Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Karangmalang UNY tidak ramah pejalan kaki, jalan kaki di sana serasa uji nyali

Janu Wisnanto oleh Janu Wisnanto
7 Juli 2026
A A
Karangmalang UNY tidak ramah pejalan kaki, jalan kaki di sana serasa uji nyali Mojok.co

Karangmalang UNY tidak ramah pejalan kaki, jalan kaki di sana serasa uji nyali (visitingjogja.jogjaprov.go.id)

Share on FacebookShare on Twitter

Keluar dari Fakultas Bahasa, Seni, dan Budaya (FBSB) UNY di Karangmalang seharusnya tidak begitu menguras energi dan emosi. Apalagi kalau tujuannya adalah tempat fotokopi, warmindo, minimarket, atau tempat-tempat kebutuhan mahasiswa lain karena jaraknya dekat. Anehnya, justru perjalanan pendek itu yang terasa paling melelahkan.

Bukan karena panasnya Jogja atau tas kuliah yang terlalu berat, jalan kaki di Karangmalang terasa melelahkan karena pejalan kaki mesti selalu waspada. Mata harus bergantian melihat ke depan dan ke samping, memastikan tidak ada motor yang tiba-tiba keluar gang, kendaraan yang berhenti sembarangan, atau trotoar yang mendadak putus sehingga kita terpaksa turun ke badan jalan.

ADVERTISEMENT

Padahal, dilihat-lihat lagi, Karangmalang daerah yang sempurna untuk ngekos. Hampir semua kebutuhan mahasiswa ada di Karangmalang. Kos berjejer, warung makan mudah ditemukan, laundry ada di setiap sudut, tempat fotokopi tidak pernah sepi, kafe bermunculan, hingga minimarket bisa dijangkau hanya dengan beberapa menit berjalan kaki. Kawasan ini tumbuh menjadi ekosistem yang nyaris lengkap untuk kehidupan mahasiswa.

Sayangnya, satu kebutuhan paling mendasar justru masih sering terlupakan, ruang untuk berjalan kaki dengan aman.

Tidak ada ruang untuk pejalan kaki

Saya sering berpikir, ironi terbesar Karangmalang bukanlah kemacetannya. Melainkan, kenyataan bahwa kawasan yang dipenuhi mahasiswa justru membuat berjalan kaki terasa seperti pilihan yang berisiko.

Di sekitar FBSB UNY misal, arus kendaraan nyaris tidak pernah benar-benar sepi. Pagi dipenuhi mahasiswa yang mengejar jam kuliah. Siang berganti dengan kendaraan yang keluar-masuk kampus. Sore hingga malam, jalan tetap ramai karena mahasiswa berpindah dari kampus ke kos, ke warung makan, atau sekadar mencari kopi.

Akibatnya, pejalan kaki sering menjadi pihak yang harus mengalah. Mengalah kepada motor yang parkir memenuhi sisi jalan. Pejalan kaki juga harus mengalah ketika trotoar berubah fungsi. Mengalah pula saat kendaraan keluar dari gang tanpa banyak ruang untuk saling menghindar. Bahkan, sesekali mengalah kepada motor yang memilih melintas di area yang seharusnya menjadi ruang pejalan kaki.

Yang membuat situasi ini terasa janggal adalah jarak antartempat di Karangmalang sebenarnya dekat. Banyak mahasiswa masih memilih naik motor hanya untuk berpindah beberapa ratus meter. Tentu ada alasan masing-masing, tetapi saya menduga salah satunya karena berjalan kaki memang tidak selalu terasa nyaman.

Baca Juga:

Nasib apes mahasiswa tanggung, susah dapat beasiswa karena kebanyakan untuk mahasiswa kurang mampu

Melawan serbuan semut di kamar, drama anak kos yang tampak sepele, tapi cukup bikin puyeng

Padahal, kawasan kampus idealnya mendorong orang untuk berjalan kaki. Selain lebih sehat, interaksi antarmahasiswa juga lebih mungkin terjadi ketika orang berjalan, bukan ketika semua berlomba melaju dengan kendaraan masing-masing.

Karangmalang UNY yang padat

Karangmalang sebetulnya sudah memiliki semua syarat menjadi kawasan kampus yang hidup. Aktivitas ekonomi berjalan hampir tanpa henti. Usaha-usaha kecil tumbuh mengikuti kebutuhan mahasiswa. Jalanan selalu ramai. Namun, perkembangan itu terasa lebih cepat daripada kesiapan ruang publiknya.

Yang bertambah bukan hanya jumlah kos atau tempat makan, melainkan juga volume kendaraan. Sementara ruang bagi pejalan kaki sering kali tetap seperti dulu. Bahkan, di beberapa titik terasa semakin sempit karena berbagai aktivitas di pinggir jalan.

Saya tidak sedang berharap Karangmalang berubah menjadi kawasan yang steril dari kendaraan. Itu jelas mustahil. Jalan ini memang menjadi urat nadi aktivitas ribuan mahasiswa setiap hari.

Akan tetapi, rasanya tidak berlebihan jika pejalan kaki bisa berjalan tanpa harus terus-menerus merasa sedang mempertaruhkan keselamatan untuk perjalanan yang bahkan tidak sampai satu kilometer.

