Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kuliner

3 Makanan Khas Jawa Timur Paling Red Flag, Cukup Sekali Dicoba atau Sekalian Nggak Usah Dicoba Sama Sekali

Iqbal AR oleh Iqbal AR
12 Februari 2026
A A
3 Makanan Khas Jawa Timur yang Jangan Pernah Kamu Coba (Wikimedia Commons)

3 Makanan Khas Jawa Timur yang Jangan Pernah Kamu Coba (Wikimedia Commons)

Share on FacebookShare on Twitter

#2 Lontong kupang yang nggak cocok untuk semua orang

Ada alasan personal mengapa saya memasukkan lontong kupang sebagai makanan khas Jawa Timur yang red flag. Alasannya adalah saya nggak bisa makan makanan yang mengandung sebangsa kerang. Mulut, sih, bisa nerima. Tapi perut menolak. Kalau memaksa makan, ya sudah pasti saya akan muntah.

Nggak terkecuali lontong kupang. Makanan yang berasal dari Sidoarjo, berisi potongan lontong, kupang (kerang kecil), petis, dan disiram dengan kuah ini sebenarnya enak banget. 

Saya bisa saja memakannya. Tapi ya gitu, mulut bisa menerima, tapi perut nggak bisa. Seenak-enaknya lontong kupang, pasti saya akan berakhir muntah-muntah nggak lama setelah memakannya. 

Ini diperparah dengan gimana kandungan kupangnya. Buat yang belum tahu, kupang ini adalah sebangsa kerang tapi berukuran kecil. 

Di ekosistemnya, kupang ini menyerap zat apa saja yang lewat. Kebanyakan, zat yang diserap oleh kupang ini adalah logam berat dan merkuri. Dan inilah yang menurut keyakinan saya bikin lontong kupang ini red flag. Kita nggak tahu kupang ini dimasaknya bener atau nggak. Kalau nggak bener, ya jelas bahaya, kan?

Makanya, lontong kupang ini saya masukkan ke makanan khas Jawa Timur yang red flag. Sebab, makan makanan ini memang harus hati-hati. Kalian harus hati-hati apakah kalian bisa makan kerang atau nggak, dan kalian harus hati-hati dengan kandungan kupang. Kalau ragu, ya mending hindari saja.

Baca juga Soto Lamongan Memang Layak Jadi Satu-satunya Kuliner Indonesia yang Masuk Daftar Terenak di Dunia

#3 Oseng-oseng biawak, makanan khas Jawa Timur yang bikin merinding

Kalau googling makanan khas Jawa Timur, kalian mungkin nggak akan menemukan nama oseng-oseng biawak sebagai makanan khas. Namun, kalau googling oseng-oseng biawak khas daerah mana, kalian akan menemukan bahwa Banyuwangi, adalah salah satu daerah asal oseng-oseng biawak.

Baca Juga:

Lamongan butuh dipimpin Yusril Fahriza agar makin maju dan kalcer, dan saya serius!

Bakso Malang adalah makanan khas Jawa Timur yang paling bisa diterima semua lidah orang Indonesia ketimbang kuliner Jatim lainnya

Sebetulnya, oseng-oseng biawak ini nggak hanya ada di Banyuwangi saja. Di daerah lain seperti Tretes, Pasuruan, juga banyak warung-warung yang menjual makanan berbahan dasar daging biawak. 

Dan sebagai orang Jawa Timur, kuliner ini aneh. Makanya saya bisa bilang bahwa ini makanan khas Jawa Timur yang red flag.

Lalu mengapa red flag? Ya karena biawak ini binatang jorok. Kebanyakan hidupnya di gorong-gorong. Makanannya juga ngawur, mulai dari tikus sampai katak. 

Plus, looks dari biawak sendiri kan agak mengerikan gitu, jadi bikin kita merasa nggilani kalau membayangkan oseng-oseng biawak ini. Terlepas katanya daging biawak ini memiliki khasiat, tapi tetap saja oseng-oseng, atau semua makanan olahan biawak ini termasuk red flag. Saran saya, hindari saja, sih.

