Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kuliner

7 Makanan Khas Sunda Paling Favorit dan Melegenda, Coba Aja Dulu Sekali karena Setelah Itu Kamu Pasti Jatuh Hati

Iqbal AR oleh Iqbal AR
13 Februari 2026
A A
7 Makanan Khas Sunda yang Sekali Saja WAJIB Kamu Coba (Wikimedia Commons)

7 Makanan Khas Sunda yang Sekali Saja WAJIB Kamu Coba (Wikimedia Commons)

Share on FacebookShare on Twitter

Mari kita buka tulisan ini dengan satu pertanyaan. Dari sekian banyak makanan khas yang ada di Indonesia, mana yang paling bisa diterima oleh banyak lidah? Kalau saya, makanan khas Sunda.

Ada yang menjawab Minang? Atau, makanan khas Jawa Tengah? Buat lidah saya, makanan khas Sunda yang paling “aman”. 

Kalau membandingkannya dengan Minang atau Jawa Tengah, makanan khas Sunda ini saya rasa paling aman. Secara rasa, nggak terlalu kuat seperti makanan Minang. Soal ukuran manis, nggak semanis Jawa Tengah. Makanan khas Sunda ini kayak berada di tengah-tengah.

Nah, berikut saya membuat daftar 7 makanan khas Sunda yang saya yakin semua orang bisa menerimanya. Mereka ringan dan sederhana.

Baca juga Ngaliwet, Tradisi Khas Sunda yang Dirindukan Saat Pulang Kampung

#1 Nasi liwet beserta sambal dan lalapannya

Nasi liwet ini sebenarnya ada dua gagrak. Ada yang khas Jawa Tengah, ada yang Jawa Barat. Berhubung kita lagi membahas makanan khas Sunda, ya kita membahas nasi liwet gagrak Sunda. 

Nasi liwet adalah hidangan nasi khas menggunakan santan, kaldu ayam, daun salam, dan serai, sehingga memberikan rasa yang kaya, aromatik, dan gurih. Lauk yang menemani antara lain ikan, tahu, tempe, lengkap dengan lalapan dan sambalnya. Menghidangkanya dengan daun pisang, istilahnya ngaliwet, dan memakannya ramai-ramai menjadi ciri khas. Sederhana saja.

Lalu lidah siapa yang nggak cocok dan nggak doyan? Bahkan tanpa melihat bentuk makanannya, hanya membayangkannya saja, semua orang pasti akan suka, pasti akan cocok.

Baca Juga:

Tol Soroja, Tol yang Nyeleneh: Pendek, Nggak Ada Rest Area, tapi Strategis

4 Hal yang Lumrah di Bandung tapi Tampak Aneh di Mata Orang Semarang

#2 Mie kocok, makanan khas Sunda yang aman banget

Mie kocok ini adalah makanan khas Sunda, tepatnya Bandung. Makanan ini isinya mie kuning yang mengisi  kuah kaldu, lalu ada tambahan kikil, bakso (opsional) tauge, jeruk nipis, daun bawang, dan bawang goreng. Mie kocok mendapatkan namanya karena dalam proses memasaknya, yaitu memasukkan mie ke wadah berjaring, lalu mengocoknya dengan dalam air panas. 

Saya yakin semua orang bakal cocok dengan makanan ini. Mie kocok ini makanan yang aman banget. Secara komposisi aman, secara rasa juga aman. Paduan mie, kuah kaldu, dan berbagai macam topping ini memang nggak ada duanya. Apalagi kalau menikmatinya pas cuaca lagi dingin. Ah, sedapnya. 

#3 Batagor, makanan khas Sunda yang mendunia

Batagor. Bakso tahu goreng. Padukan dengan bumbu kacang, kecap, dan sambal. SIapa coba yang nggak suka? Saya berani jamin bahwa semua orang pasti suka. Bahkan bagi mereka yang alergi kacang, mereka masih bisa makan batagor, kok. Tinggal mengganti bumbu kacang dengan sambal kecap atau saus sambal. Beres.

