Membayangkan ‘Jujutsu Kaisen’ Berlatar di Indonesia, Nuansanya Dukun Banget Nih – Terminal Mojok

Membayangkan ‘Jujutsu Kaisen’ Berlatar di Indonesia, Nuansanya Dukun Banget Nih

Artikel

Nazih Nauvan Lathif

Berita bahwa Persatuan Dukun Nusantara (Perdunu) hendak menggelar Festival Santet tempo hari, ndilalah kok ya bebarengan sama keriuhan anime Jujutsu Kaisen yang saat ini sedang mengudara. Dua kabar bertemakan perdukunan duniawi yang menghiasi lini masa ini bertemu dalam satu momentum yang begitu tepat.

Bagi pembaca yang belum kenal dengan anime Jujutsu Kaisen, saya kasih tahu tipis-tipis deh, ya. Serial anime yang masih satu studio dengan Attack On Titan Final Season ini bercerita tentang interaksi supranatural sekelompok manusia berkemampuan khusus dengan roh terkutuk berwujud monster. Gampangnya, kalau diadaptasi dengan kondisi di Indonesia, anime ini bercerita tentang interaksi orang indigo atau dukun dengan energi gaib, demit, lelembut, dan sejenisnya.

Di anime ini akan diceritakan bagaimana perjuangan Yuji Itadori sang tokoh utama bersama kawan dan gurunya di SMK Jujutsu membasmi roh terkutuk yang kerap mengganggu manusia. Bagi teman-teman yang berpikir bahwa anime ini nantinya akan menyeramkan dan bikin bulu kuduk merinding, tenang saja. Anime ini tidak sehoror temanya, kok.

Justru anime ini akan memperlihatkan jalan cerita dan penokohan yang kuat berbalut komedi ringan. Ditambah sajian adegan dan audiovisual yang bagusnya jahanam betul. All Hail Gege Akutami dan MAPPA Studio!

Baiklah, kembali pada pembahasan hubungan Festival Santet Perdunu dengan anime ini. Berkat adanya kabar Festival Santet Perdunu, saya jadi membayangkan seandainya Jujutsu Kaisen memiliki latar tempat dan suasana di Indonesia. Imajinasi liar saya ini muncul bukan tanpa alasan. Banyak sekali kemiripan antara printilan cerita di anime tersebut dengan kondisi realitas klenik mistis yang ada di Indonesia.

Tentang keberadaan orang dengan kemampuan merasakan roh kutukan di anime tersebut misalnya. Dalam realitas kehidupan Indonesia, juga banyak ditemui orang dengan kemampuan serupa. Bahkan, tidak sekadar merasakan. Orang dengan kemampuan khusus ini di Indonesia, bisa sampai berinteraksi, wawancara sejarah, bahkan mengajak kerjasama ekonomi dengan demit dan sebangsanya.

Makanya, saya pikir bakal relate banget seandainya Jujutsu Kaisen ini punya latar tempat dan suasana di Indonesia. Tema cerita dan serba-serbi perdukunannnya sudah sangat saling mendukung. Barangkali kelak alur ceritanya akan menjadi seperti berikut ini.

Ekskul pengamat benda klenik dan SMK Perdukunan

Yuji, siswa kelas satu SMA Negeri Sukanime sedang kebingungan memilih ekskul apa yang cocok dengan dirinya yang tidak suka ribet. Pilihan Yuji akhirnya jatuh pada ekskul pengamat benda klenik yang terlihat gabut dan sepi peminat.

Pada suatu hari saat kegiatan ekskul berlangsung, Yuji dan dua teman se-ekskulnya melakukan pengamatan pada jenglot yang beberapa hari lalu ditemukan di belakang sekolah. Usut punya usut, ternyata jenglot tersebut dijaga oleh sesosok demit. Sebab merasa jenglot yang ia jaga diganggu, sosok demit ini menampakan wujudnya kepada ketiga anak tadi.

Tak hanya menampakan diri, sosok demit penjaga jenglot juga mengamuk dan menyerang Yuji serta dua temannya. Dua teman Yuji tumbang. Sementara itu, Yuji yang bermental tangguh berhasil melarikan diri sambil membawa jenglot. Si demit yang mengamuk masih bersikeras mengejar Yuji.

