Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

3 Hal yang Membuat Warga Kabupaten Bandung Iri pada Kota Bandung

Acep Saepulloh oleh Acep Saepulloh
27 April 2026
A A
3 Hal yang Membuat Warga Kabupaten Bandung, Iri kepada Kota Bandung Mojok.co

3 Hal yang Membuat Warga Kabupaten Bandung, Iri kepada Kota Bandung (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Garis batas antara Kota Bandung dan Kabupaten Bandung mungkin hanya sebatas patok perbatasan, papan penunjuk jalan atau perubahan warna pada trotoar. Namun, bagi kami yang tinggal di sisi kabupaten, garis itu adalah jurang ketimpangan yang nyata. Dari urusan isi dompet, fasilitas hingga urusan harga diri lewat sejarah, Kabupaten Bandung seolah tertinggal satu langkah di belakang bayang-bayang kemegahan Kota Bandung.

Sebagai wilayah yang usianya jauh lebih tua, ironis rasanya melihat kenyataan bahwa fasilitas penunjang kehidupan di Kabupaten Bandung masih jauh dari kata ideal dibandingkan Kota Bandung. Ada tiga alasan utama mengapa kami, warga kabupaten bandung alias Bandung coret, seringkali menatap Kota Bandung dengan perasaan iri yang mendalam.

ADVERTISEMENT

Baca juga Jogja Memang Istimewa, tapi Mohon Maaf Bandung Lebih Nyaman untuk Ditinggali.

#1 Ketimpangan UMK Kabupaten Bandung dengan UMK Kota Bandung

Ini adalah poin yang paling sering mengganjal di hati warga Bandung coret. Secara administratif kita memang terpisah, tapi secara ekonomi batas itu seolah semu. Faktanya, ketimpangan upah di tahun 2026 ini semakin terasa nyata. Berdasarkan penetapan terbaru, UMK Kota Bandung 2026 kini mencapai Rp4,7 juta, sementara kita di Kabupaten Bandung hanya berada di angka Rp3,9 juta.

Selisih sekitar Rp765 ribu rupiah setiap bulannya bukanlah angka yang sepele. Ironisnya, biaya hidup di daerah perbatasan kabupaten sudah setara dengan standar kota. Harga beras, sembako, hingga sewa kontrakan tidak peduli apakah KTP kamu kabupaten atau kota. Kita dipaksa menghadapi harga kota dengan dompet yang isinya standar kabupaten.

Ketimpangan ini seolah menegaskan nasib kita sebagai warga kabupaten alias Bandung coret, tenaga kita dibutuhkan untuk menggerakkan ekonomi kota, tapi dihargai lebih murah hanya karena masalah garis batas di peta.

#2 Tidak punya Terminal tipe A yang bisa melayani akap (antarkota antarprovinsi)

Rasa iri selanjutnya adalah, Kabupaten Bandung tidak punya terminal tipe A seperti Kota Bandung. Padahal status Bandung coret itu mentereng sebagai magnet wisata nasional, sekaligus pusat industri tekstil. Tapi, ironisnya, dari sembilan terminal yang ada di Kabupaten, semuanya masih menyandang status Tipe C. Artinya, fasilitas transportasi kita hanya mentok untuk melayani angkutan pedesaan (Ades) dan angkot saja.

Dampaknya sangat terasa bagi konektivitas. Bayangkan wisatawan dari luar provinsi yang ingin menikmati dinginnya Ciwidey atau Pangalengan, mereka harus “mampir paksa” dulu ke Terminal Leuwipanjang yang ada di Kota Bandung. Wisatawan capek di jalan dan harus berkali-kali transit adalah sambutan pertama yang mereka terima. Sudah saatnya Kabupaten Bandung punya Terminal Tipe A yang representatif untuk mengakomodasi bus AKAP (Antarkota Antarprovinsi).

Baca Juga:

Saya gagal kerja di Bandung dan Jakarta karena terhalang restu orang tua, kadang sedih, tapi sudah bisa menerima takdir

Bandung Kulon, kecamatan medioker Kota Bandung yang ternyata punya potensi besar

Selain memperlancar mobilitas, terminal besar tipe A akan menjadi magnet ekonomi baru bagi warga lokal di sekitarnya.

Baca juga Seolah Tidak Mau Saya Pergi, Selalu Ada Alasan untuk Tetap Tinggal di Bandung.

#3 Kabupaten Bandung tidak punya museum padahal lahir lebih dahulu daripada Kota Bandung

Jujur saja, sebagai warga Bandung coret, ada rasa iri yang menyeruak setiap melihat tetangga sebelah punya deretan museum keren. Di Kota Bandung mereka punya Museum Geologi, Museum Asia Afrika, Museum Sri Baduga, sampai Museum Kota Bandung.

Kabupaten Bandung ini usianya 385 tahun, tapi masa untuk melihat jejak sejarahnya sendiri saja kita bingung harus ke mana? Padahal narasi sejarah kita sangat panjang, mulai dari pembentukan Cekungan Bandung, silsilah para bupati, hingga heroisme revolusi kemerdekaan yang terjadi di tanah ini.