Plus, bukti bahwa Batagor ini pasti cocok buat semua orang dan semua lidah adalah di seluruh penjuru negeri, salah satu penjual makanan khas Sunda paling banyak ya penjual batagor. Mulai dari yang fancy sampai kaki lima. Semua orang pasti cocok, lah, sama batagor ini. 

#4 Empal gentong dari Cirebon

Empal Gentong ini sebenarnya ya semacam sup atau gulai daging sapi. Makanan khas Sunda, atau tepatnya, Cirebon, isinya potongan empal atau daging sapi. Beberapa ada yang memakai jeroan seperti babat atau usus, lalu menyajikannya bersama kuah santan gurih, lalu memakannya dengan nasi hangat. 

Nama empal gentong muncul karena orang memasaknya menggunakan periuk tanah (gentong). Dan umumnya, memakai kayu bakar. 

Semua orang, setidaknya orang Indonesia, pastinya sudah cukup akrab dengan makanan berbahan dasar daging dan mengandung kuah santan gurih. Maksudnya, orang Indonesia itu sudah sangat akrab dengan cita rasa seperti ini. Makanya saya berani bilang bahwa empal gentong ini adalah salah satu makanan khas Sunda yang bakal cocok di lidah semua orang. 

#5 Kupat tahu, kondang di Bandung dan Tasikmalaya

Kupat tahu ini sebenarnya nggak hanya makanan khas Sunda saja. Di daerah lain seperti Jawa Tengah, juga ada makanan semacam kupat tahu. Nah, kupat tahu sendiri kondang di daerah Bandung dan Tasikmalaya.

Seperti namanya, kupat tahu ini ya makanan yang berisi potongan ketupat/lontong, tahu goreng, tauge, siraman bumbu kacang dan kecap, dan di beberapa tempat menambahkan bakwan atau kol. Melihat makanan yang begini, saya yakin kalian semua akan suka dan cocok. Maklum, kupat tahu adalah comfort food. Makanan yang cocok buat semua lidah, dan cocok dimakan kapan saja.

#6 Lotek, makanan khas Sunda yang menjadi milik bersama

Kalau suka sayuran dan suka makan gado-gado, kalian pasti akan suka lotek. Lotek ini makanan khas Sunda, isinya adalah berbagai macam rebusan sayur seperti kangkung, kacang panjang, tauge, lalu tambahkan siraman bumbu kacang yang gurih-manis.

Lotek ini juga jadi makanan yang cukup sukses ekspansinya. Kamu bisa menjumpainya di banyak tempat, khususnya Jawa Tengah. Di Jogja misalnya, warung yang menjual lotek ini banyak banget. Ini jadi bukti bahwa banyak lidah di Indonesia bisa menerima lotek. 

Baca juga 3 Makanan Khas Jawa Timur Paling Red Flag, Cukup Sekali Dicoba atau Sekalian Nggak Usah Dicoba Sama Sekali

#7 Tahu Sumedang kesayangan kita semua

Kalau ini singkat saja dan nggak perlu penjelasan panjang lebar. Siapa, sih, yang nggak suka tahu Sumedang? Makanan (kudapan) seenak ini bisa dijumpai dan dibeli di mana saja. Tahu sumedang ini sudah pasti cocok sama semua orang dan sudah pasti (juga sudah terbukti) bisa diterima semua lidah. 

Itulah setidaknya 7 makanan khas Sunda yang cocok buat semua orang. Mencari makanan khas Sunda yang bakal cocok di lidah semua orang itu bukan tugas susah. Lha wong makanan ini sebenarnya secara bentuk, komposisi, dan rasa ini light banget, aman banget, nggak ada yang neko-neko, kok.

Penulis: Iqbal AR

Editor: Yamadipati Seno

BACA JUGA 8 Rekomendasi Kuliner Bandung yang Patut Dicoba kalau Lagi ke Sana

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 15 Februari 2026 oleh

Tags: Bandungbatagorempal gentongkuliner bandungkuliner sundakupat tahumakanan khas Bandungmakanan khas jabarmakanan khas jawa baratmakanan khas sundamie kocoknasi liwetrekomendasi makanan khas sundatahu sumedang
Iqbal AR

Iqbal AR

Penulis lepas lulusan Sastra Indonesia UM. Menulis apa saja, dan masih tinggal di Kota Batu.

