Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kuliner

4 Makanan Khas Jawa Timur yang Sebaiknya Nggak Buru-buru Ditawarkan pada Teman Bulemu

Pradipto Bhagaskoro oleh Pradipto Bhagaskoro
23 November 2021
A A
4 Makanan Khas Jawa Timur yang Sebaiknya Nggak Buru-buru Ditawarkan pada Teman Bulemu terminal mojok
Share on FacebookShare on Twitter

Teman bulemu baru pertama kali berkunjung ke Jawa Timur? Please, nggak usah buru-buru ajak mereka makan makanan khas Jawa Timur ini, deh.

Ketika ada teman dari luar negeri yang pertama kali berkunjung ke Indonesia, sebagai bangsa yang gemar mengayomi tamu, rasanya wajib bagi kita untuk membuat mereka merasa nyaman selama masa kunjungannya. Ekspresi mengayomi tamu ini biasanya diwujudkan dengan kesukarelaan kita untuk menjemput mereka di bandara, hingga menemani jalan-jalan sebagai tour guide gratisan.

ADVERTISEMENT

Sebagai tuan rumah, rasanya sulit untuk tidak mengajak mereka makan di tempat-tempat yang menyediakan makanan khas daerah kita, yang mungkin terasa asing dan baru bagi lidah mereka. Dengan beragam pilihan makanan khas yang enak-enak, mestinya kita pede dong mengajak mereka berkenalan dengan hidangan khas untuk pertama kali.

Namun sering kali karena terlampau percaya diri dengan kekayaan kuliner yang kita miliki, kita jadi abai bahwa perkara makanan ini terkadang membutuhkan lebih banyak waktu beradaptasi ketimbang hal-hal lainnya. Apalagi dengan ciri kuliner yang rasa dan aromanya kuat, seperti di Jawa Timur. Tentu butuh waktu bagi lidah orang asing untuk beradaptasi. Selain itu, dengan kuliner yang banyak memadukan bumbu dan bahan-bahan khas yang jarang digunakan di daerah lain, terkadang kesiapan mental dan fisik juga diperlukan saat mengonsumsi beberapa jenis makanan khas Jawa Timur.

Dengan alasan ini pula, memperkenalkan makanan khas Jawa Timur kepada orang asing bisa dibilang gampang-gampang sulit, butuh waktu dan kondisi yang tepat. Salah-salah, mereka jadi kapok mencoba atau bahkan trauma untuk berkunjung lagi ke Indonesia.

Berikut 4 makanan khas Jawa Timur yang sebaiknya tidak buru-buru ditawarkan kepada orang asing yang baru pertama kali berkunjung ke Indonesia.

#1 Rawon

Yang satu ini sebenarnya adalah yang paling aman dari poin lain yang disebutkan di sini. Meski begitu, rawon sebaiknya tidak direkomendasikan kepada orang asing yang baru datang ke Indonesia untuk pertama kali.

Seperti kita tahu, rawon adalah makanan khas Jawa Timur sejenis sup daging yang berkuah hitam. Warna hitam yang berasal dari kluwak ini tak jarang dianggap aneh dan mengerikan oleh orang-orang asing. Diajak makan rawon ketika baru datang bisa bikin mereka kaget, jadi ilfeel, dan bisa-bisa malah tidak jadi makan.

Baca Juga:

Setahun merantau di Medan membuat saya bersyukur akhirnya bisa pulang ke Surabaya

Stop denial, sound horeg adalah diskotik yang dipaksa masuk desa hanya demi memuaskan ego merusak milik segelintir orang

Kalau mau mengajak teman bule makan rawon, sebaiknya biar kita saja yang memesan supaya mereka bisa icip-icip dulu. Dengan begitu, mereka bisa perlahan meresapi bahwa di balik kelamnya kuah rawon, ada kenikmatan tiada tara.

#2 Soto babat dan makanan lainnya yang mengandung jeroan

Dalam tradisi kuliner kita, nyaris tidak ada bagian tubuh sapi yang tersia-siakan, mulai jeroan hingga kulitnya. Begitu pula dalam makanan khas Jawa Timur, jeroan sapi juga sering dimanfaatkan. Tidak hanya soto babat yang memanfaatkan jeroan, ada juga nasi krawu, nasi buk, nasi boranan, dan masih banyak lagi.

ADVERTISEMENT

Ini berbeda dengan kebiasaan masyarakat di sejumlah negara lain. Bagi sebagian kalangan ini, jeroan sapi biasanya dianggap sebagai limbah dan hanya bisa diolah menjadi makanan anjing. Kebiasaan ini bahkan memunculkan stigma bahwa jeroan sapi itu menjijikkan dan tak pantas dimakan manusia.

Oleh karena itu, sebaiknya hindari untuk menawarkan kuliner yang mengandung jeroan kepada teman bule yang baru pertama kali datang ke Indonesia. Jika mesti mengunjungi tempat kuliner khas yang biasanya mengandung jeroan, sebaiknya minta jeroannya disisihkan atau diganti dengan daging. Ini penting, lho. Daripada nanti teman bule kita jadi jijik duluan dan bikin situasi jadi canggung.

#3 Rujak cingur dan hidangan lainnya yang mengandung petis

Bicara kuliner Jawa Timur, rasanya tidak mungkin tanpa membahas petis. Bisa dibilang, petis adalah benang merah dalam makanan khas Jawa Timur saking seringnya bahan ini digunakan dalam berbagai hidangan. Selain rujak cingur, juga ada tahu tek, tahu campur, lontong balap, dan banyak masih banyak lagi kreasi kuliner yang memanfaatkan petis.

