Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Penderitaan orang Serang yang kerja di luar kota: pakai KRL susah, kereta lokal pun nggak membantu

Adi Sutakwa oleh Adi Sutakwa
22 Juli 2026
A A
Penderitaan orang Serang yang kerja di luar kota: pakai KRL susah, kereta lokal pun nggak membantu

Penderitaan orang Serang yang kerja di luar kota: pakai KRL susah, kereta lokal pun nggak membantu

Share on FacebookShare on Twitter

Saya sudah tinggal di Banten, tepatnya di Serang, selama setahun lebih, dan bukan hanya ‘numpang’ dengan status domisili saja, tetapi kami sudah menetap dan ganti KTP KK di sini. Saya juga masuk dalam kategori working class yang pernah bolak-balik Serang Jakarta selama berbulan-bulan, sebelum akhirnya dipindahtugaskan ke Tangerang, yang sebenernya bolak-balik tiap hari juga.

Percayalah, kami-kami yang commute Serang Jakarta, Serang Tangerang, atau Serang Tangsel, udah capek duluan ketimbang mesti bikin content plan buat video TikTok atau narasi teks buat Threads. Lha bagaimana nggak capek, kalau mau naik KRL, untuk bisa masuk pabrik tepat waktu sebelum jam delapan pagi di Tanjung Priok, saya harus berangkat dari rumah di Serang jam 02.40.

ADVERTISEMENT

Yak, kalian nggak salah baca, dan saya nggak salah tulis, saya berangkat dari Serang setiap pagi jam 02.40 via Raskasbitung. Saya harus sampai di Tanah Abang sekitar jam enam pagi, agar mendapatkan KRL arah Kampung Bandan yang sampai sebelum jam 07.00 karena KRL arah Tanjung Priok hanya ada setiap 30 menit. Kalau saya naik KRL ke Priok jam 07.30 ha wes genah telat, lost day, nilai tahunan dari HR jelek.

Ibu kota provinsi, tapi nggak ada KRL

Nggak ada KRL dari Serang ke Rangkas, atau ke Tangerang. Padahal, Serang itu ibu kota provinsi lho. Kok bisa nggak ada akses KRL yang mumpuni? Kalau masih kurang romantisasinya, saya tambah dengan detil lain bahwa setiap hari saya sampai kembali di rumah paling cepat pukul 20.00, itu kalau naik KRL. Segitu susahnya commute bagi warga Serang.

KRL dari Jakarta mentok hanya sampai stasiun kota Tangerang. Dan buat kalian yang nggak ngerti soal geografi, jarak dari rumah saya di Serang ke stasiun Tangerang itu 79 kilometer. Sementara jarak ke stasiun Rangkas juga nggak bisa dibilang dekat, 39 kilometer, separuhnya, sama aja!

Jadi, 39 kilometer itulah yang saya tempuh setiap hari mengendarai Supra X 125 yang sudah tidak muda lagi, sudah tujuh tahun lebih pemakaian.

Kereta lokal tidak begitu membantu warga Serang

Ada kereta lokal dari Rangkas ke Serang. Akan tetapi buat kalian yang sudah terbiasa commute pastilah tahu istilah ‘kereta lokal’ itu bukan buat kami kelas pekerja yang tiap hari dituntut mengajar clock in-clock out tepat waktu. Malahan kereta lokal ini jauh lebih cocok untuk para turis lokal yang ingin jauh-jauh dari ibu kota Jakarta, melawat ke pelabuhan Merak barang sehari dua hari saja. Intinya, menuju dan keluar Serang ya susah!

Public transportation semacam bus trans Jakarta saja baru ada berapa bulan belakangan. Rute atau trayeknya juga medioker, hanya dari terminal Pakupatan sampai kampus Untirta Sindangsari. Pokoknya tinggal di Serang itu nuansanya nggak jauh beda dengan kabupaten satelit di soloraya.

Baca Juga:

Potret Mahasiswa Kuliah Sekaligus Kerja di Banten: Tampak Keren, tapi Aslinya Menderita karena Digaji Tak Layak

3 Tempat yang Bikin Saya Merindukan Tangerang Selatan

Ke arah timur selatan ada Sragen, Ngawi, Magetan. Ke arah utara barat ada Boyolali, Salatiga. Lalu, ke arat utara timur ada Purwodadi, Pati. Blas ora nggenah. Pilihan satu-satunya dan terakhir ya naik PO bus Sumber dkk, sambil berharap dapat supir yang agak sabaran.

