Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

5 jajanan yang menyadarkan saya kalau Tegal lebih dari sekadar sate kambing

Paula Gianita Primasari oleh Paula Gianita Primasari
8 Juli 2026
A A
5 jajanan yang menyadarkan saya kalau Tegal lebih dari sekadar sate kambing Mojok.co

5 jajanan yang menyadarkan saya kalau Tegal lebih dari sekadar sate kambing (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Jujur saja, saya sempat berpikir lidah ini tidak cocok dengan makanan Tegal. Saya sempat menceritakan betapa sulit menyesuaikan diri dengan kuliner di sana dalam tulisan Terminal Pengakuan orang Semarang yang kalah mental menghadapi garangnya kuliner kambing Tegal. 

Pengalaman itu bikin saya sempat berprasangka Tegal hanyalah daerah dengan kuliner menantang. Beruntung, prasangka itu gugur saat saya menjumpai deretan jajan Tegal yang jarang dilirik wisatawan.

ADVERTISEMENT

#1 Kue tempel, jajanan gurih legit yang mirip crepes

Camilan berbahan ketan dan gula merah ini meyakinkan kalau Tegal punya sisi manis yang legendaris. Sekilas, bentuknya mengingatkan saya pada crepes atau lekker. Namun, bahannya lebih sederhana. Jajanan ini terbuat dari beras ketan, pisang matang, dan gula jawa.

Menariknya, proses pembuatannya nggak melibatkan minyak. Praktis, kudapan ini jadi alternatif yang terasa lebih bersih di mulut. Katanya lagi, penjual kue tempel yang benar-benar autentik di Tegal kini hanya tersisa dua orang.

Saya jadi paham dari mana asal-usul namanya setelah menyaksikan cara pembuatannya. Setelah adonan matang di atas wajan, sisi-sisinya dilipat dan ditempelkan hingga membentuk setengah lingkaran. Selain perpaduan rasa gurih dan legit yang memanjakan lidah, ada aroma smoky khas dari proses pemanggangan yang membuat saya sulit menolak aromanya. 

#2 Dodol cikal kelapa dari Tegal berbeda dengan dodol di lain kota

Bagi banyak pelancong, dodol tentu bukan camilan asing. Namun, menganggap dodol cikal kelapa khas Tegal serupa dengan dodol dari daerah lain adalah kesalahan fatal. Kalau dodol yang selama ini saya kenal bertekstur lembut dan kenyal tanpa serat, varian khas Tegal ini justru berani tampil beda dengan tambahan potongan kelapa di dalam adonannya.

Perpaduan rasa gurih dan manisnya terasa begitu legit. Saat digigit, ada sensasi renyah dari potongan daging kelapanya. Nggak heran, kudapan ini sangat populer sebagai hantaran wajib dalam berbagai prosesi lamaran maupun pernikahan warga setempat.

#3 Gemblong ocar-acir punya visual berantakan, tapi memberi kehangatan

Bahan utama camilan tradisional ini adalah singkong yang ditumbuk halus. Julukan “ocar-acir” muncul karena penampilannya yang memang semrawut akibat taburan kelapa parut serta lelehan gula merah. Meski begitu, rasa yang dihasilkan justru bikin terkejut.

Baca Juga:

Pengakuan orang Semarang yang kalah mental menghadapi garangnya kuliner kambing Tegal

7 kuliner Purwokerto yang menurut saya pantas dikenal lebih banyak orang, jangan jajan mendoan melulu

Kombinasi manis dan gurih, ditambah aroma harum daun pisang pembungkusnya, membuat saya sulit berhenti mengunyah. Sayangnya, panganan ini kini makin langka. Proses pembuatannya yang menguras tenaga dan waktu terasa kurang sepadan dengan harga jualnya yang terlampau murah.

#4 Jintul, makanan jadul yang rasanya mantul

Meski sama-sama berbahan dasar singkong, saya merasakan karakter jintul yang jauh berbeda dari gemblong ocar-acir. Ketiadaan gula merah membuat camilan ini terasa lebih netral. Barangkali, jintul bisa menjadi pilihan utama bagi mereka yang kurang gemar makanan manis.

Cara menikmati jajanan Tegal satu ini cukup variatif. Terkadang, ada yang memilih menyantapnya bersama sambal dan ikan asin untuk sensasi gurih yang mantap. Sebagian lagi cukup dengan taburan parutan kelapa untuk rasa yang lebih orisinal. Bagaimanapun caranya, jintul pas buat menemani saat menyesap teh atau kopi hangat di sore hari.

