Dalam dunia gastronomi, Jawa Timur punya posisi yang cukup tinggi. Kuliner, atau dalam hal ini adalah makanan khas Jawa Timur itu punya posisi tawar yang nggak main-main.
Mulai dari rawon, rujak cingur, hingga soto lamongan. Mereka adalah tiga dari sekian banyak makanan khas Jawa Timur yang menjadi garda terdepan.
Namun, ada saja makanan khas Jawa Timur yang kurang memuaskan, bahkan untuk orang asli Jatim. Kata saya, ini adalah beberapa kuliner yang red flag. Cukup sekali saja mencobanya, atau malah nggak usah kamu coba sama sekali karena akan berakhir menyesal.
Baca juga 6 Dosa Penjual Rawon yang Sebaiknya Dihindari
#1 Makanan khas Jawa Timur bernama sego tempong
Beberapa tahun terakhir ini, sego tempong sedang sedang hype. Bahkan di luar daerah asalnya di Banyuwangi, banyak bertebaran warung/kedai/restoran yang menjadikan sego tempong sebagai menu andalannya. Makanan khas Jawa Timur yang berisi nasi, lalapan sayur rebus, sambal pedas, dan berbagai macam lauk (tempe, tahu, ayam, dan ikan) ini memang sedang laris banget.
Sekilas nggak ada yang salah dengan sego tempong ini. Paduan nasi, lalapan, lauk, dan sambal ini memang paduan yang pas. Apalagi jika menikmatinya di jam makan siang. Namun entah mengapa, nasi tempong itu sebetulnya biasa saja. Ya selayaknya makanan biasa saja, levelnya masih sangat jauh jika kita menyandingkannya dengan soto lamongan, rawon, atau rujak cingur.
Sialnya, nasi tempong ini memang nggak punya identitas yang kuat. Maksudnya, saya menangkapnya seakan yang “dijual” dari nasi tempong ini ya cuma rasa pedas, tapi nggak jelas pedas yang seperti apa.
Beda tempat nasi tempong, beda pula karakter pedas di sambalnya. Kayak nggak ada satu benang merah yang menyambungkan antara satu nasi tempong dengan nasi tempong lainnya.
Secara rasa saja sudah mencla-mencle, kan. Dan mencla-mencle ini jelas red flag. Untuk manusia saja sudah red flag, apalagi untuk makanan.
#2 Lontong kupang yang nggak cocok untuk semua orang
Ada alasan personal mengapa saya memasukkan lontong kupang sebagai makanan khas Jawa Timur yang red flag. Alasannya adalah saya nggak bisa makan makanan yang mengandung sebangsa kerang. Mulut, sih, bisa nerima. Tapi perut menolak. Kalau memaksa makan, ya sudah pasti saya akan muntah.
Nggak terkecuali lontong kupang. Makanan yang berasal dari Sidoarjo, berisi potongan lontong, kupang (kerang kecil), petis, dan disiram dengan kuah ini sebenarnya enak banget.
Saya bisa saja memakannya. Tapi ya gitu, mulut bisa menerima, tapi perut nggak bisa. Seenak-enaknya lontong kupang, pasti saya akan berakhir muntah-muntah nggak lama setelah memakannya.
Ini diperparah dengan gimana kandungan kupangnya. Buat yang belum tahu, kupang ini adalah sebangsa kerang tapi berukuran kecil.
Di ekosistemnya, kupang ini menyerap zat apa saja yang lewat. Kebanyakan, zat yang diserap oleh kupang ini adalah logam berat dan merkuri. Dan inilah yang menurut keyakinan saya bikin lontong kupang ini red flag. Kita nggak tahu kupang ini dimasaknya bener atau nggak. Kalau nggak bener, ya jelas bahaya, kan?
Makanya, lontong kupang ini saya masukkan ke makanan khas Jawa Timur yang red flag. Sebab, makan makanan ini memang harus hati-hati. Kalian harus hati-hati apakah kalian bisa makan kerang atau nggak, dan kalian harus hati-hati dengan kandungan kupang. Kalau ragu, ya mending hindari saja.
#3 Oseng-oseng biawak, makanan khas Jawa Timur yang bikin merinding
Kalau googling makanan khas Jawa Timur, kalian mungkin nggak akan menemukan nama oseng-oseng biawak sebagai makanan khas. Namun, kalau googling oseng-oseng biawak khas daerah mana, kalian akan menemukan bahwa Banyuwangi, adalah salah satu daerah asal oseng-oseng biawak.
Sebetulnya, oseng-oseng biawak ini nggak hanya ada di Banyuwangi saja. Di daerah lain seperti Tretes, Pasuruan, juga banyak warung-warung yang menjual makanan berbahan dasar daging biawak.
Dan sebagai orang Jawa Timur, kuliner ini aneh. Makanya saya bisa bilang bahwa ini makanan khas Jawa Timur yang red flag.
Lalu mengapa red flag? Ya karena biawak ini binatang jorok. Kebanyakan hidupnya di gorong-gorong. Makanannya juga ngawur, mulai dari tikus sampai katak.
Plus, looks dari biawak sendiri kan agak mengerikan gitu, jadi bikin kita merasa nggilani kalau membayangkan oseng-oseng biawak ini. Terlepas katanya daging biawak ini memiliki khasiat, tapi tetap saja oseng-oseng, atau semua makanan olahan biawak ini termasuk red flag. Saran saya, hindari saja, sih.
Itulah 3 makanan khas Jawa Timur paling red flag menurut saya. Soal selera memang setiap orang berbeda. Namun, kalau sudah membawa risiko tertentu, saran saya, hindari saja. Ketimbang kamu memaksa mencoba, lalu berakhir di rumah sakit karena alergi atau sakit perut. Mending makan soto lamongan saja.
Penulis: Iqbal AR
Editor: Yamadipati Seno
BACA JUGA 4 Makanan Khas Jawa Timur yang Sebaiknya Nggak Buru-buru Ditawarkan pada Teman Bulemu
Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.



