Di sisi lain di luar sekolah, Fushiguro siswa SMK Perdukunan yang juga seorang indigo, melihat geger gedhen yang sedang terjadi di sekolah Yuji. Berkat pendidikan character building dari SMK-nya yang mengajarkan untuk menolong sesama, Fushiguro berinisiatif menolong Yuji yang tengah dikejar demit.

Setelah bertarung cukup intens, ternyata keahlian Fushiguro bertarung dengan memanggil jin khodam tidak mampu menandingi kekuatan si demit. Maklum, masih anak kelas satu. Belum pernah magang di bagian pembasmian demit dan lelembut. Fushiguro nyaris tumbang, tapi Yuji berhasil menolong balik. Sekarang, giliran Yuji yang malah terancam di ambang kematian.

Dalam kondisi hampir mati ini, si Yuji sok ngide. Pikirnya jenglot yang ia bawa punya pasti kekuatan besar. Ia nekat menelan mentah-mentah jenglot tadi. Literally ditelan, Gaes. Hasilnya betul saja, ternyata jenglot tadi adalah jelmaan Jin Sukuna.

Singkat cerita Yuji kerasukan Jin Sukuna. “Aarghh, aing Sukuna, saha iyeu?” teriak Yuji. Pada akhirnya Yuji yang dirasuki Jin Sukuna berhasil mengalahkan si demit. Tapi, ya namanya orang kerasukan, Yuji tetap saja mengamuk. Lantas ia menyerang Fushiguro. Sial betul si Fushiguro ini.

Beberapa waktu kemudian, Ustadz Gojou, guru andalan SMK Perdukunan datang menyelamatkan. Oleh Ustadz Gojou, si Yuji ini dirukyah dan disadarkan. Sebab takut Yuji kumat kerasukan lagi, ia dipindahkan ke SMK Perdukunan agar lebih mudah dipantau.

Pembasmi pesugihan dan Festival Santet

Kini, Yuji resmi menjadi siswa SMK Perdukunan. Di sana ia mendapat beberapa teman baru. Selain Fushiguro yang jago main khodam, ada Nobara yang mahir menggunakan boneka santet dan paku-pakuan gaib. Ada Inumaki Toge yang omongan dari mulutnya bisa jadi semacam pelet dan kutukan. Ada pula Maki Zenin, wanita yang hobi main senjata klenik macam keris dan tombak kerajaan Majapahit.

Selain kegiatan belajar di kelas, Yuji dan kawannya juga mendapat tugas praktik membasmi demit. Pernah suatu ketika, Yuji dan kawannya membantu sebuah warung sepi pengunjung yang diduga dikirimi makhluk ghaib oleh saingannya. Ia bersama kawannya membantu mengusir si makhluk tadi.

Di lain kesempatan, Yuji dan gurunya, Pak Nanamin juga pernah membantu “membersihkan” rumah yang puluhan tahun terkena gangguan ghaib. Selain kegiatan pembasmian demit, tiap satu tahun sekali juga ada acara Festival Santet yang rutin digelar oleh Perdunu. Tujuan acara ini ya untuk sekadar sparring antar murid SMK Perdukunan. Dan  semacam expo untuk mencari bibit-bibit unggul dukun profesional ataupun praktisi supranatural. Barangkali ada HRD perusahaan yang melirik kan.

Ya begitu lah, seandainya Jujutsu Kaisen memiliki latar tempat dan suasana di Indonesia. Saya sih berharap ada sutradara atau produser yang tertarik mengangkat Jujutsu Kaisen ini menjadi serial sinetron Indonesia. Dan saya yakin, jika betulan digarap serius, serial ini bakal cukup meledak di pasaran mengikuti jejak pendahulunya, sinetron Di Sini Ada Setan.

BACA JUGA ‘Jujutsu Kaisen’: Cah Bagus Kelahiran MAPPA Studio yang Terpendam oleh Hype ‘Attack on Titan’ dan tulisan Nauvan Lathif lainnya.

Baca Juga:  Armin Arlert Sekarang Jadi Karakter Tidak Penting di ‘Attack on Titan’ Final Season
Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.
---
7


Komentar

Comments are closed.