Petis umumnya terbuat dari kaldu udang, ikan, atau kupang, yang direbus terus-menerus bersama gula merah, garam, dan rempah-rempah hingga menjadi pasta. Sayangnya, dengan proses pembuatan yang banyak berasal dari industri rumahan, belum cukup untuk menjamin bahwa produk petis sama sekali aman dari bakteri berbahaya seperti E. coli.

Dan tentu saja, ketangguhan lambung kita yang sudah terbiasa makan petis tidak sebanding dengan lambung orang asing yang baru pertama kali memakannya. Proses perkenalan lambung mereka dengan berbagai hal yang dikandung petis bisa jadi pengalaman yang menyiksa.

Pernah suatu kali, seorang kawan mengajak kenalannya yang berasal dari Polandia untuk makan rujak cingur. Setelah sempat terheran-heran bahwa bibir sapi ternyata bisa dimakan, kenalan dari Polandia ini mesti dilarikan ke rumah sakit karena diare.

Kasihan, lho. Sudah menyediakan waktu dan biaya untuk liburan, malah mesti menginap beberapa hari di rumah sakit.

#4 Lontong Kupang

Hidangan ini sebetulnya bisa dimasukkan dalam kategori makanan yang mengandung petis, tapi kupangnya sendiri juga mesti diberi perhatian khusus.

ADVERTISEMENT

Kupang adalah sejenis kerang kecil yang banyak ditemukan di sepanjang pesisir utara Jawa Timur yang berombak tenang. Yang membuat kupang cukup berisiko untuk dikonsumsi adalah caranya memperoleh makanan. Kupang menyerap apa saja yang melewatinya, dan dengan semakin tercemarnya lautan, maka semakin banyak pula zat-zat beracun dan logam berat yang diserap oleh kupang.

Meski ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengurangi kadar zat beracun dan logam berat yang mungkin terkandung dalam kupang, kuliner ini memang sebaiknya tidak direkomendasikan kepada orang asing.

Air kelapa muda yang biasa disajikan bersama lontong kupang mungkin bisa membantu mengurangi efek keracunan, tapi masalahnya kita juga tidak tahu seberapa kuat ketahanan metabolisme orang asing saat berhadapan dengan racun. Belum lagi jika ternyata kupang menimbulkan reaksi alergi berat bagi mereka. Wah, pokoknya bisa bikin mumet.

Itulah beberapa makanan khas yang sebaiknya tidak direkomendasikan kepada orang asing yang baru tiba di Indonesia. Tentu saja ini bukan pantangan yang mesti selalu dituruti, siapa tahu mereka sendiri yang antusias dan mencari tantangan untuk mencoba kuliner-kuliner ini.

Tapi, tentu saja risiko ditanggung sendiri, ya…

Sumber Gambar: Unsplash

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 23 November 2021 oleh

Tags: bulejawa timurmakanan khaspilihan redaksi
Pradipto Bhagaskoro

Pradipto Bhagaskoro

Penulis dan seniman bunyi-bunyian.

ArtikelTerkait

Awas, Social Commerce Siap Gulung UMKM Indonesia!

Awas, Social Commerce Siap Gulung UMKM Indonesia!

18 Juli 2023
Kopi Kenangan, Akankah Berakhir seperti Mantan?

Kopi Kenangan, Akankah Berakhir seperti Mantan?

29 Juni 2023
Bank BRI yang Ribet Membuat Nasabah “Menderita” (Unsplash)

Penderitaan Nasabah Bank BRI: Mulai dari Ribetnya Setor Tunai sampai Disangka Petani oleh Netizen

15 Oktober 2023
Harusnya yang Jadi Mensos si Gundul Saja

Si Gundul Harusnya Jadi Mensos Saja

5 Oktober 2021
Telagamurni, Desa Terbaik di Kabupaten Bekasi

Telagamurni, Desa Terbaik di Kabupaten Bekasi

7 Januari 2024
15 Serial Netflix Underrated yang Sayang untuk Dilewatkan Terminal Mojok Studio R3 Shutterstock

15 Serial Netflix Underrated yang Sayang untuk Dilewatkan

14 April 2022
Muat Lebih Banyak


Terpopuler Sepekan

Pak Ogah pekerjaan yang sia-sia dan nggak menjanjikan di Sumenep Madura Mojok.co

Pak Ogah pekerjaan yang sia-sia dan nggak menjanjikan di Sumenep Madura

20 Agustus 2026
Saya pernah mengira orang miskin itu kurang berusaha, dan saya salah besar

Saya pernah miskin, saya begitu benci dengan keadaan itu, dan tak pernah ingin jadi miskin lagi

23 Agustus 2026
Stasiun Gubeng Surabaya, stasiun paling membingungkan dan menyebalkan

Stasiun Gubeng Surabaya, stasiun paling membingungkan dan menyebalkan

20 Agustus 2026
Kebiasaan aneh orang Jogja yang dahulu saya nyinyirin, tapi kini malah saya tiru Mojok.co

Kebiasaan aneh orang Jogja yang dahulu saya nyinyirin, tapi kini malah saya tiru

22 Agustus 2026
Nostalgia Stasiun Kabat Banyuwangi yang pernah berjaya pada masanya Mojok.co

Nostalgia Stasiun di Kecamatan Kabat Banyuwangi yang pernah berjaya pada masanya

19 Agustus 2026
Cengkareng, tempat kumpul banjir, macet, lawan arah, dan kekacauan

Cengkareng, tempat kumpul banjir, macet, lawan arah, dan kekacauan

22 Agustus 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=vCYB_q60eug


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.