Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Kereta Api Penataran, si Ular Besi Tua Andalan Mahasiswa Blitar Raya

Yongky Choirudin oleh Yongky Choirudin
16 November 2020
A A
stasiun citayam kereta api penataran blitar mojok

kereta api penataran blitar mojok

Share on FacebookShare on Twitter

Kereta api Penataran sudah lama menjadi andalan mahasiswa yang berada di kabupaten Blitar untuk bepergian ke luar kota. Seperti saat mereka pergi ke kota Malang dan Surabaya untuk melanjutkan kuliah. Murahnya tiket kereta api Penataran menjadi alasan utama mereka sulit berpaling dari ular besi ini.

Meski ada transportasi lain yang lebih nyaman ketimbang kereta api Penataran, tetapi dengan harga murah yang ditawarkan ditambah dengan ketepatan waktu yang semakin baik, membuat kereta api Penataran yang sebenarnya hanya menyandang kelas ekonomi tetap nyaman untuk dinaiki dan tak kalah dengan bis Tentrem ataupun Medali Mas yang melegenda.

ADVERTISEMENT

Balik lagi ke pembahasan tentang kereta api Penataran. Sebenarnya kereta api ini memiliki dua nama, yaitu kereta Penataran dan Rapih Dhoho. Awal perjalanan kereta api ini dimulai dari Stasiun Surabaya Kota dan akhirnya bercabang di Stasiun Wonokromo, memutari wilayah Malang  hingga Kertosono kemudian kembali lagi ke Stasiun Wonokromo dan berakhir di Stasiun Surabaya Kota.

Nama ular besi ini kemudian diubah ketika berhenti di Stasiun Blitar. Bila kereta dari Surabaya Kota melewati wilayah Mojokerto, Jombang, Kertosono, Kediri, Tulungagung dan berhenti di Blitar dinamakan Rapih Dhoho. Kemudian kereta api ini namanya berganti menjadi Penataran dan melanjutkan rutenya menuju Surabaya dengan melintasi Malang, Bangil, Sidoarjo dan berakhir di Stasiun Surabaya Kota. Begitu juga sebaliknya.

Kemudian, harga tiket yang murah menjadi senjata utama ular besi ini untuk menarik hati penumpang agar mau berangkat bersamanya. Dengan harga tiket 12 ribu rupiah, mahasiswa bisa pergi ke Malang dengan selamat aman dan nyaman. Namun, bila ingin pergi ke Surabaya, kita tinggal menambah tiga ribu rupiah atau seharga 15 ribu rupiah sudah bisa sampai di Kota Pahlawan.

Harga yang kelewat murah ini tentu sangat sulit disaingi oleh bis. Pesaing serius kereta api Penataran ini mematok harga 20 ribu rupiah sekali jalan dengan rute Blitar Malang Arjosari. Sementara untuk rute yang lebih jauh yaitu ke Surabaya, PO bis mematok harga 35 ribu rupiah. Selisih harga teramat jauh ini membuat banyak mahasiswa ataupun pekerja lebih memilih ular besi tua ini untuk sampai ke Malang ataupun ke Surabaya.

Namun, kegantengan kereta api Penataran pada saat ini sangat berbeda 180 derajat ketika saya masih menjadi mahasiswa di salah satu universitas negeri di kota Malang. Selama saya kuliah, memang benar saya selalu naik kereta api ini untuk pulang dan pergi dari Malang ke Blitar karena memang harga yang sangat murah.

Harga yang murah ini terkadang harus dibayar dengan kekecewaan yang harus dialami oleh penumpang. Bukan karena kenyamanan di dalam gerbong yang saya permasalahkan, tetapi waktu ngetem kereta yang lama karena harus ngalah dengan kereta yang lebih mahal.

Baca Juga:

Bakso Malang minggir dulu, status makanan khas Malang mending kasihin ke tempe mendol yang endul itu

Simpang Tuwowo Surabaya pantas dijuluki lampu merah paling semrawut, kalahkan lampu merah Pegirian 

Sebagai kereta api yang kastanya rendah, ular besi Penataran ini harus mengalah dengan semua kereta api jarak jauh yang melintas. Tak jarang, waktu tunggu persilangan ini membuat penumpang yang berada di dalam kereta dan juga termasuk saya mengeluh karena waktu persilangan yang lama. Tetapi, tentu saya dan penumpang lainya tak bisa menuntut lebih ke PT KAI karena memang harga tiket kereta yang murah membuat kita harus mengalah dengan kereta lain yang mematok harga lebih mahal.