Akan tetapi, mahasiswa tidak selalu bergerak dari kos ke kampus dengan motor. Ada yang berjalan menuju tempat fotokopi karena hanya perlu mencetak satu lembar tugas. Tidak sedikit yang berjalan ke warung makan setelah kelas selesai. Ada yang sekadar ingin membeli minuman di minimarket. Aktivitas-aktivitas kecil seperti inilah yang justru paling sering dilakukan.

Ironisnya, aktivitas yang paling sederhana itu sering berubah menjadi perjalanan yang menuntut kewaspadaan penuh.

Mungkin inilah paradoks Karangmalang hari ini. Kawasan ini berkembang sangat cepat sebagai daerah andalan mahasiswa. Semua kebutuhan mahasiswa seolah tersedia dalam radius yang berdekatan. Namun, untuk menikmati kedekatan itu dengan berjalan kaki, kita masih harus berkompromi akan banyak hal. 

Karangmalang sudah berhasil menjadi rumah bagi ribuan mahasiswa. Kini, mungkin sudah saatnya kawasan ini juga benar-benar menjadi tempat yang ramah bagi mereka yang memilih berjalan kaki.

Penulis: Janu Wisnanto
Editor: Kenia Intan

BACA JUGA Enaknya Jadi Alumni UNY: Nggak Ada yang Bisa Dibanggakan, Nggak Ada Beban.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

 

Terakhir diperbarui pada 7 Juli 2026 oleh

Tags: jalan kakikarangmalangkarangmalang unykos karangmalangMahasiswamahasiswa unypejalan kakiUNY
Janu Wisnanto

Janu Wisnanto

Mahasiswa semester akhir Universitas Ahmad Dahlan, jurusan Sastra Indonesia. Pemuda asli Sleman. Penulis masalah sosial di Daerah Istimewa Yogyakarta.

ArtikelTerkait

Betapa Beruntungnya Mahasiswa ITB. Punya Kampus Estetik dan Adem. Institut Teknologi Bandung Punya Mata Kuliah Olahraga Juga. (Wikimedia Commons)

Sialan! ITB Itu Kampusnya Estetis, Mahasiswa Institut Teknologi Bandung Bikin Iri Banget

1 Agustus 2023
Semprotulation Adalah Perayaan Bodoh, Untung Dulu Nggak Ada Waktu Saya Kuliah

Semprotulation Adalah Perayaan Bodoh, Untung Dulu Nggak Ada Waktu Saya Kuliah

5 Desember 2023
Urband Legend FBSB UNY yang Bikin Bulu Kuduk Merinding Mojok.co

Urban Legend FBSB UNY yang Bikin Bulu Kuduk Merinding

28 Juni 2025
7 Modus Ormek yang Cenderung Menggelikan Ketika Berburu Kader terminal mojok.co

5 Mitos Organisasi Mahasiswa, Tidak Seindah yang Kamu Kira

21 November 2020
Teruntuk Kaum Rebahan, Mari Kita Hilangkan Mental 'Ah Gampang, Bisa Diatur'

Teruntuk Kaum Rebahan, Mari Kita Hilangkan Mental ‘Ah Gampang, Bisa Diatur’

5 Januari 2020
Pejalan Kaki "Dilarang" di Kota Semarang Mojok.co

Pejalan Kaki “Dilarang” di Kota Semarang

5 Mei 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Liburan idaman orang dewasa itu sederhana, bisa rebahan tanpa diganggu notifikasi kerja Mojok.co

Liburan idaman orang dewasa itu sederhana, bisa rebahan tanpa diganggu notifikasi kerja

21 Juli 2026
Yamaha Fazzio, motor matic paling ciamik untuk dimodifikasi. Mau gaya proper matic, japanese cargo, retro, hingga racing, semuanya jadi keren

Yamaha Fazzio, motor matic paling ciamik untuk dimodifikasi. Mau gaya proper matic, japanese cargo, retro, hingga racing, semuanya jadi keren

24 Juli 2026
Mustahil Hidup Tentram di Lingkungan Pecinta Sound Horeg Banyuwangi (Pexels) malang

Saya sudah hidup di Malang selama 2 tahun, dan tetap tidak bisa menerima sound horeg

25 Juli 2026
4 alasan Alun-alun Tegal jadi tempat jogging favorit warga Mojok.co

4 alasan Alun-alun Tegal jadi tempat jogging favorit warga

21 Juli 2026
MagangHub Kemnaker bukan tempat cari magang, tapi wadah menguji kesabaran para fresh graduate Mojok.co

MagangHub Kemnaker bukan tempat cari magang, tapi wadah menguji kesabaran para fresh graduate

25 Juli 2026
Orang Wonogiri Layak Dinobatkan sebagai Orang Paling Bakoh Se-Jawa Tengah Mojok.co jogja malang

Deklarasi Wonogiri sebagai ibu kota mi ayam bakso harusnya menyadarkan Malang bahwa reputasi saja tidak selalu cukup

21 Juli 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=6Xo_K0G3FRg


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.