Apakah kalau Naruto Mati Akan Dimakamkan Sesuai Protokol Kesehatan? – Terminal Mojok

Apakah kalau Naruto Mati Akan Dimakamkan Sesuai Protokol Kesehatan?

Artikel

Avatar

Apakah ketika Naruto mati akan menjadi hari libur nasional? Bisa jadi. Kematian ini bukan sekadar kematian orang biasa. Para fans setia dari manga yang sudah terbit sejak 1999 ini sudah tahu sejak beberapa hari yang lalu bahwa tokoh idola mereka sejak kecil, yaitu Uzumaki Naruto akan tutup usia sebentar lagi. Hal ini diketahui melalui cerita anak pertama sang Hokage dari Konohagakure, yaitu Uzumaki Boruto.

Pada chapter 51 tampak Rubah Ekor Sembilan atau yang biasa dipanggil Kurama mengatakan bahwa jika ia melanjutkan pertarungannya dengan Isshiki, ia akan menanggung risiko yang sangat serius hingga bisa jadi mengancam nyawanya.

Namun, Naruto masih saja seperti di episode-episode sebelumnya, memiliki watak keras kepala. Mendahulukan kepentingan orang lain dan tentu saja tidak mudah menyerah. Akhirnya setelah dibujuk oleh Naruto, Kurama membantunya dengan sekuat tenaga hingga memasuki mode biju yang maksimal dan memunculkan bentuk baru. Padahal, sebelum melakukannya, Kurama sudah memperingatkan Naruto tentang risiko yang ditanggungnya jika ia menggunakan mode bijunya yang baru, yaitu kematian.

Hal inilah yang membuat para fans Naruto seperti mengalami galau berjamaah, pasalnya tokoh yang mereka kagumi sejak kecil akan meninggal sebentar lagi. Beberapa forum diskusi penggemar anime juga cukup ramai membahas akan kematian Hokage ketujuh tersebut. Bahkan sebelum nasihat Kurama dilontarkan kepada Naruto di chapter 51 sehingga banyak spekulasi yang berkembang di kalangan anime lovers bahwa Naruto mati.

Namun, jangan lupa bahwa sekarang masih masa pandemi, jika Uzumaki Naruto mati sekarang atau dalam waktu dekat, apakah akan dikebumikan dengan protokol kesehatan yang lebih baik daripada di Indonesia? Tentunya Menteri Kesehatan Konohagakure, yaitu Haruno Sakura, istri dari Uchiha Sasuke tidak akan lepas tanggung jawab atau menghilang dari jagat dunia anime.

Saat ini Konoha sedang mengalami pertempuran hebat dan presiden ketujuh mereka sedang bertarung habis-habisan, apakah masih sempat menyiapkan pemakaman dengan menggunakan protokol kesehatan?

Sebab perlu anime lovers ketahui bahwa pemakaman menggunakan protokol kesehatan melarang kalian untuk pergi mengunjungi atau melayat ke rumah duka. Kalian hanya bisa mendoakan dari jauh atau hanya bisa berbelasungkawa melalui media sosial masing-masing. Memang kepastian akan berita Naruto mati masih abu-abu, namun sudah banyak tanda yang diperlihatkan oleh pencipta Naruto, yaitu Masashi Kishimoto melalui perkataan Kurama di manga chapter 51 yang beberapa hari lalu sudah rilis. Bahkan di lagu ending anime Boruto terbaru, terlihat beberapa potongan gambar yang menunjukan nuansa kehilangan dan kematian dari ayah beranak dua tersebut.

Saya memahami bahwa kita semua sangat ingin mengunjungi kediaman Naruto jika memang hal yang tidak diinginkan itu terjadi. Tapi, lagi-lagi semua tergantung bagaimana protokol kesehatan Desa Konoha memperbolehkan rakyatnya mengunjungi kediaman Hokage. Kalaupun boleh, setiap pengunjung yang melayat pastilah harus berjarak satu meter dan pembawa peti jenazah serta penggali kuburnya menggunakan pakaian APD lengkap dengan vaksin yang sudah disemprotkan untuk mensterilkan tempat.

Sejauh ini Desa Konoha merupakan tempat dengan angka korban paling sedikit yang diakibatkan oleh Covid-19. Dapat dipastikan Haruno Sakura dapat menangani pandemi dengan baik tanpa adanya korban jiwa satu pun. Hal itu sepertinya perlu di contoh oleh negara lain agar terhindar dari virus tersebut. Jika skenarionya Naruto mati, entah karena Covid-19 atau karena lalai dengan peringatan Kurama, rakyat konoha dan desa tetangga harus tetap hati-hati. Berjaga-jaga juga bagian dari antisipasi adanya musibah baru pasca ditinggalnya sang Presiden.

Namun, sekali lagi hal itu menjadi pilihan yang tampaknya sangat sulit dipilih oleh Sakura selaku Menteri Kesehatan. Sebab, penggemar dari teman masa kecilnya tersebut memang sangatlah banyak di seluruh dunia dan lapisan masyarakat. Jika keputusan yang diambilnya salah, bisa jadi Konohagakure akan didemo oleh banyak lapisan masyarakat dari seluruh penjuru dunia terkait kebijakan yang akan diambilnya untuk pemakaman Hokage ketujuh. Semoga apa pun pilihan yang akan diambil oleh Kemenkes Desa Konoha, semua pihak terkait dapat menerima.

Untuk fans yang berkabung setelah Naruto mati, harap bersabar. Di masa pandemi begini, rakyat memang cuma bisa menangis dan menerima semua yang sudah diatur pemerintah Desa Konoha.

BACA JUGA Politisi Konoha: Bersih, Merakyat, dan Kerja Nyata, tapi Budek juga

Baca Juga:  Balada Pengguna WhatsApp: Jika Penting dan Genting Itu Telepon, Bukan PING!

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

---
9


Komentar

Comments are closed.