Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Seolah Tidak Mau Saya Pergi, Selalu Ada Alasan untuk Tetap Tinggal di Bandung

Handri Setiadi oleh Handri Setiadi
23 Maret 2026
A A
5 Hal yang Bisa Dibanggakan Kota Bandung meski Tata Kelolanya Buruk dan Transportasi Umumnya Tidak Layak

5 Hal yang Bisa Dibanggakan Kota Bandung meski Tata Kelolanya Buruk dan Transportasi Umumnya Tidak Layak (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Sebagaimana perantau lainnya, saya dulu juga pernah punya keinginan sederhana: pergi jauh dari kota kelahiran. Jauh dari Kota Bandung.

Beberapa teman saya berhasil melakukannya. Ada yang merantau ke Jakarta, ada juga yang sampai ke luar negeri seperti Jepang. Setiap kali mereka pulang, cerita yang dibawa selalu terasa menarik: lingkungan baru, pengalaman baru, bahkan cara hidup yang berbeda dari yang pernah kami jalani bersama dulu.

Melihat mereka, kadang saya juga ingin merasakan hal yang sama. Rasanya seperti ada kehidupan lain yang menunggu di luar Bandung.

Masalahnya, setiap kali saya hampir benar-benar pergi dari kota ini, selalu saja ada sesuatu yang membuat saya tetap tinggal. Seolah-olah Bandung tidak pernah benar-benar mengizinkan saya pergi terlalu jauh.

#1 Kuliah di IPB yang tidak direstui

Kesempatan pertama saya untuk merantau sebenarnya datang saat hendak melanjutkan kuliah di Institut Pertanian Bogor (IPB).

Semua sudah hampir siap. Saya bahkan sudah berniat membayar uang muka pendaftaran sekitar dua ratus ribu rupiah. Tinggal satu langkah lagi, saya bisa meninggalkan Bandung dan memulai kehidupan baru di Bogor.

Namun rencana itu kandas begitu saja. Orang tua saya tidak memberikan restu. Alasannya sederhana: mereka merasa saya masih terlalu banyak main-main ketika SMA. Terlalu khawatir melepas anak bungsu yang belum kelulusannya saja belum diimunisasi untuk merantau ke luar kota.

BACA JUGA: Bandung Dulu Dikenal Indah, tapi Kini Justru Jadi Bahan Olokan di Media Sosial

Baca Juga:

3 Alasan Romantisme Bandung Akan Luntur, Ketika Menginjakan Kaki di Kecamatan Cibiru

Paris Van Java Mall Bandung: Estetik, tapi Sama Sekali Nggak Nyaman

#2 Tinggal di Kota Cimahi yang dipaksa kembali

Beberapa tahun kemudian, atas tuntutan pekerjaan saya sempat benar-benar keluar dari Bandung dan tinggal di Cimahi.

Meskipun jaraknya tidak terlalu jauh, setidaknya saya merasa sudah mencoba hidup di tempat yang berbeda. Ada sensasi kecil bahwa saya akhirnya berhasil keluar dari kota kelahiran.

Sayangnya, masa itu tidak berlangsung lama. Tekanan dari atasan membuat saya harus kembali lagi ke Bandung. Lagi-lagi, rencana untuk bertolak dari kota ini berakhir sebelum benar-benar menetap.

#3 Orang tua yang punya kos-kosan di Bandung

Alasan berikutnya justru datang dari rumah sendiri.

Orang tua saya yang sudah mulai lanjut usia memiliki beberapa kamar kos yang kadang kosong. Setiap kali saya mulai berpikir untuk merantau dan tinggal di kota lain, selalu muncul kalimat yang sama dari mereka.

“Masak orang tua punya kos-kosan, tapi anaknya malah ngekos di tempat orang lain?”

Kalimat itu terdengar sederhana, tetapi cukup ampuh membuat rencana merantau saya kembali menguap.

#4 Menikah dengan orang Bandung

Kalau tiga alasan sebelumnya masih bisa disebut kebetulan, yang satu ini rasanya sudah seperti takdir yang benar-benar mengunci saya di Bandung: Saya menikah dengan orang Bandung.

Sejak saat itu, rasanya semakin kecil kemungkinan saya benar-benar pergi jauh dari kota ini. Padahal, kadang-kadang saya masih merasa iri melihat teman-teman yang merantau jauh. Mereka pulang membawa cerita dari tempat-tempat yang bahkan belum pernah saya bayangkan sebelumnya.

Bahkan teman saya yang dari Negara Sakura pulang sambil membawa oleh-oleh yang tidak main-main. Sepatu Vans asli dari sana, lengkap dengan cokelat yang semua tulisannya menggunakan Bahasa Jepang.

Sementara saya, jangankan membawa oleh-oleh luar negeri. Paling banter saya hanya bisa mentraktir orang tua dengan es teler yang dijual di pinggir jalan daerah Dago.

