Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Anime ‘Japan Sinks: 2020’ Tidak Disarankan untukmu yang Lemah Iman

Gusti Aditya oleh Gusti Aditya
1 Oktober 2020
A A
Anime Japan Sinks 2020' Tidak Disarankan untukmu yang Lemah Iman terminal mojok.co

Anime 'Japan Sinks: 2020' Tidak Disarankan untukmu yang Lemah Iman terminal mojok.co

Share on FacebookShare on Twitter

Sebuah kajian ilmiah dalam jurnal Nature menyampaikan mengenai potensi gempa besar dan tsunami hebat di Selatan Jawa. Sebenarnya hal ini sudah diamini oleh BMKG, menengok letak negara kita yang berada di persimpangan lempeng aktif. Tentunya, beberapa medialah yang membuat dunia persilatan ini geger. Sudah tahu minat baca negara kita rendah, menginformasikan sesuatu masih saja menggunakan formula clickbait. Susah. Mendingan nonton anime Japan Sinks: 2020 kayak saya.

Selama ini kita memang terjebak dalam belenggu sebuah “ramalan”. Ramalan bintang saja percaya, apalagi “ramalan saintifik”. Padahal, apa yang dikembangkan oleh sebelas peneliti itu sifatnya bukan ramalan, namun potensi. Sudut pandang tataran terminologi saja, kadang kita masih sulit membedakan, apalagi melihat realitas secara utuh dan adil.

ADVERTISEMENT

Lantas, bagaimana jadinya semisal sebuah ramalan yang awalnya dianjing-anjingkan, bahkan sampai dianggap gila, jebul terjadi beneran? Japan Sinks: 2020, anime garapan Netflix, punya cerita tersendiri.

Anime ini diadaptasi dari novel garapan Sakyo Komatsu yang berjudul Japan Sinks. Novel yang mengudara pada 1973 ini, digarap oleh Masaaki Yuasa dalam panji Netflix yang mulai serius melirik dunia anime. Katanya, anime adalah cara terbaik untuk melawan hegemoni animasi milik Disney. Kita akan bahas ini lain kali, yang jelas, anime ini menghadirkan ketegangan yang mencekam.

Untuk kelas gambar, memang kita yang biasa menonton anime shonen maupun seinen akan dibawa ke tahap yang berbeda. Mulai dari warna, gerak, realisasi suasana, Netflix melakukan hal baru. Seakan mereka menegaskan sebuah ciri khas yang nantinya akan mereka kembangkan.

Menurut saya pribadi, sih, ini adalah tipikal Masaaki Yuasa dengan bukti kualitasnya dalam Ride Your Wave (2019) dan The Night Is Short, Walk on Girl (2019). Atau ini merupakan tipikal ala studio Science SARU? Entahlah, yang jelas, jika Netflix mau “menantang” Disney melalui anime, tidak akan menetapkan satu “artwork keras” saja dalam pengembangannya.

Dalam segi sinopsis, saya nggak bisa bercerita terlalu banyak soal Japan Sinks: 2020. Titik pangkalnya adalah perjuangan keluarga Muto yang mencoba menyelamatkan diri dari bencana besar bernama gempa, banjir, yang menurut ramalan, akan menenggelamkan Jepang secara keseluruhan. Jepang akan binasa dan peradaban mereka akan hancur sama sekali.

Dari premis yang mengajak kita untuk berfantasi, anime ini nyatanya akan berjalan lebih liar dari fantasi yang telah kita ciptakan. Saya belum membaca novelnya secara langsung, namun menurut beberapa jawaban dari diskusi anime di Facebook, novel ini sejatinya lebih liar dari animenya. 

Baca Juga:

7 Rekomendasi Film Seks Terbaik Abad 21

7 Rekomendasi Film Dewasa Korea Terbaik Rating 18+ yang Sayang Dilewatkan

Satu hal yang membuat saya terus mengikuti dan setidaknya bertahan dengan artwork Masaaki Yuasa yang kurang cocok dengan selera saya adalah perihal pembangunan karakter yang dihadirkan. Setiap karakter yang menjadi highlight, nggak mentah begitu saja. Tokoh yang bakalan mati atau bertahan, setidaknya akan menyimpan arti tanpa percuma begitu saja.

Selain itu, bencana yang hadir silih berganti, entah ulah manusia atau saklek yang berlangsung dari alam, menambah unsur ke-asu-an tersendiri. Kita dibuat senyum karena salah memprediksi, sekaligus manyun dan manggut-manggut karena betapa kejamnya Japan Sinks: 2020 mengambil “hak hidup” seorang tokoh yang bertutur.

Bukan hanya bencana alam saja yang akan menguras perasaan kalian, seperti yang saya katakan, bencana yang dibuat oleh manusia. Contohnya adalah rasisme. Dipertegas dengan salah satu bagian bahwa hanya keturunan murni Jepang saja yang boleh ikut kapal (guna menyelamatkan diri). Sedangkan Ayumu, sang tokoh utama, adalah keturunan… ya, lihat sajalah. Pokoknya gayeng dalam masalah ini.