Itulah 3 makanan khas Jawa Timur paling red flag menurut saya. Soal selera memang setiap orang berbeda. Namun, kalau sudah membawa risiko tertentu, saran saya, hindari saja. Ketimbang kamu memaksa mencoba, lalu berakhir di rumah sakit karena alergi atau sakit perut. Mending makan soto lamongan saja.

Penulis: Iqbal AR

Editor: Yamadipati Seno

BACA JUGA 4 Makanan Khas Jawa Timur yang Sebaiknya Nggak Buru-buru Ditawarkan pada Teman Bulemu

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Halaman 2 dari 2
Prev12

Terakhir diperbarui pada 12 Februari 2026 oleh

Tags: kuliner banyuwangikuliner jawa timurlontong kupangmakanan khas jatimmakanan khas jawa timuroseng-oseng biawakRawonrekomendasi kuliner jawa timursego tempongSoto Lamongan
Iqbal AR

Iqbal AR

Penulis lepas lulusan Sastra Indonesia UM. Menulis apa saja, dan masih tinggal di Kota Batu.

ArtikelTerkait

Rujak Buah Jawa Timur Pakai Tahu Tempe: Nggak Masuk Akal, tapi Enak

Rujak Buah Jawa Timur Pakai Tahu Tempe: Nggak Masuk Akal, tapi Enak

16 Desember 2025
3 Dosa Pedagang Rawon di Surabaya yang Merugikan Wisatawan (Pexels)

3 Dosa Pedagang Rawon di Surabaya yang Mengecewakan dan Merugikan Wisatawan

20 Juli 2025
Soto Kudus vs Soto Lain di Pulau Jawa, Enak Mana ya?

Soto Kudus vs Soto Lain di Pulau Jawa, Enak Mana ya?

5 Agustus 2023
Membayangkan Lamongan Punya Mal, Cari Hiburan Nggak Perlu Repot-repot ke Kabupaten Tetangga Mojok.co yusril fahriza

Lamongan butuh dipimpin Yusril Fahriza agar makin maju dan kalcer, dan saya serius!

20 Juli 2026
6 Dosa Penjual Rawon yang Sebaiknya Dihindari

6 Dosa Penjual Rawon yang Sebaiknya Dihindari

31 Mei 2023
Di Mana Ada Lahan, di Situ Ada Warung Pecel Lele Lamongan nasi muduk

Nasi Muduk, Kuliner Nikmat yang Tak Pernah Masuk Brosur Kuliner Lamongan, padahal Berani Bersaing dengan Soto dan Pecel Lele!

16 Maret 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Trauma menginap di hotel murah Cikarang yang lebih cocok jadi tempat uji nyali daripada tempat bermalam Mojok.co

Trauma menginap di hotel murah Cikarang yang lebih cocok jadi tempat uji nyali daripada tempat bermalam

30 Juli 2026
4 Saran dari Warlok Jogja untuk Para Pendatang Biar Cepet Betah (Unsplash)

4 kebiasaan warga Jogja yang biasanya menular ke pendatang

28 Juli 2026
Kebodohan pembeli soto ayam yang bikin saya muak dan jijik (Wikimedia Commons)

Akulah pelanggan soto ayam yang marah itu gara-gara konsumen nggak punya hati yang bikin muak, mual, dan jijik

26 Juli 2026
Jaga ikhtiar Bupati Klaten beresin borok PD BKK Klaten (Pexels)

Yang paling penting adalah jagain ikhtiar Bupati Hamenang menyelesaikan luka lama yang dibikin PD BKK Klaten

29 Juli 2026
Mahasiswa UIN Nggak Wajib Nyantri, tapi kalau Nggak Nyantri ya Kebangetan lulusan UIN

Niat ikut organisasi mahasiswa di UIN cuma mau cari teman, malah jadi terpaksa ikut pengkaderan yang rumit

31 Juli 2026
Perempatan Jetis, Perempatan Paling Berpendidikan di Jogja Sejak Masa Kolonial

Perempatan Jetis Jogja adalah anomali, perempatan paling berpendidikan sekaligus meresahkan di Jogja

29 Juli 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=76Rp5owBnpc


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.