Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kuliner

3 Makanan Underrated Khas Cirebon

Candra oleh Candra
12 Desember 2021
A A
3 Makanan Underrated Khas Cirebon terminal mojok
Share on FacebookShare on Twitter

Makanan tradisional apa yang terlintas di pikiran kalian ketika mendengar Kota Cirebon? Nasi jamblang? Empal gentong? Tahu gejrot? Ya betul, sih. Tapi, ada juga lho beberapa makanan khas Cirebon yang underrated dan wajib kalian cicipi juga kalau berkesempatan mengunjungi Kota Udang ini.

Tiga makanan khas Cirebon di bawah ini memang agak kalah kalah pamor jika dibandingkan dengan empal gentong atau nasi jamblang. Namun menurut saya, ketiganya patut diberi sorotan lebih karena rasanya nggak kalah enak dan unik, kok. Apa saja, sih?

ADVERTISEMENT

#1 Docang

Siapa yang doyan makan kerupuk dicelup ke makanan kuah? Cung!

Kalau kamu termasuk tim celup kerupuk ke kuah, kamu wajib banget cobain docang kalau mampir ke Cirebon. Satu porsi docang berisikan potongan lontong, daun singkong, tauge, dan kuah dage (oncom) yang dihancurkan serta diperkaya taburan kelapa.

Kalau dilihat sekilas, tampilan docang memang sedikit agak buthek karena kuah dage dan ramainya taburan kelapa tadi. Tapi, don’t judge a book by its cover, ya. Justru mereka ini yang meramaikan lidah para penikmatnya. Rasa gurih dari parutan kelapa dan sensasi segar dari kuah dage menjadi paduan yang pas banget.

Belum lagi docang ini kawin banget sama kerupuk. Iya, soalnya kerupuknya wajib diremas lalu diguyur kuah panas sampai mlempem keplek-keplek gitu. Kuah yang menyerap di kerupuk ini bikin sensasi docang makin unik. Maknyesss gitu pas dikunyah.

Dalam dunia per-docang-an, kerupuk yang dipakai bukan sembarang kerupuk. Karena mesti kawin sama si docang, dia dibuat khusus buat jodoh sama docang. Kerupuk docang ini masih satu keluarga dengan kerupuk mlarat khas Cirebon, sebab proses menggorengnya menggunakan pasir bukan minyak. Meski tampilan kerupuk docang terlihat seperti kerupuk putih-bunder pada umumnya, namun bahan dasar kerupuk docang sedikit berbeda,, yakni menggunakan aci. Hal ini bertujuan agar kerupuk yang diguyur kuah panas nggak melebur dengan mudah di dalam kuah dan membuat teksturnya jadi sedikit lebih kenyal.

#2 Nasi Lengko

Hidup tanpa cinta bagai lengko tanpa kecap~

Baca Juga:

4 kesalahan pembeli saat menyantap cuanki yang membuat rasanya kurang nikmat 

Stop bilang orang Sunda pemalas, kami cuma tahu cara menikmati hidup tanpa harus burnout

Kecap memang wajib ada dalam hidangan khas Cirebon yang satu ini. Biasa dijadikan menu sarapan, lengko adalah makanan yang sangat sederhana dengan bahan-bahan yang mudah didapat dan dibuat.

Nasi ditambah potongan tahu, tempe, timun yang diiris dadu kecil-kecil, tauge, taburan daun kucai, bawang goreng, dan kucuran kecap membuat makanan khas satu ini nggak boleh dilewatkan kalau mampir ke Cirebon. Kamu bisa makan lengko bersama kerupuk dan sambal yang biasa mendampinginya.

Konon, lengko berasal dari kata “langka” yang dalam bahasa Cirebon berarti “nggak ada”. Sebab, menu satu ini jadi pilihan bersantap waktu nggak punya uang.

Kecap adalah koentji dalam hidangan ini. Kalau nggak, ya namanya hanya nasi tahu+tempe dimakan bareng lalapan timun sama tauge ditambah kucai dan bawang goreng, dong. Kecap hadir memberi warna rasa pada hidangan ini sekaligus menjadi ciri khas nasi lengko. Belum jadi lengko kalau belum ditambah kecap deh pokoknya.

#3 Rujak Sambel Asem

Makanan underrated khas Cirebon yang terakhir adalah rujak sambel asem. Menurut saya, menu satu ini yang paling underrated di kalangan wisatawan. Mungkin karena penjaja rujak sambel asem ini nggak sebanyak penjaja empal gentong dan nasi jamblang yang mudah ditemui di jalan-jalan utama Kota Cirebon, makanya makanan khas satu ini kurang tenar. Untuk menemukannya saja kamu harus bergerilya masuk-masuk gang. Kayak hidden gem gitu, deh.

Saran saya, jika ingin mencicipi rujak sambel asem ternikmat, tanyakan sobat Cerbon yang kamu kenal karena biasanya di setiap desa punya hidden gem-nya tersendiri. Atau bergerilya sendiri dengan bertanya ke warga lokal setempat juga nggak masalah.

