Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
    • Bidikan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
    • Bidikan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Esai

Tumbuh Gigi Bungsu akan Bikin Kamu Percaya kalau Soal Perbandingan Rasa Sakit, Meggi Z Itu Amatiran

Swandiva Putri Wendradi oleh Swandiva Putri Wendradi
3 Juli 2021
A A
obat gusi bengkak.mojok.co

ilustrasi gusi bengkak

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Gigi bungsu yang tumbuh tak sempurna bikin sakit pada gigi sebelahnya. Nyerinya naudzubillah setan. Sakit hati jadi berasa amatiran.

Sejak merasakan nikmatnya gigi bungsu yang tumbuh di usia 19 tahun, saya menolak mengamini lirik tembang ikonik Meggi Z yang ini.

“Daripada sakit hati.. Lebih baik sakit gigi ini.. Biar tak mengapa..

Rela, rela, rela, aku relakan.. Rela, rela, rela, aku rela..”

Pengalaman menyadarkan saya bahwa nyeri dari gigi bungsu yang tumbuh ke arah pipi sungguh tidak lebih baik daripada nyeri hati akibat diselingkuhi. Apalagi kalau bayar operasinya pakai dana pribadi.

Untungnya, saat itu saya masih berstatus mahasiswa di kampus kerakyatan. Dengan berbekal surat rujukan dari klinik naungan universitas, saya bisa dioperasi oleh residen bedah mulut (dokter gigi umum yang sedang menempuh pendidikan spesialis) hanya bermodalkan 150 ribu rupiah.

Jauh lebih murah bila dibandingkan operasi dengan dokter gigi spesialis bedah mulut yang mencapai angka jutaan, untuk menangani kasus tumbuh gigi bungsu seperti saya ini.

Saya tidak tahu bahwa ada opsi lain yang lebih murah, yaitu dengan mengaktifkan kartu BPJS. Tapi tidak apa-apa, lah—yang penting, si gigi bungsu krucil sialan penyebab tidur tidak nyenyak berbulan-bulan itu akhirnya pergi juga.

Munculnya gigi geraham bungsu (gigi geraham ketiga) merupakan salah satu masalah yang umum dihadapi teman-teman dalam rentang usia 17-25 tahun. Mungkin karena baru tumbuh pada usia dewasa inilah yang membuatnya dijuluki “wisdom tooth”.

Pada banyak kasus, gigi geraham bungsu perlu dicabut apabila tumbuh miring atau tidak memiliki cukup ruang untuk tumbuh (impaksi). Gigi bungsu yang tumbuh tidak sempurna dapat menimbulkan nyeri pada gusi atau gigi sebelahnya.

Letak geraham bungsu yang berada di paling belakang membuatnya lebih sulit dibersihkan. Jika dibiarkan, akan terbentuk penimbunan plak yang kemudian berpotensi mengakibatkan infeksi, gigi berlubang, radang gusi, abses gigi, atau bahkan kista dan tumor.

Impaksi geraham bungsu tidak bisa dihindari, tetapi rasa sakitnya dapat dicegah dengan pemeriksaan gigi rutin setiap 6 bulan sekali.

Namun ada juga beberapa orang beruntung yang tidak merasakan sensasi impaksi, bisa jadi karena pertumbuhan geraham bungsu yang normal atau malah karena tidak memiliki benih geraham bungsu sama sekali.

Katanya sih karena pengaruhi evolusi struktur anatomi manusia dan bawaan genetik. Mungkin mereka inilah yang golongan pro-Meggi Z.

Iklan

Tetapi menurut saya, sakit gigi tidak lebih baik daripada sakit hati.
Alasannya? Karena efek sakit gigi bisa menjalar kemana-mana!

Ketika kita sakit gigi, seringkali bagian tubuh yang lain akan ikut terasa sakit. Tiba-tiba sering pusing, otot-otot wajah terasa kaku, susah membuka mulut, atau mungkin terasa pegal dan bengkak pada leher hingga bahu.

Dalam dunia kedokteran, peristiwa ini dikenal dengan istilah “referred pain” atau “nyeri alih”, nyeri yang berasal dari salah satu daerah di tubuh tapi dirasakan terletak di daerah lain.

Rasa nyeri itulah yang saya rasakan sebelum operasi pencabutan gigi geraham bungsu (odontektomi). Sakitnya bahkan mengalahkan nyeri dada saat mengetahui (mantan) pacar saya nyeleweng hanya setelah 6 bulan memulai long distance relationship.

