Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Jalan Bypass Soekarno Hatta Minim Jembatan Penyeberangan, Bukti Pejalan Kaki Benar-benar Nggak Diperhatikan di Negara Ini

Raden Muhammad Wisnu oleh Raden Muhammad Wisnu
25 Juni 2024
A A
Jalan Bypass Soekarno Hatta Minim Jembatan Penyeberangan, Bukti Pejalan Kaki Benar-benar Nggak Diperhatikan di Negara Ini Mojok.co

Jalan Bypass Soekarno Hatta Minim Jembatan Penyeberangan, Bukti Pejalan Kaki Benar-benar Nggak Diperhatikan di Negara Ini (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Saya setuju dengan tulisan Kang Acep Saepulloh yang berjudul Jalan Bypass Soekarno Hatta adalah Jalan Paling Meresahkan Se-Bandung Raya. Saya hanya ingin menambahkan satu hal paling krusial. Jalan sepanjang belasan kilometer itu hanya memiliki satu Jembatan Penyeberangan Orang atau JPO!

“Hah? Masa jalan sepanjang 18,46 kilometer cuma punya satu JPO?”

ADVERTISEMENT

Iya, kalian tidak salah. Sebagai warga Bandung dari lahir, saya sudah berkali-kali “menamatkan” Jalan Bypass Soekarno Hatta dari ujung ke ujung. Satu-satunya JPO yang ada (atau setidaknya yang saya lihat ada) hanyalah JPO yang letaknya di Metro Margahayu. Letaknya nggak jauh dari Rumah Sakit Al Islam Bandung, tempat saya bekerja beberapa tahun yang lalu. Sudah begitu, kondisinya memprihatinkan. Tangga curam banget! Buat naik bikin ngos-ngosan, buat turun bikin kaki gemetar. Hadeuh!

Bukannya apa-apa saya menuliskan ini. Pasalnya, Jalan Bypass Soekarno Hatta Bandung ini kendaraannya pada ngebut! Nggak cuma sepeda motor dan mobil saja yang ngebut, tapi juga truk bermuatan besar dan bus antar kota! Kalau nggak ada jembatan penyeberangan orang bagaimana pejalan kaki mau menyeberang jalan dengan aman?

Sedikit cerita, ada teman saya yang kesusahan nyeberang di tersebut. Akhirnya dia pesan ojol hanya demi bisa nyeberang. Dia rela mengeluarkan uang beberapa belas ribu rupiah agar bisa sampai seberang jalan dengan selamat. 

Dear pemerintah, perhatikan nasib anak-anak di sekitar Jalan Bypass Soekarno Hatta dong!

Bagi yang belum tahu, ada sejumlah sekolah maupun kampus yang terletak di sejumlah titik pada Jalan Bypass Soekarno Hatta Bandung. Kalau nggak ada JPO, bagaimana nasib mereka? Orang dewasa saja susah untuk menyeberang di Jalan Bypass Soekarno Hatta Bandung, apalagi anak-anak?

Memang, sejumlah sekolah maupun kampus di Jalan Bypass Soekarno Hatta sudah menyediakan zebra cross. Tidak lupa, mereka turut menyediakan satpam yang dilengkapi stop sign, rompi reflektor, traffic light stick untuk menyeberangkan para pejalan kaki ke seberang jalan.

Akan tetapi, hal tersebut nggak menjamin pejalan kaki dapat menyeberang dengan selamat karena kendaraannya yang melintas benar-benar ngebut. Kondisinya akan lebih buruk di malam hari, jalan ini minim banget lampu Penerangan Jalan Umum (PJU). Sudah pengendara ngebut, jalanan gelap, minim JPO lagi. 

Baca Juga:

4 kesalahan pembeli saat menyantap cuanki yang membuat rasanya kurang nikmat 

4 kuliner Bandung yang bikin orang Semarang gagal paham. Nama dan tampilan mirip, tapi rasanya berbeda

Pejalan kaki benar-benar warga negara kelas dua di Indonesia

Sejak kecil, saya sering mendengar kalimat anekdot “Pejalan kaki adalah warga kelas dua di Indonesia”. Setelah besar saya baru menyadari, ternyata pemerintah memang lebih memprioritaskan infrastruktur untuk kendaraan bermotor alih-alih pejalan kaki. Kondisi trotoar Indonesia itu sama sekali nggak ramah buat para pejalan kaki. Nggak heran kalau Orang Indonesia Susah untuk Diajak Jalan Kaki! 

