Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Para Pengutuk Gabi Braun di ‘Attack on Titan’ Ada karena 3 Hal Ini Sering Diajarkan Sinetron Kita

Fadlir Nyarmi Rahman oleh Fadlir Nyarmi Rahman
2 Februari 2021
A A
Para Pengutuk Gabi Braun di 'Attack on Titan' Ada karena 3 Hal Ini Sering Diajarkan Sinetron Kita terminal mojok.co

Para Pengutuk Gabi Braun di 'Attack on Titan' Ada karena 3 Hal Ini Sering Diajarkan Sinetron Kita terminal mojok.co

Share on FacebookShare on Twitter

Gabi Braun jadi trending di Twitter dan netizen beramai-ramai mengutukinya.

Serial anime Attack on Titan musim terakhir episode delapan sudah rilis pada dini hari pertama Februari ini. Seperti biasa, sesaat setelah rilis, serial ini pun menjadi banyak perbincangan kawula muda. Bahkan, episode berjudul “Peluru Kematian” ini, menjadikan Sasha (salah satu tokoh yang jadi sorotan di dalamnya) trending di Twitter Indonesia (01/02/2021).

Sebagai penikmat serial ini, kita tahu, Sasha merupakan sosok pencair ketegangan di dalam cerita yang jarang sekali ada guyonannya ini. Kehadirannya sering mengundang gelak tawa melalui tingkahnya yang lugu, konyol, sekaligus rakus di Pasukan Pengintai. Maka, tidak heran kematiannya membuat namanya bertengger di trending Twitter. Dengan mengekliknya di kolom trending itu, kita bisa melihat ungkapan kesedihan dari para penonton.

Akan tetapi, yang membuat saya heran adalah nama “Gabi” yang juga ikut bertengger di trending sana. Yang setelah saya selidiki, ternyata berisi umpatan, kutukan, dan macam-macam kekesalan yang ditujukan padanya karena membunuh Sasha. Bagaimana nggak heran, lah wong Gabi Braun juga menderita sama seperti Sasha dan pasukannya kok, ya apa sih malah digituin.

Oleh sebab itu, saya menduga bahwa semua itu muncul karena kebiasaan mereka yang mendapat pelajaran dari sinetron, yang antara lain sebagai berikut:

#1 Memandang hitam putih suatu persoalan

Tahu sendiri kan, bagaimana tokoh antagonis dan protagonis sangat kontras perihal mewakili kebaikan dan keburukan di sinetron dalam negeri yang ada. Ya, sama sekali hitam putih. Tokoh baik selalu baik, dan sebaliknya.

Dari hal tersebut, mereka pun tidak terbiasa melihat persoalan secara utuh sehingga yang muncul ya kelakuan tolol itu. Mereka lupa atau bahkan tidak bisa melihat latar belakang permasalahan yang ada.

Begini, kan jelas sekali apa yang melatarbelakangi tindakan Gabi Braun yang berani itu. Dengan memanfaatkan 3D Manuver untuk naik ke pesawat yang dinaiki Sasha Blouse, itu adalah bentuk balas dendamnya. Lah wong lagi dalam keadaan layaknya pesta meriah, ijig-ijig ia dan kaumnya diserang, siapa yang nggak dongkol coba? Ditambah, kedua sahabatnya mati tertimpa reruntuhan dan terinjak kepanikan. Tragis.

Baca Juga:

Rumbling dalam Attack on Titan: Terlihat Benar karena Ceritanya Memang Bermasalah

Saya Setuju dengan Eren, Rumbling Adalah Solusi

Lah masa sudah menderita sebegitunya, ia tak boleh melakukan balas dendam? Ini bukan simpati pada tindak pembunuhan, tapi mencoba adil melihat persoalan, Cuk!

#2 Meniadakan konteks

Ya, sering sinetron kita menyuguhkan konflik yang tiba-tiba gini dan gitu. Atau, tanpa tedeng aling-aling, sehingga mereka tak mampu melihat konteks yang ada dàlam serial ini: peperangan.

