Makna di Balik Warna Rambut Anime yang Berbeda di Setiap Karakternya – Terminal Mojok

Makna di Balik Warna Rambut Anime yang Berbeda di Setiap Karakternya

Artikel

Kalau melihat serial anime, biasanya identik dengan warna rambut yang menyala terang dan kerap kali tidak realistis. Bayangkan saja, pergi ke sekolah dengan rambut warna kuning, pink, atau ungu. Kalau dipraktikkan di Indonesia rasanya kurang logis, bukan? Uniknya lagi, fenomena rambut anime dengan warna yang ekspresif ini tidak hanya ditemukan di serial anime action atau yang memiliki bumbu fiksi dan fantasi kuat. Anime dengan genre slice of life juga kerap kali menggunakan warna-warna menyala pada setiap karakternya.

Mungkin akan menimbulkan pertanyaan dan keraguan, bagaimana anime ini dikategorikan sebagai slice of life apabila warna dari rambut karakternya saja sudah tidak mencerminkan kehidupan realistis?

Penilaian mengenai anime slice of life mungkin hanya berfokus pada jalan cerita yang disajikan. Bagaimana anime dengan genre ini biasanya membawa tema yang dekat dengan kehidupan dan aktivitas sehari-hari. Namun, penulis menemukan makna lain mengapa pemilihan warna rambut anime dalam anime slice of life terasa lebih hidup dan memberi makna mendalam ketimbang pemberian warna ekspresif pada anime aksi dan fantasi. Dalam hal ini, penulis terdorong untuk mengulik lebih lanjut soal makna rambut karakter anime yang penuh warna dengan setiap sifat yang ditonjolkan.

Dorongan terbesar untuk mengulik pembahasan ini sendiri datang ketika menonton serial anime Horimiya (Hori-san to Miyamura-kun) yang merupakan anime musim dingin yang rilis pada 9 Januari 2021 silam. Di dalam serial anime ini, penonton disuguhkan dengan karakter-karakter utama yang memiliki warna rambut berbeda dan cukup menyala. Genre dari anime ini sendiri adalah romance dan slice of life, menghadirkannya alur cerita yang lambat dengan latar cerita yang berfokus di sekolah menengah.

Kita mulai dari dua tokoh utama yang menjadi fokus cerita dalam serial anime ini, Kyouko Hori dan Izumi Miyamura. Hori adalah tokoh utama perempuan yang memiliki visual warna rambut berwarna cokelat. Rambut warna cokelat bisa dibilang merupakan warna rambut paling umum yang dimiliki oleh karakter utama dalam serial anime.

Jauh sebelum Hori, beberapa karakter utama seperti Ouma Shu (Guilty Crown), Yui Hirasawa (K-On!), dan Light Yagami (Death Note) memiliki warna rambut cokelat yang hampir sama dengan milik Hori. Sebagai tokoh utama, Hori bisa dibilang memiliki kepribadian yang ideal sebagai perempuan manis yang populer dan mudah akrab dengan orang-orang sekitar. Sisi Hori yang ramah dan rendah hati ini tampaknya sejalan dengan arti dari warna rambut cokelat. Mengutip dari The International Journal of Indian Psychology yang membahas mengenai warna dan signifikansinya, warna cokelat memiliki makna reliabilitas, stabilitas, dan pertemanan. Maka, tidak heran apabila Hori dalam serial anime ini menjadi sosok yang ideal untuk menggambarkan perempuan muda yang aktif, cerdas, dan memiliki jalinan pertemanan yang luas.

Berlanjut ke tokoh utama pria selanjutnya, yakni Izumi Miyamura. Miyamura memiliki warna rambut hitam gondrong yang menjadikan visualnya cukup ‘’suram’’ ditambah dengan kacamata yang ia kenakan sehari-hari di sekolah. Warna rambut hitam sendiri pada dasarnya adalah warna umum yang sering digunakan oleh banyak karakter dalam serial anime dan sering kali tidak memiliki makna khusus.

Namun, dalam case Miyamura, tampaknya warna hitam ini melibatkan emosi yang kuat sekaligus menunjukkan sisi misterius dan keseriusan yang murni sejalan dengan kepribadiannya. Miyamura memiliki kepribadian yang misterius, kaku, dan sulit untuk mengutarakan perasaanya secara gamblang kepada orang lain. Mungkin tidak terlalu mengejutkan karena ia memiliki cerita masa lalu yang kurang menyenangkan.

Makna yang kuat dari warna rambut dalam serial anime Horimiya ini semakin menarik apabila dikaitkan dengan beberapa karakter pendukungnya. Sebut saja Yoshikawa Yuki yang merupakan teman akrab Hori dengan visual warna rambut hijau olive. Warna ini sering diasosiasikan dengan perasaan empati dan kehati-hatian, meski pada anime-nya Yuki diperlihatkan sebagai sosok teman yang ceria dan penuh energi, Yuki bisa dibilang sebagai sosok teman yang cukup peka untuk memahami perasaan orang-orang sekitarnya.

Berpindah ke tokoh pendukung yang sering berinteraksi dengan tokoh utama, yakni Ishikawa Tooru. Ia memiliki warna rambut ungu yang cukup jarang dimiliki oleh karakter pria dalam anime, Tooru menggambarkan bagaimana karakter dari warna ungu yang memiliki makna ganda dan kerap kali membingungkan. Sebagai percampuran warna merah dan biru, ungu mewujudkan makna yang merupakan penggabungan dari semangat tinggi dan sikap yang bijak. Tidak heran apabila sifat Tooru yang cenderung ramai ini bisa menjadi sosok yang dewasa dan bijak ketika memberi nasihat, terutama ketika berinteraksi dengan Miyamura.

Warna-warna lain yang turut merepresentasikan setiap karakter pendukung lainnya dalam anime ini juga dikemas dengan apik dan manis. Seperti Ayasaki Remi yang ceria dan heboh dengan rambut pink-nya. Sang ketua OSIS, Sengoku Kakeru yang memiliki rambut merah memang tidak terlalu membara seperti karakter anime dengan rambut merah pada umumnya, namun semangat dan kegigihan dari sifat warna merah masih terlihat pada dirinya. Hingga Sakura Kouno, yang merupakan wakil ketua OSIS merupakan sosok yang rapi, tanggung jawab, dan dapat dipercaya seperti halnya makan dari warna hijau yang melekat pada rambutnya.

Melihat setiap makna di masing-masing warna rambut anime dalam karakternya, tampaknya cukup masuk akal jika diasosiasikan dengan realitas. Inilah yang kemudian yang membuat kreator anime menggambar karakternya sedemikian rupa. Ini sekaligus sebagai bentuk untuk mengakhiri anggapan bahwa warna-warna menyala dari setiap karakter anime hanya dijadikan sebagai pemanis visual.

Sumber gambar: YouTube Kiranime

BACA JUGA IQIYI, Aplikasi Streaming Anime Legal yang Nggak Bikin Kantong Jebol

Baca Juga:  Dilema Orang yang Makan Banyak Tapi Tetap Kurus
Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.



Komentar

Comments are closed.