Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Balbalan

Islandia dan Pelajaran Perjuangan Underdog ala Bangsa Nordik

Satrio Bagus Prabowo oleh Satrio Bagus Prabowo
25 Juni 2016
A A
Islandia dan Pelajaran Perjuangan Underdog ala Bangsa Nordik

Islandia dan Pelajaran Perjuangan Underdog ala Bangsa Nordik

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

We all love the underdogs, don’t we?

Bagaimana sebuah tim dengan dokter gigi sebagai pelatihnya, atau sutradara di posisi penjaga gawang bisa berbuat banyak di sebuah turnamen besar, lebih dari sekedar non-league football?

Islandia jawabannya. Debut pertamanya dalam pesta sepak bola Eropa boleh dibilang mentereng. Berhasil menahan imbang Portugal dan Hungaria, serta menang dari Austria, sekaligus membuat mereka lolos ke perdelapan final. Pencapaian luar biasa itu menjadi kisah yang patut di ceritakan kepada anak-anak mereka di dataran gunung berapi sana. Bagi saya ini adalah hal yang luar biasa untuk tim nasional yang populasi negaranya bahkan tidak sampai setengah jumlah populasi Gunung Kidul.

Ini bukan perkara mudah. Ini juga bukan hanya urusan dewa Hamingja sebagai dewa keberuntungan bangsa Nordik. Tapi ini adalah kerja keras federasi sepak bolanya. Akademi-akademi mulai dikembangkan di Islandia sejak dekade 2000-an meski sepak bola masih kalah pamor dibanding olahraga rugby. Nyatanya, mereka mampu menghasilkan pemain berkelas seperti Eidur Gudjohnsen yang moncer bersama Barcelona dan Gylfi Sigurdsson di tanah Britania, klub Swansea.

Jika anda beranggapan Islandia melakukan naturalisasi pemain bola seperti Indonesia beberapa tahun terakhir (dan ternyata masih gagal), anda salah. Sumpah anda salah. Hal mudah untuk membuktikannya, liat saja nama belakang pemain mereka yang dibawa ke Perancis. Sigurdsson, Bjarnason, Sigthórson, Parkinson, Orson, dan lain-lain, semuanya memakai imbuhan -son. Hanya Gudjhonsen saja yang tidak. Itu berarti mereka tetap membawa kultur penamaan bangsa Islandia. For your information, penamaan bangsa Skandinavia lainnya tidak seperti ini.

Imbuhan -son mungkin dapat diartikan seperti penamaan ‘bin’ atau anak dari- orangtua mereka. Seperti misalnya nama saya, Satrio Prabowo dan nama orang tua saya Gunawan Prabowo. Berarti dalam penulisan Islandia seharusnya nama saya ditulis menjadi Satrió Gunawanson (huruf ‘o’ tidak dikenal dalam penulisan Islandia, jadi saya ganti dengan ‘ó’). Kalau misalnya nanti saya punya anak, maka akan ditulis menjadi xxxx Satrióson atau yyyy Satriódóttir (untuk perempuan, seperti ‘binti’). Memang jadi sedikit sulit untuk penamaan, tapi menurut Mannanafnanefnd (semacam badan resmi pemerintahan yang mengurusi persoalan nama pribadi) di halaman wiki menjelaskan bahwa sistem penamaan ini diperlukan untuk menjaga bahasa dan budaya di negara tersebut.

Selain dari segi teknis, Islandia juga mendapat dukungan moral yang luar biasa. Memang rugby masih jadi olahraga nomer satu, tapi bisa anda bayangkan, setidaknya terdapat kurang lebih 10% populasi Islandia yang nonton langsung di Perancis. Dilansir dari tribunnews.com kira-kira ada sekitar 33 ribu pendukung Islandia saat mereka membuat Cristiano Ronaldo frustasi (Bayangkan sodara, 10% dari jumlah populasi penduduk. Apa ndak dahsyat? Coba kalau hal itu terjadi bagi Indonesia, maka dipastikan Indonesia tidak akan tampil sebagai tamu, melainkan sebagai tuan rumah, lha 10% dari jumlah penduduk Indonesia itu 25 juta sendiri je. Supporter Rusia atau Hooligan-nya Inggris juga bakal mikir kalau mau cari perkara).

Dan tengok betapa kompaknya mereka saat mendukung Islandia. Mereka juga tidak membuat ulah di luar stadion. Puncaknya kemarin saat Islandia berhasil lolos, kita bisa melihat bagaimana romansa tim dan suporter dipertontonkan. Mereka bernyanyi bersama, bertepuk tangan satu irama. Mereka adalah contoh luar biasa bagi pendukung anarkis.