Dengan kata lain, di tengah acara saling balas dendam berdasarkan kepercayaan masing-masing itu, mereka tak tahu bahwa tak ada istilah kubu yang baik dan buruk.

Ditambah lagi, terlihat juga kalau mereka yang mengutuki Gabi Braun tidak melihat episode ini sebagai rangkaian panjang serial yang memang begitu kompleks. Melainkan hanya menilai dari satu peristiwa saat peluru senapan dari Gabi Braun menembus tubuh Sasha Blouse.

Padahal, tepat sebelum Gabi Braun naik ke pesawat itu saja, ia sudah dengan sangat jelas menunjukkan kepada Falco bahwa betapa kesal dan menderitanya sehingga muncul keberanian padanya untuk menyerang sendirian. Dengan menilik kejadian ini saja, seharusnya mereka bisa memberikan simpati pada Gabi Braun alih-alih mengutukinya.

Mereka tidak bisa menerima bahwa semua kejadian ini tidak bisa dilepaskan dari konteks yang ada, yaitu, sekali lagi, peperangan. Di mana semua pihak mempertahankan kebenarannya sendiri sehingga apa pun yang dilakukan bukan lagi menjadi soal.

Masak sih memahami hal ini saja nggak bisa? Oh, iya, sinetron kita kan nggak pernah mengajarkannya, ya. Lupa.

Belum lagi kalau mereka mau (bukan bisa) mengingat sejarah panjang dari dendam pasukan Marley terhadap “Raja Tembok” dan penduduknya di season sebelumnya. Tentu umpatan-umpatan itu tak akan pernah keluar dari jarinya.

#3 Mencari tumbal untuk disalahkan

Dari poin pertama, satu hal lagi yang bisa muncul dan berbahaya adalah kebiasaan untuk menyalahkan. Penonton disuruh menyalahkan satu pihak, tak pernah bisa untuk berhenti di titik bersimpati pada pihak yang lainnya.

Dalam hal ini, saya bisa maklum pada mereka yang sedih atas kematian Sasha Blouse. Dan, seharusnya memang berhenti sampai laku bersedih saja, bukan malah lanjut mengutuki Gabi Braun. Sadarlah bahwa memang begitulah peperangan, Bund, berjalan seperti bajingan.

Yok bisa yok, agar kalian tak butuh satu orang pun untuk disalahkan untuk menambah simpati terhadap Sasha. Blas nggak nyambung soalnya!

Akan tetapi, kalau nggak bisa berhenti menyalahkan, menurut saya, satu-satunya orang yang harus kita kutuki dan beri umpatan itu ya si Hajime Isayama sendiri. Kenapa sih bikin cerita sedramatis dan sekompleks ini? Kenapa nggak jadiin Marley jahat seutuhnya dan pasukan Levi dkk. sebagai pihak yang murni baik? Kenapa sih harus njlimet?

Nah, akan tetapi, beliau paling cuma bakalan jawab, “Selain untuk memancing kerja otak kalian supaya maksimal, di kehidupan ini nggak ada yang seratus persen baik dan jahat. Dan, kisah seperti itulah yang ingin saya buat.”

Atau, kalau nggak gitu ya begini, “Saya orang Jepang dan tak mau membuat kisah seperti yang sinetron Indonesia lakukan, yang telah membuat kalian jadi norak-minta-ampun begini.”

BACA JUGA Studio MAPPA Bungkam Bacot Netizen dengan Eksekusi Ciamik Episode 7 AoT atau tulisan Fadlir Nyarmi Rahman lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 2 Februari 2021 oleh

Tags: attack on titanGabi Braun
Fadlir Nyarmi Rahman

Fadlir Nyarmi Rahman

Seorang radiografer yang sedikit menulis, lebih banyak menggulir lini masa medsosnya. Bisa ditemui di IG dan Twitter @fadlirnyarmir.

