Mari Bersepakat 'Tom and Jerry Classic' Adalah Kartun Terbaik Sepanjang Masa – Terminal Mojok

Mari Bersepakat ‘Tom and Jerry Classic’ Adalah Kartun Terbaik Sepanjang Masa

Artikel

Raden Muhammad Wisnu

Di tahun 2021 ini tentu saja ada banyak film maupun serial kartun yang bisa kalian nikmati dengan berbagai genre. Bahkan, saat ini grafik yang ditampilkan kartun bisa dalam bentuk tiga dimensi yang sangat realistis seperti apa yang ditampilkan oleh film-film animasi Pixar. Misalnya saja seperti Toy Story yang sejak awal kemunculannya di tahun 1995, grafiknya selalu meningkat seiring perkembangan teknologi.

Berbicara tentang film kartun dan animasi, saya pikir ada satu kartun yang hendak saya nobatkan sebagai serial kartun terbaik sepanjang masa, yakni Tom and Jerry. Kartun satu ini telah saya saksikan sejak masih kanak-kanak, sejak zaman kejayaan laser disc. Tom and Jerry adalah kartun yang dapat dinikmati oleh siapa pun, mulai dari anak-anak sampai orang dewasa. Bahkan dapat dinikmati oleh seluruh anggota keluarga, seperti yang saya alami sendiri saat masih kecil.

Saya tidak menyangka bahwa Tom and Jerry klasik yang saya saksikan waktu kecil, sekitar tahun 90-an, adalah karya animasi yang pertama kali dibuat tahun 1936, bahkan jauh sebelum Perang Dunia II berlangsung. Kalau kalian perhatikan, musik latar dalam serial Tom and Jerry adalah musik terbaik dunia karena merupakan musik klasik saat itu yang dibuat dan dimainkan oleh para maestro musik.

Bahkan episode The Cat Concerto yang menceritakan Tom yang sedang bermain sebagai seorang pianis, menerima penghargaan Oscar tahun 1946 sebagai film animasi terbaik. Saya sendiri sampai sekarang masih bertanya-tanya, bagaimana para animator Tom and Jerry bisa membuat animasi seperti itu. Di tahun 2021 dengan kecanggihan teknologi komputer, saya sendiri tidak bisa membuat animasi seperti itu.

Baca Juga:  Romantisasi dan Harapan agar Acara Dream Band Bisa Kembali Tayang di TV

Dalam salah satu episode berjudul Heavenly Puss, ketika Tom pergi ke Surga, ada tiga ekor anak kucing yang berjalan ke pintu surga dibalut sebuah karung. Saat saya dewasa, saya sadar bahwa ketiga anak kucing tersebut merupakan representasi dari anak kucing yang kerap kali ditangkap, dimasukkan dalam karung, dan ditenggelamkan di sungai oleh manusia yang tidak menyukai kucing. Dalam episode tersebut juga diperlihatkan kucing-kucing lainnya yang meninggal lantaran tertabrak mobil, maupun dipukul oleh manusia dengan kejamnya. Betapa gelapnya kartun ini.

Bahkan dalam episode The Blue Cat Blues, menceritakan Tom yang sedang jatuh cinta pada seekor kucing betina, berusaha untuk mendapatkan hati si kucing betina dengan memberinya banyak hadiah. Mulai dari memberi berbagai macam perhiasan dan parfum, hingga menggadaikan segala yang ia miliki. Sayangnya, Tom kalah bersaing dengan kucing jantan lain hingga kucing betina tersebut menikah dengan kucing jantan yang jauh lebih kaya. Melihat hal tersebut, Tom memilih untuk mabuk-mabukkan dan berusaha bunuh diri, namun dicegah oleh Jerry. Akhirnya Tom mengalami depresi dan duduk-duduk di tengah rel kereta dengan tatapan kosong.

Sayangnya, episode tersebut berakhir dengan Jerry yang mengalami hal yang sama persis dengan apa yang Tom alami. Jerry harus melihat tikus betina pujaan hatinya menikah dengan tikus jantan lainnya. Dari episode tersebut saya menyadari bahwa selama ini Tom dan Jerry bukanlah musuh, melainkan sahabat sejati. Dan perkelahian mereka berdua yang kita lihat selama ini adalah cara mereka bersahabat. Kita semua membutuhkan teman seperti Jerry dalam hidup kita, yang selalu membuat kita kesal sepanjang hari, tetapi saat kita jatuh, ia selalu ada untuk menemani kita.

Baca Juga:  RUU HIP Bikin Saya Cemas soal Kebebasan Berpendapat dan Berpikir

Saat menonton ulang episode The Blue Cat Blues, saya bahkan frustasi ketika menontonnya. Padahal saat masih kecil dulu, saya tertawa terbahak-bahak. Saat sudah dewasa, saya menyadari bahwa sejumlah episode seperti The Blue Cat Blues dan Heavenly Puss ini begitu gelap untuk dimengerti oleh anak-anak.

Tom and Jerry menampilkan komedi slapstick, di mana banyak adegan kekerasan di dalamnya. Misalnya saja adegan Tom yang tertimpa piano, Tom yang ditembak pistol, maupun Tom yang jatuh dari ketinggian. Komedi slapstick ini tidak membutuhkan kemampuan bahasa Inggris sama sekali ketika menontonnya, sehingga bisa dinikmati oleh semua umur. Anehnya, meskipun melihat ratusan adegan kekerasan dalam film kartun ini, saya dan anak-anak seumuran saya tidak ada yang begitu bodohnya untuk mencontoh adegan yang ada dalam kartun ini.

Kekuatan utama Tom and Jerry adalah cerita dan suasana yang ditampilkan betul-betul relate dengan kehidupan kita sehari-hari. Seperti adanya anjing, kucing, dan tikus yang sering kita lihat saling kejar-kejaran di dunia nyata. Tom adalah kucing peliharaan seperti yang kita pelihara di dunia nyata yang sering kali membuat rumah berantakan. Mulai dari menjatuhkan barang-barang hingga membuat rumah kotor, namun tetap kita sayangi juga. Interior rumah yang ditampilkan dalam Tom and Jerry sebetulnya representasi dari rumah-rumah di Amerika Serikat pada tahun 1950-an saat kartun ini dibuat. Dengan menampilkan perabotan dan alat-alat sehari-hari yang kita gunakan seperti televisi, radio, dan telepon terasa betul-betul relate dengan kehidupan kita.

Baca Juga:  Rambut Belah Tengah: Pernah Digandrungi, Dianggap Cupu, hingga Digandrungi Lagi

Meskipun nilai jual utama dari Tom and Jerry adalah komedinya, ada begitu banyak pelajaran yang bisa kita ambil, baik untuk anak-anak maupun orang dewasa. Misalnya saja persahabatan yang tulus antara Tom dan Jerry seperti yang sudah saya sebutkan di atas. Makanya, saya menobatkan bahwa Tom and Jerry adalah kartun terbaik sepanjang masa, meskipun versi modernnya saya nilai tidak sebagus versi klasiknya yang selalu memainkan musik-musik klasik terbaik.

Sumber Gambar: YouTube Tom Jerry

BACA JUGA Orang-orang Bangunin Sahur Jam Dua Itu Mikir Apa Sih? dan tulisan Raden Muhammad Wisnu lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.
---
10


Komentar

Comments are closed.