Ironisnya, meskipun hidup saya tidak sejauh mereka yang merantau sampai lintas negara, saya tetap tidak pernah benar-benar bisa meninggalkan Bandung. Setiap kali hampir pergi, selalu ada saja alasan yang membuat saya kembali.

Mungkin memang begini cara Bandung mempertahankan warganya. Bukan dengan memaksa, tetapi dengan selalu menghadirkan alasan kecil yang membuat seseorang berpikir ulang sebelum benar-benar pergi.

Dan entah mengapa, alasan-alasan kecil itu selalu berhasil membuat saya tetap tinggal.

Penulis: Handri Setiadi
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Jogja Memang Istimewa, tapi Mohon Maaf Bandung Lebih Nyaman untuk Ditinggali

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 23 Maret 2026 oleh

Tags: Bandungcimahihidup di bandungOrang Bandung
Handri Setiadi

Handri Setiadi

Kadang guru, kadang suka baca buku, anggap saja teman baikmu.

ArtikelTerkait

Event Lari di Bandung Sering Bikin Sewot Warga Setempat  Mojok.co

Event Lari di Bandung Sering Bikin Sewot Warga Setempat 

22 Mei 2025
Jatinangor Lebih Perlu 3 Hal Ini ketimbang Jans Park dan McD Terminal Mojok

Jatinangor Lebih Perlu 3 Hal Ini ketimbang Jans Park dan McD

20 November 2022
Buahbatu Bandung, Kecamatan Paling Membingungkan karena Namanya Banyak Dicatut di Daerah Lain Mojok.co

Buahbatu Bandung, Kecamatan Paling Membingungkan karena Namanya Banyak Dicatut di Daerah Lain

25 Juni 2024
Pengalaman Naik Whoosh Pertama Kali, Kereta Cepat Jakarta-Bandung yang Bikin Mental Orang Kabupaten Jiper Mojok.co KA Feeder Whoosh

Pengalaman Naik Kereta Cepat Jakarta Bandung Bikin Orang Kabupaten Merasa Norak

26 Mei 2025
Cimahi Mall, Mall yang Nggak Ada Vibes Mall-nya Sama Sekali, Toko-tokonya pun Sepi!

Cimahi Mall, Mall yang Nggak Ada Vibes Mall-nya Sama Sekali, Toko-tokonya pun Sepi!

7 Juli 2024
Pertigaan Cidadap Setiabudi, Saksi Betapa Nggak Tertib Pengendara di Kota Bandung Mojok.co

Pertigaan Cidadap Setiabudi, Saksi Betapa Nggak Tertib Pengendara di Kota Bandung

31 Juli 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Pengendara Motor yang Menyalakan Lampu Hazard dan Kebut-kebutan di Jalan Raya Itu Punya Masalah Apa sih? Mojok.co

Menggugat para Pengendara yang Hobi Menyalakan Lampu Hazard Pas Hujan Deras: Anda Mau Aman atau Mau Bikin Pengendara Lain Masuk Jurang?

13 Juni 2026
Deodoran Kahf, Deodoran Murah yang Tidak Jualan Klaim yang Mewah, tapi Kualitasnya Begitu Hebat dan Nggak Bau, Nggak kayak Merek yang Itu tuh

Deodoran Kahf, Deodoran Murah yang Tidak Jualan Klaim yang Mewah, tapi Kualitasnya Begitu Hebat dan Tidak Bau, Nggak kayak Merek yang Itu tuh

17 Juni 2026
Jangan Terbuai Romantisme Jogja, Kota Ini Punya Seribu Jebakan buat Mahasiswanya Mojok.co kota pelajar

Jogja Kota Pelajar Bukan Cuma Soal UGM, tapi Soal Standar Pendidikan dari SD yang Sudah Kompetitif

17 Juni 2026
Pengalaman Pertama Merantau Kerja di Jakarta: Empat Hari Bolak-balik Tangsel-Jaktim Sudah Trauma Mojok.co

Pengalaman Pertama Merantau Kerja di Jakarta: Empat Hari Bolak-balik Tangsel-Jaktim Sudah Trauma

14 Juni 2026
Prinsip Dasar Pelayanan di Kantor Desa: Kalau Bisa Lama, Kenapa Harus Cepat?

Prinsip Dasar Pelayanan di Kantor Desa: Kalau Bisa Lama, Kenapa Harus Cepat?

11 Juni 2026
Pertamax di Pertashop Memang Lebih Murah, tapi Tetap Saja Orang pada Beli Pertalite, Harga Pertamax Nggak Ngotak! pertamina pertamax oplosan

Bisnis Pertashop Jelas Karam: Hidup Segan, Mati Tinggal Menunggu Hari

14 Juni 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=6Xo_K0G3FRg


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.