ArtikelTerkait

Kecamatan Cileunyi Aset Penting di Kabupaten Bandung (Unsplash)

Kecamatan Cileunyi, Aset Penting di Kabupaten Bandung

25 Desember 2024
Taman Fitnes Bandung Nggak Direkomendasikan untuk Berolahraga: Bukannya Bikin Sehat malah Bikin Sakit Warga

Taman Fitnes Bandung Nggak Direkomendasikan untuk Berolahraga: Bukannya Bikin Sehat malah Bikin Sakit Warga

30 Mei 2025
Kota Bandung Mengulangi Dosa Pekalongan Terkait Gaji UMR (Unsplash)

Dosa Pekalongan, yang Juga Terjadi di Kota Bandung: Gaji UMR kok Dianggap Tinggi dan Mapan!

11 Agustus 2023

Kutawaringin, Kecamatan Pinggiran Kabupaten Bandung yang Siap Menyaingi Kota-kota Besar

24 Juni 2024
5 Kesalahan Saya Sebagai Seorang Perantau Jawa Newbie di Tanah Pasundan terminal mojok

5 Kesalahan Saya Sebagai Seorang Perantau Jawa Newbie di Tanah Pasundan

10 Agustus 2021
Akhir-akhir Ini Bandung Lebih Layak Disebut sebagai Kota Pengemis Dibandingkan Kota Romantis

Akhir-akhir Ini Bandung Lebih Layak Disebut sebagai Kota Pengemis Dibandingkan Kota Romantis

10 Agustus 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Tol Soroja, Tol yang Nyeleneh: Pendek, Nggak Ada Rest Area, tapi Strategis

Tol Soroja, Tol yang Nyeleneh: Pendek, Nggak Ada Rest Area, tapi Strategis

5 Mei 2026
Slow Living di Gamping Itu Nyata, Asal Kamu Tidak Jadi Warga Lokal Mojok.co

Slow Living di Gamping Itu Nyata, Asal Kamu Tidak Jadi Warga Lokalnya

11 Mei 2026
UT Adalah Teman bagi Orang-orang yang Mengejar Mimpi dalam Sunyi Mojok

UT Adalah Teman bagi Orang-orang yang Mengejar Mimpi dalam Sunyi

9 Mei 2026
Saatnya Warga Bantul Berbangga dengan Embung Potorono yang Bisa Membuat Warga Sleman Iri

Saatnya Warga Bantul Berbangga dengan Embung Potorono yang Bisa Membuat Warga Sleman Iri

6 Mei 2026
Bahasa Sunda yang Kaya Punya Banyak Istilah untuk Menyebut Hujan Terminal

Bahasa Sunda yang Kaya Punya Banyak Istilah untuk Menyebut Hujan

9 Mei 2026
Derita Orang dengan Logat Bekasi yang Hidup di Solo (Unsplash)

Derita Orang Bekasi Seperti Saya Hidup di Solo, Dibilang Sok Jawa sampai Susah Nimbrung di Tongkrongan

10 Mei 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

  • Jebakan Ilusi PayLater: Anak Muda Pilih Bayar Gengsi dengan Pendapatan yang Belum Ada
  • Lulus Sarjana Dapat Tawaran Beasiswa S2 dari Rektor, Elpanta Pilih Langsung Kerja sebagai Pegawai Tetap di Unesa
  • Meski Hanya Diikuti 4 Tim tapi Atmosfer Campus League Basketball Samarinda Tetap Kompetitif, Universitas Mulawarman Tak Terbendung
  • Efek Gym: Dari Dihina “Babi” karena Gendut dan Jelek bikin Lawan Jenis Gampang Mendekat, Tapi Tetap Sulit Nemu yang Tulus
  • Tongkrongan Bapak-Bapak di Desa: Obrolan Sering Ngawur, Kadang Nggak Berfaedah, tapi Saya Harus Gabung demi “Harga Diri” Keluarga
  • Setelah Punya Anak Sadar “Nongkrong Basi-Basi” Itu Nggak Guna: Rela Dicap Suami Takut Istri, karena Urusan Keluarga Memang di Atas Segalanya

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.