#5 Blendung jagung Tegal, pengganti jasuke buat yang nggak suka susu

Bagi saya yang kurang cocok dengan jasuke tapi masih mendambakan camilan jagung, blendung jagung adalah jawaban mutlak. Butiran jagung rebus yang berpadu dengan parutan kelapa ini menghadirkan sensasi tekstur yang unik. Empuk sekaligus kenyal. Beberapa orang bahkan suka menambahkan taburan gula aren untuk memperkaya rasa.

Mengunyah jajanan ini terasa seperti menikmati jasuke dengan kearifan lokal. Komposisi bahannya yang terukur sempurna membuat saya jauh dari rasa enek. Terlebih, aroma jagung rebus hangat yang disajikan di atas alas daun pisang benar-benar menciptakan kenangan rasa yang sulit dilupakan.

Daftar jajanan di atas menegaskan bahwa Tegal tak sekadar sate kambing. Tegal punya cara tersendiri dalam menyambut siapa pun yang datang. Perjalanan kuliner ini menjadi pengingat bagi saya bahwa kecocokan rasa nggak harus selalu ditemukan di restoran atau kafe mewah. Toh, saya justru menemukan tambatan hati di pinggiran jalan dan pasar tradisional.

Penulis: Paula Gianita Primasari
Editor: Kenia Intan

BACA JUGA 3 Minuman Tegal yang Aman untuk Lidah Orang Semarang yang Nggak Suka Kuliner Menantang.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 8 Juli 2026 oleh

Tags: jajanan tegalKulinerkuliner tegalmakanan tegaltegalwisata tegalwisatawan tegal
Paula Gianita Primasari

Paula Gianita Primasari

Mahasiswa doktoral UNDIP jurusan Manajemen Pemasaran asal Semarang.

ArtikelTerkait

laron rempeyek serundeng mojok

Rempeyek Laron, Alternatif Pemasukan di Musim Hujan

24 Desember 2020
3 Rekomendasi Kuliner di Kereta Joglosemarkerto yang Cocok untuk Menemani Perjalanan

3 Rekomendasi Kuliner di Kereta Joglosemarkerto yang Cocok untuk Menemani Perjalanan

13 Januari 2022
Menyebut Tempe Goreng Tepung sebagai Tempe Mendoan, Seburuk-buruknya Penghinaan! terminal mojok.co

Menyebut Tempe Goreng Tepung sebagai Tempe Mendoan, Seburuk-buruknya Penghinaan!

6 Februari 2021
Pengakuan jujur saya sebagai orang Semarang menghadapi kuliner kambing Tegal yang garang Mojok.co

Pengakuan orang Semarang yang kalah mental menghadapi garangnya kuliner kambing Tegal

7 Juli 2026
Kuliner Jepara Nggak Cuma Pindang Serani, Ada Juga Horok-Horok yang Layak Dikenal Lebih Banyak Orang Mojok.co

Kuliner Jepara Nggak Cuma Pindang Serani, Ada Juga Horok-Horok yang Layak Dikenal Lebih Banyak Orang

9 Februari 2026
Ada Surga Bernama Sakila Kerti di Terminal Kota Tegal

Ada Surga Bernama Sakila Kerti di Terminal Kota Tegal

3 Mei 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Leuwigajah, Kelurahan Paling Mentereng Se-Kota Cimahi

Cimahi Selatan, Sebuah Anomali di “Kota Tentara”: Menjaga Kedaulatan Ekonomi dan Keberlangsungan Hidup Warga Cimahi

7 Juli 2026
Nasib Stasiun Karawang: Terasing di Rel Sendiri, Kalah Mentereng dari Stasiun Cikarang

Nasib Stasiun Karawang: Terasing di Rel Sendiri, Kalah Mentereng dari Stasiun Cikarang

8 Juli 2026
Tugu Jogja Kini Lebih Menyenangkan ketimbang Malioboro (Unsplash)

Orang yang Foto di Tugu Jogja Itu Bukan Norak, Hampir Semua Pelancong Pernah Melakukannya

7 Juli 2026
Saya Lulusan Ilmu Perpustakaan, tapi Saya Nggak Mau Jadi Pustakawan Sekolah, Isinya Cuma Makan Hati! perpusnas

3 Kelakuan Lulusan Ilmu Perpustakaan yang Membuat Saya Malu

2 Juli 2026
Alasan Saya Malas Jajan di Area Food Street AEON Mall Tanjung Barat Mojok.co

Alasan Saya Malas Jajan di Area Food Street AEON Mall Tanjung Barat

2 Juli 2026
Ini Dia Alasan Orang Jakarta Timur Malas Diajak Main ke Jakarta Selatan

Jakarta Timur Layak Dimekarkan jadi Jaktim Utara dan Jaktim Selatan, Terlalu Banyak Perbedaan!

8 Juli 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=6Xo_K0G3FRg


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.