Meskipun begitu, saya mengakui bahwa merawat gigi yang sakit lebih mudah daripada merawat hati yang sakit. Perawatan gigi umumnya hanya memakan waktu sekitar 5-30 menit, hati yang remuk jelas butuh waktu lebih lama untuk menjadi utuh.

Saya hanya butuh waktu dua minggu untuk memulihkan pipi bengkak pasca operasi gigi, tapi butuh dua tahun untuk membuka hati kembali.

Meski begitu—tetap saja—menurut saya, sakit gigi tidak kurang mengerikan daripada sakit hati.

Alasannya? Karena masih lebih banyak orang yang takut cabut gigi daripada takut cari pacar lagi.


BACA JUGA Tips Sederhana Mengatasi Gigi Ngilu Sampai Tuntas atau baca cara mengirim esai kamu ke sini.

Terakhir diperbarui pada 3 Juli 2021 oleh

Tags: gigi bungsunyeri gigisakit gigitumbuh gigi bungsuwisdom tooth
Swandiva Putri Wendradi

Swandiva Putri Wendradi

Co-ass kedokteran gigi di RSGM UGM.

Artikel Terkait

Diet Sehat yang Gagal dan Dendam Kesumat pada Sakit Gigi MOJOK.CO
Pojokan

Diet Sehat yang Gagal dan Dendam Kesumat pada Sakit Gigi

28 November 2021
obat warung yang bikin tahan lama MOJOK.CO
Pojokan

5 Obat Warung yang Bikin Tahan Lama

19 Juli 2019
gigi ngilu
Penjaskes

Tips Sederhana Mengatasi Gigi Ngilu Sampai Tuntas

22 Maret 2019
Diet OCD MOJOK.CO
Penjaskes

Testimoni Diet OCD, Pengalaman Saya Turun 22 Kilogram dalam 3 Bulan

17 Februari 2019
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Keluar dari organisasi mahasiswa ekstra kampus (ormek) PMII, dicap pengkhianat tapi lebih sukses MOJOK.CO

Nekat Keluar PMII karena Tak Produktif: Dicap Pengkhianat-Nyaris Dihajar, Tapi Bersyukur Kini “Sukses” dan Tak Jadi Gelandangan Politik

13 Januari 2026
Penjual kue putu di Jogja. MOJOK.CO

Kegigihan Gunawan Jualan Kue Putu di Kota-kota Besar selama 51 Tahun agar Keluarga Hidup Sejahtera di Desa

14 Januari 2026
Mens Rea, Panji Pragiwaksono sebagai Anak Abah, dan Bahaya Logika Fanatisme MOJOK.CO

Mens Rea, Pandji Pragiwaksono sebagai Anak Abah, dan Bahaya Logika Fanatisme

12 Januari 2026
Saya Memutuskan Kuliah di Jogja Bukan Hanya untuk Cari Ilmu, tapi Juga Lari dari Rumah

Saya Memutuskan Kuliah di Jogja Bukan Hanya untuk Cari Ilmu, tapi Juga Lari dari Rumah

12 Januari 2026
Mie ayam di Jakarta jadi saksi para pekerja berusaha tetap waras meski penuh beban hidup MOJOK.CO

Mie Ayam di Jakarta, Saksi Pekerja Berusaha Waras setelah Berkali-kali Nyaris Gila karena Kerja dan Beban dari Orang Tua

14 Januari 2026
Brownies Amanda Memang Seterkenal Itu, Bahkan Sempat Jadi "Konsumsi Wajib" Saat Sidang Skripsi

Brownies Amanda Memang Seterkenal Itu, Bahkan Sempat Jadi “Konsumsi Wajib” Saat Sidang Skripsi

17 Januari 2026

Video Terbaru

Bob Sadoni dan Hidup yang Terlalu Serius untuk Tidak Ditertawakan

Bob Sadoni dan Hidup yang Terlalu Serius untuk Tidak Ditertawakan

13 Januari 2026
Elang Jawa dan Cerita Panjang Kelestarian yang Dipertaruhkan

Elang Jawa dan Cerita Panjang Kelestarian yang Dipertaruhkan

11 Januari 2026
Serat Centhini: Catatan Panjang tentang Laku dan Pengetahuan

Serat Centhini: Catatan Panjang tentang Laku dan Pengetahuan

8 Januari 2026
Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.