Sebelum Euro berlangsung, saya sempat menonton di youtube, channel Copa90 yang membahas tentang Islandia dan harapan warganya di Euro 2016. Saat presenter channel tersebut bertanya kepada salah seorang fans menjelaskan bahwa, mereka mungkin bukan “the best team” tapi mereka mempunyai mental terkuat, perjuangan menjadi keseharian mereka. Sekarang terbukti bagaimana usaha tidak pernah mengkhianati hasil.

Pertanyaan lainnya adalah soal ekspektasi dan dijawab “if we can win it, why not?” dengan penuh kemantapan. Jawaban yang sempat membuat saya sedikit kaget pada awalnya, mengingat mereka akan melawan Portugal di laga pembuka. Dan nyatanya, ekspektasi mereka bukan sekadar omong besar.

Yah,  2016 mungkin memang tahunnya para underdogs. Setelah sebelumnya di Premier League Leicester mengangkat piala, juga Brazil dan Uruguay tidak bisa apa-apa di Copa America, mungkin inilah saatnya Islandia mampu untuk berbicara banyak. Tentunya setelah mengalahkan Inggris di 16 besar nanti (update: Ealah, ternyata bener-bener ngalahin Inggris).

We all love the underdogs, right? Ya, apalagi underdogs yang berjuang keras. Bukan sekadar dog yang mengonggong keras.

Terakhir diperbarui pada 21 Juni 2017 oleh

Tags: euro 2016islandiasepakbola
Satrio Bagus Prabowo

Satrio Bagus Prabowo

Artikel Terkait

ratu tisha pssi
Kotak Suara

Ratu Tisha Bicara Soal Memajukan Sepak Bola Perempuan, Bagaimana Caranya?

4 Februari 2023
Klopp Out? Liverpool Nawaitu Ibadah Puasa Gelar Epl 30 Tahun Lagi!
Video

Klopp Out? Liverpool Nawaitu Ibadah Puasa Gelar Epl 30 Tahun Lagi!

25 Agustus 2022
Kezaliman Barcelona Terhadap Frenkie De Jong
Video

Kezaliman Barcelona Terhadap Frenkie De Jong

11 Agustus 2022
ALASAN KOMINFO BLOKIR FOOTBALL MANAGER DAN FIFA
Video

Alasan Kominfo Blokir Football Manager dan Fifa

4 Agustus 2022
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Jangan Remehkan Supra X 125, Usianya Boleh 16 Tahun, tapi Masih Kuat Diajak Mudik Bali-Semarang Mojok.co

Jangan Remehkan Supra X 125 Lawas, Usianya Boleh 16 Tahun, tapi Masih Kuat Diajak Mudik Bali-Semarang

25 Februari 2026
Suzuki S-Presso Mobil Tidak Menarik, tapi Tetap Laku MOJOK.CO

Menjawab Misteri Suzuki S-Presso Tetap Laku: Padahal, Menurut Fitra Eri dan Om Mobi, S-Presso Adalah Mobil Paling Tidak Menarik

26 Februari 2026
Siksaan naik bus ekonomi Surabaya Semarang seperti Indonesia dan Sinar Mandiri MOJOK.CO

Siksaan di Bus Ekonomi Rute Surabaya Semarang bikin Frustrasi dan Kapok Naik Lagi: Murah tapi Harus Pasrah Jadi “Ikan Pindang” Sepanjang Jalan

22 Februari 2026
Pemilik kos di Depok, Sleman, Jogja muak dengan tingkah mahasiswa asal Jakarta yang kuliah di PTN/PTS Jogja MOJOK.CO

Pemilik Kos di Jogja Muak dengan Tingkah Mahasiswa Jakarta: Tak Tahu Diri dan Ganggu Banget, Ditegur Malah Serba Salah

20 Februari 2026
Saya Nonmuslim dan Gemar War Takjil seperti Meme yang Viral Itu Mojok.co

Saya Nonmuslim dan Gemar War Takjil seperti Banyak Meme yang Viral Itu

23 Februari 2026
kerja di jepang, merantau.MOJOK.CO

Ironi Kerja di Jepang: Banting Tulang Hingga 5 Kali Lebaran Tak Pulang, tapi Setelah Sukses Hasilnya Tak Bisa Dinikmati

23 Februari 2026

Video Terbaru

Prof. Al Makin: Filsafat sebagai Seni Bertanya dan Jalan Melawan Kemiskinan Nalar

Prof. Al Makin: Filsafat sebagai Seni Bertanya dan Jalan Melawan Kemiskinan Nalar

25 Februari 2026
Konservasi Muria: Menjaga Hutan Tanpa Memiskinkan Warga

Konservasi Muria: Menjaga Hutan Tanpa Memiskinkan Warga

23 Februari 2026
Zine Subversif: Ar Risalah dan Masjid yang Pernah Ditakuti Negara

Zine Subversif: Ar Risalah dan Masjid yang Pernah Ditakuti Negara

21 Februari 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.