Stadion Gajayana Malang sudah tak semegah dahulu. Bangunan stadionnya masih ada dan digunakan warlok untuk berolahraga di akhir pekan. Namun, jujur saja, kondisinya bak hidup segan mati tak mau.
Padahal, menilik kembali ke belakang, stadion ini bukan sembarang bangunan. Stadion Gajayana yang berdiri sejak 1924 di jantung Kota Malang itu jadi bagian penting bagi banyak klub sepak bola. Mulai dari Voetbalbond Malang en Omstreken, Persema Malang, hingga Arema Malang.
Selama bertahun-tahun tahun berdiri, Stadion Gajayana menjadi saksi bisu sepak bola Kota Malang. Banyak pertandingan yang telah digelar di sana, didampingi sorak-sorai dari pendukung yang membuat tribun terasa hidup.
Stadion Kanjuruhan perlahan menggeser Stadion Gajayana Malang
Kehadiran Stadion Kanjuruhan dengan kapasitas yang jauh lebih besar dan fasilitas yang lebih modern menggeser pusat sepak bola Malang dari Gajayana ke Kanjuruhan. Jika, dipikir-pikir, itu keputusan yang logis. Sepak bola modern memang membutuhkan infrastruktur stadion yang lebih mumpuni.
Setelah Stadion Gajayana Malang ditinggalkan, bangunannya tidak dibongkar, tidak pula dikembangkan. Dibiarkan begitu saja.
Baca halaman selanjutnya: Sejujurnya …