ArtikelTerkait

spoiler aot MAPPA terpesona Mengulik Persamaan Menkes Budi Gunadi dan Reiner Braun dari Attack on Titan  terminal mojok.co

MAPPA dan Deadline Gila yang Diberikan kepada Mereka dalam Mengerjakan ‘Attack on Titan’

20 Januari 2021
rambut eren yeager attack on titan mojok

4 Hal Penting yang Ingin Disampaikan Hajime Isayama lewat Rambut Eren Yeager

16 Februari 2021
erwin smith attack on titan terminal mojok

Strategi Erwin Smith Mengatasi Marley dan Tawaran Zeke Seandainya Dia Masih Hidup

9 Februari 2021
scanlation one piece chapter 1011 attack On Titan Lebih Baik dari 'One Piece'? Mabuk, Bos?

‘Attack On Titan’ Lebih Baik dari ‘One Piece’? Mabuk, Bos?

4 Maret 2021
Review Attack on Titan Final Season Episode 1: Bagus, namun Tetap Khawatir

Review Attack on Titan Final Season Episode 1: Bagus, namun Tetap Khawatir

11 Januari 2022
Ada Beberapa Alasan bahwa Gabi Braun Memang Layak untuk Dibenci terminal mojok.co

Gabi Braun Memang Layak untuk Dibenci

3 Februari 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Lagu Baru Sheila On 7 “Sederhana” Pas untuk Orang-orang Usia 30 Tahun Mojok.co

Lagu Baru Sheila On 7 “Sederhana” Pas untuk Orang-orang Usia 30 Tahun

9 Mei 2026
PT Pegadaian Punya Layanan Lain yang Nggak Saya Sangka, Bukan Cuma Tempat Gadai Orang Kepepet Butuh Duit Terminal

PT Pegadaian Punya Layanan Lain yang Nggak Saya Sangka, Bukan Cuma Tempat Gadai Orang Kepepet Butuh Duit

8 Mei 2026
Sisi Gelap Gamping Sleman yang Jarang Dibicarakan Orang

Gamping, Gerbang Masuk Barat sekaligus Tempat Bersejarah di Jogja yang Kehilangan Harga Dirinya

7 Mei 2026
Derita Orang dengan Logat Bekasi yang Hidup di Solo (Unsplash)

Derita Orang Bekasi Seperti Saya Hidup di Solo, Dibilang Sok Jawa sampai Susah Nimbrung di Tongkrongan

10 Mei 2026
6 Pelatihan untuk Awardee LPDP yang Lebih Penting Dibanding Pembekalan dari TNI, Ada Academic Writing hingga Literasi Finansial Mojok.co

6 Pelatihan bagi Awardee LPDP yang Lebih Penting Dibanding Pembekalan dari TNI, Ada Academic Writing hingga Literasi Finansial 

11 Mei 2026
Slow Living di Gamping Itu Nyata, Asal Kamu Tidak Jadi Warga Lokal Mojok.co

Slow Living di Gamping Itu Nyata, Asal Kamu Tidak Jadi Warga Lokalnya

11 Mei 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

    Konten Promosi



    Google News
    Ikuti mojok.co di Google News
    WhatsApp
    Ikuti WA Channel Mojok.co
    WhatsApp
    Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
    Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
    Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

    Tentang
    Kru
    Kirim Tulisan
    Ketentuan Artikel Terminal
    Kontak

    Kerjasama
    F.A.Q.
    Pedoman Media Siber
    Kebijakan Privasi
    Laporan Transparansi

    PT NARASI AKAL JENAKA
    Perum Sukoharjo Indah A8,
    Desa Sukoharjo, Ngaglik,
    Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

    [email protected]
    +62-851-6282-0147

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

    Tidak Ada Hasil
    Lihat Semua Hasil
    • Nusantara
    • Kuliner
    • Kampus
      • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Olahraga
    • Otomotif
    • Hiburan
      • Anime
      • Film
      • Musik
      • Serial
      • Sinetron
    • Gaya Hidup
      • Fesyen
      • Gadget
      • Game
      • Kecantikan
    • Kunjungi MOJOK.CO

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.