Jalan Bypass Soekarno Hatta pun seolah mengamini hal yang sudah saya tuliskan di atas karena jalan ini minim banget jembatan penyeberangan! Sebenarnya nggak hanya di Jalan Bypass Soekarno Hatta saja sih yang minim JPO. Jalan-jalan besar lainnya di Kota Bandung juga minim banget JPO. Kalaupun ada JPO, kondisinya benar-benar tidak terurus sama sekali. Antara tangganya terlalu curam hingga bau pesing akibat dijadikan tempat tinggal tunawisma. Ujung-ujungnya malah dibongkar saking kumuhnya. 

Terakhir sebagai penutup, izinkan saya menyampaikan sepatah dua patah kata untuk Pemerintah, baik Pemerintah Kota Bandung, Pemerintah Provisinsi Jawa Barat, atau Pemerintah Pusat (karena Jalan Bypass Soekarno Hatta ini masuknya ke jalan nasional). “Kalau memang nggak bisa bikin JPO, bikin underpass atuh? Kalau nggak ada JPO atau underpass, minimal lampu sing caang atuh (minimal lampu yang terang)?”

Pokoknya, siapapun Wali Kota Bandung berikutnya, siapapun Gubernur Jawa Barat berikutnya, tolong banget ini mah buat diperhatikan, ya! Saya tak mengerti, kenapa Bandung perkembangannya lambat sekali jika dibandingkan kota besar lainnya?

Penulis: Raden Muhammad Wisnu
Editor: Kenia Intan

BACA JUGA Buahbatu Bandung, Kecamatan Paling Membingungkan karena Namanya Banyak Dicatut di Daerah Lain

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 25 Juni 2024 oleh

Tags: Bandungjalan bypass soekarno hattajalan penyeberanganJPO
Raden Muhammad Wisnu

Raden Muhammad Wisnu

Lulusan Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Islam Bandung yang bekerja sebagai copywriter. Asal dari Bandung, bercita-cita menulis buku. Silakan follow akun Twitternya di @wisnu93 atau akun Instagram dan TikToknya di @Rwisnu93

ArtikelTerkait

tahu sumedang

Gunung Tampomas, Kunci Kelezatan Tahu Sumedang Asli Buatan Sumedang

18 Desember 2021
Pemindahan Unpad ke Jatinangor Katanya Terinspirasi dari Kota Akademik Tsukuba di Jepang. Tapi kok Gini, ya?

Pemindahan Unpad ke Jatinangor Katanya Terinspirasi dari Kota Akademik Tsukuba di Jepang. Tapi kok Gini, ya?

5 Agustus 2023
Rekomendasi 4 Warung Batagor Enak di Bandung terminal mojok.co

Rekomendasi 4 Warung Batagor Enak di Bandung

15 Oktober 2021
Cari Rasa, Roti Bumbu Legendaris dari Bandung yang Perlu Dicicipi Terminal Mojok

Cari Rasa, Roti Bumbu Legendaris dari Bandung yang Perlu Dicicipi

17 Januari 2022
Selain Lembang, Orang Bandung Juga Ogah Berwisata ke Ciwidey Mojok.co

Selain Lembang, Orang Bandung Juga Ogah Berwisata ke Ciwidey

17 November 2024
KAA 1955 Sempat Diwarnai Operasi Pembunuhan oleh CIA terminal mojok.co

KAA 1955 Sempat Diwarnai Operasi Pembunuhan oleh CIA

1 Agustus 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

4 hal lazim di Jogja yang masih asing di Tulungagung, tapi perlu dicontoh demi ruang publik yang lebih hidup  Mojok.co

4 hal lazim di Jogja yang masih asing di Tulungagung, tapi perlu dicontoh demi jadi daerah lebih hidup 

17 Juli 2026
Gara-gara pada magang, nggak magang jadi kerasa aneh sendiri (Unsplash)

Gara-gara semua orang magang, nggak magang jadi kerasa aneh sendiri

21 Juli 2026
Kenapa orang Jogja nggak suka makan gudeg? (Unsplash)

Kenapa orang Jogja nggak suka makan gudeg, padahal tahu gudeg yang enak, gurih, dan murah?

19 Juli 2026
Kenapa orang Bali jarang liburan ke pantai? (Unsplash)

Kenapa orang Bali jarang liburan ke pantai, padahal tinggal deket pantai?

18 Juli 2026
Jemuran, hal sepele yang bisa jadi sumber konflik penghuni kos Mojok.co

Jemuran, hal sepele yang bisa jadi sumber konflik penghuni kos

20 Juli 2026
Pengalaman Tinggal di Ngaglik Sleman Tak Melulu Enak seperti Kata Orang Mojok.co

Sleman semakin mahal, tetapi narasi kota mahasiswa murah tetap dipelihara

15 Juli 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=6Xo_K0G3FRg


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.