Urusan rasa, kuliner ini cocok buat kamu penggila makanan pedas. Rujak sambel asem menjanjikan cita rasa pedas yang unik. Bumbu dasarnya beranggotakan cabai rawit dan asem jawa yang diulek bareng petis udang khas Cirebon plus terasinya. Gula merah juga ikut serta sebagai penyeimbang rasa. Terkadang asem jawa bisa disubstitusikan pula dengan belimbing wuluh yang juga memiliki sensasi asem. Isian wajib dalam rujak sambel asem, khususnya di desa saya, adalah asinan sayur sawi. Lalu ditambah dengan kawanan sayur yang direbus setengah layu; ada kol, timun, kangkung, kacang panjang, pare, kecipir, daun ubi, serta mi kuning. Sebenarnya bisa ada lebih banyak isian dari yang saya sebutkan serta disediakan pula sayuran segar oleh sang penjual. Tapi, tergantung selera penikmat, sih.

Kuliner ini cocok disantap pas makan siang. Sensasi pedas, asam, dan asinnya dijamin bikin kamu auto melek. Kres kres kres dari sayuran yang direbus sebentar juga bikin ramai mulut kamu. Makin ramai lagi dimakan pake kerupuk mlarat khas Cirebon. Aaah…

Itulah tiga kuliner khas Cirebon yang cukup underrated. Aja klalen dicoba ya, Kang, Yayu! (Jangan lupa dicoba ya, Bro, Sis!)

Sumber Gambar: Unsplash

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 12 Desember 2021 oleh

Tags: cirebonJawa Baratmakanan khas
Candra

Candra

A regular office worker who tries to find a place in this busy world by writing.

ArtikelTerkait

Universitas Padjadjaran (Unpad) (Unsplash.com)

Unpad, Kampus Rest Area yang Cuma Menang Status Negeri Doang!

16 Juni 2022
Depok Memang Unik dan Ajaib, tapi Jadi Tempat Tinggal Terbaik

Depok Memang Unik dan Ajaib, tapi Jadi Tempat Tinggal Terbaik

5 Februari 2024
Clorot, Makanan Khas Purworejo yang Mulai Langka Tergeser Makanan Modern

Clorot, Makanan Khas Purworejo yang Mulai Langka Tergeser Makanan Modern

3 Februari 2024
Jatinangor Lebih Perlu 3 Hal Ini ketimbang Jans Park dan McD Terminal Mojok

Jatinangor Lebih Perlu 3 Hal Ini ketimbang Jans Park dan McD

20 November 2022
Penggunaan Umpatan “Anjing” Berdasarkan Tingkatan Emosi dalam Percakapan Bahasa Sunda Sehari-hari

Penggunaan Umpatan “Anjing” Berdasarkan Tingkatan Emosi dalam Percakapan Bahasa Sunda Sehari-hari

4 Desember 2023
Karawang, Sebaik-baiknya Tempat Tinggal dan Investasi TKI

Karawang, Dulu Lumbung Padi Kini Kota Industri: Kota yang Semakin Ideal untuk Menetap dan Berinvestasi

23 September 2023
Muat Lebih Banyak


Terpopuler Sepekan

4 tips menghindari tempat kursus red flag di Kampung Inggris Pare, saya bagikan tipsnya agar kunjungan kalian tidak berakhir kecewa Mojok.co

4 tips menghindari tempat kursus red flag di Kampung Inggris Pare, saya bagikan tipsnya agar kunjungan kalian tidak berakhir kecewa

26 Agustus 2026
Pengalaman Tinggal di Ngaglik Sleman Tak Melulu Enak seperti Kata Orang Mojok.co

Modal 20 ribu rupiah, kamu bisa makan tiga kali sehari di Ngaglik, Jogjakarta

26 Agustus 2026
Klaten yang dahulu bukanlah yang sekarang, kini semakin hidup dan berkembang Mojok.co

Klaten yang dahulu bukanlah yang sekarang, kini semakin hidup dan berkembang

24 Agustus 2026
Ngeri! Rekening Bank Mandiri bisa diblokir atas permintaan aparat (Unsplash)

Rekening Bank Mandiri hilang sekali klik sukses melahirkan rasa takut karena pemblokiran tanpa proses hukum bisa menimpa siapa saja

24 Agustus 2026
Bandung Kulon, kecamatan medioker Kota Bandung yang ternyata punya potensi besar Terminal

Bandung Kulon, kecamatan medioker Kota Bandung yang ternyata punya potensi besar

21 Agustus 2026
Derita mahasiswa Unsoed, sudah kampus dan faslitasnya medioker, kini harus menahan malu karena rektornya korupsi Mojok.co

Derita mahasiswa Unsoed, sudah kampus dan fasilitasnya medioker, kini harus menahan malu karena rektornya korupsi

23 Agustus 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=vCYB_q60eug


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.