Apa kekurangan Japan Sinks: 2020? Sejatinya amat personal, sih. Selain artwork yang bukan selera saya, titik paling aneh adalah penokohan Kaito atau Kite. Datang di tengah cerita, hadirnya sosok ini membuat saya selalu berharap, “Ah, Ayumu dan keluarga pasti nggak apa-apa, soalnya ada Kite.” Perasaan ini yang mengganggu ketegangan saya dalam melihat anime survival yang satu ini.

Kite telah masuk dalam teritori keluarga ini terlalu dalam walau saya nggak bisa menafikan “YouTuber” konten traveling dan survival ini keren setengah mampus. Bayangkan saja kalau nggak ada Kite yang serba bisa, dijamin bakal degdegan sampai ngewel kaki saya. Salah satu adegan, ketika Ayumu terpisah dengan Kite di lautan, saya sampai berpikir bahwa tokoh utama bakal mati. Ternyata… ya, lihat sajalah.

Japan Sinks 2020 berisikan sepuluh episode dengan durasi yang sama seperti kebanyakan anime yang kita saksikan biasanya. Saran saya, nggak usah siapkan camilan atau malah makanan. Cukup air putih, duduk manis, genggam tangan orang di sebelahmu. Oh, iya, tidak disarankan untuk kamu yang lemah iman. Kenapa? Ya, lihat sajalah.

Sumber gambar: Netflix

BACA JUGA Daripada Blusukan Daring, Gibran Rakabuming Mending Lakukan Hal yang Lebih Wangun dan tulisan Gusti Aditya lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 1 Oktober 2020 oleh

Tags: rekomendasi filmreview anime
Gusti Aditya

Gusti Aditya

Pernah makan belut.

ArtikelTerkait

Makna di Balik Warna Rambut Anime yang Berbeda di Setiap Karakternya terminal mojok.co

Makna di Balik Warna Rambut Anime yang Berbeda di Setiap Karakternya

1 Februari 2021
'Hanzawa Naoki', Drama Jepang Terbaik yang Banjir Penghargaan terminal mojok.co

‘Hanzawa Naoki’, Drama Jepang Terbaik yang Banjir Penghargaan

10 Oktober 2020
7 Rekomendasi Film Semi Jepang yang Wajib Ditonton Minimal Sekali Seumur Hidup

7 Rekomendasi Film Semi Jepang yang Wajib Ditonton Minimal Sekali Seumur Hidup

10 Agustus 2024
film dengan plot twitst terbaik

Rekomendasi Film dengan Plot Twist Terbaik Part 4

9 Oktober 2019
3 Kartun Tanpa Dialog yang Sukses Memecah Tawa di Balik Teknik Slapstick terminal mojok tom and jerry larva pink panther komedi

3 Kartun Tanpa Dialog yang Sukses Memecah Tawa di Balik Teknik Slapstick

1 Oktober 2020
4 Rekomendasi Film Biopik Musisi yang Patut Ditonton Selain Bohemian Rhapsody terminal mojok

4 Rekomendasi Film Biopik Musisi yang Patut Ditonton Selain Bohemian Rhapsody

18 November 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

4 kesalahan pembeli saat menyantap cuanki yang membuat rasanya kurang nikmat Mojok.co

4 kesalahan pembeli saat menyantap cuanki yang membuat rasanya kurang nikmat 

21 Juli 2026
Perpustakaan Kota Batu salah satu tempat terbaik di kota ini, sayang belum banyak orang yang tahu dan mengunjunginya Mojok.co

Perpustakaan Kota Batu salah satu tempat terbaik di kota ini, sayang belum banyak orang yang tahu dan mengunjunginya

19 Juli 2026
Kecewa pada teman yang tidak mengucapkan selamat ulang tahun, saya jadi belajar tidak berekspektasi pada manusia Mojok.co

Kecewa pada teman yang tidak mengucapkan selamat ulang tahun, saya jadi belajar tidak berekspektasi pada manusia 

16 Juli 2026
3 Kebohongan tentang Lembang yang Perlu Diluruskan

Bukan cuma soal dingin, ini 4 kejanggalan di Lembang yang bikin wisatawan Semarang heran

15 Juli 2026
Rezeki memang tak melulu soal uang, tapi senang juga rasanya kalau dapat duit bertubi-tubi Mojok.co

Rezeki memang tak melulu soal uang, tapi senang juga rasanya kalau dapat duit bertubi-tubi

18 Juli 2026
Motor matic itu kutukan yang selalu rusak kalau saya punya uang (Unsplash)

Saya curiga, motor matic punya indra penciuman terhadap saldo rekening karena selalu rusak ketika saya punya uang

16 Juli 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=6Xo_K0G3FRg


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.