Kabar baiknya, ternyata opsi transportasi yang sama berlaku juga di Serang dan sekitarnya. Ada PO bus Primajasa yang hampir bisa ditemui keberadaanya setiap 10 menit waktu tunggu maksimal. Rutenya nggak aneh-aneh, tujuan akhir Bekasi, Kampung Rambutan, dan Tanjung Priok yang jadi trayek rutin harian saya. Sementara PO medioker lainnya umumnya dilayani oleh bus Arimbi dengan jumlah armada yang jauh lebih sedikit.

Jadi ya, begitulah derita commuter Serang-Banten. Kami tidak bisa meromantisasi kehidupan kami, sebab, kami sudah kehabisan tenaga dan kewarasan hanya untuk sekedar bahagia.

Penulis: Adi Sutakwa
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Nekat Lepas Gaji Besar Serang Banten Pindah ke Kota Miskin, UMR-nya Miris tapi Nemu Kedamaian yang Tak Ditemui di Serang

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 22 Juli 2026 oleh

Tags: Bantenkomuterkrl di serangserang
Adi Sutakwa

Adi Sutakwa

Kelas pekerja dari Pemalang yang menghabiskan separuh hidupnya sebagai perantau di Solo, Jogja, Jakarta, dan Serang. Kritis pada isu pangan, industri, pendidikan, politik, sepakbola, seni, hingga animanga.

ArtikelTerkait

Lebak dan Tangerang: Masih Satu Provinsi, tapi Perbedaan Kualitas Pendidikannya bagai Bumi dan Langit

Lebak dan Tangerang: Masih Satu Provinsi, tapi Perbedaan Kualitas Pendidikannya bagai Bumi dan Langit

20 Juli 2025
Nasib Malang Mahasiswa Rantau di Serang Banten: Bawa Motor dari Kampung Halaman karena Minim Transportasi Umum, Malah Dicuri Orang

Nasib Malang Mahasiswa Rantau di Serang Banten: Bawa Motor dari Kampung Halaman karena Minim Transportasi Umum, Malah Dicuri Orang

23 September 2025
Depok Nggak Cuma Margonda, Ada Juga Cinere yang Selama ini Dianaktirikan  Mojok.co

Depok Nggak Cuma Margonda, Ada Juga Cinere yang Selama ini Dianaktirikan 

17 Mei 2024
Bahasa Sunda Banten Itu Nggak Kasar, tapi Egaliter!

Bahasa Sunda Banten Itu Nggak Kasar, tapi Egaliter!

3 November 2023
Pandeglang, Gambaran Nyata Daerah yang Terabaikan dan Tersisihkan

Pandeglang, Gambaran Nyata Daerah yang Terabaikan dan Tersisihkan

5 Oktober 2025
Jalan Pemda Tigaraksa Tangerang, Jalan yang Menguji Kestabilan Pengendara Motor. Cocok Dilalui sebelum Ujian SIM

Jalan Pemda Tigaraksa Tangerang, Jalan yang Menguji Kestabilan Pengendara Motor. Cocok Dilalui sebelum Ujian SIM

15 April 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

3 Hal di Karawang yang Membuat Pendatang seperti Saya Betah Mojok.co purwakarta

Ironi Karawang: bikin pusat perbelanjaan, tapi pinjem nama Jakarta karena nggak pede

22 Juli 2026
Drama pembayaran tunai ojol, uang kembalian jadi menguras waktu dan energi saya Mojok.co

Niat beli makanan lewat layanan pesan antar ojol supaya praktis, eh berujung repot karena driver tak punya kembalian

20 Juli 2026
Kenapa orang Jogja malas wisata naik gunung ke Gunung Merapi? (Unsplash)

Kenapa orang Jogja malas wisata naik gunung ke Gunung Merapi?

20 Juli 2026
Fans Ronaldo nangis melihat Messi real GOAT di final Piala Dunia (Unsplash)

Final Piala Dunia yang bikin fans Ronaldo hilang arah: Cemas dukung Messi atau membiarkan fans Barcelona makin besar kepala?

18 Juli 2026
Setelah Membelah Sleman-Bantul dan Melawan Kemacetan Jogja, Saya Nyatakan Yamaha Aerox Alpha Motor Terbaik di Masa Kini

Setelah Membelah Sleman-Bantul dan Melawan Kemacetan Jogja, Saya Nyatakan Yamaha Aerox Alpha Motor Terbaik di Masa Kini

17 Juli 2026
Gara-gara pada magang, nggak magang jadi kerasa aneh sendiri (Unsplash)

Gara-gara semua orang magang, nggak magang jadi kerasa aneh sendiri

21 Juli 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=6Xo_K0G3FRg


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.