Membangun museum di Kabupaten Bandung bukan sekadar soal memamerkan barang antik atau etalase. Ini adalah soal menjaga harga diri dan identitas  sebagai Induk dari berbagai kota dan kabupaten di Bandung Raya. Kabupaten Bandung sangat butuh museum sebagai ikon budaya sekaligus ruang edukasi, agar generasi muda Kabupaten Bandung tidak lupa bahwa mereka lahir di tanah dengan sejarah besar. Jangan sampai sejarah kita habis diceritakan orang lain, sementara kita sendiri tidak punya “rumah” untuk menyimpannya.

Pada akhirnya, rasa iri warga Bandung coret ke Kota Bandung bukanlah bentuk kebencian, melainkan sebagai rasa dari kerinduan akan keadilan fasilitas dan kesejahteraan. Kita tidak sedang meminta kemewahan yang berlebihan, kita hanya meminta hak yang setara sebagai warga yang bertetangga yang juga ikut berkontribusi besar bagi kemajuan Jawa Barat.

Tepat di momentum Hari Jadi ke-385 Kabupaten Bandung pada 20 April kemarin, saya menaruh harapan besar pada pemerintah daerah. Setidaknya, tiga poin rasa iri ini tidak hanya berakhir menjadi keluhan di kolom komentar atau artikel opini ini saja, tetapi bisa segera direalisasikan untuk kemajuan Kabupaten Bandung.

Penulis: Acep Saepulloh
Editor: Kenia Intan

BACA JUGA Bandung Terbuat dari Tumpukan Kebohongan, Pikir Ulang kalau Mau Tinggal di Sini.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 27 April 2026 oleh

Tags: BandungJawa BaratkabupatenKabupaten Bandungkotakota bandung
Acep Saepulloh

Acep Saepulloh

Aa-aa milenial Bandung yang ngojol membelah kemacetan di pagi hari, berjibaku dengan debu sebagai petugas kebersihan di siang hari, hingga akhirnya melabuhkan lamunan menjadi sebuah tulisan di malam hari.

ArtikelTerkait

pernikahan di desa bedanya di kota hajatan mojok.co

Meluruskan Salah Paham Soal Pesta Pernikahan di Desa yang Bisa Berhari-hari

30 Maret 2020
4 Alasan Orang Cimahi Terpaksa Ngaku Asli Bandung di Perantauan terminal mojok.co

Serba-serbi Cimahi, Kota Mungil di Tengah-tengah Bandung Raya

28 Juni 2022
5 Hal Unik yang Hanya Bisa Kita Jumpai di Kuningan Terminal Mojok

5 Hal Unik yang Hanya Bisa Kita Jumpai di Kuningan

7 September 2022
Rekomendasi 4 Warung Batagor Enak di Bandung terminal mojok.co

Rekomendasi 4 Warung Batagor Enak di Bandung

15 Oktober 2021
7 Kota dan Provinsi di Indonesia yang Selalu Apes Dapat Pemimpin Korup Terjerat KPK

7 Kota dan Provinsi di Indonesia yang Selalu Apes Dapat Pemimpin Korup Terjerat KPK

28 November 2023
Kiaracondong Titik Kawasan Paling Bermasalah di Bandung (Unsplash)

Kiaracondong, Perlintasan Kereta Api yang Tidak Punya Harga Diri dan Paling Bermasalah di Bandung

9 Mei 2024
Muat Lebih Banyak


Terpopuler Sepekan

Bandung Kulon, kecamatan medioker Kota Bandung yang ternyata punya potensi besar Terminal

Bandung Kulon, kecamatan medioker Kota Bandung yang ternyata punya potensi besar

21 Agustus 2026
Selain rumah makan Padang, usaha fotokopi juga identik dengan orang Minang Mojok.co

Selain rumah makan Padang, usaha fotokopi juga identik dengan orang Minang

23 Agustus 2026
iPhone HP bapak-bapak? Bapak-bapak nggak mampu beli iPhone! (Unsplash)

Kok bisa iPhone disebut hp bapak-bapak? Padahal banyak bapak-bapak yang nggak mampu beli iPhone

21 Agustus 2026
4 menu kuliner lokal yang cocok pakai label Gacoan (Wikimedia Commons)

Selain mie dan bakso, ini 4 menu kuliner lokal yang cocok pakai label Gacoan

24 Agustus 2026
Pak Ogah pekerjaan yang sia-sia dan nggak menjanjikan di Sumenep Madura Mojok.co

Pak Ogah pekerjaan yang sia-sia dan nggak menjanjikan di Sumenep Madura

20 Agustus 2026
KUA jangan cuma mengejar Gen Z untuk menikah, tolong kasih paham juga tetangga dan ortu yang hobi menghitung mahar Mojok.co

KUA jangan cuma mengejar Gen Z untuk menikah, tolong kasih paham juga tetangga dan ortu yang hobi menghitung mahar

20 Agustus 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=vCYB_q60eug


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.