terbunuh. Yang paling parah, sejak awal Eren tidak mau mengorbankan Historia Reiss untuk mengaktifkan kekuatan Founding Titan, tetapi saat ini dia justru siap mengorbankan Historia.

Tidak Historia secara langsung, namun bayi yang sedang dikandung Historia. Iya, Historia hamil dan nggak tahu siapa bapaknya. Apakah benar kehamilan Historia Reiss adalah bagian dari rencana, entah rencana Eren, Zeke, atau malah Yelena? Berikut empat detail penting yang setidaknya kita ketahui sejauh ini.

#1 Kehamilan Historia Reiss mungkin bagian dari rencana

Rencana awalnya adalah Historia akan mewarisi kekuatan Beast Titan sesampainya Zeke di Pulau Paradis. Dengan begitu, Eldia di Pulau Paradis akan semakin kuat dengan memiliki tiga Titan Shifter yaitu Armin dengan Titan Kolosal, Eren dengan Titan Penyerang—ditambah kekuatan Warhammer, ditambah pula Founding Titan meski kekuatannya belum aktif—lalu ada Historia dengan Beast Titan. Selain itu, Eren juga bisa mengaktifkan kekuatan Founding Titan saat menjalin kontak dengan Historia yang sudah menjadi Titan Shifter.

Sayangnya semua berantakan karena Historia Reiss hamil. Perlu digarisbawahi bahwa adegan Historia hamil pada episode 10 bukanlah kilas balik, melainkan setelah penyerangan di Liberio. Seharusnya setelah Zeke sampai di Pulau Paradis, Historia akan langsung mewarisi Beast Titan, tetapi karena hamil, dia tidak mungkin melakukannya. Dia bisa saja berubah menjadi mindless titan dan mewarisi Beast Titan, tetapi risikonya adalah keguguran, dan sepertinya itu tidak diinginkan Historia maupun Farmer-kun—laki-laki yang ditampakkan mengurus dan bertanggung jawab atas hamilnya Historia.

Lantas apakah kehamilan Historia bagian dari rencana seseorang? Bisa jadi. Eren sejak awal tidak ingin Historia menjadi Titan, tetapi bagaimana dengan anak Historia? Bagaimana jika Eren ingin menggunakan anak Historia sebagai jalan lain mengaktifkan rumbling? Bagaimana jika Eren berbicara dengan Historia bahwa terlalu berbahaya mempercayai Zeke, tetapi dia tidak ingin Historia menjadi Titan. Maka dari itu dia menyarankan agar Historia hamil sebagai solusi.

Namun, jika ini memang rencana Eren, ini akan menjurus ke tiga pertanyaan yaitu, pertama, apakah Eren sengaja mengorbankan anak kecil untuk keselamatan Historia? Bukankah itu jauh lebih tidak manusiawi dibandingkan menyelamatkan Historia? Pertanyaan kedua, bagaimana bisa Eren meyakinkan agar Historia berhubungan badan dengan seseorang sampai hamil? Lantas pertanyaan ketiga, jangan-jangan justru Eren adalah ayah dari anak Historia itu, sementara Farmer-kun hanyalah pengalihan saja?

#2 Anak Historia akan memiliki darah bangsawan

Entah Eren yang menghamili Historia atau bukan, yang jelas anak Historia akan mewarisi darah bangsawan. Itu artinya ada pilihan ketiga setelah Zeke dan Historia bagi Eren untuk mengaktifkan kekuatan Founding Titan. Zeke, seperti pada poin sebelumnya, berpotensi memiliki agenda terselubung sehingga masih terlalu berbahaya. Pun Eren masih pada pendiriannya untuk tidak menggunakan Historia sekalipun semua petinggi Eldia menginginkan hal itu. 

Maka dari itu, ketika anak Historia Reiss lahir dengan darah bangsawan yang dimiliki, tidak menutup kemungkinan Eren akan menggunakannya sebagai pengaktif kekuatan Founding Titan. Hanya saja jika memang dia melakukannya, Eren sungguh telah kehilangan kemanusiaannya. Dia tidak mengorbankan Historia, namun mengorbankan anak kecil yang baru lahir untuk menerima kutukan titan.