Selain waktu tunggu persilangan yang lama, kelemahan kereta api ini selanjutnya di masa lalu adalah sering terlambat. Hal ini tentu amat sangat menyebalkan bagi saya dan penumpang lainya karena membuang waktu sia-sia di Stasiun karena kereta yang terlambat datang. Dari pengalaman saya sebagai konsumen setia ular besi ini, pernah sampai dua jam ular besi ini datang terlambat dan membuat banyak penumpang membatalkan tiketnya dan lebih memilih pulang atau mengganti dengan transportasi lain.

Namun, semua kenangan buruk kereta Penataran di masa lalu sudah tidak terjadi lagi di masa sekarang. Kereta datang tepat waktu dan sampai di tujuan juga tepat waktu. Selain itu, tiket kereta api Penataran ini juga bisa dipesan online membuat penumpang semakin mudah untuk membeli tiket kereta tanpa harus menunggu lama di loket Stasiun.

Dengan segala keunggulan ini, kereta api Penataran akan menjadi legenda yang terus mengular untuk mengantar penumpang ke tempat tujuan untuk meraih impian mereka. Legenda yang setia dibayar murah demi kepuasan konsumen dan legenda yang tak pernah lelah untuk menjalankan tugas dan kewajibannya.

BACA JUGA Pentingnya Penerbitan SIM Khusus Pelajar dan tulisan Yongky Choirudin lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 16 November 2020 oleh

Tags: blitarBuskereta apiMalangSurabaya
Yongky Choirudin

Yongky Choirudin

ArtikelTerkait

Pengalaman Berkunjung ke TPU Keputih Surabaya Tengah Malam Berujung Kena Mental dan Takut Beneran

Pengalaman Berkunjung ke TPU Keputih Surabaya Tengah Malam Berujung Kena Mental dan Takut Beneran

20 April 2024
Madura Justru Amat Butuh Kereta Api!

Madura Justru Amat Butuh Kereta Api!

28 Juni 2023
Hukuman Arema FC Selesai, Emang Kapan Dihukumnya? (Pixabay)

Hukuman Arema FC Sudah Selesai, Emang Kapan Dihukumnya? Kok Tau-tau Berakhir

11 Juli 2023
Kursi Single Kereta Api: Cocok buat Introvert, tapi Super Nggak Nyaman!

Kursi Single Kereta Api: Cocok buat Introvert, tapi Super Nggak Nyaman!

5 Desember 2023
Bus Trans Semarang: Dicintai karena Memudahkan Penumpang, tapi Dibenci Pengendara Lain karena Ugal-ugalan

Bus Trans Semarang: Dicintai karena Memudahkan Penumpang, tapi Dibenci Pengendara Lain karena Ugal-ugalan

3 Januari 2024
5 Kuliner Malang Selain Bakso yang Sayang Untuk Dilewatkan Terminal Mojok

5 Kuliner Malang Selain Bakso yang Sayang untuk Dilewatkan

5 Februari 2022
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Punya tetangga yang suka nyetel musik keras-keras itu adalah ujian hidup paling berat

Punya tetangga yang suka nyetel musik keras-keras itu adalah ujian hidup paling berat

4 Agustus 2026
Nasib Stasiun Tegalluar, stasiun megah, tapi jauh dari peradaban, kalah ramai dari Padalarang

Nasib Stasiun Tegalluar, stasiun megah, tapi jauh dari peradaban, kalah ramai dari Padalarang

5 Agustus 2026
4 hidden gem Desa Ngadirejo Pasuruan yang nggak masuk brosur wisata Bromo Mojok 

4 hidden gem Desa Ngadirejo Pasuruan yang nggak masuk brosur wisata Bromo 

31 Juli 2026
3 lomba agustusan yang sebaiknya ditiadakan karena lebih banyak mudarat daripada manfaatnya Mojok.co

3 lomba agustusan yang sebaiknya ditiadakan karena lebih banyak mudarat daripada manfaatnya

6 Agustus 2026
Anak pertama perempuan, peran yang paling melelahkan di dunia setelah jadi ibu Mojok.co

Anak pertama perempuan, peran yang paling melelahkan di dunia setelah jadi ibu

2 Agustus 2026
Culture shock anak pesisir pantura lihat pantai di Maluku: ternyata pantai bisa bersih, putih, dan tanpa bau amis

Culture shock anak pesisir pantura lihat pantai di Maluku: ternyata pantai bisa bersih, putih, dan tanpa bau amis

5 Agustus 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=76Rp5owBnpc


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.