#3 Manipulasi Yelena agar Zeke bisa mengulur waktu

Zeke sudah pasti memiliki agenda terselubung. Bagi pembaca manga pasti tahu niat asli Zeke bukanlah pengaktifan rumbling yang akan merugikan seluruh dunia, namun justru sebaliknya. Rencana Zeke akan menguntungkan seluruh dunia dengan mengorbankan semua kaum Eldia. Semua itu hanya bisa dilakukannya jika Zeke tidak langsung dimakan oleh Historia yang menjadi mindless titan guna mewarisi Beast Titan. Dia perlu waktu cukup lama untuk bisa menjalin kontak dengan Eren secara langsung dan mengaktifkan kekuatan Founding Titan. Zeke bisa saja melakukannya di balon udara setelah insiden Liberio, namun baik Zeke dan Eren dijaga ketat oleh Levi.

Maka dari itu, satu-satunya cara agar Zeke memiliki cukup waktu adalah dengan membuat Historia dalam kondisi tidak memungkinkan menjadi Titan. Yelena sang pengagum Zeke, bisa saja mengatur skenario hamilnya Historia Reiss ini, persis seperti yang para petinggi Eldia curigai. Dengan demikian Zeke akan memiliki cukup waktu untuk melancarkan rencana rahasianya.

#4 Pewaris Acak Beast Titan

Peringatan! Bagian ini akan menjadi spoiler bagi yang bukan pembaca manga.

Kita semua tahu pada akhirnya Eren mengaktifkan rumbling setelah menjalin kontak dengan Zeke. Pun rencana Zeke gagal karena Eren berhasilkan meyakinkan Ymir sang Pendiri agar memberikan kekuatan Founding Titan kepadanya alih-alih kepada Zeke. Rumbling aktif. Seluruh dunia porak-poranda, namun teman-teman Eren berhasil menghentikan rumbling sebelum seluruh dunia hancur.

Zeke menyerahkan dirinya dan dibunuh Levi, sehingga kekuatan Founding Titan tidak lagi dimiliki Eren karena tidak ada kontak lagi dengan titan berdarah bangsawan. Pun Armin meledakkan Founding Titan Eren dengan perubahannya menjadi Titan Kolosal. Semuanya tampak selesai dan dunia terselamatkan, namun benarkah begitu?

Ada tiga hal yang harus dicermati. Pertama, Eren mungkin tidak berada di tengkuk titannya mengingat dia mewarisi kekuatan Warhammer Titan. Bisa saja saat Founding Titannya hancur oleh Armin, tubuhnya justru masih berada di Pulau Paradis. Kedua, Zeke mati tanpa mewariskan kekuatan Beast Titan, yang berarti kekuatannya akan secara acak terwariskan ke salah satu kaum Eldia. Ketiga, Historia telah melahirkan anaknya.

Bagaimana jika yang terjadi setelahnya adalah Eren keluar dari kristal pengerasnya setelah Founding Titannya hancur, mendatangi Historia Reiss yang baru melahirkan, lantas menggendong anak yang baru lahir, dan ternyata anak itu mewarisi kekuatan Beast Titan secara acak? Setelah menjalin kontak dengan Titan Berdarah Bangsawan, kekuatan Founding Titan Eren kembali aktif. Dia melanjutkan rumbling. Seluruh dunia hancur. Semua musuh dikalahkan. Lantas seperti sketsa panel terakhir dari manga Attack on Titan yang dibagikan Isayama beberapa waktu lalu, Eren akan memeluk anak Historia sambil membisikkan, “You are free now!” Ya, bebas. Kebebasan yang diinginkan Eren ketika semua musuhnya telah dia musnahkan.

Sumber gambar: Iqiyi

BACA JUGA Zeke Yeager, Tokoh AOT Paling Santuy walau Punya Banyak Dosa. Yolo! dan tulisan Riyanto lainnya.

Baca Juga:  'Jujutsu Kaisen' Harusnya Masuk Daftar Best Anime 2020
Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.



Komentar

Comments are closed.